Riyanto, Agus
Departemen Keselamatan & Kesehatan Kerja, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu & Teknologi Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi 40633, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Program Edukasi dan Deteksi Dini Faktor Risiko Stunting Berbasis Gizi dan Sanitasi melalui Kolaborasi Strategis Antara Unjani Dengan Seskoad Galih Jatnika; Yuswandi Yuswandi; Agus Riyanto; Inmas Andi Sermoati; Vicky Dzaky Cahaya Putra; Titta Hartyana Sutarna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26961

Abstract

ABSTRAK Stunting saat ini masih menjadi permasalahan prioritas nasional yang angkanya di tahun 2025 sebesar 19,8% yang mana belum mencapai target nasional sebesar 14% di tahun 2029. Cicalengka merupakan urutan ke-6 jumlah stunting terbanyak di wilayah Kabupaten Bandung. Permasalahan utama dalam penurunan stunting sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat bahwa kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh faktor asupan gizi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sanitasi dan juga adanya peran aktif kader yang terampil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman ibu balita dan keterampilan kader kesehatan melakukan deteksi dini faktor risiko stunting serta penyediaan jamban sehat bagi warga Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi faktor risiko stunting yang diberikan kepada sebanyak 16 ibu balita dan pemberian pelatihan keterampilan deteksi dini faktor risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi kepada sebanyak 12 orang kader kesehatan. Program edukasi dan pelatihan diberikan 3 sesi selama 45 menit untuk setiap sesi. Program peningkatan sanitasi dilakukan dengan memberikan bantuan fisik berupa bangunan fisik 3 bilik jamban sehat bagi warga.  Selanjutnya dilakukan skrining melalui penimbangan balita, pengukuran tinggi badan ibu balita dan pengisian lembar observasi 25 indikator faktor risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana melalui kolaborasi strategis antara Universitas Jenderal Achmad Yani dengan Perwira Siswa Dikreg LXVII SESKOAD TA 2026. Hasil kegiatan didapatkan sebanyak 12 ibu balita atau sebesar 75% termasuk kategori risiko ringan dan sebanyak 4 ibu balita atau sebesar 25% termasuk kategori risiko menengah. Kegiatan edukasi mampu meningkatkan skor keterampilan dari 43% (kurang kompeten) menjadi 78% (kompeten) dalam melakukan observasi faktor risiko stunting pada kader kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pemahaman ibu balita tentang faktor risiko stunting, peningkatan keterampilan kader kesehatan melakukan deteksi dini serta tersedianya bangunan jamban sehat untuk upaya menurunkan risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi. Kata Kunci: Edukasi, Gizi, Ibu Balita, Kader Kesehatan, Sanitasi, Stunting.  ABSTRACT Stunting is currently still a national priority problem with a figure of 19.8% in 2025 which has not reached the national target of 14% in 2029. Cicalengka is the 6th highest rank of stunting in the Bandung Regency area. The main problem in reducing stunting is often triggered by a lack of public understanding that this condition is not only caused by nutritional intake factors, but is also greatly influenced by sanitation factors and the active role of skilled cadres. This community service activity is to improve the understanding of mothers of toddlers and the skills of health cadres in conducting early detection of stunting risk factors and providing healthy latrines for residents of Babakan Peuteuy Village, Cicalengka District, Bandung Regency. The activity method is implemented through an educational approach to stunting risk factors given to 16 mothers of toddlers and providing training on early detection skills for stunting risk factors based on nutrition and sanitation to 12 health cadres. The education and training program was given 3 sessions of 45 minutes for each session. The sanitation improvement program is carried out by providing physical assistance in the form of physical buildings of 3 healthy latrines for residents. Furthermore, screening was carried out through weighing toddlers, measuring the height of mothers of toddlers and filling out observation sheets of 25 indicators of stunting risk factors based on nutrition and sanitation. This community service activity was carried out through a strategic collaboration between Universitas Jenderal Achmad Yani and Perwira Siswa Dikreg LXVII SESKOAD TA 2026. The results of the activity obtained as many as 12 mothers of toddlers or 75% included in the mild risk category and as many as 4 mothers of toddlers or 25% included in the medium risk category. Educational activities were able to increase the skill score from 43% (less competent) to 78% (competent) in observing stunting risk factors in health cadres. It can be concluded this public service activity can improve the understanding of mothers of toddlers about stunting risk factors, improve the skills of health cadres in conducting early detection and the availability of healthy toilet buildings for efforts to reduce the risk of stunting based on nutrition and sanitation. Keywords: Education, Nutrition, Mother of Toddlers, Health Cadres, Sanitation, Stunting.
Hubungan Restorasi Keliru, Karies Sekitar Gusi, Tumpukan Sisa Makanan, dan Crowded dengan Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar: Wrong Restoration Relationships, Caries Around the Gums, Food Waste Piles, and Crowded with Gingivitis in Elementary School Children Agus Riyanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.869 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1651

