Ganjar Gumilar
Fakultas Industri Kreatif - Universitas Telkom, Jl. Telekomunikasi No. 1, Dayeuhkolot, Bandung - 40257

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI IKATAN EMOSI MANUSIA DAN KUCING DALAM KARYA INSTALASI Fadilah, Nur; Rachmawanti, Ranti; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kucing, sebagai hewan peliharaan yang populer, telah menjadi bagian integral darikeluarga, memengaruhi kesejahteraan emosional dan mental pemiliknya. Hubungan interspesiesini diamaƟ sebagai ikatan yang unik, kompleks, dan mulƟdimensional, melibatkan komunikasinon-verbal, empaƟ, dan dukungan psikologis Ɵmbal balik. Metode perancangan karya inimenggabungkan elemen ruang, material lembut, serta proyeksi visual dan suara untukmelambangkan aspek-aspek kunci dari ikatan emosi seperƟ kenyamanan, ketergantungan,keceriaan, bahkan kesedihan. Hasil instalasi ini Ɵdak hanya berfungsi sebagai representasi visual,tetapi juga sebagai medium untuk mengajak audiens mereŇeksikan pengalaman pribadi merekadengan hewan peliharaan atau meningkatkan kesadaran akan penƟngnya ikatan interspesies.Diharapkan karya ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang nilai emosional kucingdalam kehidupan manusia, sekaligus mengapresiasi keindahan dan kompleksitas hubungantersebut dari perspekƟf seni.Kata Kunci: Ikatan Emosi, Manusia dan Kucing, Karya Instalasi, Seni InterakƟf, KesejahteraanHewan.
Representasi Maladaptive Daydreaming sebagai Pelarian dari Kehidupan Nyata dalam Karya Instalasi Interaktif Hadiwidjojo, Fauziyyah Nurhayya; Rachmawanti, Ranti; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maladaptive daydreaming merupakan kondisi psikologis di mana individu tenggelam dalam lamunan yang intens danberulang sebagai bentuk pelarian dari kenyataan. Kondisi ini dapat memberikan ketenangan, namun juga berisikomengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan pengalaman maladaptivedaydreaming dalam bentuk karya instalasi interaktif yang menggambarkan batas tipis antara realitas dan dunia imajinasi.Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya adalah metode praktik-kreasi, dengan pendekatan eksploratifterhadap media visual, suara, cahaya, dan interaktivitas. Karya dirancang dalam bentuk ruang instalasi yang menggabungkandakron sebagai elemen visual awan, pencahayaan LED untuk menciptakan suasana melamun, serta audio kalimba yangtenang sebagai pengiring atmosfer. Hasil karya ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman mendalam bagi audiens,mengajak mereka untuk merasakan bagaimana dunia lamunan dapat menjadi ruang pelarian yang menenangkan sekaligusmenjebak. Melalui karya ini, penulis berupaya membuka ruang diskusi mengenai relasi antara imajinasi, pelarian, dankesehatan mental.Kata-kata Kunci : Maladaptive Daydreaming, instalasi interaktif, representasi, pelarian
REPRESENTASI SELF-DIAGNOSIS ENOCHLOPHOBIA MELALUI KARYA SCULPTURE MIX MEDIA Azizah, Alya Nur; Endriawan, Didit; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-diagnosis adalah upaya individu dalam mengenali kondisi psikologis tanpamelibatkan tenaga profesional seperti psikolog. Isu ini berfokus pada proses pencarian danpemahaman diri penulis dalam menghadapi suatu fobia yakni fobia berlebihan terhadapkeramaian (enochlophobia) melalui perspektif yang mendalam terhadap representasi yangdikembangkan. Penulis berusaha menginterpretasikan pengalaman pribadi dalam bingkai yanglebih luas, dengan mengeksplorasi dan merepresentasikan konsep self-diagnosis mengenaifobia terhadap keramaian melalui eksplorasi medium karya sculpture mix media. Melaluipendekatan personal, karya tugas akhir ini hadir sebagai bentuk ekspresi atas isu kesehatanmental yang sering luput dalam ruang sosial. Hasil tugas akhir ini diharapkan dapatmemberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang peran seni dalam menanggapiisu-isu psikologis dan sebagai refleksi atas pengalaman personal.Kata kunci: diagnosis diri, fobia terhadap keramaian, mix media.
