Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Dalam Perspektif Islam Yudistira; Suwandi, Ilham; Rifki, Muchamad
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 2 No 2 (2024): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/murid.22531

Abstract

Pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian yang unggul dan berakhlak mulia sejak usia dini. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada pengembangan aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan karakter diterapkan di sekolah dasar dalam bingkai ajaran Islam, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan wawancara dengan para pendidik di sekolah berbasis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah dasar Islam mengintegrasikan ajaran moral Islam ke dalam setiap mata pelajaran, aktivitas sehari-hari, serta hubungan sosial di sekolah. Pengajaran akhlak melalui keteladanan guru, kegiatan ibadah, serta penanaman nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab menjadi inti dari proses pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dalam perspektif Islam efektif dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial yang mendukung.
MOZAIK NILAI SEBAGAI FONDASI PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL Firmansyah, Tresna Ridwan; Amala, Djodi; Sobariah, Sobariah; Supriadi, Dadi; Rifki, Muchamad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2052

Abstract

The digital era presents both opportunities and challenges for the world of education, particularly in shaping the character of students. Advances in information technology often give rise to moral crises, ethical degradation, and weak self-control among the younger generation. Therefore, an approach is needed that can bridge the gap between digital development and the instillation of noble values. The concept of a mosaic of values is seen as a relevant strategy, as it brings together various moral, spiritual, social, and cultural values into a unified whole that can shape the character of students. This study aims to examine the urgency of the value mosaic as the foundation of character education in the digital age, emphasizing the importance of integrating religious, ethical, and humanitarian values into the education system. The study method used is qualitative with a literature review approach to education literature, value philosophy, and Islamic perspectives. The results of the study show that the mosaic of values is not just a collection of norms, but a system that complements and strengthens each other, so that it can become a solid foundation in facing the challenges of digital globalization. Thus, character education based on a mosaic of values is expected to produce a generation that is intellectually intelligent, emotionally mature, and has high integrity in social life.ABSTRAKSatu Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter peserta didik. Kemajuan teknologi informasi seringkali memunculkan krisis moral, degradasi etika, serta lemahnya kontrol diri generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang mampu menjembatani antara perkembangan digital dengan penanaman nilai-nilai luhur. Konsep mozaik nilai dipandang sebagai strategi yang relevan, karena menyatukan berbagai nilai moral, spiritual, sosial, dan budaya menjadi satu kesatuan utuh yang dapat membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi mozaik nilai sebagai fondasi pendidikan karakter di era digital, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai religius, etis, dan kemanusiaan dalam sistem pendidikan. Metode kajian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur pendidikan, filsafat nilai, dan perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa mozaik nilai bukan hanya sekadar kumpulan norma, melainkan sebuah sistem yang saling melengkapi dan memperkuat, sehingga mampu menjadi landasan kokoh dalam menghadapi tantangan globalisasi digital. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis mozaik nilai diharapkan dapat melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta berintegritas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
BANGUNAN DASAR ILMU PENGETAHUAN: TELAAH PEMIKIRAN ARCHIE JOHN BAHM Kulsum, Umi; Sapdi, Yessy Gusman Meilani; Taqiyyudin, Muhamad Rival; Sidik, Syahrul; Rifki, Muchamad
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.37-48

Abstract

Terbatasnya literatur yang ada dalam pembahasan bangunan dasar ilmu pengetahuan melahirkan banyak pertanyaan. Apa itu bangunan dasar ilmu pengtahuan?,  Perlukah ilmu pengetahuan memiliki bangunan dasar? Bagaimana enam komponen tersebut menjadi sangat penting dalam ilmu pengetahuan?. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Reasearch), dimana penulis mengumpulkan bermacam literatur yang relevan dan menjadikannya sebuah penelitian baru. Hasil penelitian didapatkan bahwa, Bangunan dasar ilmu pengetahuan menurut A.J Bahm merupakan sebuah landasan terstruktur yang terdiri atas enam komponen penting, hal tersebut menjadikan setiap ilmu pengetahuan harus mempunyai sebuah bangunan dasar, enam komponen dalam bangunan dasar  memberikan indikator dalam melahirkan sebuah ilmu pengetahuan diantaranya; Masalah, Sikap, Metode, Aktivitas. Kesimpulan dan Pengaruh. Dengan adanya indikator yang terstruktur tersebut, ilmu pengetahuan menjadi lebih kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Diharapkan, dengan adanya artikel ini, dapat menambah wawasan terkait dengan Bangunan Dasar Ilmu Pengetahuan baik bagi penulis maupun pembaca, serta dapat berimplikasi dalam kehidupan Masyarakat.
HAKIKAT KEBENARAN: STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN AL-GHAZALI DAN JOHN DEWEY TENTANG PENDIDIKAN Supriyadi, Supriyadi; Zaenudin, Jejen; Hermawati, Hermawati; Danuri, Danuri; Rifki, Muchamad
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.91-100

