Claim Missing Document
Check
Articles

VOL. 2/NO.8/ NOVEMBER 2017; ISSN 2502-731X , FACTORS RELATED WITH COMPLIANCE PAYING OF BPJS MANDIRI INSURANCE/ CONTRIBUTION IN THE WORKING AREA OF BATALAIWORU PUBLIC HEALTH CENTER IN 2017 Rismawati, Rismawati; Lisnawaty, Lisnawaty; Jufri, Nur Nashriana
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.403 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i8.3899

Abstract

One non-beneficiary contributor is an independent worker (not a wage earner) who earns income from his ownbusiness so that when they become a participant of BPJS, they must pay contributions each month. The purposeof this study was to determine the related factors on compliance paying of BPJS Mandiriinsuranc e contribution intheworkingarea of Batalaiworupublic health centerin 2017. This research was an observational analytic with crosssectional study approach. This research was conducted in the working area of puskesmasbatalaiworu. Thepopulation in this study were all participants of BPJS Mandiri who had visitedbatalaiworu public healthcenterin2016 with a sample of 61 respondents by using simple random sampling technique. The result of the researchshows that there is a relationship between income, perception and motivation with compliance payingof BPJSMandiriinsurance contribution in the Working Area ofBatalaiworuPublic Health Centerin 2017. BPJS side shoulddevelop effort to give notification of payment of contribution to the participant through media which can reach bymajority of society, such as SMSKeywords: JKN, BPJS Mandiri, Revenue, Perception, Motivation
STUDI PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA (RJTP) PADAPESERTA BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI TAHUN 2016 parman, parman; Majid, Ruslan; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.36 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2096

Abstract

ABSTRAKPelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkatpertama. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat di berikan atas rujukan dari pelayanan kesehatantingkat kedua atau tingkat pertama, kecuali pada keadaan gawat darurat, kekhususan permasalahan kesehatanpasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas Tingginya rasio rujukan di PuskesmasPerumnas melebihi standar ketetapan BPJS Kesehatan 15% berpengaruh pada tingginya pelayanan di rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran umum pelaksanaan sistem rujukan rawat jalan tingkatpertama peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Perumnas Kendari tahun 2016. Data primer berasal dari informankunci dan informan biasa yaitu mereka yang di anggap secara baik dan benar yang berjumlah 6 orang denganrincian 1 informan kunci dan 5 informan biasa sedangkan data sekunder di peroleh dari instansi terkait penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aspek kebijakan system rujukan belum berjalan dengan baikdilihat dari tingginya rasio rujukan yang mencapai 16% melebihi dari standar ketetapan BPJS Kesehatan yaitu 15%,ketersediaan dokter telah memenuhi standar SDM, ketersediaan obat-obatan belum lengkap, ketersediaanfasilitas dan alat kesehatan medis fasilitas pelayanan kesehatan belum lengkap dan masih ada beberapa Pasienyang meminta rujukan namun apabila masih dapat ditangani di Puskesmas Perumnas maka tidak akan diberirujukan.Kata Kunci: Sistem Rujukan RJTP, BPJS Kesehatan, Puskesmas Perumnas
STUDI PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANA UMUM DAERAH (BLUD) DI RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS TAHUN 2016 Jumiati, Jumiati; sabilu, yusuf; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.489 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2079

