Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penampilan Produksi Sapi Peranakan Ongole yang Diberi Pakan Konsentrat yang Mengandung Tepung Daun Murbei Duta Setiawan; Henny Nuraini
Jurnal Agripet Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, N0. 1, April 2016
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v16i1.3013

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan pakan konsentrat yang mengandung tepung daun murbei terhadap performa sapi peranakan ongole. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 4 perlakuan dan 4kelompok. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat komplit), P2 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat jagung), P3 Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat dedak padi, P4 (Pakan hijauan berupa rumput lapang dan pakan konsentrat berupa murbei dan konsentrat onggok). Parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, efisiensi pakan, Income Over Feed Cost (IOFC), dan R-C rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun murbei pada konsentrat yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata (P 0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, efisiensi pakan, Income Over Feed Cost (IOFC), dan R-C rasio. Kesimpulan penelitian ini bahwa konsentrat yang mengandung tepung daun murbei dapat dikombinasikan dengan konsentrat tunggal seperti jagung, onggok atau konsentrat komplit.(Performance of local cattle (Peranakan Ongole-PO) feed concentrates containing mulberry leave meal)ABSTRACT. The research has been conducted to study the ability of mulberry leaves that mixed in concentrates feed on the performance of Local cattle. A randomized block design, with 4 treatments and 4 blocks applied. The treatments consisted of 4 different mix of feed which were P1 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves and concentrate complete), P2 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and corn concentrate), P3 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and rice bran concentrate), P4 (native grass and concentrate feed in the form of mulberry leaves meal and tapioca waste concentrate). Parameters measured were feed consumption, daily body weight gain, feed efficiency, Income Over Feed Cost (IOFC), revenue cost ratio. The results showed that the mulberry leaves meal in different concentrate not significantly (P0,05) affect daily body weight gain, feed consumption, feed efficiency and Income Over Feed Cost (IOFC), and revenue cost Ratio. It is concluded that based on the nutrient content, mulberry leaves meal concentrate can be combined with a single ingredient of concentrate feed such as corn, cassava waste meal or complete concentrate.
Deskripsi dan Karakteristik Morfometri Kambing Peranakan Etawa yang Terintegrasi dengan Tanaman Lada Setiawan, Duta
Jurnal Galung Tropika Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v13i3.1220

Abstract

The integration system for Peranakan Ettawa (PE) goat livestock and pepper plants is one model for developing PE goat cultivation to increase agricultural businesses' efficiency and productivity. The research aims to determine the description of breeder characteristics in implementing the integration of PE goats and pepper plants, grazing capacity, and morphometric measurements on the bodies of PE goats in Bengkayang Regency. The research was conducted in the Selebar sub-district of Bengkayang Regency using survey and interview methods. The breeders were determined purposively using the criteria that the livestock group would still run an integrated PE goat farming business with pepper plants. Analyze breeder characteristics and morphometric data descriptively to determine the relationship between the grazing capacity of PE-integrated goats with pepper plants and livestock units (ST) calculated using linear regression. The research results describe PE goat breeders who are integrated with pepper plants based on age at the productive age of 41-50 years and experience in raising PE goats for 11-20 years. The grazing capacity of PE goat breeders is 32.71 Kg with an R2 of 94.93%. The morphometry of male and female PE goats aged around two integrated with pepper plants in Selebar District is not much different from SNI 7352.1, so it is still good for improving their performance.
PERBAIKAN PAKAN SAPI MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI SILASE PELAPAH SAWIT Duta Setiawan; Siti Aprizkiyandari; Heriyanto Heriyanto; M. Awaluddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19285