Abstract

Penelitian ini membahas hakikat kebenaran dalam konteks pendidikan melalui studi komparatif terhadap pemikiran Al-Ghazali dan John Dewey. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan keduanya mengenai pendidikan sebagai hakikat kebenaran. Analisis data dilakukan melalui analisis konten dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan implikasi dari sudut pandang keduanya. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mendalam mengenai konsep kebenaran dalam konteks pendidikan, merinci perspektif Al-Ghazali yang mencakup aspek spiritual dan nilai-nilai Islam, serta pandangan John Dewey yang lebih menekankan pada pengalaman, eksperimen, dan kebebasan berpikir. Kesimpulan dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemahaman yang lebih holistik tentang hakikat kebenaran dalam pendidikan dengan melibatkan perbandingan antara pemikiran dua tokoh ini.
Represifisme, Beban Publik, dan Ekonomi Rakyat: Krisis Nilai di Tengah Kekerasan Negara Rifki, Muchamad; Wahyudin, Wahyudin; Pujawa, Aneng Roehanah; Fauziyah, Nita; Juhara, Heri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2053

Abstract

The wave of demonstrations in Indonesia from late August to early September 2025 reflected public unrest over social injustice, corruption, and weak state governance. The mass demonstrations that took place in various regions prompted a repressive response from security forces, including the use of tear gas, rubber bullets, mass arrests, and even loss of life. This study aims to analyze the crisis of values arising from the clash between the people's right to express their aspirations and state repression. The research method used a descriptive qualitative approach based on observations of literature, online news, and reports from human rights organizations. The results indicate that repression leads to a degradation of democratic values, justice, and humanity. Furthermore, the economic burden on the people is further burdened by the disruption of social and economic activities. This study emphasizes the importance of a humanistic approach in handling demonstrations to prevent further erosion of basic societal values.ABSTRAKGelombang demonstrasi di Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2025 mencerminkan keresahan publik terhadap ketidakadilan sosial, korupsi, dan lemahnya tata kelola negara. Aksi massa yang berlangsung di berbagai daerah memunculkan respons represif dari aparat keamanan, termasuk penggunaan gas air mata, peluru karet, penangkapan massal, hingga jatuhnya korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis nilai yang lahir dari benturan antara hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan tindakan represif negara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis observasi literatur, berita daring, dan laporan lembaga HAM. Hasil kajian menunjukkan bahwa represifisme menimbulkan degradasi nilai demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan. Selain itu, beban ekonomi rakyat semakin berat akibat terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan demonstrasi, agar nilai-nilai dasar kemasyarakatan tidak semakin tergerus.
PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Rifki, Muchamad; Wahyuni, Neneng Sri; Nasrullah, Fathonah; Hidayatuloh, Abdul Aziz; Hasan, Muhammad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2054

Abstract

This study examines the urgency of value education in the era of globalization, as well as the approaches and strategies that can be applied in learning processes to shape students’ character. Globalization brings positive impacts such as easier access to information and improved skills, but it also presents challenges including moral degradation, weakened cultural identity, and increasing individualism. Therefore, value education must be positioned as an integral part of the learning process. This research employs a library research method by analyzing literature related to value education, learning approaches, and character-building strategies. The findings indicate that value education can be internalized through approaches such as role modeling, habituation, value dialogue, value clarification, and curriculum integration. This study identifies that the combination of role modeling and habituation represents the most effective strategy within the context of formal education in Indonesia. In addition, active learning, collaborative learning, and project-based learning provide opportunities for students to understand and practice values through real-life experiences. This research offers a conceptual contribution to the development of value-education practices based on curriculum integration and active learning in schools.ABSTRAKPenelitian ini membahas urgensi pendidikan nilai di era globalisasi serta pendekatan dan strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter peserta didik. Globalisasi membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan keterampilan, namun juga menimbulkan tantangan seperti degradasi moral, melemahnya identitas budaya, dan meningkatnya individualisme. Oleh karena itu, pendidikan nilai perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait pendidikan nilai, pendekatan pembelajaran, dan strategi implementasi karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nilai dapat di internalisasi melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, serta integrasi nilai dalam kurikulum. Kajian ini menemukan bahwa kombinasi pendekatan keteladanan dan pembiasaan merupakan strategi yang paling efektif dalam konteks pendidikan formal di Indonesia. Selain itu, strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami dan mempraktikkan nilai dalam pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan praktik pendidikan nilai berbasis integrasi kurikulum dan pembelajaran aktif di sekolah.