Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Media Pendidikan Matematika

Problematika Penguasaan Kompetensi Pedagogik Dalam pembelajaran Matematika Berbasis Literasi Haryadi, Herjan
Media Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v11i1.7860

Abstract

 Abstrak: Penguasaan terhadap kompetensi pedagogik sangat berpengaruh terhadap kesiapan mengajar guru dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar. Guru kebanyakan lupa bahwa masing masing anak pada tingkatan usianya memiliki tahapan-tahapan dalam proses berfikir dan memanaje pembelajarannya. Anak di usia sekolah dasar cenderung memiliki sifat selalu ingin bermain dalam dunia nya, memahami matematika melalui benda-benda konkrit dan mengubungkan konsep-konsep matematika melalui kehidupannya sehari-hari atau disebut dengan literasi. Literasi matematika merupakan proses pembelajaran matematika yang menghubungkan konsep matematika melalui masalah kehidupan sehari-hari, agar siswa mampu berpikir lebih kritis dan terampil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana problematika penguasaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran matematika berbasis literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Lombok Barat. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang didapatkan adalah proses pembelajaran cendrung dilakukan melalui penghafalan atau belajar dengan symbol tanpa menghadirkan media yang sesuai dengan karakter anak, aktifitas atau model pembelajaran.. Kata kunci: Kompetensi Pedagogik, Pembelajaran Matematika, Literasi
Kontekstualisasi Soal Berbasis Numerasi pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Barat Haryadi, Herjan
Media Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v12i1.11469

Abstract

Contextualization is a form of transformation process through various real problems in mathematical form. The context of the questions plays an important role as a stimulus to better understand numeracy in mathematics learning. Mathematical numeracy is the knowledge and skills used with various numbers and symbols to solve various problems in everyday life. The aim of this research is to analyze the contextualization of numeracy-based questions in fifth grade mathematics learning in elementary schools in West Lombok district. The research method used is a qualitative method with a multi-case study approach. The subjects used were students, teachers and school principals. The research techniques used are interviews, observation and documentation. The data analysis used is reduction, data display, drawing conclusions and data verification. The validity of the data uses extended observations, researcher persistence and triangulation. The results of the research were that in the personal context, case 1 the teacher never presented personal context questions directly or very rarely. Meanwhile, in case 2, there was no personal context at all in the question text. In the socio-cultural context, both case 1 and case 2 did not include this in the question paper. Lastly, in the scientific context of case 1, the question paper was included in the text, but it was still simple and not accompanied by pictures or infographics
Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) Berbantuan Media Bahan Bekas Terhadap Pemahaman Konsep Dan Literasi Matematika Siswa Sekolah Dasar Haryadi, Herjan; Mudzakkir, Ahmad
Media Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v12i2.13687

Abstract

The low understanding of students' mathematical concepts in mathematics learning makes it difficult for students to understand mathematics learning, especially in terms of understanding story problems and understanding the concept of counting. Understanding mathematical concepts and literacy, especially in understanding story problems and the concept of counting in elementary schools can be implemented through a learning process that can provide student involvement such as the project-based learning (PJBL) model. This study aims to determine the influence of the project-based learning (PJBL) model on students' understanding of mathematical concepts and literacy in elementary schools. The research method uses a quantitative approach with a quasi-experimental type. Data collection techniques use tests, observations and documentation. Data analysis uses descriptive statistics, classical assumption tests, and hypothesis testing using the Multivariate Analysis Of Variance (Manova) test and t-test. The results of this study are (1) There is an influence of the project-based learning (PJBL) model assisted by used material media on the understanding of mathematical concepts and literacy of grade 3 SDN 3 Kuripan or Ha is accepted. Where the Manova F-count test value is 19.427 with a significance level value of 0.000 or less than 0.05 (2) There is an influence of the Project Based Learning (PJBL) Model assisted by used material media on the understanding of mathematical concepts of class 3 SDN 3 Kuripan, where the t-test results are 9.558 with a significance level value of Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000 less than 0.05 and (3) There is a Project Based Learning (PJBL) Model assisted by used material media on mathematical literacy of class 3 SDN 3 Kuripan. With a t-test value of 9.558 and a significance level value of Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000 less than 0.05
Analisis Kesiapan Kognitif dan Teknis Literasi Numerasi Siswa SD di Kabupaten Lombok Barat Berbasis ANBK Haryadi, Herjan; Masjudin, Masjudin
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i1.15672

Abstract

ANBK berfungsi sebagai panduan untuk menilai kemampuan siswa dalam beberapa bidang studi. Salah satu aspek penting dalam proses analisis ANBK adalah literasi numerasi. Literasi numerasi matematika merupakan kompetensi esensial yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk memetakan mutu pendidikan, termasuk kemampuan literasi numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan kognitif dan teknis siswa Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lombok Barat dalam menghadapi literasi numerasi matematika berbasis ANBK. Metode penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Sumber data utama penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V sekolah dasar Kabupaten Lombok Barat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan melalui pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianya adalah kurangnya kesiapan kognitif siswa dalam pengetahuan mendalam tentang literasi numerasi, Pemberian soal dan materi ANBK yang diberikan belum terintegrasi dengan materi ajar yang disiapkan oleh guru di kelas. Soal cerita yang disiapkan oleh pemerintah berbentuk narasi panjang sehingga siswa menunjukkan kesulitan signifikan pada aspek membuat inferensi (kesimpulan). Siswa belum mampu menghubungkan informasi dalam teks dengan pengetahuan sebelumnya atau memberikan penilaian kritis terhadap teks. Secara tehnis bahwa banyak siswa yang tidak bisa mengoperasikan komputer. Adapun kendalanya adalah Kurangnya buku referensi bahan ajar yang digunakan guru, masih menggunakan buku yang dipakai pada tahun-tahun sebelumnya, keterbatasan akses internet, kurangnya pelaksanaan simulasi dan kurangnya jumlah komputer sekolah.