Abstract

Abstrak: Limbah sawit seperti pelepah sawit banyak terdapat di desa Pinang Luar dan belum dimanfaatkan menjadi pakan ternak secara maksimal, untuk itu perlu edukasi kepada masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki softskill peternak terhadap kualitas pakan sapi yang ada di Desa Pinang Luar, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan di Desa Pinang Luar, Kabupaten Kubu Raya. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan ialah penyuluhan dan pelatihan yang diikuti oleh 15 orang petani. Kegiatan pelatihan terdiri dari pengenalan bahan pakan sapi berbasis limbah kelapa sawit, pembuatan silase pelepah sawit. Sedangkan kegiatan penyuluhan meliputi pemanfaatan pakan silase berdasarkan program pemeliharaan sapi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan setelah penyuluhan kepada kelompok ternak dalam hal pengertian silase (45%), kegunaan silase (47%), bahan yang dapat digunakan untuk silase (20%), dan cara pembuatan silase (42%). Perubahan pengetahuan peternak di desa Pinang Luar setelah melakukan pelatihan silase pelepah sawit adalah pembuatan silase, pemberian silase dan majemen pakan berada pada angka 76%, 83% dan 86%. Kesimpulan pada pengabdian ini peternak sapi dapat mengikuti penyuluhan dan pelatihan membuat silase dari pelepah sawit sehingga menambah variasi pengolahan pakan ternak dan dapat menanggulangi limbah pelepah sawit yang tidak termanfaatkan.Abstract: Palm oil waste, such as palm fronds, is often found in Pinang Luar village and has yet to be utilized as animal feed optimally. For this reason, it is necessary to educate the community. This community service program attempts to enhance the quality of cattle feed in Pinang Luar Village, Kubu Raya Regency. This activity was conducted for one month in Pinang Luar Village, Kubu Raya Regency. The community service applied counseling and training methods. The training programs include the introduction of cattle feed ingredients based on palm oil waste, making palm frond silage. While counseling programs include the use of silage feed based on cattle nurturing plans. The results of these training and counseling activities can increase insights to rancher groups in Pinang Luar Village, Kubu Raya Regency in terms of understanding silage (45%), using silage (47%), materials that can be used for silage (20%), and how to make silage (42%). Improvement in techniques of ranchers in Pinang Luar village after conducting training on palm frond silage are silage making, silage feeding and feed management at 76%, 83% and 86%. The conclusion of this service is that cattle breeders can take part in counseling and training on making silage from palm midrib so as to increase the variety of fodders for livestocks and can solve unused palm midrib waste.
DESKRIPSI SISTEM INTEGRASI SAPI SAWIT (SISKA) DI KLASTER RIMBA MAKMUR KABUPATEN SANGGAU Setiawan, Duta
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v5i2.2086

Abstract

Sanggau is one of the palm oil-producing districts in West Kalimantan Province. This region has an oil palm plantation area of 327,417 Ha, or 26.18% of the area of Sanggau Regency. One of the oil palm plantations in Sanggau Regency was PTPN XIII, which is located in Semerangkai village. The integration of cattle grazing on oil palm plantations has been ongoing for years. This research aims to find out the description of SISKA in the Rimba Makmur Cluster, including smallholders' characteristics, and the Livestock rearing system. The type of research used was descriptive qualitative, with data collection carried out through interviews and questionnaires with cattle rearing who were integrating with oil palm. The data analysis used is descriptive qualitative. The research results show that the characteristics of breeders have an education level of 50% junior high school graduates and 40% farming experience raising cattle for 20 year. The cluster population of 275, there are 73 males and 202 females. The average body condition score (BCS) value is 3. The cattle-rearing system in oil palm plantations utilizes rotational grazing and is equipped with electric fencing. A cattle population of 275 heads only requires an oil palm area of 275 Ha out of a total grazing land of 596 Ha, so 321 AU can still increase the population..
Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Rumput Odot (Pennisetum Purpureum CV. Mott) pada Pemberian Berbagai Pupuk Organik Utomo, Budi; Nurfitriani, Rizki Amalia; Setiawan, Duta; Ningsih, Niati; Yulinarsari, Alditya Putri; Anifiatiningrum
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap profil pertumbuhan dan kandungan nutrisi rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk organik padat/POP), P2 (pupuk organik cair/POC), P3 (kombinasi POP dan POC), dan P4 (pupuk urea). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, bobot kering, dan bobot segar, sedangkan kandungan nutrisi meliputi bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK), dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan rumput odot. Perlakuan P1 meningkatkan jumlah daun, bobot kering, bobot segar, dan kandungan PK; P2 meningkatkan jumlah tunas dan LK; P3 meningkatkan panjang tunas; P4 meningkatkan SK; sedangkan P0 menghasilkan kandungan BK dan abu tertinggi. Pupuk organik padat direkomendasikan untuk budidaya rumput odot guna memperoleh hasil optimal.
Analysis of Beef Cattle Population Development in North Kayong Regency: Analisis Pengembangan Populasi Sapi Potong di Kabupaten Kayong Utara Setiawan, Duta; Syamsiah, Nurfia Oktaviani
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v25i2.2024.80-88

