Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Metalurgi

Ketahanan Korosi Paduan Cu-Zn 70/30 Setelah Proses Thermomechanical Controlled Process (TMCP) [Corrosion Resistance of Cu/Zn 70/30 Alloy from Thermomechanical Controlled Process (TMCP)] Febriyanti, Eka; Ridhowati, Ayu Rizeki; Riastuti, Rini
Metalurgi Vol 32, No 1 (2017): Metalurgi Vol. 32 No. 1 April 2017
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.304 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v32i1.188

Abstract

Cu-Zn alloy (70/30) alloy is widely used as water tubing in industrial application. From some references reveal that chloride ion exist along pipeline. Interaction between chloride ion and Cu-Zn alloy promote corrosion process then reduce the tube performance. The aim of this research is to improve the corrosion resistance of Cu-Zn alloy by developing TMCP (thermo mechanical controlled process). The specimens are warm rolled at 300°C with reverse rolling system at deformation 25%, 30%, and 35%. Corrosion resistance of specimen is then measured by polarisation method using 0.1 M HCl. Experimental results indicate that by increasing reduction from 31.61% to 48.39%, the corrosion rate decrease from 0.564 mm/year to 0.426 mm/year. AbstrakPaduan Cu-Zn (70/30) kerap digunakan sebagai saluran pipa untuk menyalurkan air. Pada saluran pipa tersebut umumnya ditemukan ion klorida. Produk korosi yang terbentuk pada paduan Cu-Zn akibat interaksi dengan ion Cl- dapat menurunkan efisiensi kerja alat. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan metode pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan ketahanan korosi paduan Cu-Zn dengan Thermomechanical Control Process (TMCP). Pengerjaan warm rolling dilakukan dengan metode bolak-balik sebanyak 2x25%, 2x30%, dan 2x35% pada suhu 300oC ditambah dengan pemanasan selama 120 menit untuk mengurangi efek pengerasan ketika TMCP sebelum pass kedua dilakukan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan peningkatan reduksi dari sebesar 31,61% hingga 48,39%, ukuran diameter butir rata-rata menurun dari 50.53μm menjadi 24.41μm menyebabkan penurunan laju korosi dari 0.564 mm/year menjadi 0.426 mm/year.
Pengaruh Anneal Hardening Dan % Reduksi Warm Rolling Terhadap Sifat Mekanik Paduan Cu-Zn 70/30 [Influence of Anneal Hardening And Warm Rolling % Reduction To Mechanical Properties of Cu-Zn 70/30] Febriyanti, Eka; Priadi, Dedi; Riastuti, Rini
Metalurgi Vol 31, No 1 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 1 April 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.138 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i1.93

Abstract

Copper alloy has many uses in industry. However, in its application requires high mechanical properties. Therefore, copper alloys has been hardened conventionally by solution and/or precipitation hardening and dispersion hardening then is experienced with anneal hardening mechanism through an annealing process at 150-300 °C. In this research, Cu-Zn 70/30 alloys was subjected to warm rolling with 50% and 60% in reduction percentage followed by annealing. Several examinations was done after warm rolling such as microhardness testing, tensile testing, metallography, and FESEM (field emission scanning electron microscope). The results show that anneal hardening was occured at 300 °C followed by increasing of hardness value, tensile strength, and decreasing of elongation. Anneal hardening mechanism in Cu-Zn 70/30 was obtained by increasing % reduction during warm rolling and anneal process. This is caused by Zn element which is segregated into dislocation and observed with FESEM analysis as deformation band. With increasing of % reduction to Cu-Zn 70/30 alloy will also results denser and thicker deformation bands.AbstrakPaduan tembaga memiliki banyak kegunaan dalam bidang industri. Namun, dalam aplikasinya membutuhkan sifat mekanis yang tinggi. Oleh karena paduan tembaga sulit dilakukan pengerasan secara konvensional seperti alloying, precipitation hardening, dan dispersion hardening maka yang dilakukan adalah dengan mekanisme anneal hardening melalui proses anil pada suhu 150-300 °C. Pada penelitian ini, paduan Cu-Zn 70/30 dilakukan warm rolling pada suhu 300 °C dengan presentase reduksi 50% dan 60%. Karakterisasi yang dilakukan setelah proses di atas adalah uji kekerasan secara mikro, uji tarik, pengamatan metalografi, dan analisa dengan FESEM (field emission scanning electron microscope). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa efek anneal hardening muncul pada suhu 300 °C yang diikuti dengan peningkatan nilai kekerasan dan kekuatan tarik, namun persen elongasinya menurun. Dengan semakin besarnya % reduksi warm rolling diikuti dengan proses anneal yang dilakukan terhadap paduan Cu-Zn 70/30 mengakibatkan terjadinya anneal hardening. Hal ini disebabkan karena adanya unsur Zn yang tersegregasi dalam dislokasi dan teramati dengan FESEM sebagai pita-pita deformasi (deformation band). Dengan meningkatnya % reduksi yang diberikan pada paduan juga akan menghasilkan pita-pita deformasi yang semakin rapat dan tebal.
Pengaruh Suhu Dan Persentase Reduksi Terhadap Limit Drawing Ratio (LDR) Pada Proses Metal Forming Paduan 70Cu-30Zn [Effect of Temperature and Reduction Percentage to Limit Drawing Ratio (LDR) on Metal Forming of 70Cu-30Zn Alloy] Suhadi, Amin; Febriyanti, Eka; Handayani, Tri; Riastuti, Rini
Metalurgi Vol 31, No 2 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 2 Agustus 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.499 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i2.126