REPRESENTASI VISUAL IDENTITAS PEREMPUAN DENGAN PERSPEKTIF INTERSEKSIONALITAS MELALUI KARYA SENI LUKIS Samhana, Betari; Endriawan, Didit; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan Tugas Akhir ini merupakan representasi visual dari interseksionalitasyang berbasis pengalaman personal penulis sebagai perempuan yang mengalami ketimpangankarena identitas gender nya. Melalui pendekatan visual yang bersifat reflektif personal yang diaplikasikan melalui eksplorasi medium seni lukis, karya ini merekam perspektif individu penulisdalam memahami identitas yang berlapis. Karya ini tidak untuk mewakili semua perempuan,namun menjadi ruang untuk mengungkapkan pengalaman ketimpangan identitas yang dapatmenghadirkan pemahaman mengenai lensa interseksional akan kesadaran identitas setiapindividu tidak lah sederhana dan tidak layak untuk dilihat sebelah mata, yang kemudianmenjadikan lingkungan lebih inklusif. Kata kunci: Interseksionalitas, Ketimpangan, Seni Lukis, Identitas Sosial, Pengalaman Personal,Perempuan
SHADOW WORK: MENGHADAPI KEHILANGAN PASANGAN MELALUI EKSPLORASI BENTUK 3D Fadhil, Muhammad Irfan; Wiguna, Iqbal Prabawa; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan pasangan adalah pengalaman emosional yang rumit dandapat mengganggu kestabilan diri, menyebabkan rasa kehampaan danketerasingan. Penulis mengeksplorasi emosi yang paling dalam, sepertikemarahan, kesedihan, dan rasa tidak utuh, dari pengalaman pribadi merekadengan kehilangan orang yang mereka cintai. Sebagai bagian dari proseskreatif, mereka melihat bentuk tiga dimensi. Tujuannya adalah untukmengenali dan menyelami sisi gelap dalam diri kita yang mungkin belum kitaperhatikan. Setiap langkah, mulai dari mencari gagasan hingga menghasilkanbentuk dalam tiga dimensi, menjadi perjalanan introspeksi menuju penerimaandiri. Karya ini tidak hanya menunjukkan simbol kehilangan, tetapi jugamembuka jalan untuk pemulihan dan memberikan arti baru untuk luka batin.Diharapkan bahwa karya ini berfungsi sebagai alat ekspresi pribadi dan refleksibagi orang-orang yang mengalami pengalaman emosional serupa. Kata Kunci: Personal, Refleksi, Shadow Work
VISUALISASI PROSES PENERIMAAN DIRI DALAM KARYA EMBROIDERY PAINTING Widyantoro, Della Nurdwiani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjalani kehidupan, insecurity bukanlah perasaan yang asing. Rasainsecure dapat memengaruhi kualitas hidup secara negatif. Jika tidak diatasi denganbaik, rasa insecurity yang mendalam dapat memecahkan keutuhan identitas individu.Untuk mencegah atau memperbaiki dampaknya, seseorang perlu sadar akaninsecurity yang dirasakannya dan menggali lebih dalam untuk mengetahui penyebabperasaan itu muncul. Dari situ, individu terus melakukan eksplorasi diri hingga dapatpencerahan terhadap identitasnya dan menemukan kekurangan serta kelebihanyang dimilikinya. Dengan menerima semua aspek dirinya yang autentik,seseorangdapat meraih self-acceptance. Proses penerimaan diri ini menjadi gagasan yang akandituangkan pada karya tugas akhir, dengan pengalaman pribadi sebagai acuanutama. Metode embroidery painting digunakan dengan bantuan visual surealis danpenggunaan benang sebagai simbol hubungan seseorang dengan dirinya yang palingautentik. Karya tugas akhir ini dibuat untuk berbagi perspektif mengenai bagaimanaindividu tertentu menjalani proses penerimaan diri dan juga dengan harapan bagiaudiens yang melihatnya dapat termotivasi untuk terbuka dengan dirinya.Kata kunci: Insecurity, Eksplorasi Diri, Penerimaan Diri, Embroidery Painting
