Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISA KUAT TEKAN BETON Fc’25 MPa DENGAN PENAMBAHAN ABU BATU DAN SEMEN MORTAR UTAMA TYPE 400 Asrullah, Asrullah; Diawarman, Diawarman; Anggrainy, Rita; Afif, Kamal
Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.096 KB) | DOI: 10.36546/tekniksipil.v11i2.517

Abstract

Secara sederhana, beton dibentuk oleh pengerasan campuran antara semen, air, agregat halus (pasir), dan agregat kasar (batu pecah atau kerikil). Kadang-kadang ditambah bahan lain untuk memperbaiki kualitas beton. Perkembangan sekarang ini, beton merupakan bahan yang paling banyak dipakai pada pembangunan dalam bidang teknik sipil, baik pada bangunan gedung, jembatan, bendung, maupun konstruksi lain. Sifat dari bahan beton, yaitu sangat kuat untuk menahan tekan, tetapi tidak kuat (lemah) untuk menahan tarik. Metode yang digunakan dala desain campuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000. Penelitian ini dilakukan eksperimen di laboratorium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan beton normal, nilai kuat tekan beton dengan penambahan abu batu, penambahan semen mortar utama type 400 dan kombinasi penambahan abu batu dan semen mortar utama type 400. Nilai kuat tekan beton direncanakan standar 25 MPa. Kesimpulan yang dihasilkan adalah nilai kuat tekan beton normal sebesar 25,16 MPa, kuat tekan beton terbesar dengan penambahan abu batu 6 % sebesar 26,49 MPa, kuat tekan beton terbesar dengan penambahan semen mortar utama type 400 6% sebesar 27,57 MPa dan kuat tekan beton dengan kombinasi penambahan abu batu dan semen mortar utama type 400 6% sebesar 27,97 MPa. Sedangkan model hubungan regresi linier sederhana mempunyai hubungan yang kaut antara variabel bebas (X) dengan variaber erikat (Y) dengan koefisien determinasinya (R) lebih besar dari 0,950 untuk seluruh nilai kuat tekan. In simple terms, concrete is formed by hardening a mixture of cement, water, fine aggregate (sand), and coarse aggregate (crushed stone or gravel). Sometimes other ingredients are added to improve the quality of the concrete. Current developments, concrete is the most widely used material in construction in the field of civil engineering, both in buildings, bridges, weirs, and other constructions. The nature of the concrete material, which is very strong to withstand compression, but not strong (weak) to withstand tension. The method used in the design of concrete mix using SNI 03-2834-2000. This research was conducted experimentally in the laboratory. The purpose of this study was to determine the value of the compressive strength of normal concrete, the value of the compressive strength of concrete with the addition of stone ash, the addition of the main cement mortar type 400 and the combination of adding stone ash and the main cement mortar type 400. The compressive strength value of the concrete is planned to be 25 MPa standard. The conclusion is that the compressive strength of normal concrete is 25.16 MPa, the greatest compressive strength of concrete with the addition of 6% stone ash is 26.49 MPa, the greatest compressive strength of concrete with the addition of cement mortar type 400 6% is 27.57 MPa and The compressive strength of concrete with a combination of the addition of stone ash and the main cement mortar type 400 6% is 27.97 MPa. While the simple linear regression model has a strong relationship between the independent variable (X) and the bound variable (Y) with the coefficient of determination (R2) greater than 0.950 for all compressive strength values.
ASPEK HUKUM DAN ANALISIS PENGELOLAAN DAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENGURANGAN MARINE DEBRIS PADA KAWASAN WISATA PESISIR PANTAI PALLIPIS POLEWALI MANDAR kartika, eka dewi; laitupa, salma; asrullah, asrullah
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2023): MITZAL, Volume 8, Nomor 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v8i2.4807

Abstract

This research analyzes the legal aspects of marine debris management in Kab. Polewali Mandar, especially in the Pallipis Beach tourist area. Management of marine debris or marine debris needs to be implemented as a form of responsibility for the regional government which has the authority to fulfill the Main Performance Indicators for Marine Debris management through a program to clean up marine debris and develop coastal aquaculture, which is a structured program which is a national movement from the center to the regions. The form of participation of women living in the Pallipis coastal tourism area in reducing marine debris is by having marine debris management skills by categorizing marine debris, first mega debris with the 2R (reuse and repair) management method and marine debris with the category micro debris with the 4R management method (reuse, repair, refill, recycle).
ANALISIS PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN LATEX SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MORTAR POLIMER Mulyadi, Asri; Asrullah, Asrullah; Darma, Surya; Hidayat, Wahyu Handoyono; Hertanto, Rusdian
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v13i2.1078

