Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Psychological First Aid: Meningkatkan Kompetensi Guru saat Menghadapi Situasi Krisis pada Siswa: Psychological First Aid: Enhancing Teachers’ Competence in Responding to Students’ Crisis Situations Aryuni, Muthia; Jane Mariem Monepa; I Putu Fery Immanuel White; Miranti; Meilisa Silviana Patodo
Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/moderasi.Vol6.Iss2.539

Abstract

Teachers play a vital role in providing initial psychological support to students experiencing crisis situations; however, most educators still lack adequate Psychological First Aid (PFA) skills. This study aims to enhance and examine the effectiveness of PFA training in improving teachers’ competencies in handling students’ psychological crises. A quantitative approach with a quasi–experimental one-group pretest–posttest design was utilized. The study involved all 31 teachers at SMP Negeri Model Terpadu Madani, Palu, selected using a total sampling technique. Research instruments consisted of a PFA knowledge test and observation sheets. Data were analyzed using descriptive statistics and N-Gain Score calculations. The findings revealed an increase in the average score from 43.87 (pretest) to 89.35 (posttest), with an N-Gain value of 81.5%, categorized as effective. These results indicate that PFA training successfully improved participants’ knowledge, practical skills, and readiness to provide initial psychological support to students experiencing psychological distress. This program is recommended for sustained implementation and replication in other schools, particularly in disaster-prone regions.
Biblioedukasi dan Animasi Edukasi; Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Inklusi pada Kelompok Kerja Guru SD di Kabupaten Sigi [Biblioeducation and Educational Animation: Enhancing Competence of Inclusive School Teachers in the Primary School Teacher Working Group in Sigi Regency] Aryuni, Muthia; Halifah, Nur; Yotolembah, Ade Nurul Izatti G
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261379

Abstract

Inclusive education requires teachers who are able to identify diverse learning needs, design adaptive instruction, and utilize engaging learning media that support all students, including those with special educational needs. The needs assessment conducted in the Sigi district showed that most teachers had not previously received comprehensive training on inclusive practices, and more than seventy percent lacked access to simple educational media such as story-based materials and animations. This community engagement program aimed to strengthen teacher competence through training on the development and classroom application of biblioeducation and educational animation grounded in local Kaili cultural values. Using a participatory training and mentoring approach, the program included workshops, hands-on media production, classroom implementation, and structured evaluation. Quantitative findings indicated substantial improvement in teacher competence, with the average pre-test score increasing from 64.67 to 90.50 in the post-test. More than eighty percent of teachers achieved medium to high gain scores, and sixty percent reported high levels of perceived competence after the training. Classroom observations also showed that the stories and animations developed effectively supported the delivery of empathy, cooperation, and anti-bullying values. These results demonstrate that integrating culturally grounded biblioeducation and educational animation is an effective strategy for enhancing inclusive teaching practices, especially in schools with limited resources. Abstrak. Pendidikan inklusif membutuhkan guru yang mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar yang beragam, merancang pembelajaran yang adaptif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang menarik untuk mendukung semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus. Penilaian kebutuhan yang dilakukan di Kabupaten Sigi menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum pernah menerima pelatihan komprehensif tentang praktik inklusif, dan lebih dari tujuh puluh persen tidak memiliki akses ke media edukasi sederhana seperti materi berbasis cerita dan animasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan pengembangan dan penerapan biblioedukasi serta animasi edukasi yang berlandaskan nilai budaya lokal Kaili. Dengan pendekatan pelatihan partisipatif dan pendampingan, program ini meliputi lokakarya, produksi media secara langsung, penerapan di kelas, dan evaluasi terstruktur. Temuan kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru, dengan rata-rata skor pre-test meningkat dari 64,67 menjadi 90,50 pada post-test. Lebih dari delapan puluh persen guru mencapai skor peningkatan sedang hingga tinggi, dan enam puluh persen melaporkan tingkat kompetensi yang tinggi setelah pelatihan. Observasi kelas juga menunjukkan bahwa cerita dan animasi yang dikembangkan efektif mendukung penyampaian nilai empati, kerja sama, dan anti-perundungan. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi biblioedukasi dan animasi edukasi yang berlandaskan budaya lokal merupakan strategi efektif untuk meningkatkan praktik pengajaran inklusif, terutama di sekolah dengan sumber daya terbatas.
Literasi Emosi, Self Esteem dan Motivasi Berprestasi Remaja Jane Mariem Monepa; Muthia Aryuni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64154

