Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

NILAI-NILAI ADAT DALAM KBG DI DESA TANALEIN KECAMATAN SOLOR BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR Vinsensius Bawa Toron; Paulinus Tibo
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.931 KB) | DOI: 10.56444/nalar.v1i2.150

Abstract

Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak  Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai  kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon  yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG. 
KARAKTER BANGSA: BUDAYA KOMUNIKASI DALAM KOMUNITAS Bawa Toron, Vinsensius
IN VERITATE LUX Vol 3 No 2 (2020): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v3i2.61

Abstract

The culture of communication in the family community means that each person will know what love, affection and sacrifice are. Instilled in love and sacrifice appears to be a common interest, similarity, affinity. The family as a small institution and a gift from God, the key to harmony starts from within the family, such as placing trust, setting an example or role model so that children are interested or interested in what they emulate and emulate. Therefore, the key to achieving harmony in the family is to build a culture of continuous communication
AJARAN SOSIAL GEREJA TENTANG MEMBANGUN KELUHURAN MARTABAT MANUSIA SEBAGAI CITRA ALLAH Toron, Vinsensius Bawa; Marinus, Yohanes
IN VERITATE LUX Vol 1 No 1 (2018): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v1i1.78

Abstract

Many kinds of policy and program should be deeply rooted in our belief to God and for people prosperity themselves. Empowerment which is involve worship is meaningful if it is directed to human prosperity as God creature which is him alike. Church social doctrine which is printed in encyclical emphasize that the process of empowerment does not make them having attitude of dependency to power of a big scale economic or government, but escape them from dependency. There for encyclical contains that PSE commission should develop people skill and potential so that they are able to create independent economic business, and PSE commission should control public policy direction in economic or politics in order to strengthen public prosperity (bonum commune). PSE commission should be able to push public policy creator and doer to work honestly, fair, and concern about common interest. Creating network marketing and business micro which train and creating work place for who are not skillful enough. This action should be developed and facilitated further, so that group business which have got skill training about farming and craft are able to market business result.
Pendampingan dalam Penyusunan SOP: Kunci Keberhasilan Organisasi Toron, Vinsensius Bawa; Atakelan, Pius; Anutopi, Yohana Tokan; Geon, Agustina Farida Bulu
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Desember (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v4i2.380

Abstract

Kegiatan pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Taman Seminari St. Clara Pohon Bao bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun SOP yang relevan, sistematis, dan aplikatif. Metode yang digunakan mencakup pembentukan kelompok kerja, pendampingan intensif, diskusi, presentasi hasil, serta pelatihan teknis. Pendekatan ini melibatkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, memastikan keselarasan dokumen SOP dengan kebutuhan operasional lembaga. Dukungan penuh dari manajemen memperkuat semangat peserta, menghasilkan 50 SOP terintegrasi dan peningkatan koordinasi antarbagiannya. Diharapkan model pendampingan ini dapat menjadi acuan bagi lembaga Taman Seminari atau lembaga Taman kanak kanak (TKK)  lain. Saran mencakup alokasi waktu lebih luas dan pelatihan tambahan guna optimalisasi proses serupa di masa depan.
Penerapan Strategi Guru dalam Menanamkan Nilai Kejujuran pada Peserta Didik Sekolah Dasar Lebao, Yohana Antonia Nini; Toron, Vinsensius Bawa; Tukan, Petrus
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.31719

