Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EDUKASI MAKANAN SEHAT DAN GIZI SEIMBANG UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK Maulida Nur; Umalihayati; Qonita; Novrita Tri Yulvia; Kurnia Ramadhani; Ratu Yustika Rini; Novita Sari; Moch Fikri Tanzil Mutaqin; Mutia Sari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i2.2350

Abstract

Stunting menjadi permasalahan serius dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Data Hasil Validasi Gizi Balita dari 9 Puskesmas di Kota Cilegon pada Februari 2023 mencatat jumlah balita penderita stunting mencapai 1.144, dengan 168 balita mengalami stunting di Kecamatan Cibeber. Dari data posyandu, 5 di antaranya terdapat di Desa Cikerai. Selain itu, terdapat 23 anak dengan berat badan dan tinggi badan di bawah rata-rata yang seharusnya. Hasil wawancara dengan warga dan kepala desa menunjukkan bahwa faktor penyebab utama adalah ketidaktahuan orang tua akan pentingnya memberikan asupan makanan yang sehat dan bergizi, serta anggapan masyarakat yang salah mengenai pemberian makanan seperti sayur, buah, dan daging yang berlebihan sebagai penyebab anak sakit dan cacingan, sehingga para warga enggan memberikannya pada anak-anak mereka. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi mengenai makanan sehat dan gizi seimbang guna mencegah bertambahnya angka stunting di desa tersebut. Program ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada orang tua mengenai pentingnya memberikan sayur, buah, dan daging kepada anak-anak mereka. Teknik yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi survei lapangan, persiapan, dan sosialisasi, dengan metode ceramah dan pemberian makanan sehat. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak balita dan PAUD, serta ibu hamil di Kelurahan Cikerai Kota Cilegon. Sebanyak 20 peserta yang memiliki anak PAUD dan 3 ibu hamil mengikuti kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai makanan sehat dan bergizi untuk mencegah stunting.
Penerapan Strategi College Ball untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Peserta Didik pada Pembelajaran Matematika Pokok Bahasan Turunan Fungsi Kelas XI di MA Darul Irfan Jaka Wijaya Kusuma; Maulida Nur; Anisa Dwi Safitri
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 11 (2022): Oktober 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i11.1012

Abstract

Mathematics is the science of logic about form, arrangement, quantity, concepts that relate to one another in large numbers. In learning mathematics, requiring the right learning strategy is not easy, there are factors that must be considered, one of which is the quality of individuals in one class. One of the right and fun strategies is to use a college ball learning strategy. The aims of this research are 1). To find out whether the increase in the ability to understand the concepts of students who are given learning with the college ball strategy is better than those given conventional learning, 2). To find out how the activities of students after being given learning with the college ball strategy. This research was conducted in class XI MA Darul Irfan, with a total sample of 65 people, the population was taken from class XI A 33 students and class XI B 32 students. Data collection techniques by conducting observations, documentation and questions. Meanwhile, the data analysis used descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis with t-test and activity sheets. The results of this study are the N-gain of the experimental class is 0.7601 with a high category while the N-gain of the control class is 0.4124 with the medium category and has an increase in student activity reaching a percentage of 73.03% with the criteria "active". Then it can be concluded 1). There is an increase in the level of understanding of the concept of students who are given college ball strategy learning better than those given conventional learning, 2) after doing college ball strategy learning there are changes in activities in student learning such as active students asking questions and expressing opinions, active discussions in groups, can solve problems during discussion, and dare to answer questions.
IMPLEMENTASI KEGIATAN COOKING CLASS DALAM MENUMBUHKAN KEBIASAAN MAKAN SEHAT DI PAUD SEROJA Ulfah; Maulida Nur; Havid Surya
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8840

Abstract

Instilling healthy eating habits from an early age is a fundamental foundation for shaping a child’s lifelong healthy lifestyle. This study aims to describe the implementation of cooking classes in fostering healthy eating habits at PAUD Seroja, Serang City, with a particular focus on the teacher’s role in planning, delivering, and guiding the activities. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing observation, in-depth interviews, and documentation, with participants consisting of three teachers and children involved in the program. The findings reveal that teachers play a pivotal role in systematically designing activities, selecting nutritious and easy-to-prepare menus, and guiding children through each cooking stage in a participatory manner while ensuring safety. The activity not only enhances children’s motor and social skills but also fosters their interest and awareness toward healthy food. Thus, cooking classes serve as an effective and engaging learning strategy to instill healthy eating habits from an early age.
Coping Stress Guru PAUD di Sekolah Reguler yang Menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Maulida Nur; Novita Sari; Havid Surya
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5466

