Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA TAHUN 2022 Karmila, Lilis; Lisnawaty, Lisnawaty; Yunawati, Irma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 4 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i4.45992

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi dimana anak di bawah usia 5 tahun mengalami tumbuh kembang yang gagal akibat kekurangan gizi kronis, sehingga mengakibatkan anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case-control. Variabel yang diteliti meliputi riwayat BBLR, riwayat penyakit infeksi, riwayat pemeriksaan kehamilan dan pendapatan keluarga. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 pasang kasus dan kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik quota sampling dan simple random sampling untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol dipilih dengan teknik quota sampling dan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan variabel yang menjadi faktor risiko kejadian stunting adalah riwayat penyakit infeksi dengan p-value 0,000 dan nilai OR 4,857, riwayat pemeriksaan kehamilan dengan p-value 0,006 dengan nilai OR 3,250, dan pendapatan keluarga dengan p-value 0,002 dengan nilai OR 3,723, sedangkan variabel yang bukan faktor risiko kejadian stunting yaitu riwayat BBLR dengan p-value 0,493. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu riwayat penyakit infeksi, riwayat pemeriksaan kehamilan, dan pendapatan keluarga merupakan faktor risiko kejadian stunting, sedangkan variabel riwayat BBLR bukan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Kata kunci: Stunting, BBLR, Penyakit Infeksi, Pemeriksaan Kehamilan, Pendapatan Keluarga
Health Education about Stunting in Tanjung Tiram Village and Wawatu Village, North Moramo District, South Konawe Regency Majid, Ruslan; Sabilu, Yusuf; Jafriati, Jafriati; Yasnani, Yasnani; Lisnawaty, Lisnawaty; Nurmaladewi, Nurmaladewi
Abdi Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i2.6065

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by insufficient nutritional intake for a long time due to feeding that is not in accordance with nutritional needs. South Konawe Regency is one of the districts in Southeast Sulawesi which is also a contributor to stunting cases in Southeast Sulawesi. The prevalence of stunting in South Konawe Regency ranks 11th out of 17 districts/cities with a prevalence of 28%. The results of a preliminary survey in Tanjung Tiram Village and Wawatu Village, South Konawe Regency found that there are several maternal behaviors that cause stunting, namely some children under five do not get exclusive breastfeeding, do not understand about stunting and determine children's nutritional status so that they realize too late that their children are classified as stunting cases. The method of implementing activities is carried out offline. The intervention provided by providing education to mothers of toddlers and posyandu cadres using media modules, pamphlets and health counseling related to several topics namely the causes of stunting, the characteristics of stunting in children, the impact of stunting on children, stunting prevention measures including prevention since pregnancy, while breastfeeding, the benefits of breastfeeding provided exclusively, the benefits and planning of MP-ASI menus, nutritional status for cadres in stunting prevention and carried out Toddler weight check with Lalowaru Health Center officers, North Moramo District. The conclusion of this activity is that the local government is very good which is proven by full support during the activity process, as well as the participants / targets of the activity in this case pregnant women, toddler mothers, and posyandu cadres. Participants are very enthusiastic and active in activities when given material and also when given examples, participants gain new knowledge related to parenting in stunting prevention.
Education on the Potential of Fish Nutrients to Coastal Housewives in Leppe Village Muchtar, Febriana; Lisnawaty, Lisnawaty; Suhadi, Suhadi; Zaiunuddin, Asnia; Salsabila, Syefira
Abdi Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i2.6060

Abstract

Fish is one of the potential food sources of animal protein produced in coastal areas. The use of fish as a source of animal food by coastal communities has been carried out for generations because it is the easiest food source to be processed into daily side dishes for coastal households. Fish contains quality nutrients, both macronutrients and micronutrients. The condition of coastal housewives who lack information about the nutritional content of fish and its benefits is the background for implementing this community service activity. The aim of the activity is to increase the knowledge of coastal communities, especially housewives, so that they can utilize the nutritional potential of fish through the processing and consumption of fish to fulfill the family's nutritional intake.Coastal housewives were very enthusiastic during the activity which was marked by answering several questions in the question and answer process. The results of the evaluation showed that education can provide an understanding of fish nutrition and its benefits, where the percentage of correct answers reached 94.54%. Coastal housewives are expected to be able to utilize the nutritional potential of fish which is a source of quality animal food that is easily obtained in coastal areas.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WA’ARA KABUPATEN MUNA TAHUN 2022 Martikal, Sitti; Zainuddin, Asnia; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46263

