Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES PENGELOLAAN KLAIM PASIEN BPJS UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. R. ISMOYO KOTA KENDARI TAHUN 2016 Lewiani, Nia; Lisnawaty, Lisnawaty; Akifah, Akifah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.168 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2940

Abstract

Kelengkapan berkas dokumen menjadi bagian penting dalam proses klaim. Apabila pihak rumah sakitdapat memenuhi kelengkapan dokumen, maka kemungkinan semakin cepat proses penggantian biaya pelayanankesehatan yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Proses PengelolaanKlaim Pada Pasien BPJS Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Dr.R.Ismoyo Kota Kendari Tahun 2017. Jenis penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologis. Teknikpenentuan informan dengan prosedur purposive sampling dan prosedur kuota. Informan dalam peneltian initerdiri atas 2 yaitu informan kunci yaitu kepala rekam medis serta informan biasa yaitu Dokter, Petugas rekammedis, Verifikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verifikasi berkas klaim dimulai dari verifikasi administrasikesehatan, verifikasi administrasi pelayanan, verifikasi pelayanan, dan verifikasi menggunakan software verifikasi.Verifikasi administrasi berupa verifikasi berkas klaim. Berkas klaim yang di verifikasi meliputi Surat EligibilitasPeserta (SEP) dan bukti pelayanan yang mencantumkan diagnosa dan prosedur serta tandatangan dokterpenanggung jawab pasien. Setelah berkas diverifikasi, diteliti kesesuaian berkas klaim antara surat eligibilitaspeserta dengan data yang diinput kedalam aplikasi INA CBGs. Apabila terjadi ketidaksesuaian data maka berkasdikembalikan ke pihak RS untuk di lengkapi. Berkas klaim dalam pengklaiman BPJS diharapkan agar bisa dilengkapioleh pihak peserta agar dalam verifikasi berkas klaim yang diajukan bisadiverfikasi langsung dan di entry lebihcepat di program INA CBG’s agar dalam verifikasi administrasi bisa lebih cepatKata Kunci: Pengelolaan klaim, Rumah sakit, berkas klaim, SDM, INA CBG’s
STUDI PELAYANAN KESEHATAN PESERTA BPJS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KENDARI TAHUN 2016 Annur, Wa Ode Fifin; Lisnawaty, Lisnawaty; Akifah, Akifah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.468 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.3030

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit dapat mempengaruhi penilaian dari pasien sebagai customer rumah sakit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan kesehatan peserta BPJS di ruang rawat inap rumah sakitBhayangkara Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptifmenggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, pemeriksaan dokumen, dandokumentasi dengan peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwapelayanan administrasi di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari mudah dan tidak berbelit-belit. Dari aspek PelayananMedis di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari diketahui bahwa pelayanan medis yang dilakukan oleh dokterterhadap pasien dilakukan dengan baik, ramah, sopan, mulai dari cek tekanan darah, menanyakan keluhan pasien,dan dengan tidak langsung memeriksa melainkan bertanya tentang mengenai keluhan penyakit apa yang dideritapasien. Dari aspek Pelayanan Keperawatan dapat diketahui bahwa setiap pelayanan keperawatan yang dilakukanoleh tenaga perawat tersebut memuaskan pasien, sudah cepat, segera dan akurat serta efisien dan efektif.Sedangkan Pelayanan Penunjang Medis di dapatkan hasil bahwa pelayanannya tidak mempersulit dalammemperoleh pelayanan penunjang karena sudah disediakan oleh petugas serta kemampuan petugas dalammemberikan penjelasan terkait pelayanan penunjang tersebut. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semuapelayanan yang diberikan dirumah sakit Bhayangkara sudah baik, seperti pelayanan administrasi, pelayananmedis, pelayanan keperawatan dan pelayanan penunjang medis.Kata Kunci : pelayanan administrasi, pelayanan medis, pelayanan keperawatan, pelayanan penunjang medis .
STUDI PROSES PENGAJUAN KLAIM PASIEN BPJS INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2017 Asis L, Indrawati; Lisnawaty, Lisnawaty; Andisiri, Wa Ode Sitti NurZalmariah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.651 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.3410

