Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Listrik Material Ferroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) dengan Doping Cerium (Ce) Wijaya, Vivi; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.111-116.2021

Abstract

Pembuatan material ferroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) didoping cerium (Ce) telah dilakukan. Pemberian variasi komposisi doping dilakukan untuk mengetahui nilai konstanta dielektrik, rugi-rugi dielektrik, tingkat kekeristalan serta ukuran kristal tiap sampel. Sampel dibuat menggunakan metode solid state reaction dengan persentase doping Ce 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% mol yang dikompaksi dalam bentuk pelet. Satelah sampel disintering pada suhu 700°C selama 4 jam, dilakukan karakterisasi menggunakan RLC meter dengan variasi frekuensi 100 Hz, 120 Hz dan 1 KHz dan karakterisasi XRD. Diperoleh hasil bahwa pengaruh doping menaikkan nilai konstanta dielektrik pada komposisi doping 1% mol pada frekuensi 100 Hz dengan nilai konstanta dielektrik sebesar 4220. Pada komposisi  doping 1% ini juga ditemukan nilai faktor desipasi tertinggi yaitu sebesar 4,45. Pada uji XRD ditemukan  komposisi doping 1% memiliki nilai tingkat kekristalan yang lebih besar dari komposisi doping 3% yaitu sebesar 89% Dielectric is a material that is widely developed in technology, especially in applications as capacitors. A study entitledthe effect of the doping composition of cerium (Ce) on barium titanate (BaTiO3) for the dielectric constant and the cyrstal structure ofBa1-xCexTiO3has been conducted. This study aims to determine the effect og giving the doping composition Ce (x=1%, 2%, 3%, 4%, 5%) on BaTiO3, knowing the dissipation factor and the dielectric constant ofBa1-xCexTiO3.The solid state reaction method wasused in this study by reacted the solids in form of powders at a high temperature 750°C for 4 hours. The RLC meter is used to measure the capacitance and then it is processed and the highest dielectic constant and highest dissipation factor are obtained at the 1% doping composition of 55389,387 with a dissipation factor 2,74. The crystal structure was analyzed using xrd, and the highesst intensity results were in composition at 1% doping and 152,84. The hightest crytallinity formed was 89,11 but the largest crystal size was obtained in composition 3% doping is 36,7549 nm
Karakterisasi Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik Dari Sekam Padi Defrizal, Muhammad; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.351-356.2021

Abstract

Penelitian ini menentukan koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dari panel sekam padi menggunakan metode tabung impedansi.  Sampel panel akustik divariasikan densitasnya dari 0,4 g/cm3; 0,5 g/cm3; 0,6 g/cm3 dan 0,7 g/cm3.  Pengukuran dilakukan pada frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi paling tinggi adalah 0,99 pada frekuensi 4000 Hz untuk densitas 0,4 g/cm3.  Secara teori nilai ini terlalu tinggi, hal ini disebabkan oleh anomali dimana terdapat celah dipinggiran sampel dengan tabung. Nilai tertinggi yang sesuai adalah 0,86 dengan densitas 0,5 g/cm3 pada frekuensi 2000 Hz.  Nilai impedansi akustik tertinggi 1,84 dyne.s/cm5 pada frekuensi 4000 Hz dengan densitas 0,5 g/cm3. This study determined the sound absorption coefficient and acoustic impedance of the rice husk panels using the impedance tube method. The density of acoustic panel samples varied from 0,4 g/cm3; 0,5 g/cm3; 0,6 g/cm3 and 0,7 g/cm3. Measurements were made at a frequency of 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz and 8000 Hz. The results showed that the highest sound absorption coefficient was 0,99 at a frequency of 4000 Hz for a density of 0,4 g/cm3.  In theory this value is too high, this is due to anomaly where there is a gap between the sample and the tube. The highest suitable value is 0,86 with a density of 0,5 g/cm3 at a frequency of 2000 Hz. The highest acoustic impedance value is 1,84 dyne.s/cm5 at a frequency of 4000 Hz with a density of 0,5 g/cm3    Penelitian ini menentukan koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dari panel sekam padi menggunakan metode tabung impedansi.  Sampel panel akustik divariasikan densitasnya dari 0,4 g/cm3; 0,5 g/cm3; 0,6 g/cm3 dan 0,7 g/cm3.  Pengukuran dilakukan pada frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi paling tinggi adalah 0,99 pada frekuensi 4000 Hz untuk densitas 0,4 g/cm3.  Secara teori nilai ini terlalu tinggi, hal ini disebabkan oleh anomali dimana terdapat celah dipinggiran sampel dengan tabung. Nilai tertinggi yang sesuai adalah 0,86 dengan densitas 0,5 g/cm3 pada frekuensi 2000 Hz.  Nilai impedansi akustik tertinggi 1,84 dyne.s/cm5 pada frekuensi 4000 Hz dengan densitas 0,5 g/cm3.
