Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakteristik Klinis Pasien Bell’s Palsy di Rumah Sakit Rujukan Tersier Gorontalo: Studi Deskriptif Ritzki Ahlan John Pietra Mokoginta; Muhammad Isman Jusuf; Zuhriana K. Yusuf; Muchtar Nora Ismail Siregar; Dian Pratiwi Iman
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3955

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik klinis pasien Bell's palsy di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo, periode 2023 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang untuk menggambarkan profil demografis dan klinis pasien yang didiagnosis Bell’s palsy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 20–29 tahun (38,5%) dengan prevalensi yang lebih tinggi pada perempuan (65,4%). Gejala klinis yang paling umum adalah asimetri wajah, terutama mulut mencong (31,4%) dan kesulitan menutup mata (19,6%). Kortikosteroid diberikan kepada seluruh pasien, dan sebagian besar mencapai kesembuhan total (65,4%). Penelitian ini menekankan pentingnya diagnosis dan penatalaksanaan dini, terutama pada usia muda, serta menyoroti peran signifikan faktor lingkungan dan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes dalam prognosis Bell’s palsy. Temuan ini memberikan pemahaman lebih baik mengenai manifestasi klinis dan hasil penyakit di Gorontalo, serta memberikan wawasan bagi penyedia layanan kesehatan dalam mengelola Bell’s palsy secara lebih efektif.
Edukasi Kesiapsiagaan Kesehatan Reproduksi Keluarga sebagai Upaya Mitigasi Krisis Kesehatan bagi Pasangan Usia Subur Riska Nuryana; Zuhriana K. Yusuf; Jesica Mulyadi; Sulaiman Putra Nagaring; Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI: Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v4i2.352

Abstract

Reproductive health is a key component of family resilience, particularly for couples of reproductive age (CRA) who face increased risks of unintended pregnancy and limited access to health services during emergencies. Community-based education offers an effective strategy to strengthen reproductive health knowledge and preparedness. This community service program applied a one-group pretest–posttest design using a participatory educational approach. A total of 26 couples of reproductive age from Telaga Jaya District, Gorontalo Regency, participated in the intervention. Educational sessions covered family planning, safe pregnancy, pregnancy danger signs, and reproductive health crisis preparedness. Participants' knowledge was assessed before and after the intervention using a structured questionnaire, and the data were analyzed descriptively to determine changes in knowledge levels. The findings demonstrated a marked increase in participants' knowledge, with the average score rising from 56.4 ± 8.7 before the intervention to 82.3 ± 6.5 afterward. The greatest improvement occurred in family planning knowledge (54.0%), followed by pregnancy danger signs (47.7%), health crisis preparedness (43.2%), and safe pregnancy (42.5%). Moreover, the proportion of participants with high knowledge increased from a minority before the intervention to 70% after completion, while the percentage with low knowledge declined substantially. These results suggest that participatory education effectively enhances reproductive health literacy, promotes active learning, and strengthens family preparedness to address reproductive health challenges in underserved communities.
Gambaran Penggunaan Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid pada Pasien Gastritis di Wilayah Puskesmas Kota Utara Sabrina Naguib; Edwina Rugaiah Monayo; Nelyan Helma Mokoginta; Zuhriana K. Yusuf; Sitti Rahma
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan OAINS pada pasien gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien gastritis yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, jenis OAINS, serta durasi penggunaan OAINS. Data dianalisis secara univariat menggunakan perangkat lunak Statistical Package for Social Science (SPSS) dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% pasien gastritis memiliki riwayat penggunaan OAINS jangka panjang. Jenis OAINS yang paling banyak digunakan adalah asam mefenamat (40,0%), dengan durasi penggunaan OAINS mayoritas kurang dari dua minggu (46,7%). Penggunaan OAINS ditemukan pada berbagai kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Lebih dari separuh pasien gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara menggunakan OAINS sebagai pereda nyeri utama, dengan asam mefenamat sebagai jenis obat yang paling dominan. Meskipun durasi penggunaan mayoritas bersifat jangka pendek, keberadaan penggunaan kronis (>6 bulan) tetap ditemukan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan pengawasan penggunaan OAINS di pelayanan kesehatan primer
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dalam Pencegahan Stunting Fazrab Busura; Zuhriana K. Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4072

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting adalahpemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG MPASI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Fazrab Busura; Zuhriana K Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i2.4972

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang mencapai 31,8% pada tahun 2022, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 Asia Tenggara. Salah satu upaya penanganan stunting  adalah pemberian MPASI. Kunci keberhasilan pencegahan stunting yang baik adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting dengan melalui edukasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan jenis rancangan eksperimen dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Populasi penelitian yaitu Ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Jumlah balita di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 193 orang. Sampel terdiri dari 39 responden, dengan Teknik pengambilan sampel proportional sampling. Hasil penilitian didapatkan nilai mean (rata-rata) Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi yaitu 12,74 dan setelah diberikan edukasi hasil nilai mean (rata-rata) meningkat menjadi 19,05. Hasil uji statistic Wilcoxon  mendapatkan nilai p value yaitu 0,000 Sehingga terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang MPASI dalam pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Diharapkan penelitian ini menjadi masukkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan intervensi edukasi tentang MPASI dalam pencegahan stunting untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Stunting is still a health problem in Indonesia which reached 31.8% in 2022, placing Indonesia in 10th place in Southeast Asia. One of the efforts to handle stunting is the provision of complementary foods. The key to the success of good stunting prevention is to increase maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention through education. The purpose of the study the influence of education on maternal knowledge about complementary foods in stunting prevention. The research method uses a type of experimental design with a one-group pretest posttest design research design. The research population is mothers who have toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency. The number of toddlers in Limboto Health Center, Gorontalo Regency is 193 people. The sample consisted of 39 respondents, with proportional sampling techniques.  Obtained a mean value  of maternal knowledge before being given education which was 12.74 and after being given education the result of the mean value increased to 19.05. Wilcoxon statistical test obtained a p value of 0.000 so that there was an effect of providing education on mothers' knowledge about complementary foods in stunting prevention. It is hoped that this research will be an input for health workers at the Health Center to provide educational interventions about complementary foods in stunting prevention to increase maternal knowledge.