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum yang dibentuk dengan Undang-Undanguntuk menyelenggarakan program jaminan sosial sebagai tindak lanjut dari pada Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) bertujuan untuk pembiayaan kesehatan. Untuk itu, dalam rangka memahami dengan jelas dan lengkapsystem kesehatan maka perlulah dipahami pula tentang subsistem pembiayaan kesehatan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui proses pengajuan klaim pada pasien BPJS Instalasi rawat inap Rumah Sakit UmumDaerah Kota Kendari tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Kendari. Namun kenyataanya hal ini masih kurang dimengerti dan dipahamisepenuhnya dimana masih terdapat permasalahan antara pelayanan kesehatan yang diterima dengan tuntutanpengajuan klaim dan rumah sakit, yaitu pengajuan klaim tidak sesuai dengan prosedur dan jumlah klaim yangditerima rumah sakit tidak sesuai dengan jumlah yang diklaimkan rumah sakit sehingga menimbulkan masalahbagi RSUD Kota Kendari. Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis sangat penting dilakukan. Rekam medisberfungsi sebagai tanda bukti sah yang dimiliki oleh setiap pasien dan dapat dipertanggungjawabkan secarahukum. Oleh karena itu, rekam medis yang lengkap harus diisi dengan lengkap dan jelas tentang semuapelayanan yang diberikan kepada pasien. Ketidaklengkapan kode diagnosis/tindakan yang berisi tentang datamedis pasien akan mempengaruhi proses penentuan dalam klaim BPJS. Dari hasil penelitian menunjukan bahwamasih terdapat beberapa masalah dalam proses pengklaiman salah satunya adalah ketidak lengkapan berkasklaim dan perbedaan jumlah pembayaran klaim yang diterima oleh rumah sakit.Kata Kunci: BPJS, Kelengkapan Informasi, Persetujuan Klaim, Pembayaran Klaim
STUDI PSIKOGRAFIS DALAM PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ALAT KONNTRASEPSI PAMASYARAKAT SUKU BAJO DI DESA BAJO INDAH KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2017 Putri, Vebi Yogawana; Ahmad, La Ode Ali Imran; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.303 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i1.3902

Abstract

Masyarakat Suku Bajo merupakan masyarakat dengan latar belakang sosial, ekonomi dan demografi serta budaya yangberbeda dari masyarakat lain. Secara perlahan, suku Bajo di Desa Bajo Indah sudah tersentuh oleh modernisasi yangdiharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan termasuk fertilitas. Faktor penting dalam upaya program keluargaberencana adalah pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui psikografis dalam pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi pada masyarakat s uku bajo di Desa BajoIndah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah metode survei denganpendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5informan biasa mengatakan bahwa mereka menggunakan alat kontrasepsi berupa pil KB, Suntik dan Implant. Selamamenggunakan alat kontrasepsi, informan mengatakan ada efek samping yang dirasakan tetapi tidak menggangguaktivitas fisik mereka. Jenis alat kontrasepsi yang digunakan in forman ditentukan oleh biaya pemasangan alatkontrasepsi. Selain itu, budaya yang sudah lama di pegang erat masyarakat suku bajo tidak menghalangi mereka dalammemilih jenis dan menggunakan alat kontrasepsi. Sehingga, informan memilih jenis kontrasepsi ber dasarkankecocokkan dan biaya pemasangan alat kontrasepsi. Untuk mendukung BKKBN meningkatkan peran serta masyarakatdalam program KB, sebaiknnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya bidang Kependudukan bekerja samadengan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe untuk mempromosikan kontrasepsi jangka panjang dan permanen yangdiharapakn akan membantu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.Kata Kunci: Suku Bajo, Pemilihan dan Penggunaan Alat Konrasepsi, Biaya, Budaya, Aktivitas
STUDI PSIKOGRAFIS DALAM PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ALAT KONNTRASEPSI PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI DESA BAJO INDAH KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2017 Putri, Vebi Yogawana; Ahmad, La Ode Ali Imran; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.659 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i1.3918

Abstract

Masyarakat Suku Bajo merupakan masyarakat dengan latar belakang sosial, ekonomi dan demografi serta budaya yangberbeda dari masyarakat lain. Secara perlahan, suku Bajo di Desa Bajo Indah sudah tersentuh oleh modernisasi yangdiharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan termasuk fertilitas. Faktor penting dalam upaya program keluargaberencana adalah pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui psikografis dalam pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi pada masyarakat s uku bajo di Desa BajoIndah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah metode survei denganpendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5informan biasa mengatakan bahwa mereka menggunakan alat kontrasepsi berupa pil KB, Suntik dan Implant. Selamamenggunakan alat kontrasepsi, informan mengatakan ada efek samping yang dirasakan tetapi tidak menggangguaktivitas fisik mereka. Jenis alat kontrasepsi yang digunakan in forman ditentukan oleh biaya pemasangan alatkontrasepsi. Selain itu, budaya yang sudah lama di pegang erat masyarakat suku bajo tidak menghalangi mereka dalammemilih jenis dan menggunakan alat kontrasepsi. Sehingga, informan memilih jenis kontrasepsi ber dasarkankecocokkan dan biaya pemasangan alat kontrasepsi. Untuk mendukung BKKBN meningkatkan peran serta masyarakatdalam program KB, sebaiknnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya bidang Kependudukan bekerja samadengan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe untuk mempromosikan kontrasepsi jangka panjang dan permanen yangdiharapakn akan membantu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.Kata Kunci: Suku Bajo, Pemilihan dan Penggunaan Alat Konrasepsi, Biaya, Budaya, Aktivitas
STUDI TENTANG PENGELOLAAN PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DI PUSKESMAS KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2017 Susianti, Susianti; Lisnawaty, Lisnawaty; Andisiri, Wa Ode Sitti Nur Zalmariah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.309 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3419