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting karena pada periode ini individu mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Kemampuan remaja dalam memahami dan mengelola emosi menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis serta keberhasilan akademik mereka. Literasi emosi dan self-esteem dipandang sebagai dua aspek psikologis yang berperan dalam membentuk motivasi berprestasi pada remaja. Namun, penelitian yang mengkaji hubungan ketiga variabel tersebut secara simultan pada konteks remaja sekolah menengah pertama masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi emosi dan self-esteem terhadap motivasi berprestasi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 298 siswa SMPN 4 Palu yang berusia 12–16 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Emotional Awareness Scale untuk mengukur literasi emosi, Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur self-esteem, serta skala motivasi berprestasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi emosi dan self-esteem berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi remaja. Literasi emosi memiliki pengaruh positif yang lebih kuat terhadap motivasi berprestasi dibandingkan self-esteem. Secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 17,5% terhadap motivasi berprestasi siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan memahami dan mengelola emosi serta penilaian positif terhadap diri sendiri merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi berprestasi remaja.
Pencegahan Adiksi Pornografi Secara Online Pada Remaja Melalui Program Sex Education [Prevention of Online Pornography Addiction in Adolescents Through the Sex Education Program] Monepa, Jane Mariem; Aryuni, Muthia; White, I Putu Fery Immanuel
Indonesia Berdaya Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261506

Abstract

This community service project is motivated by the urgent need to address the rising levels of online pornography addiction among adolescents. Technological advancements have led to an unstoppable flow of information, allowing teenagers easy access to pornographic content, which ultimately results in addiction. Furthermore, pornography addiction has serious repercussions on school performance, including lack of concentration, declining academic grades, increased violent behavior among youth, and various mental health issues. Therefore, this community service aims to provide understanding and raise student awareness regarding the prevention and impact of online pornography addiction. The target participants were students of SMP Negeri 4 Palu. The method used was a Sex Education program utilizing lecture and QA techniques. To measure the program's success, a pretest was conducted before the session, followed by a posttest afterward. The N-Gain score results indicate an increase in knowledge after the implementation of the Sex Education program. Abstrak. Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh adanya urgensi dalam penanganan adiksi pornografi secara online yang terus meningkat di kalangan remaja. Adanya kemajuan teknologi, mendorong arus informasi menjadi tidak dapat terbendung dan akibatnya banyak remaja dengan mudah mengakses konten-konten pornografi yang pada akhirnya mengakibatkan adiksi pornografi dikalangan remaja. Bukan hanya itu saja, adiksi pornografi yang terjadi mengakibatkan dampak yang serius bagi pelaksanaan Pendidikan di Sekolah diantaranya siswa menjadi kurang konsentrasi, penurunan nilai akademis, meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan remaja dan terjadinya permasalahan yang berhubungan dengan Kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan kesadaran siswa terkait dengan pencegahan dan dampak yang diakibatkan oleh adiksi pornografi secara online. Target peserta dalam pengabdian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Kota Palu dan Metode yang digunakan yaitu dengan melaksanakan program Sex Education dengan tehnik ceramah dan tanya jawab dimana sebagai tolak ukur untuk melihat keberhasilan program ini yaitu dengan melakukan pretest sebelum dilaksanakannya program Sex Education dan posttest yang dilakukan setelah dilaksanankannya Program Sex Education. Hasil N-Gain score menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan program Sex Education.
Biblioedukasi dan Animasi Edukasi; Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Inklusi pada Kelompok Kerja Guru SD di Kabupaten Sigi [Biblioeducation and Educational Animation: Enhancing Competence of Inclusive School Teachers in the Primary School Teacher Working Group in Sigi Regency] Muthia Aryuni; Nur Halifah; Ade Nurul Izatti G Yotolembah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261379