Abstract

In metal forming, LDR parameter determination has an important role on the quality of the product.  Therefore, characteristic data such as load bearing capacity limit of material should be known prior to the metal forming process. In this research, 70Cu-30Zn alloy with 70% Cu and 30% Zn which is widely done in metal forming especially deep drawing is used as samples.  The samples are warm rolled at various temperatures and reduction percentages and then deep drawn by swift cup method based on ASTM E 643-15.  To find LDR value,  further analysis are done by  FEM (finite element method) simulation and calculation for swift cup result based on formula as stated in ASTM E 6431-15 standard. Characterization is conducted by hardness test and micro structure examinations.  Result of this reseach show that the LDR value is not significantly affected by reduction percentage but strongly affected by working temperature, where the highest temperature of metal forming has been given, the highest limit drawing ratio (LDR) could be obtained. AbstrakPenentuan nilai parameter LDR (limit drawing ratio) pada proses metal forming sangat berpengaruh terhadap kualitas produk, karena itu sebelum melakukan proses pengubahan bentuk diperlukan data mengenai batas kemampuan dari logam untuk menerima gaya pada proses tersebut. Pada penelitian ini digunakan paduan Cu- Zn dengan komposisi 70% Cu dan 30% Zn yang banyak dipakai pada proses pengubahan bentuk terutama deep drawing. Paduan 70Cu - 30Zn dilakukan proses warm rolling pada berbagai suhu dan persentase reduksi, kemudian dilakukan uji deep drawing dengan metode swift cup sesuai standar ASTM E 643-15. Untuk mencari nilai LDR, dilakukan simulasi menggunakan FEM (finite element method) dan perhitungan hasil swift cup dengan rumus sesuai stadar ASTM E 643-15. Karakterisasi yang dilakukan adalah pengamatan struktur mikro dan uji keras. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai LDR tidak dipengaruhi oleh % reduksi tetapi sangat dipengaruhi oleh suhu saat pengerjaan dilakukan, dimana makin tinggi suhu proses metal forming, makin tinggi nilai LDR akan dihasilkan.
Co-Authors Abdullah, Abdul Halim Adam Hidana Yudo Saputro, Adam Hidana Yudo Adi Noer Syahid Adipurnama, Iman Agus Supriyanto Ahmad Fadli Ahmad Fadli Ahmad Maksum Ahmad Zakiyuddin Akhmad Faizal Alfian Alfian Amalia, Dinda Putri Amanda, Putri Amin Suhadi Amin Suhadi Amin Suhadi Amin Suhadi Amin Suhadi Amin Suhadi, Amin Andryansah Andryansah Anjar Oktikawati Aqila, Daffa Aulia, Hafiz Ayu Rizeki Ridhowati Ayu Rizeki Ridhowati Azizah Intan Pangesty Badrul Munir, Badrul Bashari R Roszardi Baskoro, Agung budiarto, wahyu Chalid, Muchamad Dedi Priadi Dedi Priadi Dedi Priadi Dedi Supriadi Diana Natalia Eka Febriyanti Eka Febriyanti Eka Febriyanti Eka Febriyanti Eka Febriyanti Eka Febriyanti Eka Febriyanti Eka Febriyanti Febi Dwi Antony febriyanti, eka Febriyanti, Eka febriyanti, eka Gadang Priyotomo Gadang Priyotomo Hari Eko Irianto Ibrahim, Muhammad Hamka Ifah Munifah Irawan, Januar IRWAN WIJAYA J.W. Soedarsono Jamal Basmal, Jamal Jamhari Jamhari Johny Wahyuadi Soedarsono Kaban, Agus S Kautsar Muwahhid Kautsar Muwahhid Kusumaningrum, Wida Banar Manurung, Rizky Rama Putra Marda, Yanuar Mohamad Mega Herawati Arifiana Amanah Notonegoro, Mega Herawati Arifiana Amanah Mhd. Ibkar Yusran Asfar Mochamad Chalid Muhammad Refai Muslih Muhammad Rifai Muhammad Yunus Muhammad Yunus Najmudin, Muhammad Guruh Nikitasari, Arini Nono Darsono Nono Darsono, Nono Nurhayati Nurhayati Nurhayati Paltgor, Rinush Fedrikdo Putri Salsabila, Syanatha Rachmat Hermawan Rahardian, Krisnandha Ramadhani, Rizal T Ramadhani, Rizal Tresna Ramdhani, Rizal Tresna Riady, Rado Ridhowati, Ayu Rizeki Ridhowati, Ayu Rizeki Rinta Kusumawati, Rinta Rinush Fedrikdo Paltgor Rizal Tresna Ramdhani Roszardi, Bashari R Roszardi, Bashari Rohululloh Roziafanto, Ahmad Nandang Santoso, Irwan Wijaya SATRIYAS ILYAS Sunarso Sunarso Syahid, Adi Noer Tiggor, Triadhi Panthun Tri Handayani Tri Hardi Priyanto Wahyu Budiarto Widianto, Shilla Rizqi Winarto Winarto Yuanto, Nursidi