Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Integration of Digital Media in Religious Activities: Potential and Challenges for Catholic Education Toron, Vinsensius Bawa; Waton, Fidelis Regi; Dancar, Aleksander; Lelu Beding, Skolastika; Watomakin, Dominikus Boli
Religió Jurnal Studi Agama-agama Vol. 13 No. 2 (2023): September
Publisher : Department of Religious Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/religio.v13i2.2481

Abstract

This article aims to evaluate the use of digital media in the context of Catholic education, especially in religious activities. The method used in this study is content analysis as well as interviews on various aspects of the parish using ATLAS.ti7 software. It encompasses church building history, architectural design, community engagement, blessing ceremonies, photos, videos, writings, digital media integration and so forth. The results reveal that digital media has been used in a variety of church activities, including sharing photos, videos and writings and integrating digital media into religious experiences. However, its use in the context of Catholic education is still narrow. These factors include local conditions, limited resources and pastoral priorities. Nonetheless, digital media has great potential to be used as an educational tool in the Catholic context with the right approach and investment in the right resources.
Nilai-Nilai Ritual Bura Kemelu dalam Konteks Perkawinan Masyarakat Adat Maku-Ole Bulin, Damasiana; Toron, Vinsensius Bawa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.528

Abstract

Dalam kehidupan baik dalam keluarga maupun masyarakat sering terjadi permasalahan permaslahan yang tidak dapat diselesaikan, masing-masing pihak mempertahankan ego. Hal ini akan berdampak pada kehidupan yang akan datang. Untuk mengatasi hal ini maka masyarakat adat Maku-Ole melakukan upacara ritual bura kemelu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja nilai-nilai bura kemelu dalam konteks perkawinan masyarakat adat Maku-Ole. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokus penelitian di desa Lewotanah Ole, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Jumlah  informan kunci sebanyak  5 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara terstrukutur. Hasil penelitian, ritual bura kemelu mengandung nilai persatuan, cinta damai dan nilai religius. Rekomendasi, ritual bura  kemelu menjadi pedoman untuk masyarakat Maku-Ole untuk generasi muda masa kini untuk membenteng tata nilai dan prilaku dalam pergaulan.
Kepala Sekolah Sebagai Manajer dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Katolik di SDK Botung Magdalena Wola, Maria; Petrus Tukan; Vinsensius Bawa Toron
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i1.6429

Abstract

This study focuses on the role of the principal as a manager in professionalism of Catholic Religious Education teachers at SDK Botung. The aim is to determine the extent of the principal’s role as a manager in improving the professionalism of Catholic Religious Education teachers through. The study used a descriptive qualitative method. This study was conducted at SDK Botung, invoving 3 research subjects consisting of the principal and 2 Catholic Religious Education teachers. Data were collected through interviews, observations and documentation, then analyzed using data reducation techniques, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the principal has not fully carried out his role as a manager. So it is necessary to improve the profession of Catholic Religious Education teachers.
NILAI-NILAI ADAT DALAM KBG DI DESA TANALEIN KECAMATAN SOLOR BARAT KABUPATEN FLORES TIMUR Vinsensius Bawa Toron; Paulinus Tibo
NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober, NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/nalar.v1i2.150

Abstract

Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak  Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai  kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon  yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG. 
Faith and Evaluation: Catholic Religious Education in a Plural Society Bawa Toron, Vinsensius; Dancar, Aleksander; Marzuki, Marzuki; Muhson, Ali
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v8i3.38207

Abstract

This study explores assessment practices in Catholic religious education across junior secondary schools in Indonesia, with the primary aim of understanding how teachers evaluate student learning in plural and culturally diverse contexts. Set against the backdrop of Indonesia’s multicultural society, the research addresses the growing need for inclusive, value-based, and contextually adapted religious education. Employing a qualitative narrative phenomenological approach, the study draws upon semi-structured interviews with six Catholic religious education teachers from Western, Central, and Eastern Indonesia. Supplemented by curriculum documents and analysed using thematic analysis with ATLAS.ti, the research captures teachers’ lived experiences and assessment strategies. The findings reveal that teachers employ a hybrid model of evaluation—combining written tests, projects, discussions, and reflections—that aligns with students’ social realities and moral development. Assessment is used not only to measure knowledge, but also to reinforce ethical behaviour, religious tolerance, and community engagement. The study highlights the importance of parental involvement, technological integration, and context-responsive pedagogy in enhancing learning outcomes. The implications suggest that Catholic religious education can play a strategic role in promoting social cohesion and intercultural understanding in a plural society. This research contributes original insights by providing a regionally comparative and empirically grounded account of assessment in faith-based education, emphasising the role of teacher agency in navigating doctrinal integrity and multicultural sensitivity.
Tanggapan Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan Lima Tugas Gereja (Sebuah Studi Pastoral di Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka) Toron, Vinsensius Bawa; Beding, Scolastika Lelu; Liwun, Marianus Ledun
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i10.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan mahasiswa terhadap implementasi lima tugas gereja leitorgia (liturgi), diakonia (pelayanan), martyria (kesaksian), koinonia (persekutuan), dan kerygma (pewarataan) dalam konteks kegiatan kemahasiswaan di Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam. Sumber data primer diperoleh dari sepuluh informan, yang terdiri dari mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan serta pimpinan lembaga penyelenggara kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian diorganisasi dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan konsensus atau kesamaan tanggapan di antara hampir seluruh informan. Mayoritas mahasiswa menyatakan bahwa kelima tugas gereja tersebut benar-benar diwujudkan dan dialami secara nyata dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan di STP Reinha Larantuka. Temuan ini mengindikasikan bahwa kehidupan kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai medium yang efektif untuk merealisasikan misi gerejawi secara holistik melalui pembinaan mahasiswa.