Abstract

Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah adalah suatu pola pengelolaan keuangan yangmemberikan fleksibilitas berupa keleluasan untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkanpelayanan kepada masyarakat dalam rangka mamajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupanbangsa sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang studi pengelolaan keuangan BLUD di RumahSakit Umum Bahteramas Tahun 2016 ditinjau dari aspek perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan anggaran,pendapatan dan belanja daerah, dan pengelolaan barang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatanfenomenologis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yang terdiri dari 2 orang informan kunci dan 2orang informan biasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan dan penganggaran dalam prosespenyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), BLUD RSU Bahteramas menyusun berdasarkan Rencana StrategiBisnis (RSB) yang dalam penyusunannya dilakukan dalam jangka waktu lima tahun sekali; (2) Pelaksanaananggaran berdasarkan ketentuan mengenai penyusunan, pengajuan, penetapan, perubahan RBA dan dokumenpelaksanaan anggaran BLU RSU Bahteramas melaksanakan sesuai RBA yang telah ditetapkan untuk mekanismepengadaannya instalasi menyesuaikan dengan kebutuhannya; (3) Pendapatan dan belanja daerah oleh RSUBahteramas Prov. Sultra pendapatan diperoleh dari jasa pelayanan kesehatan, dari APBD/APBN, dari hasilkerjasama dengan pihak-pihak lain dan pendapatan dari hibah terikat yang diperoleh dari masyarakat atau badanlain yang digunakan sesuai dengan peruntukannya, dimana pendapatan yang diperoleh RSU Bahteramas ProvinsiSultra langsung disetor ke kas daerah; dan (4) Pengelolaan barang BLUD RSU Bahteramas Provinsi SulawesiTenggara dapat disimpulkan bahwa tanah, bangunan, Peralatan-peralatan dan mesin merupakan aset tetaprumah sakit yang dikelola sendiri dengan menugaskan bidang-bidang atau seksi bagian tertentu dalam mengelolaaset rumah sakit ini, aset tetap rumah sakit di bawah naungan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata kunci : Pengelolaan, Keuangan, BLUD
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASAMA ASETAT) PADA WANITA USIA SUBUR DI RW 003 KELURAHAN ANDUONOHU KOTA KENDARI Sabilu, Yusuf; Lisnawaty, Lisnawaty; Pratiwi, Arum Dian
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.451 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.5215

Abstract

Salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian kanker serviks disebabkan oleh kesadaranperempuan yang sudah menikah masih rendah untuk melakukan skrinng kanker serviks baik dengan IVA maupunpaps smear. Setiap perempuan yang telah melakukan hubungan seksual mempunyai risiko menderita kankerserviks. Sehingga diperlukan pemeriksaan skrining secara berkala hingga perempuan berusia 70 tahun.Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa wanita usia subur (ibu) yang berada di RW 003 KelurahanAnduonohu didapatkan inrformasi bahwa sebagian besar wanita usia subur (ibu) tidak pernah melakukanpemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran ibu untukmelakukan pemeriksaaan kesehatan yang dipengaruhi oleh kurangnya informasi yang didapatkan oleh ibu baiktentang bahaya kanker serviks dan cara mendeteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh penyuluhan tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA terhadap pengetahuan ibu sertauntuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan IVA pada WUS di Kelurahan Anduonohu Kota Kendari. Jenispenelitian ini adalah penelitian analitik observasional. Sampel penelitian ini adalah 20 ibu WUS di KelurahanAnduonohu Kota Kendari. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh p value = 0,000, sehinggadapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian penyuluhan dengan peningkatann pengetahuan ibu.Berdasarkan hasil pemeriksaan IVA test, semua wanita usia subur yang menjadi mitra hasilnya adalah negat ive.Selain itu, melalui kegiatan pengabdian ini mampu membangun motivasi wanita usia subur untuk selalumemeriksa kesehatannya termasuk deteksi kanker serviks.Kunci: Pemeriksaan IVA, Kanker Serviks
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS TOMIA TIMUR KELURAHAN TONGANO TIMUR KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2015 Widiani, Irna; Junaid, Junaid; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.758 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1318

Abstract

Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia serta menjadi hak asasi bagisetiap orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Puskesmas Tomia Timur Kelurahan Tongano Timur KabupatenWakatobi tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatanCross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua yang membutuhkan KIA khususnya ibu hamildan ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Tomia Timur Kelurahan Tongano Timur Kabupaten Wakatobidengan jumlah 106 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dan ibu menyusui di KelurahanTongano Timur dengan jumlah 51 orang, sedangkan responden adalah suami atau istri yang rumah tangganyaterpilih sebagai sampel dengan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling).Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan taraf kepercayaan 90% (α = 0,1). Hasiluji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan (p = 0,085), ada hubungan yang signifikan antara akses dengan pemanfaatan pelayanankesehatan (p = 0,003) dan ada hubungan yang signifikan antara tradisi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p = 0,000).Kata kunci: pemanfaatan pelayanan kesehatan, pendapatan, akses, tradisi
STUDI PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN BERJENJANG DI RUMAH SAKIT BAHTERAMAS TAHUN 2018 Dosi, Nurmay Purma; Suhadi, Suhadi; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.807 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i3.5335