Abstract

Mortar Polimer adalah material bangunan yang dibentuk melalui proses rekayasa komposit beton klasik dan polimer. Usaha pengembangan mortra polimer telah dilakukan di negara maju. Sampai sekarang pengembangan mortar polimer masih berlangsung untuk mengurangi penggunaan semen, dalam rangka mengantisipasi pemanasan global. Dalam penelitian ini saya akan memanfaatkan abu ampas tebu dan latex sebagai bahan perekat pengganti semen sehingga dihasilkan mortal yang kuat dalam waktu yang lebih singkat. Permasalahan yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan abu ampas tebu sebagai pengganti semen dan latex sebagai perekat pada campuran mortar dapat memperbaiki kualitas dari mortar itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan dalam skala laboratorium dengan tahapan-tahapan disesuaikan dengan literatur sehingga di dapat hasil yang dapat memperbaiki kualitas dari mortar itu sendiri. Batasan masalah dalam penelitian ini adalah pemanfaatan limbah abu ampas tebu sebagai pengganti semen untuk campuran mortar dengan variasi campuran 0%, 6%, 9% dan 12% dari berat semen, penambahan latex sebagai perekat untuk campuran mortar dengan variasi campuran 0%, 6%, 9% dan 12% dari komposisi air, karakterisasi pengujian pada campuran mortar tersebut yang meliputi pengujian kuat tekan mortar. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang pengujian mortar dengan variasi campuran abu ampas tebu dan latex, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa nilai kuat tekan mortar normal (MN) pada umur 28 hari yaitu 1,28 kg/cm2, nilai kuat tekan mortar yang di campur dengan limbah abu ampas tebu dan latex (MAL6%) pada umur 28 hari yaitu 0,72 kg/cm2, nilai kuat tekan mortar yang di campur dengan limbah abu ampas tebu dan latex (MAL9%) pada umur 28 hari yaitu 0,68 kg/cm2, nilai kuat tekan mortar yang di campur dengan limbah abu ampas tebu dan latex (MAL12%) pada umur 28 hari yaitu 0,49 kg/cm2. Dalam studi ini, limbah abu ampas tebu sebagai pengganti semen dan latex sebagai perekat kurang baik digunakan sebagai material bahan pengganti pada campuran mortar.
PENGARUH PENAMBAHAN AM 78 CAIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC’ 19,3 MPA DENGAN KONDISI FAKTOR AIR SEMEN TIDAK TETAP Asrullah, Asrullah; Anggraini, Rita; A, Herlian
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v13i2.1079

Abstract

Concrete is a mixture of cement, coarse aggregate, fine aggregate, water and with or without additional ingredients (admixture) in a certain ratio which will form fresh concrete. Many studies have been carried out to find alternative uses for construction because concrete is a very important element, considering its function as one of the structures most widely used by society. Concrete is a mixture of cement, coarse aggregate, fine aggregate, water and with or without additional ingredients (admixture) in a certain ratio which will form fresh concrete. The advantages of concrete as a construction material include having high compressive strength, being able to follow the shape of the building freely, being resistant to fire and relatively cheap maintenance costs. The aim of this research is to determine the effect of adding Liquid AM 78 on the compressive strength of concrete Fc' 19.3 MPa under conditions where the cement water factor is not constant. The method used in the research is SNI 63-2834-2000 procedures for making normal concrete mixtures. The conclusion from the test results was that the compressive strength value of standard concrete (BS) aged 28 days was 19.40 MPa which was greater than the compressive strength of the planned concrete, namely 19.30 MPa and the highest compressive strength value of concrete with the addition of AM 78 Liquid 1.0% (B .1.0) 28 days old is 20.57 MPa.
Pengaruh Penambahan Zat Additive AM 54 Liquid Dalam Campuran Beton K 275 Pada Kondisi Faktor Air Semen Tetap Asrullah, Asrullah; Anggrainy, Rita; Nurhasanah, Ayu Fadillah
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v14i1.1263