Abstract

Abstract: This study aims to describe the strategy of Catholic Religious Education (PAK) teachers in shaping the honest character of students at Penikenek Elementary School. This research is important to do because the value of honesty is the main foundation in the formation of the character of students with integrity, but in practice it is often ignored in everyday life at school. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. the data analysis technique used in this research is the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that honest character is instilled through value learning, habituation, exemplary, and educational sanctions. Teachers act as role models and moral facilitators who instill the value of honesty consistently according to the teachings of the Catholic faith. Despite challenges such as cheating behavior and minor dishonesty, a reflective and humanist approach helps students develop moral awareness. This study recommends strengthening school and parent cooperation, continuous teacher training, and integration of honesty values in all learning processes to form a school culture with character.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam membentuk karakter jujur peserta didik di SDN Penikenek. Penelitian ini penting dilakukan karena nilai kejujuran merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas, namun dalam praktiknya sering kali diabaikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman, yaitu redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter jujur ditanamkan melalui pembelajaran nilai, pembiasaan, keteladanan, dan pemberian sanksi edukatif. Guru berperan sebagai teladan dan fasilitator moral yang menanamkan nilai kejujuran secara konsisten sesuai ajaran iman Katolik. Meskipun ditemukan tantangan seperti perilaku mencontek dan ketidakjujuran kecil, pendekatan yang reflektif dan humanis membantu siswa mengembangkan kesadaran moral. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerja sama sekolah dan orang tua, pelatihan guru secara berkelanjutan, serta integrasi nilai kejujuran dalam seluruh proses pembelajaran untuk membentuk budaya sekolah yang berkarakter.
Penerapan Role Modeling dalam Pendidikan Agama Katolik untuk Pembentukan Karakter Siswa: Studi Kasus di SMP Negeri 2 Atadei, NTT Watun, Yohanes; Toron, Vinsensius Bawa
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.933

Abstract

Penerapan Role Modeling dalam Pendidikan Agama Katolik untuk Pembentukan Karakter Siswa: Studi Kasus di SMP Negeri 2 Atadei, NTT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan role modeling dalam Pendidikan Agama Katolik (PAK) sebagai upaya pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 2 Atadei. Objek penelitian adalah penerapan role modeling oleh guru PAK di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru PAK, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK secara konsisten menjadi teladan nilai-nilai Kristiani melalui perilaku sehari-hari dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan. Siswa mengakui terinspirasi oleh sikap guru PAK, meskipun tantangan eksternal seperti pengaruh media digital dan kurangnya dukungan keluarga memengaruhi keberhasilan pembentukan karakter. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan Gereja, serta penyediaan sarana pembelajaran yang relevan untuk mendukung pendidikan karakter di sekolah.
Dari Rumah ke Altar : Kontribusi Orang Tua terhadap Spiritualitas dan Keterlibatan Orang Muda Katolik Adelheit Awa Hurint; Vinsensius Bawa Toron; Petrus Tukan
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 3 (2025): September : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i3.7039

Abstract

This study aims to examine the level of participation of Catholic Youth (OMK) in spiritual activities, identify the factors contributing to their low involvement, and formulate strategies that parents can implement to foster OMK's enthusiasm for church engagement. The research employs a descriptive qualitative approach, involving eight informants consisting of active OMK, inactive OMK, and their respective parents. Data were collected through interviews and observations, and analyzed in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing and verification.The findings reveal that active OMK demonstrate strong attendance at Mass, active involvement in youth leadership roles, and stable spiritual growth. In contrast, inactive OMK show low participation due to a lack of internal motivation and weak parental support. Active parents have a positive influence through their role modeling, shared prayer, and open communication about faith.In conclusion, parental involvement plays a critical role in shaping OMK's participation and spiritual development. A consistent approach to family-based spiritual formation is essential to encourage greater youth involvement in the life of the Church.
Pendidikan Agama Katolik sebagai Sarana Pembentukan Karakter Disiplin: Studi tentang Peran Keteladanan Guru di Sekolah Igo Lamak, Benediktus; Toron, Vinsensius Bawa
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1605

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi di SMA Negeri 1 Wulandoni, melibatkan guru PAK, kepala sekolah, dan empat siswa beragama Katolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara konsisten menjadi teladan dalam hal ketepatan waktu, kerapian, dan kebersihan, yang secara efektif membentuk kesadaran internal siswa tentang pentingnya disiplin sebagai bagian dari integritas pribadi. Secara kuantitatif, terjadi penurunan keterlambatan siswa sebesar 42%, peningkatan ketepatan waktu pengumpulan tugas sebesar 63%, dan 75% siswa menunjukkan inisiatif lebih tinggi dalam menjaga kebersihan kelas selama satu semester. Nilai-nilai Kristiani, seperti ketaatan Yesus, diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, menghasilkan transformasi karakter secara holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAK memegang peran strategis dalam pembentukan disiplin siswa, dengan dukungan teori pendidikan karakter Lickona dan pendekatan Shared Christian Praxis Groome. Penelitian merekomendasikan penguatan formasi spiritual guru dan pembudayaan nilai disiplin secara menyeluruh di lingkungan sekolah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMP KATOLIK: TINJAUAN TEORETIS DAN REFLEKTIF BERDASARKAN IMAN KATOLIK Wea, Fransiska; Toron, Vinsensius Bawa
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i3.6630