Abstract

Inclusive education requires teachers who are able to identify diverse learning needs, design adaptive instruction, and utilize engaging learning media that support all students, including those with special educational needs. The needs assessment conducted in the Sigi district showed that most teachers had not previously received comprehensive training on inclusive practices, and more than seventy percent lacked access to simple educational media such as story-based materials and animations. This community engagement program aimed to strengthen teacher competence through training on the development and classroom application of biblioeducation and educational animation grounded in local Kaili cultural values. Using a participatory training and mentoring approach, the program included workshops, hands-on media production, classroom implementation, and structured evaluation. Quantitative findings indicated substantial improvement in teacher competence, with the average pre-test score increasing from 64.67 to 90.50 in the post-test. More than eighty percent of teachers achieved medium to high gain scores, and sixty percent reported high levels of perceived competence after the training. Classroom observations also showed that the stories and animations developed effectively supported the delivery of empathy, cooperation, and anti-bullying values. These results demonstrate that integrating culturally grounded biblioeducation and educational animation is an effective strategy for enhancing inclusive teaching practices, especially in schools with limited resources. Abstrak. Pendidikan inklusif membutuhkan guru yang mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar yang beragam, merancang pembelajaran yang adaptif, serta memanfaatkan media pembelajaran yang menarik untuk mendukung semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus. Penilaian kebutuhan yang dilakukan di Kabupaten Sigi menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum pernah menerima pelatihan komprehensif tentang praktik inklusif, dan lebih dari tujuh puluh persen tidak memiliki akses ke media edukasi sederhana seperti materi berbasis cerita dan animasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan pengembangan dan penerapan biblioedukasi serta animasi edukasi yang berlandaskan nilai budaya lokal Kaili. Dengan pendekatan pelatihan partisipatif dan pendampingan, program ini meliputi lokakarya, produksi media secara langsung, penerapan di kelas, dan evaluasi terstruktur. Temuan kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi guru, dengan rata-rata skor pre-test meningkat dari 64,67 menjadi 90,50 pada post-test. Lebih dari delapan puluh persen guru mencapai skor peningkatan sedang hingga tinggi, dan enam puluh persen melaporkan tingkat kompetensi yang tinggi setelah pelatihan. Observasi kelas juga menunjukkan bahwa cerita dan animasi yang dikembangkan efektif mendukung penyampaian nilai empati, kerja sama, dan anti-perundungan. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi biblioedukasi dan animasi edukasi yang berlandaskan budaya lokal merupakan strategi efektif untuk meningkatkan praktik pengajaran inklusif, terutama di sekolah dengan sumber daya terbatas.
Pencegahan Adiksi Pornografi Secara Online Pada Remaja Melalui Program Sex Education [Prevention of Online Pornography Addiction in Adolescents Through the Sex Education Program] Jane Mariem Monepa; Muthia Aryuni; I Putu Fery Immanuel White
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261506

Abstract

This community service project is motivated by the urgent need to address the rising levels of online pornography addiction among adolescents. Technological advancements have led to an unstoppable flow of information, allowing teenagers easy access to pornographic content, which ultimately results in addiction. Furthermore, pornography addiction has serious repercussions on school performance, including lack of concentration, declining academic grades, increased violent behavior among youth, and various mental health issues. Therefore, this community service aims to provide understanding and raise student awareness regarding the prevention and impact of online pornography addiction. The target participants were students of SMP Negeri 4 Palu. The method used was a Sex Education program utilizing lecture and Q&A techniques. To measure the program's success, a pretest was conducted before the session, followed by a posttest afterward. The N-Gain score results indicate an increase in knowledge after the implementation of the Sex Education program. Abstrak. Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh adanya urgensi dalam penanganan adiksi pornografi secara online yang terus meningkat di kalangan remaja. Adanya kemajuan teknologi, mendorong arus informasi menjadi tidak dapat terbendung dan akibatnya banyak remaja dengan mudah mengakses konten-konten pornografi yang pada akhirnya mengakibatkan adiksi pornografi dikalangan remaja. Bukan hanya itu saja, adiksi pornografi yang terjadi mengakibatkan dampak yang serius bagi pelaksanaan Pendidikan di Sekolah diantaranya siswa menjadi kurang konsentrasi, penurunan nilai akademis, meningkatnya perilaku kekerasan di kalangan remaja dan terjadinya permasalahan yang berhubungan dengan Kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan kesadaran siswa terkait dengan pencegahan dan dampak yang diakibatkan oleh adiksi pornografi secara online. Target peserta dalam pengabdian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Kota Palu dan Metode yang digunakan yaitu dengan melaksanakan program Sex Education dengan tehnik ceramah dan tanya jawab dimana sebagai tolak ukur untuk melihat keberhasilan program ini yaitu dengan melakukan pretest sebelum dilaksanakannya program Sex Education dan posttest yang dilakukan setelah dilaksanankannya Program Sex Education. Hasil N-Gain score menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan program Sex Education.
Optimalisasi Konsentrasi dan Kinerja Guru: Implementasi Teknik Mindfulness bagi Guru SD Imanuel Palu: Optimizing Teachers’ Focus and Performance: Implementing Mindfulness Techniques at Imanuel Palu Elementary School Jane Mariem Monepa; David Pakaya; Muthia Aryuni; Mayabi Pratika; Meilisa Silviana Patodo
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 6 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i6.11837

Abstract

Optimal concentration is an essential cognitive function for elementary school teachers facing high demands on multitasking and workload. However, the data indicate that many teachers struggle to maintain focus, which impacts learning quality and psychological well-being. This community service aimed to improve teachers' concentration through mindfulness training at Imanuel Palu Elementary School in Central Sulawesi. The method used a one-group pretest-posttest design with 16 participants. The training included the delivery of material and direct practice of mindfulness techniques (breathing exercises and full awareness). Concentration was measured using the Grit Concentration Test before and after the training. Results showed an increase in mean scores from 6.25 (pretest) to 9.75 (posttest). The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded Z = -3.541 and p < 0.001, indicating a statistically significant improvement in concentration. All participants experienced increased scores. Thus, brief mindfulness technique training is effective in enhancing teacher concentration. This activity is recommended for adoption as part of sustainable professional teacher development.