Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendapatan Usahatani Bawang Merah (Allium Ascanolicum L.) Di Desa Serubeba Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao Huan, Fitra Yublina; Nampa, I Wayan; Elvani, Siska
Buletin Ilmiah Impas Vol 25 No 3 (2024): Volume 25 No.: 3 Edisi November 2024
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v25i3.19625

Abstract

This research was conducted over 1 month from March to April 2024 in Serubeba Village, Rote Timur District, Rote Ndao Regency. The objectives of this research are 1) To determine the income of shallot farming in Serubeba Village, Rote Timur District, Rote Ndao Regency. 2) To determine the feasibility level of shallot farming in Serubeba Village, Rote Timur District, Rote Ndao Regency. The sampling method used in this research is purposive sampling. The sample for this research was taken from 30 farmers who are engaged in shallot farming. The data used are secondary and primary data. The analysis in this research includes income and feasibility analysis using the R/C Ratio analysis method. The results showed that the average production was 1,844.8 kg and the average revenue for shallot farming was IDR 39,146,656/MT. The average total cost incurred was IDR 12,941,520. Thus, it provided an income of IDR 26,846,001/MT. The R/C Ratio of shallot farming for one planting season was 3.18, indicating that shallot farming is feasible (profitable) and increases farming income.
MARKETING STRATEGY FOR WATER SPINACH IN SANGGAOEN VILLAGE, LOBALAIN SUB-DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Sooai, Junaldi; Bano, Maria; Elvani, Siska
Buletin Ilmiah Impas Vol 26 No 1 (2025): Volume: 26 No.: 1 Edisi April 2025
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v26i1.23719

Abstract

Research on Marketing Strategies for Water Spinach Commodities in Sanggaoen Village, Lobalain District, Rote Ndao Regency aims to (1) identify internal and external factors in the marketing of water spinach commodities in Sanggaoen Village and (2) determine the marketing strategies for water spinach commodities in Sanggaoen Village. This research was conducted in September 2024 in Sanggaoen Village, Lobalain District, Rote Ndao Regency. The sources in this research consist of 45 water spinach farmers. The method used in data collection is the interview method guided by a questionnaire. To determine the marketing strategy, a SWOT analysis was used. The research results show that the factors determining the marketing of water spinach commodities include internal factors consisting of strengths such as a strategic farming location, having regular customers, owning transportation, and the entrepreneur selling directly, and weaknesses such as the product's short shelf life, inability to independently set the price of water spinach, and insufficient use of technology for promotion. External factors that influence include opportunities such as the presence of many restaurants, the use of social media for marketing, and a wide market share opportunity. Threats include fluctuations in water spinach prices, similar agricultural businesses, and diseases affecting water spinach. The marketing strategies implemented by farmers in Sanggaoen Village are (1) utilizing a network of regular customers, (2) providing incentives to regular customers, (3) conducting training for farmers to use digital technology, and (4) implementing a pre-order system.SWOT
RISKS OF TOMATO FARMING DURING THE RAINY SEASON IN AIMOLI VILLAGE, WEST ALOR DISTRICT Elvani, Siska; Bureni, Eman Nevianus; Taloim, Aristarkhus
Buletin Ilmiah Impas Vol 26 No 2 (2025): Volume: 26 No.: 2 June Edition 2025
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v26i2.24723

Abstract

The objectives of this study were to determine 1) the risks of tomato farming during the rainy season in Aimoli Village, Alor Barat Laut District, 2) the comparison of tomato production during the rainy season in Aimoli Village, Alor Barat Laut District, and 3) the comparison of tomato income during the rainy season in Aimoli Village, Alor Barat Laut District. The research was conducted in September 2024 with a sample size of 58 tomato farmers. The results showed that: 1) The risks faced by tomato farmers in Aimoli Village were income risk, revenue risk, and production risk. The amount of income and revenue earned by tomato farmers in the dry season and rainy season differs due to differences in selling prices and production volumes. 2) In the dry season, tomato production in Aimoli Village reached 107 kg, while tomato production in the rainy season reached 45 kg. 3) The difference in tomato production between the dry season and rainy season causes a difference in the income levels of tomato farmers in Aimoli Village.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH SABUT KELAPA MELALUI PENGOLAHAN MENJADI COCOPEAT DAN COCOFIBER SEBAGAI SUMBER PENGHASILAN TAMBAHAN RUMAH TANGGA PETANI Nampa, I Wayan; Elvani, Siska; Sirma, I Nyoman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.30622