Abstract

Gingivitis di Indonesia menduduki urutan kedua masalah gigi dan mulut, anak sekolah dasar di Tarikolot Kabupaten Bogor banyak menderita gingivitis. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan restorasi keliru, karies sekitar gusi, tumpukan sisa makanan, dan crowded dengan gingivitis pada anak di SDN Tarikolot Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini potong lintang, sampel anak SD kelas 5 dan 6 sebanyak 108 anak, cara pengumpulan data observasi menggunakan alat diagnostik set kedokteran gigi dan kaca mulut, dan analisis statistik menggunakan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna restorasi keliru, karies sekitar gusi, tumpukan sisa makanan, dan crowded dengan gingivitis pada anak (p<0,05). Pihak sekolah dan puskesmas bekerjasama untuk melaksanakan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan dan rujukan untuk siswa, dengan melakukan optimalisasi kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Siswa dianjurkan agar menyikat gigi minimal 2 kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dengan teknik yang tepat yang bertujuan untuk mengontrol akumulasi plak dan menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Sanitasi Dasar Rumah tidak Memenuhi Syarat Pemicu Diare pada Balita di Banjaran Kabupaten Bandung : Basic House Sanitation Does Not Meet Requirements Trigger Diarrhea in Children Under Five in Banjaran, Bandung Regency Agus Riyanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3275

Abstract

Latar belakang: Tingginya diare pada balita menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Bandung. Kejadian diare di Banjaran Kabupaten Bandung Tahun 2020 mencapai 1.350 kasus (5,3%). Pemicu diare pada balita salah satunya sanitasi dasar rumah tidak memenuhi syarat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sanitasi dasar rumah tidak memenuhi syarat pemicu diare pada balita di Banjaran Kabupaten Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrol, sampel sebanyak 44 balita terdiri dari 22 kasus yaitu balita menderita diare dan 22 kontrol yaitu tetangga kasus tetapi tidak menderita diare memiliki jenis kelamin dan umur sama dengan kasus. Teknik pengumpulan data sanitasi dasar rumah yaitu observasi lingkungan rumah menggunakan lembar observasi dan kejadian diare melihat data rekam medis di Puskesmas. Analisis statistik menggunakan uji kaiË—kuadrat dan mengkaji besarnya risiko menggunakan Odd Ratio (OR: 95% CI). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna sumber air bersih (p= 0,003, OR=9; 95% CI: 2,3-35,6), jamban sehat (p= 0,034, OR= 4,6; 95% CI: 1,2- 16,7), pengelolaan sampah (p= 0,034, OR= 4,6; 95% CI: 1,2-16,7), dan pembuangan air limbah (p= 0,016, OR=5,7; 95% CI= 1,5-20,9) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Sumber air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat terbukti pemicu diare pada balita. Diharapkan Puskesmas di Kabupaten Bandung meningkatkan program promosi kesehatan kepada masyarakat tentang sanitasi dasar rumah yang memenuhi syarat untuk mencegah diare pada balita.
The Effectiveness of Audio-Visual Media and Flip Sheets on Cadres’ Knowledge, Attitude and Skills in Screening Children’s Growth and Development Yani Suryani; Agus Riyanto; Novi Mauliku; Budiman; Dyan Kunthi
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.434