Abstract

Idealnya orang tua yang memiliki anak paud berkebutuhan khusus pada jenjang PAUD menyekolahkan anak mereka di PAUD SKH atau PAUD Inklusi. Akan tetapi ada beberapa orang tua yang menyekolahkan anak mereka ke PAUD Reguler, dengan alasan sekolah PAUD SKH atau PAUD Inklusi sangat jauh dari rumah, harganya cukup mahal dan orang tua merasa anaknya dipandang mampu mengikuti sekolah di PAUD Reguler. Namun kendala yang dihadapi oleh guru di sekolah regular dalam menangani anak berkebutuhan khusus di dalam kelas masih cukup terbatas sehingga dapat menimbulkan stress. Stress akan berdampak negative ketika para guru tidak mampu mengatasi stress yang di alaminya saat bekerja, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: Sumber stress, tingkat stress, Coping Stress dan harapan guru PAUD di sekolah reguler yang menangani peserta didik dengan berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan yang bersifat fenomenologis karena menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengeksplorasi bagaimana coping stress para guru PAUD di sekolah reguler yang menangani peserta didik dengan berkebutuhan khusus. Selanjutnya Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi rujukan untuk guru PAUD di sekolah regular yang memiliki permasalahan yang sama dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus selanjutnya sebagai bahan masukan untuk stakeholder dan pemangku kebijakan terkait kebutuhan para guru di sekolah regular.
Sociolinguistics in the Interaction of Typical Children with Children with Special Needs in Inclusive ECCE Diana Romdhoningsih; Maulida Nur; Rina Andriani
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i1.1532

Abstract

This study examines social interaction between typically developing children and children with special needs (CWSN) in inclusive kindergarten settings, focusing on sociolinguistic aspects. The Research is urgent because understanding early communicative practices helps foster healthy social relationships; typical children's limited knowledge of how to interact with CWSN can lead to misunderstandings, exclusion, or barriers to learning. The study identifies and analyses language use, communication strategies, and social factors influencing these interactions. A descriptive qualitative approach was employed using participatory observation and in-depth interviews with teachers and parents. Data were analyzedanalyzed by examining linguistic and social patterns observed during natural interactions. Findings indicate that typical children predominantly employ three strategies: neutral responses, sympathetic responses, and spontaneous responses, which suggest a tendency toward social acceptance of CWSN and positive contributions to inclusion. However, teacher and parent facilitation remains essential to develop more reciprocal and interactive communication. The study recommends teacher training and parental involvement to strengthen inclusive communicative practices to support inclusive learning and development.
Program Edukasi Pilah Sampah untuk Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di PAUD Bina Budi Bangsa: Pengabdian Maulida Nur; Siti Nur Amaliah; Aprilia Kartika Nufus; Siti Muniroh; Afifah Nurhikmah; Fitria azzahra muntasiro; Samsiah Samsiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6083

Abstract

Permasalahan sampah merupakan isu lingkungan yang semakin kompleks, termasuk di Kota Serang yang menghadapi kondisi darurat sampah akibat tingginya produksi dan rendahnya pengelolaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari pendidikan lingkungan pada anak usia dini di PAUD Bina Budi Bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan bermain sambil belajar, demonstrasi, praktik langsung, dan pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, pembiasaan, dan evaluasi dengan melibatkan 20 anak usia 4–5 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana sebagian besar anak yang awalnya berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB) meningkat menjadi Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), dengan nilai rata-rata meningkat dari 1,65 menjadi 3,2. Anak tidak hanya mampu mengenali jenis sampah, tetapi juga terbiasa membuang sampah sesuai kategori serta menunjukkan sikap mandiri dan peduli lingkungan. Dengan demikian, program ini efektif dalam menanamkan perilaku peduli lingkungan dan dapat menjadi model pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan di PAUD.
Analisis Penggunaan Alat Permainan Edukatif Papan Titian Dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak Usia 5-6 Tahun Nita Nurmala Sari; Amat Hidayat; Maulida Nur; Inten Risna; Galuh Mulyawan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1012

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi  oleh rendahnya kemampuan motorik kasar pada sebagian anak usia 5–6 tahun di TK Nurul Ilmi Kecamatan Ciruas, yang tampak dari kesulitan menjaga keseimbangan saat berlari, melompat, maupun berdiri dengan satu kaki. Kondisi tersebut menunjukkan stimulasi motorik kasar yang tepat masih diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penggunaan alat permainan edukatif papan titian serta menganalisis pengaruhnya terhadap perkembangan motorik kasar anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru dan anak kelompok B TK Nurul Ilmi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan papan titian terlaksana secara sistematis dan sesuai tujuan. Guru menyiapkan bahan ajar, pemilihan APE, keamanan dan kenyamanan anak serta melakukan refleksi pada anak setelah melakukan kegiatan. Anak-anak yang mengikuti kegiatan secara rutin mengalami peningkatan signifikan pada aspek keseimbangan, koordinasi, serta keberanian dalam melakukan gerakan fisik. Hal ini membuktikan bahwa papan titian dapat menjadi media pembelajaran fisik yang efektif, murah, dan menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun dalam konteks pembelajaran PAUD berbasis pengalaman langsung