Abstract

BOK merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mendukung operasional Puskesmasdalam rangka pencapaian program kesehatan prioritas nasional, khususnya kegiatan promotif dan preventif sebagaibagian dari upaya kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenaipengelolaan dana BOK di Puskesmas Kulisusu Kabupaten Buton Utara tahun 2017. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan indepth interview dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilaksanakan bulanMaret Sampai April 2017. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam ( indepth interview) pada informankunci (Kepala Puskesmas sekaligus bendahara BOK) yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan dana BOK, daninforman biasa (programmer yaitu tenaga kesehatan yang berjumlah 5 orang) yang mengamati serta terlibat dalampelaksanaan pengelolaan dana BOK. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari aspek perencanaan yang disesuaikandengan hasil kesepakatan yang dibahas dalam rapat Mini Lokakarya, kemudian dari aspek pelaksanaan kegiatannyasesuai dengan POA yang telah disusun berdasarkan Petunjuk Teknis kemudian dibuatkan laporan pertanggungjawaban untuk pencairan dana. Pengawasan pengelolaan dana BOK di Puskesmas Kulisusu dilakukan oleh masing masingProgrammer, Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta dari BPK dan Inspektorat. Namun dalampelaksanaannya masih ada beberapa hal yang menjadi masalah yaitu kurangnya pelatihan pengelolaan programBOK, kurangnya sarana transportasi untuk turun kelapangan, keterlambatan programmer dalam menyetor laporanpertanggung jawaban, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program.Kata kunci: Perencanaan, Pelaksanaan, Pencatatan dan Pelaporan pengelolaan BOK, Puskesmas
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2018 La Haji, La Haji; Ahmad, La Ode Ali Imran; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11448

Abstract

Penyakit Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang paling umum mempengaruhi paru-paru. Penyakit ini ditularkan dari orang keorang melalui cairan dari tenggorokan dan paru-paru seseorang dengan penyakit pernapasan aktif. Tuberculosis(TB) adalah suatu penyakit menular yang paling sering terjadi di paru-paru penyebabnya adalah suatu basil grampositiftahanasamdenganpertumbuhansangatlamban,yakniMycobacteriumtuberculosis.Tujuanpenelitianiniadalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap penderita, peran PMO dengan kepatuhanberobat pasien TB di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah survei analitikdengan rancangan penelitian cross sectional dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi padapenelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang berobat di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2018 yangberjumlah 70 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatannon random sampling (Non probability Sampling) dengan teknik exhaustive sampling yaitu penentuan sampel di mana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sehingga sampel sebanyak 70 pasien TB paruyang berobat ke Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ada hubungan antarapengetahuan dengan kepatuhan berobat pasien TB paru di puskesmas puuwatu kota kendari tahun 2018, adahubungan antara sikap penderita dengan kepatuhan berobat pasien TB paru di Puskesmas Puuwatu Kota KendariTahun 2018, ada hubungan antara peran PMO dengan kepatuhan berobat pasien TB paru di Puskesmas PuuwatuKota Kendari Tahun 2018.Kata kunci: Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru, Pengetahuan, Sikap Penderita, Peran PMO. 
STUDI PELAKSANAAN PROGRAM PUSKESMAS YANG DIABIYAI DANA BOK DI PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2018 Pabbicara, Airin Fatmainnah Azis; Suhadi, Suhadi; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11367

Abstract

Abstrak Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerahuntuk mendukung operasional Puskesmas.Pelaksanaan pengelolaan dana BOK masih belum berhasil digunakandi Puskesmas Poasia disebabkan masih ada program yang ditunjang oleh dana BOK yang cakupannya belummencapai target SPM. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan dana BOK diPuskesmas Poasia Kota Kendari tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan indepthinterview dan dengan pendekatan fenomenologis.Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam padainforman kunci (Kepala Puskesmas dan Bendahara BOK) yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan danaBOK, dan informan biasa (programmer yaitu tenaga kesehatan) yang mengamati serta terlibat dalampelaksanaan pengelolaan dana BOK. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan Puskesmas yang dibiayai BOKdi Puskesams Poasia yaitu PIS PK, UKM Esensial dan manajemen Puskesmas dalam pelaksanaan program PIS PKsudah sesuai dengan juknis yaitu melakukan pendataan keluarga,analisis masalah dan intervensi masalah.Program UKM Esensial di puskesmas Poasia mengacu pada Juknis. Manjemen Puskesmas yaitu perencanaandilakukan pada awal tahun dalam mini lokakarya. Pelaksanaan yang perlu diperhatikan yaitu Jadwal kegiatandisesuaikan dengan jadwal di POA, target SPM. Pencatatan dan pelaporan meliputi hasil pencapaian targetkegiatan yang dilakukan, penggunaan dana, waktu pelaksanaan serta dilengkapi bukti penggunaan dana.Kata kunci: Pelaksnaan Program BOK ,Puskesmas
ANALISIS PROFIL HEMATOLOGI AKIBAT RADIASI PADA PETUGAS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BAHTERAMAS, KENDARI Pratiwi, Arum Dian; Lisnawaty, Lisnawaty; Jumakil, Jumakil; Nirmala, Fifi; Nurmaladewi, Nurmaladewi
Preventif Journal Vol 4, No 2 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.733 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i2.12477