Abstract

Kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Kupang, khususnya pada kawasan pesisir selatan. Pemanfaatan hasil produksi perkebunan kelapa saat ini hanya sebagai produksi kelapa masih berfokus pada daging buah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan beberapa produk olahan seperti kopra, minyak kelapa dan VCO. Potensi ekonomi lainnya yang turut diproduksi dari perkebunan kelapa berupa sabut kelapa belum dioftimalkan pemanfaatkannya. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di dua kelompok tani yaitu kelompok tani di Desa Oben Kecamatan Nekamese, dan Kelompok Wanita Tani Kanaan di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yaitu untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi cocofeat dan cocofiber. Program pengabdian meliputi paparan materi terkait peluang pasar dan pemanfaatan oleh petani terkait produk yang dihasilkan, serta pratik bersama dalam memproduksi/mengolah limbah sabut kelapa menjadi cocofeat dan cocofiber serta memanfaatkannya untuk aneka kerajinan/media tanam tanaman hias. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan petani dapat mengembangkan produk kreatif berupa kerajinan yang berbahan baku cocofiber dan juga media tanam cocofeat. Sabut kelapa yang selama ini menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan memiliki nilai ekonomi.  Selain itu, petani memiliki pengetahuan baru terkait pemanfaatan limbah serta potensi pasar hasil pengolahan limbah sabut kelapa di wilayah mitra.
TRANSFORMASI DIGITAL UMKM MELALUI PEMANFAATAN META ADS DAN GOOGLE BUSINESS PROFILE DALAM PROGRAM PENDAMPINGAN DI P4S DAMAI Nendissa, Doppy Roy; Elvani, Siska; Siubelan, Yakobus C.W.; Bano, Maria; Rohi, Jullyo G.
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.495

Abstract

Transformasi digital menjadi keharusan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing dalam era ekonomi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital UMKM mitra P4S Damai di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, melalui pemanfaatan Google Business Profile dan Meta Ads sebagai strategi pemasaran berbasis teknologi. Tiga UMKM mitra diberi pendampingan intensif selama dua minggu, mencakup pembuatan akun Google Business, pelatihan penggunaan media sosial, produksi konten promosi, serta pelaksanaan kampanye iklan digital melalui platform Meta Ads. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan praktik langsung dengan bimbingan bertahap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketiga UMKM berhasil memiliki akun Google Business aktif dan terintegrasi dengan media sosial, sehingga meningkatkan visibilitas usaha di pencarian Google dan Google Maps. Salah satu mitra, Manoki Koe, menjalankan kampanye iklan Meta Ads selama 14 hari dan berhasil menjangkau 4.434 pengguna dengan total tayangan 11.019 kali serta menghasilkan 29 interaksi. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap strategi digital marketing, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan dalam pengelolaan konten dan evaluasi performa iklan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, UMKM lokal memiliki potensi besar untuk naik kelas melalui transformasi digital.
WUJUDKAN ZERO WASTE MELALUI PENGELOLAAN LIMBAH MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI DI P4S TUNGBERS MANIKIN Agustinus B. R. Riwu, Efarista D. R. Boroth, Arlindo J. Kami, Natalia J. Ramanita, Yohana M. Nahak,
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai yang sering dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang berbahaya. Sebagai upaya untuk mengurangi limbah dan mengatasi permasalahan lingkungan, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci pakaian. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tungbers, Manikin, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat setempat dan pemilik UMKM. Proses pembuatan sabun dilakukan dengan metode cold process menggunakan minyak jelantah yang telah disaring, soda api (NaOH), dan air. Selain itu, sereh digunakan untuk mengurangi bau minyak jelantah, menjadikannya lebih ramah lingkungan. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, tetapi juga membuka peluang usaha ekonomi berbasis rumah tangga dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang tidak terpakai. Kegiatan ini berpotensi mendorong inisiatif masyarakat untuk mengelola limbah minyak jelantah secara mandiri, mengurangi pencemaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi baru.