VISUALISASI RASA BERSALAH DAN PENYESALAN DALAM MEDIA VIDEO ANIMASI STOPMOTION SEBAGAI EKSPRESI PSIKOLOGIS Akbar, Muhammad Rafid Delma; endriawan, Didit; gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan modern yang serba cepat saat ini, banyak orang tanpa sadar memikul beban emosional darimasa lalu — salah satu yang paling umum adalah rasa bersalah. Perasaan ini seringkali muncul ketika seseorang menyadarikeputusan atau kesalahan masa lalunya, yang pada akhirnya memengaruhi cara pandangnya terhadap diri sendiri, orang lain, dan masa depannya.Fenomena ini khususnya umum di kalangan generasi muda yang terbiasa dengan budayapencapaian instan: semuanya cepat, semuanya mudah, tetapi seringkali dengan mengorbankan konsekuensi jangka panjang.Melalui proyek akhir saya yang berjudul "The Mistake Whisper," saya mengeksplorasi gejolak batin seseorang yangdihantui rasa bersalah. Karya ini diwujudkan dalam bentuk video stop-motion, dipilih tidak hanya karenadaya tarik visualnya tetapi juga karena kapasitas artistiknya untuk menyampaikan sifat jiwa yang terfragmentasi, hancur, dan retakyang terluka oleh penyesalan. Menggabungkan elemen visual simbolis dengan audio yang dirancang dengan cermat, karya inimengajak penonton untuk merasakan kecemasan, kegelisahan, dan perjalanan sang protagonis menuju pengampunan diri. Harapannya, karya ini dapat berfungsi sebagai pengingat sekaligus pembuka percakapan — tentangbagaimana kita memproses rasa bersalah, bagaimana rasa bersalah memengaruhi hidup kita, dan bagaimana seni dapat menjadi jembatan yang ampuh untuk mengekspresikanperjuangan batin yang seringkali terlalu sulit diungkapkan dengan kata-kata.Kata kunci: bersalah, penyesalan, stopmotion
VISUALISASI SAMPAH PLASTIK SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM PRAKTIK SENI PARTISIPATIF Hidayat, Kendrik Arioputro; Rachmawanti, Ranti; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tugas akhir ini merupakan bentuk aktivisme seni yang mengangkat isupencemaran lingkungan akibat sampah plastik melalui pendekatan partisipatif dan senilingkungan. Melibatkan masyarakat dalam aksi bersih-bersih dan memanfaatkan limbahplastik sebagai elemen visual utama, karya ini tidak hanya tampil sebagai objek estetis,tetapi juga sebagai medium kritik sosial dan ajakan reflektif. Visualisasi sampah di ataskanvas dan dokumentasi kegiatan menjadi representasi kerusakan ekologis serta upayamembangun kesadaran kolektif. Berlandaskan teori seni partisipatif, seni lingkungan, danaktivisme seni, karya ini hadir sebagai media edukatif dan provokatif dalam meresponskrisis lingkungan.Kata Kunci: aktivisme seni, seni partisipatif, sampah plastik, kritik sosial, seni lingkungan,seni sosial, kesadaran ekologis.
Visualisasi Sifat Ambivalensi Sebagai Dorongan Pengembangan Diri Melalui Karya Seni Lukis Ismail, Khuzaimah Nur Faizah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Gumilar, Ganjar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ambivalensi dipahami sebagai kondisi psikologis di mana seseorang merasakan dua emosiatau nilai yang saling bertentangan secara bersamaan. Kondisi ini sering memicu konŇik baƟn,kebingungan, serta menyebabkan keƟdakkonsisten dalam pengambilan keputusan, terutama keƟkanilai pribadi bertentangan dengan ekspektasi. Dengan melalui pendekatan seni kontemporer, penulismenciptakan karya seni lukis yang dapat memvisualisasikan ketegangan antara aspek kogniƟf danemosional dalam diri manusia. Visualisasi ini diwujudkan dengan penggunaan simbol visual seperƟotak, haƟ, buku, bunga, air, lilin, dengan bentuk kanvas lingkaran sebagai medium kanvasnya,metafora dari dinamika baƟn yang terus berkesinambungan dan akan terus berubah. Warna merahdan biru digunakan sebagai penanda sisi emosional dan kogniƟf. Karya ini bertujuan sebagai mediumreŇekƟf sekaligus komunikaƟf dalam memahami sifat ambivalensi sebagai bagian dari prosesberpikir dan bertumbuh. Dengan menggunakan teknik cat aklirik di atas kanvas dengan pendekatanvisual metaforis dan simbolis. Diharapkan karya ini mampu membuka ruang pemaknaan baruterhadap emosi dan logika dalam diri manusia .Kata kunci : Ambivalensi, KogniƟf , Emosional, simbol, pengembangan diri