Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Nilai-Nilai Ritual Bura Kemelu dalam Konteks Perkawinan Masyarakat Adat Maku-Ole Bulin, Damasiana; Toron, Vinsensius Bawa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.528

Abstract

Dalam kehidupan baik dalam keluarga maupun masyarakat sering terjadi permasalahan permaslahan yang tidak dapat diselesaikan, masing-masing pihak mempertahankan ego. Hal ini akan berdampak pada kehidupan yang akan datang. Untuk mengatasi hal ini maka masyarakat adat Maku-Ole melakukan upacara ritual bura kemelu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja nilai-nilai bura kemelu dalam konteks perkawinan masyarakat adat Maku-Ole. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokus penelitian di desa Lewotanah Ole, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Jumlah  informan kunci sebanyak  5 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara terstrukutur. Hasil penelitian, ritual bura kemelu mengandung nilai persatuan, cinta damai dan nilai religius. Rekomendasi, ritual bura  kemelu menjadi pedoman untuk masyarakat Maku-Ole untuk generasi muda masa kini untuk membenteng tata nilai dan prilaku dalam pergaulan.
Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Katolik di SDK Botung Magdalena Wola, Maria; Petrus Tukan; Vinsensius Bawa Toron
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i1.6429

Abstract

This study focuses on the role of the principal as a manager in professionalism of Catholic Religious Education teachers at SDK Botung. The aim is to determine the extent of the principal’s role as a manager in improving the professionalism of Catholic Religious Education teachers through. The study used a descriptive qualitative method. This study was conducted at SDK Botung, invoving 3 research subjects consisting of the principal and 2 Catholic Religious Education teachers. Data were collected through interviews, observations and documentation, then analyzed using data reducation techniques, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the principal has not fully carried out his role as a manager. So it is necessary to improve the profession of Catholic Religious Education teachers.
NILAI-NILAI ADAT DALAM KBG DI DESA TANALEIN KECAMATAN SOLOR BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR Vinsensius Bawa Toron; Paulinus Tibo
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v1i2.150

Abstract

Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak  Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai  kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon  yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG. 
Faith and Evaluation: Catholic Religious Education in a Plural Society Bawa Toron, Vinsensius; Dancar, Aleksander; Marzuki, Marzuki; Muhson, Ali
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v8i3.38207

Abstract

This study explores assessment practices in Catholic religious education across junior secondary schools in Indonesia, with the primary aim of understanding how teachers evaluate student learning in plural and culturally diverse contexts. Set against the backdrop of Indonesia’s multicultural society, the research addresses the growing need for inclusive, value-based, and contextually adapted religious education. Employing a qualitative narrative phenomenological approach, the study draws upon semi-structured interviews with six Catholic religious education teachers from Western, Central, and Eastern Indonesia. Supplemented by curriculum documents and analysed using thematic analysis with ATLAS.ti, the research captures teachers’ lived experiences and assessment strategies. The findings reveal that teachers employ a hybrid model of evaluation—combining written tests, projects, discussions, and reflections—that aligns with students’ social realities and moral development. Assessment is used not only to measure knowledge, but also to reinforce ethical behaviour, religious tolerance, and community engagement. The study highlights the importance of parental involvement, technological integration, and context-responsive pedagogy in enhancing learning outcomes. The implications suggest that Catholic religious education can play a strategic role in promoting social cohesion and intercultural understanding in a plural society. This research contributes original insights by providing a regionally comparative and empirically grounded account of assessment in faith-based education, emphasising the role of teacher agency in navigating doctrinal integrity and multicultural sensitivity.
Tanggapan Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan Lima Tugas Gereja (Sebuah Studi Pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka) Toron, Vinsensius Bawa; Beding, Scolastika Lelu; Liwun, Marianus Ledun
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i10.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan mahasiswa terhadap implementasi lima tugas gereja leitorgia (liturgi), diakonia (pelayanan), martyria (kesaksian), koinonia (persekutuan), dan kerygma (pewarataan) dalam konteks kegiatan kemahasiswaan di Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam. Sumber data primer diperoleh dari sepuluh informan, yang terdiri dari mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan serta pimpinan lembaga penyelenggara kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian diorganisasi dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan konsensus atau kesamaan tanggapan di antara hampir seluruh informan. Mayoritas mahasiswa menyatakan bahwa kelima tugas gereja tersebut benar-benar diwujudkan dan dialami secara nyata dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan di STP Reinha Larantuka. Temuan ini mengindikasikan bahwa kehidupan kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai medium yang efektif untuk merealisasikan misi gerejawi secara holistik melalui pembinaan mahasiswa.
Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Iman Siswa Goran, Theresia Jawa; Toron, Vinsensius Bawa
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i1.723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman iman siswa SMA Negeri 1 Adonara Timur melalui penerapan pendekatan kontekstual dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dan kecenderungan menganggap pelajaran agama sebatas hafalan teoritis tanpa relevansi praktis dengan kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam beberapa siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi keaktifan siswa, wawancara, serta evaluasi hasil belajar yang mengukur aspek kognitif dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Kontekstual secara signifikan meningkatkan pemahaman iman siswa. Siswa menjadi lebih aktif sebagai subjek pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai-nilai Injili dengan pengalaman konkret dalam keluarga dan lingkungan sosial. Integrasi elemen diskusi kelompok, analisis situasi hidup, dan refleksi pribadi terbukti efektif mengubah persepsi siswa terhadap agama dari sekadar kewajiban akademik menjadi pengalaman spiritual yang hidup. Signifikansi penelitian ini terletak pada penguatan strategi pedagogis bagi guru di daerah dengan keterbatasan sarana, sekaligus memberikan model pembelajaran yang menyentuh dimensi intelektual, emosional, dan spiritual siswa. Penerapan pendekatan ini mendorong transformasi hidup siswa melalui penghayatan iman yang lebih mendalam dan aplikatif.
Measuring Student Character in a Fair and Contextual Manner: Development of Local Culture-Based Instruments with the IRT Model Toron, Vinsensius Bawa; Marzuki, Marzuki; Muhson, Ali; Bria, Florens Maxi Un; Bhoki, Hermania; Waton, Fidelis Regi
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 2 (2026): Article in Press
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i2.2744

Abstract

The importance of character education in the formation of a generation that is intellectually endowed but also morally and socially accountable should not be underrated. Nonetheless, evaluating student character remains a problem, especially across diverse local cultural backgrounds. In this research, an attempt was made to come up with a measure of character among junior high school students based on the local cultural values, and to achieve this purpose, the current psychometric theory of the item Response Theory (IRT) was used in the development of the instrument, as well as expert and data validation through interviews, questionnaires, and observations. The Generalised Partial Credit Model (GPCM) was the most suitable as determined in the analysis, and all the 68 items were highly conforming. The unidimensionality assumption was met (MSA = 0.977; first-factor variance = 77.57%), and the parameter correlations implied invariance and fairness across student groups. The instrument has a total information value of 403.08, a standard error of 0.05, and an information area probability of 98.52%, which indicates high precision and coverage of the measurement. Qualitative findings proved cultural relevance and semantic clarity. The study will contribute to the field of educational evaluation by offering a valid, reliable, and culture-adaptive tool that can serve as a guide for both research and research-practice in character education across diverse settings.