Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Penurunan Kecemasan Pasien Melalui Edukasi Preoperatif Anestesi Spinal Berbasis Audiovisual di RS TK III Wijayakusuma Purwokerto Salsabila Amanda Dwi Damayanti; Septian Mixrova Sebayang; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1716

Abstract

Kecemasan praoperasi merupakan masalah psikologis yang lazim dialami pasien yang akan menjalani tindakan anestesi spinal akibat ketidakpastian mengenai prosedur pembedahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pasien praoperasi anestesi spinal melalui edukasi berbasis media audiovisual di RS TK.III Wijayakusuma Purwokerto. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan dan koordinasi, skrining peserta, pelaksanaan edukasi menggunakan video berdurasi kurang lebih 5 menit disertai leaflet, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 30 pasien praoperasi anestesi spinal dilibatkan sebagai peserta, dengan pengukuran pengetahuan dan kecemasan menggunakan kuesioner pengetahuan dan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari kategori kurang dan cukup menjadi mayoritas kategori baik (60,0%), serta penurunan kecemasan dari kategori berat menjadi kategori sedang (66,7%) dan ringan (33,3%) tanpa peserta berkategori berat. Kesimpulannya, edukasi preoperatif anestesi spinal berbasis audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Luaran kegiatan berupa video edukasi, leaflet, publikasi jurnal, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pengaruh Pemberian Preload Cairan Terhadap Pencegahan Hipotensi Pasca Anestesi  Spinal Pada Pasien Sectio Caesarea di Ruang Operasi Rumah Sakit Cut Meutia Langsa Mulya Albar Ariga; Septian Mixrova Sebayang; Martyarini Budi S
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah anestesi spinal pada pasien sectio caesarea akibat blokade simpatis, sehingga dapat mengganggu perfusi organ vital ibu dan janin. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemberian preload cairan sebelum anestesi spinal untuk mempertahankan stabilitas hemodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian preload cairan terhadap pencegahan hipotensi pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea di Ruang Operasi Rumah Sakit Cut Meutia Langsa. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan posttest-only control design. Populasi penelitian berjumlah 57 pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal, sedangkan sampel sebanyak 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (20 responden) dan kelompok kontrol (20 responden) menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan Mean Arterial Pressure (MAP) pada kelompok intervensi sebesar 9,6% (median 9,4%; SD 4,49), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 28,4% (median 28,3%; SD 7,84). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,038 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh pemberian preload cairan terhadap pencegahan hipotensi pasca anestesi spinal pada pasien sectio caesarea. Disimpulkan bahwa pemberian preload cairan efektif menurunkan penurunan tekanan darah setelah anestesi spinal sehingga dapat dijadikan salah satu tindakan pencegahan hipotensi pada pasien sectio caesarea.
Implementasi Posisi Head-Up untuk Mempercepat Stabilitas Hemodinamik Pasien Pasca General Anestesi di RSUD Brebes Panca Rizky Kharisma; Septian Mixrova Sebayang; Magenda Bisma Yudha
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 4 No. 3 (2026): August : Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v4i3.1139

Abstract

Background: Hemodynamic instability is a potential problem during recovery from general anesthesia and may increase the risk of postoperative complications. A 30° Head-Up position is a simple non-pharmacological intervention that may support ventilation, oxygenation, and hemodynamic stability. Objective: This community service activity aimed to implement a 30° Head-Up position to support faster hemodynamic stabilization in patients recovering from general anesthesia at Brebes Regional General Hospital. Methods: An observational pre–post approach was applied to 30 patients recovering from general anesthesia in the recovery room. The measured parameters included blood pressure, heart rate, respiratory rate, and peripheral oxygen saturation (SpO₂). Baseline measurements were obtained before the intervention, after which the patients were placed in a 30° Head-Up position for 30 minutes. All hemodynamic parameters were reassessed after the intervention and analyzed descriptively. Results: Before the intervention, 17 patients (56.7%) had blood pressure values of 141–159 mmHg, all patients (100%) had tachypnea, all had normal heart rates, and 3 patients (10%) had low SpO₂ levels. After the Head-Up intervention, all patients (100%) had blood pressure <140 mmHg, normal heart rate, normal respiratory rate, and normal SpO₂. Conclusion: Implementation of the 30° Head-Up position was associated with improvements in hemodynamic and respiratory parameters among patients recovering from general anesthesia. This intervention may be considered a simple non-pharmacological measure to support postoperative recovery in the recovery room.
Edukasi Prosedur Anestesi Spinal Menggunakan Media Audiovisual dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien Pra Anestesi di Bangsal RST Wijaya Kusuma Purwokerto Aura Yuba; Septian Mixrova Sebayang; Roro Lintang Suryani; Amin Susanto
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): September : Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v5i3.5510