Abstract

Abstrak Peningkatan kadar asam urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan nyeri di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Wa’ara Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan pre eksperimental design, dengan metode rancangan penelitian one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia dengan kadar asam urat yang tinggi di wilayah kerja Puskesmas Wa’ara. Peneliti mengambil sampel pada penderita asam urat sebanyak 10 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada lansia sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam mengalami penurunan kadar asam urat dari tidak normal (100%) menjadi normal (100%) dengan rata-rata tingkat penurunan sebesar 5,15 mg/dl dan Analisis kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat dengan nilai sig. p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Wa’ara. Saran Bagi instansi petugas kesehatan Puskesmas Wa’ara hasil penelitian ini dapat diterapkan pada lansia untuk menurunkan kadar asam urat dan diharapkan petugas kesehatan untuk menjelaskan pentingnya menjaga kadar asam urat tetap normal. Kata kunci: asam urat, puskesmas, rebusan daun salam Abstract An increase in uric acid levels can result in disturbances in the human body such as feelings of pain in the area joints and is often accompanied by excruciating pain to the sufferer . The research objective was to determine the effect of giving bay leaf boiled water on uric acid levels in the elderly in the working area of the Wa'ara Public Health Center, Muna Regency . This type of research is using a pre-experimental design , with the one group pre- test and posttest design method . The population in this study were the elderly with high uric acid levels in the working area of the Wa'ara Public Health Center. Researchers took samples of gout sufferers as many as 10 elderly people. Results The study showed that uric acid levels in the elderly before and after administration of bay leaf boiled water decreased from abnormal (100%) to normal (100%) with an average reduction rate of 5.15 mg/dl and analysis of levels Uric acid before and after administration of bay leaf boiled water has a significant effect on reducing uric acid levels with a sig value. p value 0.000 < 0.05 . The conclusion is that there is an effect of giving bay leaf boiled water on decreasing uric acid levels in the elderly at the Wa'ara Health Center . Suggestions for health workers at the Wa'ara Community Health Center, the results are that this research can be applied on elderly For lower rate uric acid and it is expected that health workers will explain its importance to maintain uric acid levels normal. Keywords: acid urate , health center, decoction salam leaves
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PEKERJA DI PT LAMARIO CELEBES PERKASA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2023 Fadillah Gafar, Besse Nurul; Lisnawaty, Lisnawaty; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46253

Abstract

Abstrak Status Gizi merupakan sebuah ukuran terkait kondisi tubuh seorang individu yang dapat ditinjau melalui makanan yang dikonsumsi dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh yang diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh orang dewasa. Pemberian asupan energi dan status gizi pada para karyawan atau tenaga kerja yang dinilai penting dalam sebuah perusahaan/institusi. Penyelenggaraan makanan pada sebuah industri dikelola oleh institusi makanan dengan pengolahan makanan yang disesuaikan pada ketentuan standar yang ada. Standar makanan menjadi regulasi atas aspek menu, kecukupan gizi, dan sanitasi. Tujuan diberikannya hidangan yang berkualitas yakni guna meningkatkan serta menjaga asupan dan status gizi karyawan. Penyelenggaraan makanan wajib memperhatikan kecukupan energi, jumlah makanan serta variasi makanan yang disediakan. Tujuan Penelitian ini yaitu guna meninjau hubungan asupan energi dengan status gizi pekerja. Jenis penelitian ini berupa observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilangsungkan di PT. Lamario Celebes Perkasa pada bulan Maret tahun 2023, Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja dengan jumlah 90 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan p-value = 0,707 > α = 0,05, menandakan tidak ada hubungan antara kepuasan pelayanan makanan dengan status gizi pekerja. Berdasarkan hasil uji bivariat nilai p-value = 0,033 < α = 0,05, menandakan adanya hubungan antara asupan energi dengan status gizi pekerja. Perusahaan dapat lebih memperhatikan pihak penyelenggaraan makanan perusahaan untuk lebih meningkatkan kualitas makanan, khususnya Variasi menu dan makanan selingan bagi pekerja agar asupan energi lebih tercukupi. Kata kunci: asupan energi, kepuasan pelayanan makanan, status gizi Abstract Nutrition is a measure of the condition of a person's body, which can be seen from the food consumed and the utilization of nutrients in the body, as measured by adult body mass index—provision of energy intake and nutrition to employees or workers considered necessary in a company/institution. Food administration in an industry is regulated by a food institution, where food processing conforms to predetermined standards. The existing food standards are related to aspects of the menu, nutrition adequacy and hygiene. Providing quality food aims to increase and maintain employees' nutrition intake and nutrition. Food organizations should pay attention to energy adequacy, food variety, and the amount of food provided. This study aimed to determine the relationship between energy intake and workers' nutrition. This type of research is observational with a cross-sectional approach. This research was conducted at PT—Lamario Celebes Perkasa in March 2023. The sample for this study comprises all workers, totalling 90 workers. The results showed that p-value = 0.707 > α = 0.05, which means there is no relationship between food service satisfaction and workers' nutrition. According to the results of the bivariate test, the p-value = 0.033 < α = 0.05, which means that there is a relationship between the energy intake and the workers' nutrition. Companies can pay more attention to company food management to improve food quality, especially menu variations and snacks for workers, so that energy intake is more adequate. Keywords: energy intake, food service satisfavtion, nutrition
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Fadilah, Zahra; Lisnawaty, Lisnawaty; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47110