Koefisien Absorspi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Panel Serat Kulit Jagung dengan Menggunakan Metode Tabung Dari, Tika Wulan; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.473-478.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai koefisien absorpsi bunyi dan impedansi akustik dari panel berbahan dasar komposit serat kulit jagung dengan matriks berupa resin epoksi. Kemampuan panel akustik diuji menggunakan metode tabung. Panel akustik diberikan perlakuan yang berbeda di setiap permukaan sampel. Desain permukaan yang diberikan yaitu permukaan tanpa alur, garis lurus panjang, garis lurus pendek, garis lurus panjang dan pendek, garis tegak lurus, dan lingkaran. Frekuensi sebagai sumber bunyi yang digunakan pada penelitian ini adalah 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, 2000 Hz, dan 2500 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorpsi bunyi dan impedansi akustik tertinggi terjadi pada desain permukaan garis lurus panjang yaitu 0,89 dan 1,26 kg/m²s dengan frekuensi 1000 Hz. Berdasarkan standar ISO 11654, dapat disimpulkan serat kulit jagung berpotensi digunakan sebagai panel akustik.
Pengaruh Ketebalan Panel Akustik dari Limbah Kulit Durian terhadap Koefisien Absorbsi dan Impedansi Akustik Aziza, Yusratul; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.2.208-213.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ketebalan panel akustik dari limbah kulit durian terhadap koefisien absorbsi dan impedansi akustik. Metode yang digunakan yaitu metode tabung impedansi pada komposit berbahan dasar serat limbah kulit durian dengan tepung kanji. Sampel material akustik yang terbuat dari serat limbah kulit durian dengan variasi ketebalan yang berbeda-beda yaitu 2 mm, 4 mm, 6 mm, 8 mm dan 10 mm. Frekuensi bunyi yang digunakan pada penelitian ini adalah 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi pada sampel dengan ketebalan 10 mm dengan frekuensi 2000 Hz yaitu 0,96 dan nilai koefisien absorbsi terendah pada frekuensi 500 Hz yaitu 0,71 dengan ketebalan sampel 2 mm. Nilai impedansi akustik tertinggi terjadi pada frekuensi 2000 Hz yaitu 1,61 dyne.s/cm5 dengan ketebalan sampel 10 mm. Berdasarkan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik maka serat limbah kulit durian berpotensi digunakan sebagai bahan penyerap bunyi.
Karakterisasi Arus-Tegangan Sensor Gas Hidrogen Dari Bahan Semikonduktor Heterokontak ZnO/SnO2 (TiO2) Rosa, Melia; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.2.263-270.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh penambahan doping TiO2pada bahan dasar hetero ZnO/SnO2 sebagai sensor gas hidrogen, terhadap karakteristik I-V, nilai sensitivitas, konduktivitas, selektivitas, waktu respon, dan karakterisasi XRD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode solid state reaction berbentuk pelet dimana kalsinasi pada suhu 500°C selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan proses sintering pada suhu 700°C selama 4 jam. Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V diperoleh hasil bahwa bahan ZnO/SnO2 (6% mol TiO2) memiliki sensitivitas tertinggi yaitu 6,06 pada tegangan operasional 12 volt. Nilai selektivitas tertinggi diperoleh pada sampel ZnO/SnO2 (4% mol TiO2) yaitu 1,89 pada tegangan operasional 30 volt. Nilai konduktivitas tertinggi diperoleh pada  sampel ZnO/SnO2 (6% mol TiO2) yaitu 9,81x 10-3 / Ωm  pada lingkungan hidrogen. Sedangkan waktu respon sampel ZnO/SnO2 (8% mol TiO2) pada gas hidrogen yaitu 30 sekon  dan untuk gas oksigen yaitu 36 sekon pada tegangan operasional 12 volt. Dari hasil XRD menujukkan bahwa sampel SnO2  didoping TiO2  mempunyai ukuran kristal lebih besar daripada sampel SnO2 tanpa doping. Campuran SnO2 didoping TiO2 telah terbentuk senyawa baru yaitu Sn2 (TiO4) yang ditandai dengan adanya puncak-puncak baru pada grafik.