Abstract

 Spinal anesthesia is a regional anesthesia technique widely used in surgery, particularly for the lower abdomen and lower extremities. A lack of knowledge regarding the anesthesia procedure can lead to patient unpreparedness prior to the intervention. Audiovisual education serves as an engaging and easily understood alternative for information delivery. This community service activity aimed to describe patient characteristics and knowledge levels before and after receiving audiovisual education on the spinal anesthesia procedure. The activity was conducted from May 13 to 26, 2026, at RST Wijaya Kusuma Purwokerto, involving 32 patients scheduled for elective surgery requiring spinal anesthesia. A pretest-posttest method was employed, utilizing a video lasting approximately four minutes and a 10-item true/false questionnaire. The results showed that prior to education, 24 participants (75.0%) possessed poor knowledge; however, following the education, no participants fell into the poor knowledge category, and 22 participants (68.8%) demonstrated good knowledge. The mean knowledge score increased from 59.0 to 76.8. Audiovisual education can serve as a supportive strategy to enhance patient knowledge prior to undergoing spinal anesthesia.
Implementasi Terapi Murottal Surah Ar-Rahman dan Edukasi Preoperasi untuk Menurunkan Kecemasan Pasien di Rumah Sakit Islam Purwokerto Kemas Dzaid Ahmad Feedayin; Magenda Bisma Yudha; Septian Mixrova Sebayang
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 11 (2026): September
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/2e4t3c97

Abstract

Kecemasan dan kurangnya informasi pada fase preoperasi dapat memengaruhi kesiapan psikologis pasien. Pra-survei di Rumah Sakit Islam Purwokerto menunjukkan adanya kebutuhan penguatan edukasi dan pendampingan nonfarmakologis bagi pasien yang akan menjalani operasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi preoperasi dan terapi murottal Surah Ar-Rahman serta menggambarkan perubahan pengetahuan, kecemasan, dan kebutuhan informasi peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juli-6 Agustus 2026 dengan melibatkan 30 pasien Muslim berusia minimal 18 tahun yang dipilih secara consecutive sampling. Peserta mengikuti pretest pengetahuan, edukasi menggunakan leaflet, posttest pengetahuan, pengukuran Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale, terapi murottal selama 15 menit, dan pengukuran ulang. Data dianalisis secara deskriptif. Pengetahuan kategori baik meningkat dari 0% menjadi 80,0%. Kecemasan sedang berubah dari 80,0% sebelum kegiatan menjadi 16,7% sesudah kegiatan, sedangkan kecemasan ringan meningkat dari 20,0% menjadi 83,3%. Peserta yang membutuhkan informasi berkurang dari 83,3% menjadi 3,3%. Seluruh peserta menyelesaikan kegiatan tanpa kejadian tidak diharapkan. Rangkaian edukasi dan murottal menunjukkan capaian positif sebagai pendamping persiapan psikologis preoperasi, tetapi hasil tidak ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat karena evaluasi bersifat deskriptif tanpa kelompok kontrol.
Hubungan Antara Waktu Tunggu Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Sebelum Induksi Anestesi Di Ruang Pra-Anestesi Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto Tia Aprilia Rengen; Tophan Heri Wibowo; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2144