Abstract

Rumah Sakit Bahteramas sebagian besar memiliki pasien rujukan terbanyak baik dari Puskesmas maupunRumah Sakit Kabupaten. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui pelaksanaan sistem rujukan berjenjang diRumah Sakit Bahteramas, ditinjau dari sistem informasi rujukan, kepatuhan petugas pada SOP rujukan, dan dasarpemilihan rujukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dimana penelitian iniadalah wawancara mendalam dengan informan bertujuan untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentangPelaksanaan Sistem Rujukan Berjenjang di Rumah Sakit Bahteramas. Kriteria informan biasa adalah pasien yangtelah melakukan rujukan dari tahap I,II,dan III. Sedangkan untuk kriteria informan kunci adalah yang bertugassebagai petugas kesehatan di ruangan pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem rujukan di Rumah SakitBahteramas sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan PMK No.01 tahun 2012 seperti sistem penerimaan pasien,serta kelengkapan sarana dan prasarana. Selain itu Rumah Sakit Bahteramas sudah menerapkan SOP pada setiappetugas dan proses rujukan sudah mengacu pada SOP rujukan serta proses koordinasi sesuai PMK RI No.28 Tahun2014. Namun dalam pelayanan dari petugas masih kurang dan petugas yang berhak mengantar pasien belummaksimal, serta kepatuhan petugas pada SOP rujukan untuk kesiapan petugas dari tingkat Puskesmas dan RumahSakit Kabupaten yang melakukan rujukan belum maksimal dan yang menjadi dasar pasien mel akukan rujukan diRumah Sakit Bahteramas karena kurangnya sarana dan prasarana. Saran saya untuk penelitian ini Petugas harussiap dalam melakukan rujukan tanpa ada perintah dari dokter serta sarana dan prasarana di Puskesmas atau RumahSakit Kabupaten harus diadakan.Kata kunci : Sistem rujukan, SOP rujukan, RS
ANALISIS LOYALITAS PASIEN DALAM MENGGUNAKAN PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2018 Reski, Elpita; Suhadi, Suhadi; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.457 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5790

Abstract

Era globalisasi telah menciptakan tantangan bagi semua jenis usaha untuk berkompetisi, termasuk usaha di bidangkesehatan. Pihak penyedia jasa pelayanan kesehatan harus bisa memberikan informasi dan kebutuhan pasiensupaya keinginan pasien dapat terpenuhi dan meningkatkan kepuasan pasien tersebut agar mampu meningkatkanloyalitas yaitu pembelian berulang secara teratur, mereferensikan kepada orang lain dan menunjukkan kekebalanterhadap daya tarik pesaing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Akses, Hambatan Pindah,kualitas layanan dengan loyalitas pasien. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada akhir bulan September-Oktober 2018 dengan lokasi penelitian di PoliklinikUmum Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari dengan jumlah responden 154 orang dengan menggunakanpersamaan slovin dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis chi squaremenunjukkan terdapat hubungan antara akses ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari dengan loyalitas pasien(nilai p value = 0,040), terdapat hubungan antara hambatan pindah dengan loyalitas pasien (nilai p value = 0,039),terdapat hubungan antara dimensi kualitas layanan berupa reliability, responsiveness, assurance dengan loyalitaspasien dengan masing-masing (nilai p value = 0,00), (nilai p value = 0,014), (nilai p value = 0,005), dan tidak terdapathubungan antara dimensi kualitas pelayanan berupa tangible dan emphaty dengan loyalitas pasien (nilai p value =0,248) dan (nilai p value = 0,093). Diharapkan pihak rumah sakit menjaga loyalitas pasien yang sudah ada, perludilakukan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Kata kunci : Loyalitas Pasien, Kualitas Layanan, Akses, Hambatan Pindah 
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU IBU BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU TAHUN 2015 Dodhy, Meuthya Aulia; Junaid, Junaid; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.317 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1228