Abstract

Banyaknya pembangunan akhir-akhir ini mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan konstruksi, seperti jalan, jembatan, perumahan, dan gedung. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan material konstruksi yang menjadi salah satu faktor pendukung sektor konstruksi. Salah satunya adalah beton yang merupakan bahan bangunan paling populer dan banyak digunakan. Kenyataannya kuat tekan beton yang dihasilkan selalu lebih kecil dari kuat tekan rencana yang dihitung. Para peneliti sebelumnya telah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki sifat-sifat beton. Upaya tersebut antara lain dengan menambahkan bahan tambahan seperti fly ash, silika fume, bahan tambahan superplasticizer, mikro silika, dan nano-silika dengan tujuan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. Tersedia beberapa jenis bahan pengganti dan bahan tambahan, termasuk bahan tambahan cair yang berfungsi untuk meningkatkan mutu beton. Penggunaan superplasticizer juga dapat mempercepat pengerasan beton, mengurangi konsumsi air, serta meningkatkan dan menyederhanakan proses pengolahan. Selain itu, proses yang diperlukan untuk memastikan kekuatan beton yang maksimal dapat dicapai adalah proses pengawetan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton K-275 yang dihasilkan dan pengaruh penambahan Cairan AM 54 pada berbagai variasi penambahan terhadap kondisi faktor air semen yang tersisa. Kesimpulan dari hasil pengujian adalah nilai kuat tekan beton standar (BS) umur 28 hari sebesar 276,45 kg/cm2 lebih besar dari kuat tekan beton rencana yaitu 275 kg/cm2 nilai kuat tekan tertinggi untuk beton dengan penambahan AM 54 Cairan 1,0 % (AM54L-3) umur 28 hari adalah 314,22 kg/cm2, berat jenis beton umur 28 hari dikategorikan beton biasa.
ANALISIS IKON DAN INDEKS DALAM SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE PADA FILM DOKUMENTER “KAWALI, IDENTITAS LAKI-LAKI BUGIS” Saifullah, Saifullah; Asrullah, Asrullah; Asrifan, Andi; Zain, Suardi; Yusmah, Yusmah; Rasyid, Rustam
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v7i2.22647

Abstract

This study aims to describe Icons and Indexes in Charles Sanders Peirce's semiotics in the documentary film “Kawal, Bugis Male Identity”. This study uses the theory of Charles Sanders Peirce which is often referred to as the "Grand Theory" in semiotics. Grand theory consists of three elements, namely sign, object, and interpretant. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data in this study are in the form of a documentary film "Kwali, Bugis Male Identity" which was uploaded on Youtube "Colle Malli" on April 5, 2016. The source of this research data is written documents regarding kawali and making kawali both thesis and articles on the internet. The data collection technique used is literature study. The data analysis technique used is according to the Miles and Hubermen model, namely:data reduction, data presentation, conclusion drawing. Based on the research results from the documentary film "Kwali, Bugis Male Identity" on aspects of semiotics which include icons and indexes using Charles Sanders Peirce theory, it can be concluded as follows: from the results of the research, the data obtained reached 29 data consisting of 4 data icons with a percentage 13.80% and an index of 25 data with a percentage of 83.20%. 
Human Rights In The Justice System In Indonesia Ika Novitasari; Asrullah, Asrullah
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 1 No. 2 (2022): Vol. 1 No. 2 2022
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v1i2.125

Abstract

To ensure the recognition and protection of human rights, Indonesia has several legal instruments related to human rights. Specifically to try gross human rights violations, Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts was enacted. The Human Rights Court is a court within the General Court which is only assigned and authorized to examine and decide cases of gross human rights violations. Investigations into cases of gross human rights violations are within the authority of the National Human Rights Commission. The investigation and prosecution of gross human rights violations is the authority of the Attorney General.
REKOMENDASI OBJEK WISATA PULAU BANGKA MENGGUNAKAN METODE SMART (SIMPLE MULTI ATTRIBUTE RATING TECHNIQUE) BERBASIS WEB Asrullah, Asrullah; Rachman, Taufik
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 6 (2023): JATI Vol. 7 No. 6
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i6.9144

Abstract

Wisata adalah sebuah kegiatan yang cenderung semua orang perna melakukanya ataupun menyukainya karena berwisata dapat menjadi sebuah opsi untuk refreshing. di pulau Bangka terdapat banyak objek wisata yang indah hanya saja untuk informasi terkait objek wisata tersebut belum terpublikasi dengan baik, kemudian ketika informasi terkait objek wisata ini telah terpublikasi dengan baik, muncul masalah lain yakni penentuan objek wisata mana yang bagus untuk dikunjungi terlebih dahulu dari beberapa objek wisata yang ada pada pulau bangka. Oleh karena ini penelitian ini dilakukan sebagai solusi dari permasalahan yang ada, dimana penulis merancang sebuah sistem informasi rekomendasi objek wisata pulau bangka menggunakan metode SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) sehingga para calon wisatawan tidak lagi kebingungan dalam menentukan pilihan objek wisata untuk dikunjungin terlebih dahulu. Secara keseluruhan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan presentasi nilai 78.19% dari audiens menunjukkan bahwa sistem informasi rekomendasi objek wisata yang menggunakan metode SMART berbasis website memiliki dampak positif dan memberikan manfaat nyata bagi calon wisatawan dalam memilih dan merencanakan kunjungan wisata di Pulau Bangka. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa pendekatan ini efektif dalam memfasilitasi pengambilan keputusan wisata dan meningkatkan efisiensi akses informasi wisata di daerah pulau bangka.
MARSHALL CHARACTERISTICS WITH THE USE OF CEMENT FILLER AND STONE ASH IN THE MIXTURE ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) (Case Study: Ogan Ilir Regency Boundary Road-Lubuk Batang STA 26+485 to STA 27+405) Asrullah, Asrullah; Anggrainy, Rita; Trisnawati, Ice; Suanto, Pangki
Rang Teknik Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Januari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v8i1.6150