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya dukung wilayah pengembangan ternak sapi potong di Kayong Utara, menganalisis location quotient (LQ) di wilayah Kayong Utara, dan menganalisis tata niaga peternakan sapi. Metode penelitian ini menggunakan survey yang bersifat deskriptif analitik pada peternakan sapi di Kabupaten Kayong Utara. Wawancara dilakukan kepada para pedagang pelaku pemasaran ternak sapi dilakukan secara purposive sampling. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Luas daya dukung wilayah yang sesuai dengan faktor wilayah ekologis yaitu wilayah pesisir meliputi Kecamatan Simpang Hilir (29.271,90 ha), Sukadana (13.205,25 ha), Teluk Batang (6.282,75 ha) dan Seponti  (5.237,55 ha), sedangkan wilayah kepulauan yaitu Kecamatan Pulau Maya (4.397,25 ha). Sedangkan daya dukung  wilayah yang sesuai untuk hijauan pakan ternak: Simpang Hilir (1.2749 ST), Sukadana (5.751 ST), Teluk Batang (2.736 ST), Seponti (2.281 ST), sedangkan kecamatan Pulau Maya (1.915 ST). Hasil analisis location quotient menunjukkan ada 3 wilayah termasuk dalam sektor basis yaitu Sukadana (1,51), Simpang Hilir (1,45) dan Seponti (1,45). Rantai tata niaga sapi potong di Kayong Utara sebagaian besar merupakan tata niaga yang panjang terjadi karena jarak yang jauh, tataniaga antar kabupaten dalam provinsi Kalimantan Barat. Kayong Utara masih berpotensi untuk pengembangan sapi potong 73,62% dengan memperbaiki manajemen, sarana dan prasarana pendukung.
Penggantian Bungkil Kelapa dengan Lumpur Sawit Fermentasi dalam Ransum Terhadap Kecernaan Kelinci Lokal Jantan Setiawan, Duta; Purnomosidi, Marjoko
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V No 2 Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v5i2.128

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kelapa (CM) dengan fermentasi padat (FS) dalam ransum terhadap kinerja kelinci jantan lokal. Penelitian ini dilakukan di peternakan percontohan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura dan Laboratorium Nutrisi Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemerintah Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan selama 8 minggu menggunakan 16 kelinci. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan (P0, P1, P2, P3), dan empat ulangan dan masing - masing berisi satu kelinci jantan lokal. Perlakuan yang diberikan adalah substitusi CM dengan FS, yaitu: P0 = 60% Field Grass (FG) + konsentrat 40% (15% CM + 0% FS); P1 = 60% konsentrat FG + 40% (FS 10% + 5% FS); P2 = 60% konsentrat FG + 40% (5% CM + 10% FS) dan konsentrat P3 = 60% FG + 40% (FS 0% + 15% FS). Parameter yang diambil adalah kenaikan harian rata-rata, konsumsi pakan, konversi pakan dan biaya pakan per perolehan. Hasil penelitian ini adalah konsumsi pakan 36,64 - 42,36 g / hari, rata - rata kenaikan harian 6,87 - 7,31 g / hari, kecernaan bahan kering 49,80 - 53,31%, dan kecernaan bahan organik 42,66 - 49,35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung kelapa dengan FS sampai 100% (15% dari total ransum) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja kelinci jantan lokal, namun sebesar 15% dari total ransum substitusi (P3) dapat menekan biaya makan per perolehan nilai.
Peningkatan Produksi Kelinci di Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat Melalui Teknologi Pakan Pellet Berbasis Limbah Sagu Setiawan, Duta; Rohayeti, Yeti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.2816

