Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI MEDIA PUZZLE GAMBAR DALAM UPAYA PENINGKATAN KONSENTRASI ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR Mutiawati Mutiawati; Mawardiana Mawardiana; Andy Syaputra; Rafni Fajriati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif bagi anak tunagrahita merupakan peluang besar untuk dapat belajar bersama anak-anak lainnya. Namun demikian, salah satu keterbatasan yang dialami anak tunagrhaita yaitu kesulitan konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti melalui penggunaan media puzzle gambar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi anak tunagrahita di sekolah dasar melalui penggunaan media puzzle gambar. Media puzzle gambar diimplementasikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Simpang Dama Aceh Timur pada Tanggal 30 Mei 2024 dengan subjek implementasinya yaitu siswa/i kelas III, dengan responden berjumlah 12 orang siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Kegiatan implementasi dilakukan secara langsung oleh palaksana program mulai tahapan observasi lapangan, pendampingan, tes konsetrasi dan pengisian angket untuk mengetahui respon siswa setelah kegiatan pendampingan melalui media puzle gambar. Hasil tes diperoleh nilai rata-rata N-Gain peningkatakan daya konsentrasi siswa setelah menggunakan media Puzzle gambar sebesar 0,8 dengan kriteria ”tinggi”. Hal ini menunjukkan tingkat keefektifan implementasi media Puzzle gambar yang artinya telah dapat meningkatkan konsentrasi anak tunagrahita. Respon siswa terhadap penggunaan media Puzzle gambar secara keseluruhan juga menunjukkan respon yang sangat positif dengan nilai rata-rata 92,5% menyatakan bahwa media Puzzle gambar efektif dan menarik minat siswa untuk belajar dan mampu memberikan motivasi lebih kepada siswa untuk tetap fokus selama pembelajaran berlangsung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi media Puzzle gambar dianggap sebagai salah satu metode yang inovatif dan efektif dalam mendukung proses belajar mengajar terutama bagi siswa dengan kebutuhan khusus seperti anak tunagrahita. Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Tunagrahita, Minat Siswa, Media Puzzle dan KonsentrasiInclusive education for children with disabilities is a great opportunity to learn alongside other children. However, one of the limitations experienced by children with disabilities is difficulty concentrating in following learning. Therefore, a fun learning method is needed, such as using picture puzzle media. This activity aims to improve the concentration of children with disabilities in elementary school using picture puzzle media. The picture puzzle media was implemented at Simpang Dama State Elementary School (SD) in East Aceh on May 30, 2024 with the implementation subject being third grade students, with respondents totaling 12 students consisting of 5 male students and 7 female students. Implementation activities are carried out directly by program implementers starting from the stages of field observation, mentoring, concentration tests and filling out questionnaires to find out student responses after mentoring activities through image puzzle media. The test results obtained an average N-Gain value of increasing student concentration after using image puzzle media of 0.8 with “high” criteria. This shows the effectiveness of the implementation of image puzzle media which means that it has been able to improve the concentration of children with disabilities. The overall student response to the use of image puzzle media also shows a very positive response with an average value of 92.5% stating that image puzzle media is effective and attracts students' interest in learning and is able to provide more motivation for students to stay focused during learning. So it can be concluded that the implementation of image puzzle media is considered as one of the innovative and effective methods in supporting the teaching and learning process, especially for students with special needs such as children with disabilities.Keywords: Inclusive Education, Tunagrahita, Student Interest, Puzzle Media, and Concentration
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DALAM MEMANFAATKAN BARANG BEKAS PADA MATA PELAJARAN SBDP Safariah Safariah; Rafni Fajriati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal terungkap bahwa pembelajaran SBDP di Kelas V Sekolah Dasar sangat sederhana hanya berfokus pada materi dan buku. Dampak yang terjadi membuat siswa bosan dan kurang bersemangat dalam belajar, sehingga menjadi kurang tertarik dalam pembelajaran. Rumusan penelitian ini adalah (1) Bagaimana peningkatan kreativitas siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam memanfaatkan barang bekas dalam Mata Pelajaran SBDP di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SD dengan subjek penelitian Kelas V yang bejumlah 20. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi dan angket. Hasil penelitian adalah memanfaatkan barang bekas memberikan peningkatan kreativitas siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran dapat menghasilkan ide atau gagasan karya yang baru. Para siswa menghasilkan keunikan-keunikan dan kreativitas dalam membuat karya yang bermanfaat dalam pembelajaran. Kata Kunci : Kreativitas Siswa, Barang Bekas, SBDPBased on the results of initial observations, it was revealed that SBDP learning in Class V Elementary School was very simple, only focusing on materials and books. The impact that occurs makes students bored and less enthusiastic in learning, so they become less interested in learning. The formulation of this research is (1) How to increase the creativity of Class V Elementary School students in utilizing used goods in SBDP Subjects in Elementary Schools.This research was conducted at an elementary school with 20 Class V research subjects. The research method used was descriptive qualitative. Data collection techniques with interviews,observation and documentation and questionnaires. The result of the research is that using used goods increases the creativity of Class V Elementary School students in using used goods as learning media to produce new ideas or work ideas. Students produce uniqueness and creativity in making works that are useful in learning. Keywords: Student Creativity, Used Goods, SBDP
ENGLISH SPEAKING CONFIDENCE AMONG FLOOD-AFFECTED ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmatul Ukhra
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5922

Abstract

This study aimed to describe the level of English speaking confidence among flood-affected elementary school students in Pidie Jaya Regency. Speaking confidence was considered a crucial affective factor influencing young learners’ success in learning English, particularly for students who experienced emotional disruption due to natural disasters. This research employed a descriptive quantitative design. The participants consisted of 35 flood-affected elementary school students who were selected using a total sampling technique. Data were collected through an English speaking confidence questionnaire developed using a four-point Likert scale, which covered aspects of willingness to speak, fear of making mistakes, self-confidence, and participation in English learning activities. The collected data were analyzed using descriptive statistics in the form of mean scores and percentages. The findings revealed that the overall level of students’ English speaking confidence was categorized as moderate, with a total mean score of 2.89. Classroom participation obtained the highest mean score, while fear of making mistakes showed the lowest mean score. These results indicated that although students demonstrated engagement in English learning activities, affective barriers remained a challenge in post-disaster learning contexts. Therefore, greater attention to emotional support and low-anxiety speaking activities was needed in English instruction for flood-affected elementary school students.
PENDAMPINGAN TRAUMA HEALING MELALUI ENGLISH GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN BERBICARA SISWA SD TERDAMPAK BANJIR DI PIDIE JAYA Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmat Alimin; Rahmatul Ukhra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 26 November 2025 berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis siswa sekolah dasar yang berimplikasi terhadap keberanian mereka dalam berkomunikasi, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa terdampak bencana cenderung mengalami kecemasan, rasa takut, dan rendahnya kepercayaan diri yang menghambat keterampilan berbicara. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara Bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendampingan trauma healing berbasis English games. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8–10 Januari 2026 dengan melibatkan total 35 siswa sekolah dasar terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-partisipatif dengan memanfaatkan permainan edukatif seperti Hello Circle Game sebagai ice breaking serta Simon Says dan Guessing Games sebagai media trauma healing. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, keberanian berbicara, serta respons emosional positif siswa selama proses pembelajaran. Integrasi trauma healing dan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung pemulihan psikososial siswa. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa English games dapat menjadi strategi alternatif yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya dalam konteks pendidikan pasca bencana.
ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN IPS DALAM KELAS INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANDA ACEH Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Ayyu Wahifa Safira; Lisnawati Lisnawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam kelas inklusi di Sekolah Dasar Negeri Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas, guru pendamping khusus, serta siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan pembelajaran IPS dalam kelas inklusi meliputi perbedaan kemampuan kognitif siswa, keterbatasan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, kurangnya media pembelajaran yang sesuai, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pendampingan individual. Selain itu, pemahaman konsep abstrak dalam materi IPS menjadi tantangan utama bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan modifikasi metode pembelajaran, penggunaan media yang variatif, serta kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping khusus untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di kelas inklusi. Kata Kunci: kesulitan belajar, IPS, kelas inklusi, sekolah dasar