Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 ALASA Tober Putra Jaya Zalukhu; Yearning Harefa; Serniati Zebua; Asali Lase
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v6i1.1378

Abstract

The application of The Power of two Learning Model is one of the learning models that uses cooperation between students in groups to achieve learning goals and students are divided into small groups and directed to study the subject matter that has been determined. Based on the results of teacher observations in Cycle I, the percentage of observations was 65.8 and in Cycle II it increased to 85.83%. The results of observations of student activity in Cycle I with the percentage of observation of student activity is 48.87% and in Cycle II increased to 88.82%, student learning achievement in Cycle I average value reached 64.9, and the percentage of learning completeness = 22.72%, and in Cycle II the average value increased to 78.80 with learning completeness = 81.81%. Thus it is concluded that increased student activity and learning outcomes in the Integrated Social Studies learning process, and the application of the power of two learning model can be applied to Integrated Social Studies subjects.
KAJIAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA INTERNET DALAM METODE PEMBELAJARAN ONLINE Yearning Harefa
Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi Vol 2, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/djtechno.v2i2.1584

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi saat ini, dimana akibat dari pandemi virus corona yang telah mewabah tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, telah memberikan pengaruh besar di segala bidang termasuk pendidikan. Pihak-pihak yang berkecimpung di bidang pendidikan harus memikirkan cara yang tepat dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa karena situasi saat ini mengharuskan setiap orang wajib menerapkan social distancing untuk menghentikan penyebaran virus. Metode pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan internet merupakan satu-satunya cara yang dapat ditempuh, untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Namun, apakah metode tersebut cukup efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran? Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan data dari jurnal dan buku. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji seberapa efektif penggunaan media internet dalam pembelajaran online? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai hasil penelitian mengenai pembelajaran online yang efektif dengan menggunakan media internet. Pemanfaatan media internet dalam pembelajaran online cukup efektif apabila: (1) didukung dengan pemberian motivasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa atau siswa. (2) Aplikasi yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mahasiswa atau mahasiswa dan dosen atau guru agar proses pembelajaran tidak terganggu dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. (3) Tersedianya fasilitas yang memadai baik bagi siswa maupun staf pengajar.
ANALISIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNG SITOLI Desti Nirmala Zebua; Asali Lase; Bezisokhi Laoli; Yearning Harefa
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jiipsi.v6i2.5698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan mencakup lembar observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru IPS telah memanfaatkan berbagai bentuk teknologi seperti LCD proyektor, video pembelajaran, kuis online,dan platform digital lainnya. Teknologi digunakan untuk mempermudah penyampaian materi, menarik perhatian siswa, dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif. Siswa juga dapat mengakses materi secara mandiri sesuai gaya dan kecepatan belajar masing-masing. Namun, penerapan teknologi belum sepenuhnya optimal, terutama dalam hal umpan balik otomatis, pemantauan belajar secara individu, serta pengelolaan komunikasi digital yang efektif. Dari sisi motivasi belajar, teknologi terbukti memberikan dampak positif. Siswa menunjukkan peningkatan semangat belajar, keberanian bertanya, keinginan untuk berhasil, serta kesadaran terhadap pentingnya pendidikan untuk masa depan. Media digital juga mendorong keterlibatan emosional dan rasa dihargai melalui penghargaan yang diberikan guru. Kendati demikian, tantangan masih ditemukan, seperti penyalahgunaan perangkat oleh siswa dan keterbatasan pengawasan guru. Kesimpulannya, teknologi pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa IPS, tetapi masih perlu diimbangi dengan pelatihan guru, pengawasan ketat, dan dukungan infrastruktur yang memadai.
Analisis Faktor-Faktor Usaha Tani di tinjau dari Perspektif Pendidikan di Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Yusman Waruwu; Yearning Harefa; Eka Septianti Laoli; Arianto Lahagu
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor usaha tani dan kendala pengembangannya ditinjau dari perspektif pendidikan pada masyarakat Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani masyarakat dipengaruhi oleh keterkaitan antara faktor lahan, tenaga kerja, modal, pengetahuan, dan pengalaman. Pendidikan berperan dalam meningkatkan kemampuan petani memahami informasi, menerima pengetahuan baru, dan mengadopsi teknologi, tetapi pengaruh tersebut tidak berdiri sendiri karena sangat berkaitan dengan pengalaman dan kondisi sosial-ekonomi petani. Kendala utama pengembangan usaha tani meliputi keterbatasan pendidikan dan pengetahuan, modal, sarana produksi, ketidakpastian cuaca, serangan hama, keterbatasan informasi, serta pemasaran hasil pertanian. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan usaha tani memerlukan penguatan kapasitas petani melalui penyuluhan dan pendidikan nonformal yang berkelanjutan, peningkatan akses terhadap modal, sarana produksi, informasi, dan teknologi, dengan tetap mengintegrasikan pengalaman serta pengetahuan lokal masyarakat.
ANALISIS PEMBELAJARAN EKONOMI KONTEKSTUAL TERHADAP LITERASI KEUANGAN SISWA DI SMA NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA Asnidar Telaumbanua; Eka Septianti Laoli; Arianto Lahagu; Yearning Harefa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14975