Abstract

Pembedahan dapat menimbulkan stres fisik dan psikologis, salah satunya kecemasan sebelum tindakan. Waktu tunggu sebelum induksi anestesi diduga berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan tingkat kecemasan pasien sebelum induksi anestesi di ruang pra-anestesi RST Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 77 pasien anestesi elektif yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengukuran kecemasan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan waktu tunggu diukur berdasarkan lama pasien berada di ruang pra-anestesi sebelum induksi anestesi. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan waktu tunggu terbanyak adalah 20–29 menit sebanyak 30 responden (39,0%) dan tingkat kecemasan terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 27 responden (35,1%). Hasil uji menunjukkan koefisien korelasi r = 0,245 dan p = 0,032 (p < 0,05). Kesimpulan pengelolaan waktu tunggu sebelum induksi anestesi berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien di ruang pra-anestesi, dengan kekuatan hubungan rendah. Pengelolaan waktu tunggu dan pemberian informasi yang memadai selama periode pra-anestesi disarankan untuk membantu mengurangi kecemasan pasien sebelum induksi anestesi.
Gambaran Komplikasi Anestesi pada Pasien dengan Penyakit Penyerta Diabetes Melitus di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Audrey Alifia Sayekti; Made Suandika; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2216

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat memengaruhi kestabilan kondisi pasien selama periode perioperatif. Perubahan kadar glukosa darah, gangguan hemodinamik, hingga masalah pada proses pemulihan dapat menjadi tantangan tersendiri dalam pemberian anestesi. Kondisi tersebut menjadikan pemantauan pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus penting, terutama untuk mengetahui komplikasi yang dapat muncul selama dan setelah tindakan anestesi. Penelitian ini menggambarkan komplikasi anestesi pada pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap 53 pasien yang menjalani anestesi umum maupun regional dan dipilih menggunakan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan lembar anestesi, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah intra anestesi dalam kategori normal (66,0%). Komplikasi yang paling banyak ditemukan adalah hipotensi intra anestesi (26,4%), diikuti hiperglikemia dan hipoglikemia masing-masing 17,0%, serta aspirasi 1,9%. Pada fase pasca anestesi, sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa normal (81,1%), sedangkan hipotensi dan aspirasi masing-masing sebesar 3,8%. Pada pasien general anestesi, rata-rata waktu pulih sadar adalah 19,86 ± 11,33 menit. Secara keseluruhan, komplikasi anestesi yang ditemukan relatif rendah, namun pemantauan glukosa darah, hemodinamik, dan pemulihan kesadaran tetap diperlukan untuk mendukung keselamatan pasien diabetes melitus selama periode perioperatif.
Gambaran Tingkat Stres Tugas Akhir Mahasiswa Tingkat Empat di Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Ar-Rahman Tanjung; Septian Mixrova Sebayang; Magenda Bisma Yudha
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 5 No. 3 (2026): September : Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v5i3.5564

Abstract

Fourth-year Anesthesiology Nursing students face various academic and clinical demands, including the completion of their final projects. The various stages involved in preparing the final project can be a source of stress and impact the students' psychological well-being. This study aimed to assess the levels of final project-related stress among fourth-year Anesthesiology Nursing students at Universitas Harapan Bangsa. A quantitative descriptive design with a cross-sectional approach was employed. The study population consisted of 238 fourth-year students, with a sample of 150 respondents selected via stratified random sampling. Data were collected using a 23-item questionnaire on final project stress based on the Guttman scale. Univariate analysis was performed using frequency distributions and percentages. The majority of respondents were female (n=94; 62.67%) and 22 years of age (n=76; 50.67%). Regarding stress levels associated with the final project, the largest group fell into the moderate stress category (n=78; 52.00%), followed by mild stress (n=45; 30.00%), severe stress (n=24; 16.00%), and no stress (n=3; 2.00%). In conclusion, the majority of fourth-year Anesthesiology Nursing students at Universitas Harapan Bangsa experienced moderate levels of stress related to their final projects.