Abstract

This study aims to examine the implementation of character education in the Independent Curriculum at Ratu Damai Catholic Junior High School Waibalun, with a focus on the formation of religious attitudes, cooperative skills, creativity, and independence of students. The formulation of the problem is: the extent to which character education has been internalized by students and how are the challenges faced in its application. This research uses a qualitative approach with a case study method, and data is collected through in-depth interviews with principals, teachers, homeroom teachers, and students. The findings show that the four aspects of character still face serious challenges, including the limitations of personal religious appreciation, low spirit of cooperation in groups, lack of courage to create, and students' dependence on completing tasks. The novelty of this research lies in the conceptual and practical integration of modern character theory with the teachings of the Catholic faith. Research recommends a more reflective and integral approach to character formation, involving principals, teachers, parents, and the Church, to create an ecosystem of Catholic education that truly educates students' hearts, minds, and faith as a whole. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka di SMP Katolik Ratu Damai Waibalun, dengan fokus pada pembentukan sikap religius, kemampuan bekerja sama, kreativitas, dan kemandirian siswa. Rumusan masalahnya adalah: sejauh mana pendidikan karakter tersebut telah diinternalisasi siswa dan bagaimana tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa keempat aspek karakter masih menghadapi tantangan serius, antara lain keterbatasan penghayatan religius yang bersifat personal, rendahnya semangat kerja sama dalam kelompok, minimnya keberanian berkreasi, serta ketergantungan siswa dalam menyelesaikan tugas. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada integrasi teori karakter modern dengan ajaran iman Katolik secara konseptual dan praktis. Penelitian merekomendasikan pendekatan formasi karakter yang lebih reflektif dan integral, melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan Gereja, untuk menciptakan ekosistem pendidikan Katolik yang benar-benar mendidik hati, budi, dan iman siswa secara menyeluruh.
Linguistic and Textual Structure Representation in Biographical Writing: Insights from BIPA Learners Wato, Yohana Monika Masing; Widia, Ida; Rizkyanfi, Mochamad Whilky; Toron, Vinsensius Bawa; Takeleb, Aderita Mariana
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 4 (2025): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i4.1956

Abstract

Purpose of the study: The study aims to comprehensively map the ability of BIPA students from Timor-Leste in writing biographical texts, while identifying their strengths and weaknesses in several key aspects: clarity of content, writing structure, creativity and language style, adherence to theme, and spelling and grammar accuracy. Methodology: Data were collected through a biographical writing task, which was assessed using a specially designed rubric. A mixed-method approach was applied: quantitative analysis was used to examine the distribution of ability levels across categories, while qualitative analysis explored detailed patterns of strengths and weaknesses for each aspect. Main Findings: The findings show that most students achieved a medium level for clarity of content (57.5%) and writing structure (60%). However, creativity (65% low) and spelling and grammar (52.5% low) emerged as the main challenges. Specific difficulties were identified in the formation of derived words, the use of temporal conjunctions, and the construction of complex sentences. Novelty/Originality of this study: This study places biographical writing as an instrument for diagnosing the writing skills of BIPA students in the sociolinguistic context of Timor-Leste, a domain that is rarely explored. This approach allows for a more detailed mapping of students’ strengths and weaknesses rather than just measuring final scores for pedagogical intervention. The implications suggest that BIPA teachers should prioritize fostering grammatical cohesion, enhancing creativity, and refining the reorientation section of biographical texts. The implementation of a scaffolding model progressing from guided examples to independent production is recommended to systematically develop students’ writing competence.