Abstract

This study was motivated by the importance of financial literacy for high school students and the role of contextual economics instruction in shaping that understanding. The research question is: What is the level of financial literacy and its implications for contextual economics instruction at State High School 1 Gunungsitoli Utara? The study aims to determine the level of financial literacy among students and its relationship to the implementation of contextual economics instruction at the school. The study employs a qualitative approach of a descriptive nature. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentary analysis involving two economics teachers and eight students from Class X-2 who were purposively selected as informants. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers applied the Contextual Teaching and Learning approach by linking economic material to local socioeconomic realities, such as the lives of fishing families and merchants, as well as visits to local financial institutions. Students demonstrated progress in financial literacy from the “less literate” category to “sufficiently literate,” and even approached the “well-literate” level in terms of risk awareness and distinguishing between the functions of savings and investment. This understanding is put into practice through budgeting, tracking expenses, and saving habits supported by the school’s student savings program. The study concluded that contextual economics education serves as a catalyst for developing students’ financial literacy through cognitive, motivational, and institutional pathways simultaneously. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi keuangan bagi siswa sekolah menengah atas serta peran pembelajaran ekonomi kontekstual dalam membentuk pemahaman tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana tingkat literasi keuangan serta implikasinya terhadap pembelajaran ekonomi kontekstual di SMA Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat literasi keuangan siswa serta keterkaitannya dengan penerapan pembelajaran ekonomi kontekstual di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap dua guru ekonomi dan delapan siswa kelas X-2 yang dipilih secara purposif sebagai informan. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning dengan mengaitkan materi ekonomi pada realitas sosial-ekonomi lokal, seperti kehidupan keluarga nelayan dan pedagang serta kunjungan ke lembaga keuangan setempat. Siswa menunjukkan perkembangan literasi keuangan dari kategori less literate menuju sufficient literate, bahkan mendekati well literate pada aspek kesadaran risiko dan pembedaan fungsi tabungan-investasi. Pemahaman tersebut diwujudkan dalam praktik nyata berupa penyusunan anggaran, pencatatan pengeluaran, dan kebiasaan menabung yang didukung program tabungan pelajar di sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran ekonomi kontekstual berperan sebagai katalisator pembentukan literasi keuangan siswa melalui jalur kognitif, motivasional, dan institusional secara bersamaan.
EKSPLORASI PENGALAMAN BELAJAR SISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL TERHADAP MINAT BELAJAR PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA Vivistin Yenita Telaumbanua; Eka Septianti Laoli; Yearning Harefa; Wahyutra Adilman Telaumbanua
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14979