Abstract

AbstractSalah satu penerapan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan atau medik adalah pelayanan radiologi. UnitPelayanan Radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang medik, menggunakan sumber radiasi pengion(sinar-X) untuk mendiagnosis adanya suatu penyakit dalam bentuk gambaran anatomi tubuh yang ditampilkandalam film radiografi. Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara adalah rumah sakit yang memiliki instalasiradiologi dan unit CT-scan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dosis radiasi yang diterimaoleh pekerja instalasi radiologi dan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin, leukosit, dan trombositpada pekerja instalasi radiologi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum BahteramasKendari, Sulawesi Tenggara. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, masa kerja, dosis radiasi, kadarhemoglobin, leukosit, dan trombosit. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden. Penelitian inimenggunakan analisis data secara deskriptif dan secara analitik (uji beda). Hasil Penelitian menunjukkan bahwadosis radiasi yang diterima oleh petugas (dari hasil TLD badge) dalam kurun waktu 3 bulan masih jauh di bawahNilai Batas Dosis yang diperkenankan. Rata-rata dosis radiasi yang diterima adalah 0,2766 mSv dengan nilaimin-max = 0,2399 – 0,3525 mSv. Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin (p-value = 0,894), kadar leukosit(p-value = 0144), dan kadar trombosit (p-value = 0,506) yang bermakna pada pekerja instalasi radiologi baikyang kontak langsung maupun yang tidak kontak langsung di RSUD Bahteramas Kendari.Kata kunci: Dosis Radiasi, Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, Umur, Masa Kerja, RSUD Bahteramas 
GAMBARAN PELAYANAN KESEHATAN SEBELUM DAN SESUDAH AKREDITASI \DI PUSKESMAS ABELIKOTA KENDARI TAHUN 2019 Lisnawaty, Lisnawaty; Rahman, Rahman; Kalza, Lade Albar; Kusfain, Nadia; Rafika, Arum
Preventif Journal Vol 4, No 2 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.982 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i2.12491

Abstract

AbstrakPuskesmas sebagai fasilitas tingkat pertama wajib menyediakan pelayanan kesehatan sesuai dengan peraturanperundangan yang berlaku dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan masyarakat sebagaimana diaturdalam Permenkes No. 46 Tahun 2019. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelayanan kesehatan padasemua kelompok kerja sebelum dan sesudah akreditasi di Puskesmas Abeli Kota Kendari Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogis. Informan penelitian ini yaitukepala puskesmas, penanggung jawab dan pelaksana Pokja (ADM, UKM dan UKP) serta pasien denganmenggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung dan telaah dokumen. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebelum akreditasi fasilitas dan pelayan belum maksimal namun setelah akreditasiterjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, hal ini dapat terlihat pada pelayanan Pokja administrasi,dalam menetapkan jenis pelayanan kesehatan sudah berdasarkan kebutuhan masyarakat, telah ditetapkannyapenanggung jawab dan jadwal pengontrolan sarana dan prasarana serta menetapkan penanggung jawab danmembuat pedoman mutu. Pada Pokja UKM telah dilakukan identifikasi umpan balik dan tindak lanjut kegiatanUKM, melaksanakan pembinaan kepada pelaksana kegiatan UKM. Pada sasaran kinerja UKM telahdilaksanakan pertemuan lintas sektor, lintas program dan sasaran, dengan kegiatan berupa menyediakanbrosur, leaflet dan brosur sebagai media informasi. Pada sasaran kerja UKP telah tersedia pelayananlaboratorium yang sesuai standar, pengelolaan manajemen pengelolaan obat sesuai standar, dan kalibrasi alatkesehatan yang telah dilakukan, serta peningkatan mutu klinis dan keselamatan pasien. Kesimpulan dalampenelitian ini adalah terjadi peningkatan pelayanan kesehatan pada semua Pokja di Puskesmas Abeli setelahakreditasi.Kata kunci : Akreditasi, Administrasi, UKM, UKPÂ