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Ampera Raya kecamatan Sungai Raya melalui kegiatan ternak kelinci adalah peningkatan kemampuan manajemen budidaya ternak kelinci secara intensif dan produktivitas petani ternak kelinci melalui teknologi pembuatan pellet pakan kelinci. Kegiatan PKM ini bekerja sama dengan mitra 2 kelompok tani ternak yaitu kelompok tani Master dan kelompok ternak Armada. Permasalahan mitra kelompok ternak Armada adalah budidaya masih ekstensif dan mitra Kelompok tani Armada adalah harga pakan kelinci komersial yang mahal. Metode pendekatan meliputi: Penyuluhan tentang pentingnya budidaya kelinci dalam pemeliharaan ternak khususnya pemeliharaan anakan untuk meningkatkan produksi karena induk kelinci memiliki sifat memelihara dan mengasuh anak yang lemah, menyebabkan banyak kematian pada anak kelinci dan pentingnya pengadaan bibit dan pakan secara mandiri, sehingga akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat kelompok tani ternak. Pelatihan dan Pendampingan mitra tentang teknologi perkandangan baterai dan pembuatan pakan kelinci berbasis limbah sagu. Hasil pengabdian masyarakat, melalui manajemen budidaya peternakan kelinci pengunaan kandang baterai dapat menurunkan kematian sebesar 50% dan penggunaan mesin pellet dapat meningkatkan performa produksi dengan pertambahan bobot badan yang lebih baik yaitu meningkat 20%.
Penambahan Air Jeruk Sambal (Citrus microcarpa) pada Air Minum terhadap Kadar Lemak Daging Broiler Adisti, Rizqa; Setiawan, Duta; Zakiatulyaqin, Zakiatulyaqin; Purnomosidi, Marjoko
Jurnal Agripet Vol 18, No 1 (2018): Volume 18, No. 1, April 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i1.9031

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air jeruk sambal (Citrus microcarpa) pada air minum terhadap penurunan kadar lemak dan taraf lemak daging broiler. Materi yang digunakan adalah ayam umur 1 hari (DOC) strain CP 707 sebanyak 80 ekor yang ditempatkan dalam kandang berukuran (5,5 2,5 2 m) yang disekat menjadi 20 unit dengan setiap unit percobaan di isi 4 ekor broiler. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial (BR10, BR11 dan BR12). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan taraf perlakuan P0 (0% jeruk sambal per 1 L air ), P1 (0,4% jeruk sambal per 1 L air), P2 (0,8% jeruk sambal per 1 L air) dan P3 (1,2% jeruk sambal per 1 L air). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dapat meningkatkan persentase bobot karkas, penurunan persentase lemak abdominal dan persentase lemak daging broiler. Kesimpulan penambahan air jeruk sambal pada air minum dapat menurunkan lemak daging broiler dengan taraf pemberian terbaik 0,8%.(The effect of native orange water (Citrus microcarpa) in drink water on broiler meat fat)ABSTRAK. This research aim to determine the effect of native orange (Citrus microcarpa) to drink water on percentage meat fat broiler and the best level for degrade meat fat. The used materials were day old chick (DOC) strain CP707 as many as 80 birds, were placed in cages with size of (5,5 2,52 m) is partitioned into 20 units an each unit in the experiment with the contents of 4 chickens. Commercial feed was used, they were (BR10, BR11 and BR12). Completely randomized design (CRD) was applied, with 4 treatment and 5 replications. The level of treatments were P0 (0% native orange for 1 L water), P1 (0,4 native orange for 1 L water), P2 (0,8% native oramge for 1 L water) and P3 (1,2% native orange for 1 L water). Data were analyzed using analysis of variance at level 5% and followed by honesty significant different (HSD).The result showed that there were increasing percentage of carcass, abdominal fat and meat fat. As a conclusion, increment native orange to drink water can degrade broiler meat fat with the best level at 0,8%.
Pemanfaatan bahan pakan lokal melalui pelatihan pembuatan pakan pelet ayam kampung di desa Arang Limbung kabupaten Kubu Raya Rakhmad Perkasa Harahap; Yeti Rohayeti; Duta Setiawan; Najiman Najiman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21756