Abstract

Learning interest is an important factor influencing students' engagement in the learning process. Although digital media has been used in Economics learning in class XI-2 at SMA Negeri 1 Gunungsitoli Utara, some students still show low participation in asking questions, engaging in discussions, and giving responses. This study aimed to describe and understand students' learning experiences in using digital media and their relationship to learning interest in Economics learning. This study employed a descriptive qualitative approach involving nine informants consisting of the principal, an Economics teacher, and seven students of class XI-2. Data were collected through semi-structured interviews and documentation and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that students' learning experiences in using digital media varied from active and moderately active to relatively passive experiences. Similarly, students' learning interest was identified at three levels: high among I3 and I7, moderate among I4, I5, and I8, and low among I6 and I9. Students with high learning interest demonstrated active participation in asking questions, discussions, and independent searches for additional learning materials, whereas students with low learning interest tended to be passive due to difficulties in understanding the material and low self-confidence. Therefore, digital media can support students' interest and engagement in Economics learning, but its effects are not uniform because they are influenced by students' understanding of the material and self-confidence. ABSTRAK Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun media digital telah digunakan dalam pembelajaran ekonomi di kelas XI-2 SMA Negeri 1 Gunungsitoli Utara, sebagian siswa masih menunjukkan keterlibatan yang rendah dalam bertanya, berdiskusi, dan memberikan tanggapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman belajar siswa dalam penggunaan media digital serta keterkaitannya dengan minat belajar pada pembelajaran ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan sebanyak 9 orang yang terdiri atas kepala sekolah, guru ekonomi, dan 7 siswa kelas XI-2. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa dalam penggunaan media digital terbagi ke dalam pengalaman aktif, cukup aktif, dan cenderung pasif. Sejalan dengan itu, minat belajar siswa teridentifikasi dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi pada I3 dan I7, sedang pada I4, I5, dan I8, serta rendah pada I6 dan I9. Siswa dengan minat tinggi menunjukkan keaktifan bertanya, berdiskusi, dan mencari materi tambahan, sedangkan siswa dengan minat rendah cenderung pasif karena kesulitan memahami materi dan kurang percaya diri. Dengan demikian, media digital dapat mendukung peningkatan ketertarikan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran ekonomi, tetapi pengaruhnya tidak berlangsung secara seragam karena dipengaruhi oleh pemahaman materi dan kepercayaan diri siswa.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL NIAS TERHADAP LITERASI KEUANGAN SISWA SMA NEGERI 1 SIROMBU Alfri Sopian Maruao; Yearning Harefa; Arianto Lahagu; Eka Septianti Laoli
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14981

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ financial literacy and the limited integration of local cultural values into economics learning at SMA Negeri 1 Sirombu. This study aimed to analyze the effect of contextual learning based on Nias local wisdom on students’ financial literacy. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of 34 students in class X-B as the experimental group and 36 students in class X-A as the control group. Both groups were administered a pretest and posttest, while the experimental group received Contextual Teaching and Learning (CTL) integrated with Nias local wisdom, including falulusa, barter practices, bowo, deliberation, and amaedola. The results showed that contextual learning based on Nias local wisdom had a significant effect on improving students’ financial literacy. The experimental group also demonstrated greater improvement in financial literacy than the control group. These findings indicate that integrating local cultural contexts into economics learning can strengthen the connection between learning materials and students’ real-life experiences, thereby supporting the development of financial literacy in a more meaningful and contextual manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan siswa serta belum optimalnya integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Sirombu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Nias terhadap literasi keuangan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group. Sampel terdiri atas 34 siswa kelas X-B sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas X-A sebagai kelompok kontrol. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest, sedangkan kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Nias, meliputi falulusa, sistem barter, bowо, musyawarah, dan amaedola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal Nias terhadap literasi keuangan siswa. Hasil analisis juga menunjukkan adanya peningkatan skor literasi keuangan setelah pembelajaran pada kedua kelompok, dengan peningkatan kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi konteks budaya lokal dalam pembelajaran ekonomi dapat memperkuat keterkaitan materi dengan pengalaman kehidupan siswa dan mendukung peningkatan literasi keuangan.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENDUKUNG KREATIVITAS SISWA BERBASIS POTENSI LOKAL DI UPTD SMP NEGERI 5 MANDREHE Setiaman Gulo; Asali Lase; Yearning Harefa; Eka Septianti Laoli
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14982