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah salah satu jenis pelayanan kesehatanuntuk balita yang tingkat kunjungan untuk wilayah kerja Puskesmas Mokoau tergolongrendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor perilaku ibubalita dengan kunjungan ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mokoau tahun 2015.Jenis penelitian adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampelpada penelitian ini yang terdaftar di buku register dan berkunjung di posyandu diwilayah kerja puskesmas Mokoau sebanyak 392 responden. Teknik pengambilan sampelmenggunakan proportionate stratified random sampling. Variabel dalam penelitian iniadalah pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga dan bimbinganpetugas kesehatan. Data dianalisis menggunakan uji chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu balita dengan kunjungan keposyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,000), terdapat hubungan sikapibu balita dengan kunjungan ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau(ρValue=0,000), tidak terdapat hubungan antara sarana dan prasarana dengan kunjunganke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,073), tidak terdapathubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kunjungan ke posyandu diWilayah Kerja Puskesmas Mokoau (ρValue=0,311), dan terdapat hubungan yang bermaknaantara bimbingan petugas kesehatan dengan kunjungan ke posyandu di Wilayah KerjaPuskesmas Mokoau tahun 2015 (ρValue=0,004).Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga, bimbinganpetugas kesehatan, kunjungan ke posyandu
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT DESA TANAILANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANAPA-NAPA KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2015 Masita, Andriana; Yuniar, Nani; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.517 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1246

Abstract

Kesehatan merupakan elemen penting dalam kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Pemanfaatanpelayanan kesehatan pada masyarakat Desa Tanailandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kanapa-Napa masih tergolongkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanankesehatan pada masyarakat Desa Tanailandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kanapa-Napa Kecamatan MawasangkaKabupaten Buton Tengah Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatansurvei dan desain penelitian Cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua warga masyarakatyang berada di Desa Tanailandu 864 jiwa, sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga masyarakat DesaTanailandu sebanyak 69 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisisdata menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dangan taraf kepercayaan 95% (α=0,05) denganmenggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara keyakinanterhadap pelayanan kesehatan (p=0.233) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan serta ada hubungan yangsignifikan antara akses (p=0,009), kepemilikan asuransi kesehatan (p=0,002) dengan pemanfaatan pelayanankesehatan.Kata Kunci : pelayanan kesehatan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, keyakinan, akses, kepemilikan asuransi  kesehatan
STUDI TENTANG PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS BURANGA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2016 Nurniati, Linta; Lestari, Hariati; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.991 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1254

Abstract

Pengelolaan obat di puskesmas merupakan hal yang sangat penting yang perlu di  perhatikan,mengingat dengan pengelolaan yang tidak sesuai dengan prosedur yang tepat akan terjadi masalahtumpang tindih anggaran dan pemakaian yang tidak tepat guna. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengelolaan obat di puskesmas Buranga Kabupaten Wakatobi tahun 2016. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasilangsung. Untuk menjamin keabsahan data yang dikumpulkan, digunakan teknik metode triangulasiyaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian terkaitpengelolaan obat di Puskesmas Buranga menunjukkan bahwa perencanaan obat di puskesmasberdasarkan persediaan obat tanpa melihat pola penyakit yang terjadi di puskesmas. Pengadaan obatdilakukan setiap tiga bulan dengan membuat Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat(LPLPO). Penyimpanan obat belum masuk standar penyimpanan obat yang baik, dimanapenyimpanan obat tidak berdasarkan abjad melainkan berdasarkan kebiasaan. Pendistribusian obatke unit-unit pelayanan kesehatan dengan sistem amprah. Pencatatan dan pelaporan obat dipuskesmas dilakukan setiap hari dalam kartu stok obat kemudian diregister bulanan. Kesimpulan daripenelitian ini, terkait pendistribusian serta pencatatan dan pelaporan sudah sesuai standarpengelolaan obat di Puskesmas. Tetapi perencanaan, pengadaan, dan penyimpanan obat belum sesuai dengan pedoman pengelolaan obat yang ada.Kata kunci: pengelolaan, obat, puskesmas