Abstract

AbstrakPakan merupakan kebutuhan pokok ternak yang penting dalam usaha peternakan ayam kampung. Pakan berkontribusi mencapai 80% dari biaya produksi dalam usaha ayam kampung. Oleh karena itu, perlu inisiatif peternak untuk meningkatkan kemandirian pakan lokal dengan memanfaatkan bahan pakan lokal. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang pakan lokal, keterampilan pembuatan pakan pelet, kualitas pakan pelet yang diproduksi, dan keberlanjutan penggunaan pakan lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan kepada peternak kelompok tani Desa Arang Limbung di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada 16 Agustus 2021. Proses pelaksanaannya terdiri dari empat tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pra-pelaksanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan umpan balik. Pelatihan ini diikuti oleh 10 orang kelompok tani yang juga merupakan peternak ayam kampung lokal dan berfokus pada pengembangan keterampilan dalam membuat pakan pelet berkualitas tinggi yang dibuat dengan bahan lokal. Evaluasi yang digunakan dengan metode pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan peternak tentang pakan lokal meningkat sebesar 40%, keterampilan pembuatan pakan pelet meningkat sebesar 45%, kualitas pakan yang dihasilkan telah meningkat sebesar 40%, dan keberlanjutan penggunaan pakan lokal secara signifikan meningkat 35%. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini memberikan peningkatan pengetahuan peternak tentang pakan lokal, keterampilan pembuatan pakan pellet, kualitas pakan yang dihasilkan, dan keberlanjutan penggunaan pakan lokal. Kata kunci: pelatihan pakan pelet; peternakan ayam kampung; pemanfaatan bahan lokal; keberlanjutan peternakan; pendidikan peternakan. AbstractFeed is an essential livestock requirement that is important in free-range chicken farming. Feed contributes up to 80% of production costs in the free-range chicken business. Therefore, it is necessary to take the initiative of breeders to increase the independence of local feed by utilizing local feed ingredients. This training aims to increase farmers' knowledge about local feed, skills in making pellet feed, the quality of pellet feed produced, and the sustainability of the use of local feed. The method used was training for farmer group farmers in Arang Limbung Village in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, on 16 August 2021. The implementation process consists of four stages, namely the preparation stage, pre-implementation stage, implementation stage, and evaluation and feedback stage. This training was attended by 10 farmers or local free-range chicken breeders and focused on developing skills in making high-quality pellet feed from local ingredients. The evaluation used was the pre-test and post-test method. The results of the training show that farmers' knowledge of local feed has increased by 40%, skills in making pellet feed have increased by 45%, the quality of the feed produced has increased by 40%, and the sustainability of the use of local feed has significantly increased by 35%. It can be concluded that this training increases farmers' knowledge about local feed, skills in making pellet feed, the quality of the feed produced, and the sustainability of the use of local feed. Keywords: pellet feed training; free-range chicken farming; utilization of local materials; livestock sustainability; livestock education.