Abstract

Creativity is an important competency in 21st-century learning that needs to be developed through contextual learning experiences. The utilization of local potential can serve as a learning resource that enables students to develop ideas, produce creative works, and solve problems based on their surrounding environment. This study aimed to analyze the role of teachers in supporting student creativity based on local potential and to describe the forms of student creativity at UPTD SMP Negeri 5 Mandrehe. A descriptive qualitative approach was employed involving 15 informants consisting of 5 subject teachers and 10 eighth-grade students. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The results showed that teachers performed five main roles: facilitator, motivator, innovator, guide, and liaison between the school and the local community. These roles were implemented by utilizing the natural environment, economic activities, local culture, and locally available materials through Project Based Learning (PjBL), group discussions, field observations, and problem-based learning. Student creativity was demonstrated through the ability to identify local potential, develop ideas, collaborate, solve contextual problems, and produce creative works using coconut shells, coconut leaves, clay, and recycled materials. These findings indicate that integrating local potential with active teacher support creates more contextual learning experiences and provides students with opportunities to develop creativity through direct engagement with their surrounding environment. ABSTRAK Kreativitas merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Pemanfaatan potensi lokal dapat menjadi sumber belajar yang memungkinkan siswa mengembangkan gagasan, menghasilkan karya, dan memecahkan masalah berdasarkan lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mendukung kreativitas siswa berbasis potensi lokal serta mendeskripsikan bentuk kreativitas siswa di UPTD SMP Negeri 5 Mandrehe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 informan yang terdiri atas 5 guru mata pelajaran dan 10 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan lima peran utama, yaitu sebagai fasilitator, motivator, inovator, pembimbing, dan penghubung antara sekolah dengan lingkungan masyarakat. Peran tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lingkungan alam, aktivitas ekonomi, budaya, dan bahan lokal dalam pembelajaran melalui Project Based Learning (PjBL), diskusi kelompok, observasi lapangan, dan pembelajaran berbasis masalah. Kreativitas siswa terlihat dari kemampuan mengidentifikasi potensi lokal, mengembangkan gagasan, bekerja sama, memecahkan masalah kontekstual, serta menghasilkan karya berupa kerajinan dari tempurung kelapa, daun kelapa, tanah liat, dan barang bekas. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi potensi lokal dengan dukungan aktif guru menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui pengalaman langsung di lingkungan mereka.
Pengembangan Modul Ekonomi Berbasis Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMA Reformasi Gulo; Yearning Harefa; Arianto Lahagu; Asali Lase
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 4: September 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i4.76593

Abstract

Rendahnya hasil belajar Ekonomi peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ulu Moro'o serta belum optimalnya integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran mendasari perlunya modul ekonomi yang kontekstual dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul Ekonomi berbasis Profil Pelajar Pancasila, mengetahui tingkat kelayakan, dan mengetahui efektivitasnya terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas tiga validator dan 26 peserta didik kelas X-A, dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ulu Moro'o, Kabupaten Nias Barat, pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Alur penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, implementasi, dan evaluasi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase kelayakan dan N-Gain. Hasil menunjukkan validasi materi sebesar 89%, bahasa 67%, dan desain 91%, dengan ketuntasan belajar 88,46% serta nilai N-Gain berkisar 0,62 hingga 0,84. Modul dinyatakan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran Ekonomi. Modul ini direkomendasikan sebagai bahan ajar alternatif bagi guru Ekonomi serta perlu dikembangkan lebih lanjut pada materi dan jenjang pendidikan lainnya.
PENGARUH PROGRAM PENDIDIKAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERENCANAAN KEUANGAN SISWA SMA NEGERI 1 HILIDUHO Yemi Maslia Zalukhu; Yearning Harefa; Wahyutra Adilman Telaumbanua; Asali Lase
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.15174