Pemanfaatan Limbah Daun Nanas (Ananas Comosus) Untuk Panel Akustik Sebagai Absorbsi Kebisingan Hafifah, Nurul; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.467-473.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dengan menggunakan metode tabung. Material Akustik dibuat dari   serat daun nanas dan matriks resin epoksi dengan memvariasikan komposisi massa dari serat daun nanas dan volume resin epoksi pada setiap sampel. Variasi komposisi antara serat daun nanas dengan resin epoksi berturut-turut adalah 17,5 g : 6,41 ml, 18,12 g : 5,87 ml, 18,75 g : 5,34 ml, 19,37 g : 4,8 ml, dan 20 g : 4,27 ml. Range frekuensi kebisingan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, dan 8000 Hz. Nilai koefisien absorbsi dan impedansi akustik tertinggi terdapat pada frekuensi 8000 Hz pada sampel 5, dengan nilai koefisien absorbsi sebesar 0,87 dan nilai impedansi akustik sebesar 1,35 dyne.sec/cm5. Semakin tinggi massa serat daun nanas dan semakin rendah volume resin epoksi maka nilai koefisien absorbsi dan impedansi akustik yang diperoleh akan semakin tinggi.
Pengaruh Desain Permukan Serat Bambu terhadap Koefisien Absorbsi dan Impedansi Akustik Fitriani, Nova; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.1.29-34.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi desain permukaan serat terhadap koefisien absorbsi dan impedansi akustik menggunakan metode tabung. Metode yang digunakan adalah metode tabung pada komposit berbahan dasar serat bambu dengan matriks tepung kanji. Material komposit diberi perlakuan variasi desain permukaan yang berbeda untuk setiap sampelnya yaitu desain permukaan datar, desain permukaan berlobang, desain permukaan datar dicat 1kali, dan desain permukaan datar dicat 3 kali. Frekuensi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, 2000 Hz, dan 2500 Hz.Hasil penelitian menunjukan bahwa koefisien bunyi tertinggi tinggi yaitu 0,99 pada frekuensi 1000 Hz untuk sampel berbentuk serat padat. Nilai impedansi tertinggi terdapat pada serat dengan desain permukaan berlobang pada frekuensi 1000 Hz yaitu 1,88 dyne.s/cm3 . Berdasarkan nilai koefisien absorbsi dan impedansi akustik yang didapat dari hasil penelitian maka serat bambu memiliki potensi sebagai material akustik peredam suara berdasarkan ISO 11654.
Karakterisasi Arus dan Tegangan Detektor Gas Hidrogen dari Bahan Semikonduktor Heterokontak TiO2/ZnO(Mg) Bahar, Ilham Afriesta; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.213-219.2023

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi detektor gas hidrogen berupa pelet heterokontak. Pelet terdiri dari lapisan pertama TiO2 dan lapisan kedua ZnO didoping dengan 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% mol Mg. Pembuatan detektor diawali dengan pencampuran bahan, penggerusan bahan selama 4 jam, kalsinasi pada suhu 500 °C selama 4 jam, penggerusan ulang selama 1 jam, kompaksi menjadi pelet, dan sintering pada suhu 800 °C selama 4 jam menggunakan metode reaksi dalam keadaaan padat. Detektor gas diuji pada suhu ruang dengan karakterisasi I-V, penentuan nilai sensitivitas, selektivitas, konduktivitas, waktu respon, dan karakterisasi XRD. Pengukuran karakteristik I-V menunjukkan bahwa sampel TiO2/ZnO didoping 4% mol Mg memiliki sensitivitas tertinggi yaitu 6,33 dengan tegangan 21 volt pada suhu ruang. Nilai selektivitas tertinggi terdapat pada sampel TiO2/ZnO didoping 2% mol Mg yaitu 1,54 dengan teganan 30 volt. Konduktivitas tertinggi terdapat pada sampel TiO2/ZnO didoping 6% mol Mg sebesar 18,54/Ωm pada lingkungan hidrogen. Waktu respon sampel TiO2/ZnO didoping 4% mol Mg pada tegangan 21 volt adalah 42 s. Hasil XRD menunjukkan bahwa sampel ZnO yang didoping Mg memiliki ukuran kristal yang lebih kecil dibandingkan dengan sampel ZnO tanpa doping.
Karakterisasi Koefisien Absorpsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Panel Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Menggunakan Metode Tabung Nikon, Muhammad; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.492-498.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai koefisien absorpsi bunyi dan impedansi akustik dengan menggunakan metode tabung. Panel akustik dibuat dari material akustik berbahan dasar serat tandan kosong kelapa sawit dan matriks lem kanji dengan memvariasikan panjang serat yang digunakan pada setiap sampel. Variasi panjang serat yang digunakan yaitu 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm, 2 cm dan 3 cm. Variasi frekuensi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, 8000 Hz. Nilai koefisien absorpsi yang tertinggi yaitu 0,99 pada frekuensi 500 Hz untuk sampel 1, sampel 3 dan sampel 4. Nilai impedansi akustik tertinggi terdapat pada sampel 1 yaitu 1,96 dyne.sec/cm5 pada frekuensi 500 Hz. Semakin panjang variasi serat yang digunakan maka akan menghasilkan porositas yang tinggi sehingga penyerapan gelombang bunyi menjadi maksimal. Berdasarkan ISO 11654 nilai koefisien absorpsi bunyi dan impedansi akustik minimum adalah 0,15, dan serat tandan kosong kelapa sawit memiliki nilai di atas 0,15 sehingga berpotensi sebagai bahan dasar material akustik.
