Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sytematic Literature Review : Tinjauan Etik, Hukum, Dan Efektivitas Terhadap Layanan Kesehatan Berbasis Online (Telemedicine) Nanda Nabilah Putri; Mustika Chasanatusy Syarifah; Irmawan Farindra; Bambang Edi Suwito4
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49953

Abstract

Perkembangan telemedicine sebagai layanan kesehatan berbasis online menghadirkan transformasi signifikan, namun implementasinya dihadapkan pada tantangan kompleks dari aspek etik, hukum, dan efektivitas klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara integratif tantangan etik, hukum, dan efektivitas klinis dari implementasi layanan telemedicine berdasarkan bukti empiris terkini. Pada penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database Ebsco, Google Scholar, dan Science Direct dengan kata kunci terkait. Dari 1223 jurnal yang diidentifikasi, 18 jurnal telah memenuhi kriteria inklusi untuk selanjutnya dianalisis. Hasil analisis didapatkan bahwa tantangan hukum paling dominan, terutama pada isu ketidakjelasan regulasi (44,4%) dan ketidakpatuhan terhadap standar keamanan data (38,9%). Dari aspek etika, pelanggaran otonomi dan privasi pasien menjadi isu utama (50%). Secara efektivitas, telemedicine terbukti meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan (55,6%), namun masih dihadapkan pada masalah kesenjangan akses (33,3%) dan akurasi diagnosis (27,8%) dibandingkan layanan konvensional. Disimpulkan bahwa pengembangan telemedicine memerlukan pendekatan holistik yang mencakup harmonisasi regulasi, penguatan proteksi data etis, dan strategi inklusif untuk menjamin akses yang adil serta efektivitas klinis yang optimal. Kata Kunci: telemedicine, etika kedokteran, regulasi kesehatan, efektivitas klinis, systematic review.
Perbedaan Ketebalan Jaringan Lunak Wajah (Facial Soft Tissue Thickness) Antara Laki-Laki dan Perempuan pada Populasi Deuteromalayid Menggunakan MRI Kepala Ula, Ma’rifatul; Fitrianti, Mia Yulia Fitrianti; Syarifah, Mustika Chasanatussy; Artaria, Myrtati Dyah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dengan potensi korban jiwa massal. Sering kali, kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan lanjut membuat metode identifikasi primer (sidik jari, gigi, DNA) sulit diterapkan. Dalam kondisi tersebut, rekonstruksi wajah menjadi metode alternatif vital, namun akurasinya sangat bergantung pada data referensi ketebalan jaringan lunak wajah (Facial Soft Tissue Thickness/FSTT) yang spesifik untuk populasi tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis perbedaan FSTT antara laki-laki dan perempuan pada populasi Deuteromalayid guna menyediakan data referensi dasar bagi rekonstruksi wajah forensik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus hingga September 2020. Sampel terdiri dari 30 pasien (15 laki-laki dan 15 perempuan) ras Deuteromalayid yang menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala untuk keperluan diagnostik. Data FSTT diukur secara digital menggunakan perangkat lunak Dicom Viewer. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan adanya variasi rerata ketebalan jaringan lunak wajah antara kedua kelompok jenis kelamin. Analisis statistik mengungkapkan perbedaan yang signifikan secara spesifik pada area hidung dan bibir. Sementara itu, pada titik-titik pengukuran area wajah lainnya, meskipun terdapat perbedaan nilai rerata, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Terdapat dimorfisme seksual pada ketebalan jaringan lunak wajah populasi Deuteromalayid, terutama pada regio mid-face (hidung dan bibir). Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan data spesifik jenis kelamin dalam proses rekonstruksi wajah untuk meningkatkan akurasi identifikasi. Kata kunci: Facial Soft Tissue Thickness (FSTT); Deuteromalayid; rekonstruksi wajah; identifikasi forensik; MRI kepala.
Understanding Biometric Identification for Indonesian Immigrant Families in Sanggar Belajar Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia Mustika Chasanatusy Syarifah; Bambang Edi Suwito; Hafid Algristian; Tri Deviasari Wulan; Diana Arum Lisnawati; Ken Putri Raudhatul Jannah; Zainul Hadi Wildan Ismail
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v4i2.1213

Abstract

The primary objective of this community service activity is to provide Indonesian Immigrant Workers (IIWs) with a fundamental understanding of biometric data. This study is significant due to the growing reliance on biometric systems across sectors and the vulnerability of IIWs, who often lack awareness of data security risks. Limited digital literacy and inadequate access to legal protections heighten their susceptibility to data misuse and breaches. The research employs a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, ensuring the involvement of stakeholders from Sanggar Belajar Sentul to design the activities, making them contextually relevant and addressing the specific needs of the target community. The community service successfully educated 23 Indonesian Immigrant Workers, increasing their awareness of the types of biometric data and the associated risks, particularly data leakage. The findings emphasise the importance of such educational initiatives in empowering vulnerable populations to safeguard their personal information. It is recommended that similar programs be expanded to other immigrant communities, integrating hands-on training and leveraging digital platforms for broader outreach. The contributions of this research include the effectiveness of community-based education in improving biometric data literacy and data protection awareness among immigrant workers, which can serve as a model for future educational interventions aimed at strengthening digital literacy in marginalised communities.