Abstract

This study was motivated by the importance of financial planning skills as an essential competency that students must possess to manage their personal finances effectively and responsibly. The study aimed to determine the effect of financial literacy education programs on the financial planning of students at SMA Negeri 1 Hiliduho and to examine the magnitude of this effect. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of all 120 tenth-grade students at SMA Negeri 1 Hiliduho, with a sample of 92 students selected using the Slovin formula. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using normality tests, linearity tests, correlation tests, simple linear regression analysis, coefficient of determination tests, and hypothesis testing (t-test) with the assistance of SPSS. The results showed that the financial literacy education program had a positive and significant effect on students' financial planning. This was evidenced by a correlation coefficient of 0.987, indicating a very strong relationship, and a coefficient of determination of 0.975 or 97.5%, which means that the financial literacy program explained 97.5% of the variation in students' financial planning, while the remaining 2.5% was influenced by other factors. Therefore, the financial literacy education program plays a crucial role in improving students' financial planning skills in a structured and responsible manner. Although students' theoretical understanding of financial literacy is relatively good, its practical application remains limited, indicating the need for more practice-oriented learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan perencanaan keuangan sebagai kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam mengelola keuangan pribadi secara efektif dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pendidikan literasi keuangan terhadap perencanaan keuangan siswa SMA Negeri 1 Hiliduho serta mengkaji besarnya pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Hiliduho yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel sebanyak 92 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi, uji regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis (uji t) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perencanaan keuangan siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,987 yang menunjukkan hubungan sangat kuat, serta nilai koefisien determinasi sebesar 0,975 atau 97,5% yang berarti bahwa program literasi keuangan mampu menjelaskan 97,5% variasi perencanaan keuangan siswa, sedangkan sisanya 2,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, program pendidikan literasi keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan perencanaan keuangan siswa secara terarah dan bertanggung jawab. Pemahaman teoretis siswa terhadap literasi keuangan sudah baik, tetapi penerapannya masih rendah sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih berorientasi pada praktik.
Co-Authors Agus Candra Lahagu Alfri Sopian Maruao Almei Trisna Mendrofa Arianto Lahagu Asnidar Telaumbanua Bezisokhi Laoli Daeli, Charles Sanjaya Daeli, Parlinieli Daeli, Tri Sentosa Daeli, Trisna Dewinta Ester Delpin Trisna Ratna Sari Zendrato Desti Nirmala Zebua Eka Septianti Laoli Gea, Rebeka Aprilia Giawa, Yusnidar Tridewi Mawati Gulo, Petra Agusman Gulo, Reforman Hasatulo Lase Hia, Fenditianus Hia, Meida Debora Jaya Zalukhu, Tober Putra John Boanerges Harefa Julianus Telaumbanua Juni Berkat Arman Jaya Lase Junice Kasih Laia Kornelia Candraria Ndruru Krisdayanti Laia Lahagu, Darman Jaya Lahagu, Sion Dion Sebastian Laia, Firamawati Laia, Junice Kasih Laoli, Eka Septianti laoli, sherly LAOLI, TRIMEI ROSMAWITA Lase, Asali Lase, Frisman Lawolo, Agusmawati Melinus Laia Mendrofa, Almei Trisna Nober Hafran Zalukhu Parta Junius Zebua Ratih Ceriani Zendrato Reformasi Gulo Restu Jaya Laoli Risman Gulo Samuel Ndruru Septian Anugrah Halawa Serniati Zebua Setiaman Gulo SOPHIA MOLINDA KAKISINA Syukur Berkat Waruwu Telaumbanua, Julianus TELAUMBANUA, WAHYUTRA A. Telaumbanua, Wahyutra Adilman Telaumbanua, Yuniaman Tober Putra Jaya Zalukhu Tober Putra Jaya Zalukhu Vivistin Yenita Telaumbanua Wahyutra Adilman Telaumbanua Wahyutra Adilman Telaumbanua WAU, ROSARIA JINI Yamolala Zega yanti, Yarni Yemi Maslia Zalukhu Yogi Prasetia Waruwu Yudikasih Gea, Onema Berkat Yusman Waruwu Zai, Yernita Putri Zalukhu, Webert Harapan Putra zega, Awin Krisdtiani Zega, Jul Ilavi Warni Zega, Petra Zega, Rini Indasari Zega, Serius Zendrato, Delpin Trisna Ratna Sari Zendrato, Ratih Ceriani zendrato, Reny nisker