Karakteristik Koefisien Absorpsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Serat Alam dengan Menggunakan Metode Tabung Syahputra, Palmasi; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.548-553.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang koefisien absorpsi bunyi dan impedansi berbagai panel akustik dari serat alam. Metode yang digunakan yaitu metode tabung impedansi pada komposit berbahan dasar serat alam dengan matrik lem. Sampel material akustik terbuat dari berbagai serat alam yaitu kelapa sawit, pinang, jerami padi, pelepah pisang, dan eceng gondok. Frekuensi bunyi yang digunakan pada penelitian ini adalah frekuensi oktaf yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz, dan 8000 Hz. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien absorpsi bunyi tertinggi pada sampel kelapa sawit dengan frekuensi 8000 Hz yaitu 0,87 dan nilai koefisien absorpsi terendah pada frekuensi 1000 Hz yaitu 0,44 dengan sampel eceng gondok. Nilai impedansi akustik tertinggi terjadi pada frekuensi 2000 Hz dan pada frekuensi 8000 Hz yaitu 1,35 dyne.s/cm5 dengan sampel kelapa sawit. Berdasarkan nilai koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik maka serat alam dapat digunakan sebagai bahan penyerap bunyi.
Co-Authors Abu Khalid Rivai Abu Khalid Rivai Addina, Nesfi Ade Oktavia Ade Oktavia, Ade Adella Kusmala Dewi Adella Kusmala Dewi, Adella Kusmala Afdhal Muttaqin Amelia, Ingka Arif Budiman Arlindo Rizal Arlindo Rizal, Arlindo Arva Yogi Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Ayu Afifah Al-Farzaq Aziza, Yusratul Azri Risandi Bahar, Ilham Afriesta Bery, Winda Surya Dahyunir Dahlan Dari, Tika Wulan Dedi Mardiansyah Defrizal, Muhammad Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti El Basthoh Enny Zarvianti Enny Zavianti Essy Puspa Zelvia Fajri Ridhola Fajri Ridhola, Fajri Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani FITRIANI, NOVA Frastica Deswardani Hafifah, Nurul Hamdani, Reza Harma Dwi Putri Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Hasmin, Hudya Fitra Hendri , Hendri , Hudya Fitra Hasmin Ikhsan, Khairatul Ilham Afriesta Bahar Ilham Perdana Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Indradewa, Rhian Ingka Amelia Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan Irene Wijaya Irene Wijaya, Irene Iswandi Iswandi Khairatul Ikhsan Khairunisa, Zahwa Maiyeni, Sinta Mardaleni Mardaleni Mardaleni, Mardaleni Mardiyanto Mardiyanto Mardiyanto Mardiyanto Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki MD, Prima Ade Melia Rosa Meqorry Yusfi Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mora Mora Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Nesfi Addina Nikon, Muhammad Nova Fitriani Nurul Hafifah Nurul Hasanah Oktavia, Reni Palmasi Syahputra Paradita Ramli Prima Ade MD Putri, Harma Dwi Putri, Ya Rahmad Rasyid Rahmad Rasyid Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Ramacos Fardela Ramadhani, Sri Ramli, Paradita Rani Delvihardini Ratna Sari Dewi Ratna Sari Dewi Reni Oktavia Reza Hamdani Rezita, Yulia Risandi, Azri Risma, Yulda Riwanda, Rozi Rosa, Melia Rozi Riwanda Sari, Titit Puspita Sinta Maiyeni Solly Aryza Sonya Yuliantika Sonya Yuliantika Sonya Yuliantika, Sonya Sri Handani Sri Oktamuliani Sri Ramadhani Sulistioso G.S Sulistioso G.S, Sulistioso Sulistioso Giat Sukaryo Sulistioso Giat Sukaryo, Sulistioso Giat Syafnur, Zulfikri Syahputra, Palmasi Tika Wulan Dari Titit Puspita Sari Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Veithzal Rivai Zainal Vivi Wijaya Vonny Febrita Vonny Febrita, Vonny Wahyuni Putri Wahyuni Putri, Wahyuni Wijaya, Vivi Wildian Wildian Winda Surya Bery Ya Putri Yogi, Arva Yulda Risma Yulia Fitri Yulia Rezita Yulita Yulita Yulita Yulita, Yulita Yusratul Aziza Zahwa Khairunisa Zarvianti, Enny Zavianti, Enny Zelvia, Essy Puspa Zulfi Zulfi Zulfi Zulfikri Syafnur