Abstract

Abstrak Indonesia saat ini menghadapi masalah triple burden malnutrition, dimana selain harus menangani masalah overnutrition, undernutrition dan juga defisiensi mikronutrien. Fokus utama saat ini adalah mengatasi masalah undernutrition yang mana salah satunya adalah stunting. Sesuai dengan PERPRES Nomor 72 Tahun 2021 dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi Stunting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 21 ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar l4% (empat belas persen) pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stunting di BLUD UPTD Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023, ditinjau dari pola pemberian makan, riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian case-control. Populasi pada penelitian ini adalah balita 4-60 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-benua Kota Kendari yang berjumlah 1.585, untuk jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 balita dengan rincian 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian makan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang signifikan (OR=6,120; CI95%:1,880-19,919; p=0,03), riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,164; CI95%:0,790-5,923; p=0,133) dan sanitasi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,778; CI95%:0,497-15,517; p=0,244) nilai p>0,05 . Kata kunci: stunting, balita, pola pemberian makan. riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan Abstract Indonesia is currently facing the triple burden of malnutrition, which besides having to deal with overnutrition, undernutrition and also micronutrient deficiencies. The main focus at the moment is overcoming the problem of undernutrition, one of which is stunting. In accordance with PERPRES Number 72 of 2021 in the context of achieving the national target for the prevalence of stunting as referred to in Article 4 paragraph 21, the intermediate target is set at 14% (fourteen percent) in 2024. The purpose of this study is to determine the risk factors for stunting in BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, Kendari City in 2023, in terms of feeding patterns, history of breastfeeding, and environmental sanitation. This type of research uses an analytic observational method with a case-control research design. The population in this study were toddlers aged 4-60 months in the working area of the BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kendari City, totaling 1,585. The number of samples in this study were 64 toddlers with details of 32 toddlers cases and 32 toddlers controls. The results showed that feeding pattern was a risk factor for stunting with a significant effect (OR=6.120; CI95%: 1.880-19.919; p=0.03), history of breastfeeding was a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR =2.164; CI95%: 0.790-5.923; p=0.133) and environmental sanitation is a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR=2.778; CI95%: 0.497-15.517; p=0.244) value p>0.05 . Keywords: Stunting, Toddlers, Feeding Patterns, History of Breastfeeding, Environmental Sanitation
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ija, Wa Ija; Lisnawaty, Lisnawaty; Harleli, Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47099