Abstract

Indonesia is experiencing significant growth in traffic loads, but this is often not balanced by the development of adequate road infrastructure. This phenomenon occurs because the growth of traffic loads is faster than the development of road infrastructure. Excessive traffic loads can cause road damage. When a road has to carry a traffic load that exceeds its planned capacity, damage will occur gradually and impact the quality of the road infrastructure. Asphalt is a dark brown or not thick hydrocarbon compound formed from the elements asphaltenes, resins, and oils. Asphalt in the pavement layer functions as a binding material between the aggregates to form a compact mixture, thus providing the strength of each aggregate. There are various asphalt mixtures, such as hot asphalt mixtures using cement filler and stone ash on the surface layer of the Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Therefore, it is necessary to carry out research to determine the Marshall characteristics in the evaluation of hot asphalt mixtures using cement filler and stone ash on the Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) surface layer, which is adjusted to the 2018 Bina Marga Revision 2 specifications. It was carried out on the district border roads as an object of research. Ogan Ilir – Lubuk Batang and in the PT Laboratory. Komba Mahaka Utama Martapura Ogan Komering Ulu Timur. Marshall test results on the AC-WC mixture using 2 different types of filler, namely cement filler and stone ash filler, and the test results on the research object showed differences in the resulting Marshall characteristics. Still, all results met the requirements of the 2018 Bina Marga general specifications Revision 2.Keywords: Marshall, Asphalt Content, Filler, Asphalt Concrete Wearing Course
Analisa Kuat Tekan Beton K 200 Dengan Penambahan AM 78 Cair Dan Biji Plastik Polypropylene Asrullah, Asrullah; Anggraini, Rita; Trisnawati, Ice; Yunanda, Mega; A, Panthera
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Civil Engineering Study Program Faculty of Engineering, University of Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/tekniksipil.v13i1.960

Abstract

Penelitian-penelitian telah banyak dilakukan untuk memperoleh suatu penemuan alternatif penggunaan konstruksi karena beton merupakan unsur yang sangat penting, mengingat fungsinya sebagai salah satu pembentuk struktur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Beton adalah material konstruksi yang pada saat ini sudah sangat umum digunakan. Perkembangan industri beton di Indonesia sangatlah maju dan berkembang, semakin meningkatnya pembangunan di suatu negara maka penggunaan material konstruksi menjadi semakin meningkat. Pentingnya peranan konstruksi beton menuntut suatu kualitas beton yang memadai. Salah satu faktor yang harus dijaga untuk mencapai tujuan pengelolaan tersebut adalah penggunaan material konstruksi yang baik. Karena struktur beton praktis selalu ada disetiap infrastruktur di Indonesia, maka penelitian untuk menemukan kualitas beton yang lebih baik dan lebih tepat sesuai dengan kebutuhan harus selalu dilakukan.Keadaan ini dapat dimaklumi, karena sistem konstruksi beton mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan bahan lain. Keunggulan beton sebagai bahan konstruksi antara lain mempunyai kuat tekan yang tinggi, dapat mengikuti bentuk bangunan secara bebas, tahan terhadap api dan biaya perawatan yang relatif murah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetetahui kuat tekan beton K 200 dengan penambahan AM 78 Cair dan Biji Plastik Polypropylene. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah SNI 63-2834-2000 tata cara pembuatan campuran beton normal. Kesimpulan dari hasil pengujian didapat nilai kuat tekan beton normal (BN) umur 28 hari sebesar 202,43 kg/cm2 lebih besar dari kuat tekan beton rencana yaitu 200 kg/cm2 dan nilai kuat tekan beton terbesar dengan penambahan AM 78 Cair 1,2% + Biji Plastik Polypropylene 1,5% (BAM78C.1,2+BPPP.1,5) umur 28 hari sebesar 224,33 kg/cm2.