Abstract

Abstrak Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan yang berhubungan dengan hormone insulin yang kurang karena ketidak mampuan organ pankreas memproduksinya atau sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan organ pankreas secara baik. Akibat dari kelainan ini, maka kadar gula didalam darah akan meningkat tidak terkendali. Kadar glukosa yang tinggi secara terus-menerus akan meracuni tubuh termasuk organ-organnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Survei Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional, yaitu variabel sebab akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara.Hasil: hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square di dapatkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes mellitus. hasill statistik dengan menggunakan uji chi square di dapatkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus. hasil statistik dengan menggunkan uji chi square di dapatkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus. Kesimpulan: Ada hubungan antara pola makan dan aktifitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus di wilayah RSUD Bahtermas Kendari Tahun 2023. Tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus di wilayah RSUD Bahtermas Kendari Tahun 2023. Kata kunci: pola makan; aktivitas fisik; umur; diabetes melitus Abstract Diabetes mellitus is a disease caused by disorders related to insulin hormone deficiency due to the inability of the pancreas to produce it or the body's cells cannot use insulin that has been produced by the pancreas properly. As a result of this disorder, the sugar level in the blood will increase uncontrollably. Continuously high glucose levels will poison the body including its organs. The type of research used is Analytical Survey research using a Cross Sectional approach, namely causal variables or cases that occur in the object of research are measured and collected at the same time. This study aims to determine the factors associated with the incidence of diabetes mellitus in the working area of Bahteramas Hospital, Southeast Sulawesi.Results: the results of statistical tests using the chi square test found that there was a relationship between diet and the incidence of diabetes mellitus. statistical results using the chi square test found that there was a relationship between physical activity and the incidence of diabetes mellitus. statistical results using the chi square test found that there was no relationship between age and the incidence of diabetes mellitus. Conclusion: There is a relationship between diet and physical activity with the incidence of diabetes mellitus in the Bahtermas Kendari Hospital area in 2023. There is no relationship between age and the incidence of diabetes mellitus in the area of Bahtermas Kendari Hospital in 2023. Keywords: diet, physical activity, age, diabetes mellitus
Edukasi Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Menggunakan Leaflet Kemenkes pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Muchtar, Febriana; Effendy, Devi Savitri; Lisnawaty, Lisnawaty; Kohali, Rizki Eka Sakti Octaviani
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022249

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di atas ukuran normal yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala dan jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasipenyakitseperti jantung dan stroke. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penderita hipertensi mengalami komplikasi penyakit, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan hipertensi serta upaya yang dapat dilakukan jika menderita hipertensi. Edukasi kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit hipertensi dan dapat dilakukan dengan menggunakan media penyuluhan, yaitu leaflet. Tujuan kegiatan pengabdian adalah melakukan edukasi untuk memberikan informasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mokoau. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan media leaflet Kemenkes yang dilakukan dengan cara door to door disertai memberikan penjelasan singkat dan tanya jawab. kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar dan sangat diapresiasi oleh pihak puskesmas juga masyarakat khususnya penderita hipertensi. Perlu dilakukan edukasi secara terus-menerus agar masyarakat khususnya penderita hipertensi dapat memahami tentang cara mencegah dan mengendalikan hipertensi sehingga tidak terjadi komplikasi penyakit yang lebih berat.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENENTUAN TITIK KENDALI KRITIS PROSES PENGASAPAN IKAN TUNA DI DESA MALALANDA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA Muchtar, Febriana; Bahar, Hartati; Nurmaladewi, Nurmaladewi; Lisnawaty, Lisnawaty
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.98

Abstract

The process of making smoked fish in Malalanda Village, KulisusuSub-District, North Buton Regency is carried out traditionally and from generation to generation without using modern equipment and the advance of technology. Food safety for smoked tuna needs to be a concern because it can cause public health problem called foodborne disease. This study aims to identify the hazards during the smoking process and determines the critical control point for smoked tuna processingin Malalanda Village, KulisusuSub-District, North Buton Regency. This is a descriptive research by using survey method. Based on the identification results, there are 3 types of hazards in the smoking process of tuna which are biological hazards, chemical hazards and physical hazards. The results of the identification of critical control points found 3 critical control points at the stages of tuna smoking process, namely the washing stage, the smoking stage,and selling of smoked fish stage.   Keywords: Hazard Identification, Critical Control Point and  Smoked Tuna
Tinjauan Kriminologi Terhadap Kasus Percobaan Pemerkosaan Hippy, Yuliyanti; Lisnawaty, Lisnawaty; Badu, Badu; Mandjo, Julius
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i3.281

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dari sebuah kasus percobaan pemerkosaan yang terjadi di kecamatan patilanggio, kabupaten pohuwato,dampak dari kasus percobaan pemerkosaan bagi korban sendiri,mereka merasakan trauma psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya kasus percobaan pemerkosaan dalam perspektif hukum pidana serta mengetahui upaya penanggulangan terhadap kasus percobaan pemerkosaan oleh kepolisian sektor patilanggio. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (fiel research yang menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistic kemudian di analisis dengan tekhnik deduktif.metode penelitian ini yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Percobaan Pemerkosaan di atur dalam pasal 53 kuhp maksimal pidana penjara 4 tahun. Meknisme penyelesaian percobaan pemerkosaan dalam perspektif hukum pidana di lakukan beberapa tahap yaitu, penyelidikan dan penyidikan,tahap penuntutan dan tahap pemeriksaan di pengadilan.