Abstract

The problem of stunting in Indonesia is still a national concern, stunted children are at higher risk of developing degenerative diseases, such as cancer, diabetes, obesity and cognitive impairment. Analyzing the Effectiveness of Audio Visual Media and Flip Sheets in increasing the Knowledge, Attitudes and Skills of cadres in conducting child growth and development screening in the Cianjur Regency City Health Center area. Research design with a Quasi Experimental approach. The total sample size was 84, divided into 2 groups with a ratio of 1:1. The statistical analysis used is univariate, bivariate using the paired sample T test and Wilcoxon test, Multivariate using the multiple logistic regression test. The results showed significant difference in knowledge (p-value=0.001), attitude (p-value = 0,001) and skills (p-value = 0,001) before and after being given audiovisual media in the intervention group. And there is a significant difference in knowledge (p-value = 0.013); attitude (p-value = 0.026); and skills (p-value =0.001) in the intervention group and control group. The results of research using the multiple logistic regression test showed that there were confounding variables, namely age and education on attitudes and skills, while there were no confounding variables on knowledge. So it can be concluded that audiovisual media is effective in increasing the knowledge and skills of cadres. Therefore, audiovisual media can be used to increase cadres' knowledge and skills in screening children's growth and development.
The Effect of Audiovisual Health Promotion on Knowledge, Attitudes, and Behaviors Related to the Prevention of Recurrent Chest Pain in Patients with Coronary Heart Disease Fiddi Septiani; Budiman; Ayu Laili; Agus Riyanto
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.468

Abstract

Cardiovascular disease remains a leading cause of mortality worldwide, with a continuously increasing prevalence. In Indonesia, coronary heart disease (CHD) contributes substantially to cardiovascular-related deaths, highlighting the importance of effective secondary prevention strategies. Health promotion using appropriate educational media is essential to improve patients’ knowledge, attitudes, and self-care behaviors. This study aimed to examine the effect of audiovisual health promotion on knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of recurrent chest pain among patients with coronary heart disease. A quantitative quasi-experimental study was conducted using a pretest–posttest control group design. Participants were patients diagnosed with coronary heart disease who were assigned to intervention and control groups. The intervention group received audiovisual-based health education, while the control group received standard care. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Paired t-tests, independent t-tests, and Wilcoxon tests were used for bivariate analysis, and multiple logistic regression was applied for multivariate analysis. The results showed a significant improvement in knowledge (p = 0.001) and attitudes (p = 0.018) in the intervention group after exposure to audiovisual health promotion. However, no significant effect was observed on preventive behaviors related to recurrent chest pain (p = 0.084). In conclusion, audiovisual health promotion effectively improves knowledge and attitudes among patients with coronary heart disease but does not significantly influence preventive behaviors. These findings suggest that while audiovisual media are effective for cognitive and affective outcomes, additional or sustained interventions are required to promote behavioral change in the secondary prevention of coronary heart disease.
ANALISIS FAKTOR RISIKO GANGGUAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PENYAPU JALAN DI KOTA MATARAM Wahyu Kurniawan; Agus Riyanto; Gurdani Yogisutanti
Jurnal Riset Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): MAY 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v15i1.14573

Abstract

Street sweepers perform heavy, continuous work, potentially leading to musculoskeletal disorders. They are not aware of the center of gravity, early signs and symptoms of disorders, and appropriate treatment when experiencing disorders, which can reduce work productivity. This study aimed to analyze determinant factors associated with musculoskeletal disorders among street sweeper workers. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all street sweeper workers in Mataram City, totaling 195 respondents, selected using a total sampling technique. Musculoskeletal disorders were assessed using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. A total of 63.6% of respondents experienced musculoskeletal disorders. Musculoskeletal disorders were associated with smoking habits (p = 0.0001), length of employment (p = 0.057), and repetitive work movements (p = 0.0001), whereas body mass index, working duration, working posture, workload, and psychosocial factors were not significantly associated (p > 0.05). Multivariate analysis indicated that smoking habits (p = 0.0001; Exp(B) = 4.643), length of employment (p = 0.004; Exp(B) = 0.935), and repetitive work movements (p = 0.0001; Exp(B) = 0.895) were significantly associated with musculoskeletal disorders. Smoking habits being the most dominant factor associated with musculoskeletal disorder.
EFEK KOMBINASI BUERGER ALLEN EXERCISE DENGAN RESISTANCE EXERCISE TERHADAP PERBAIKAN NEUROPATI DIABETIK  PADA PASIEN DM TIPE 2 Sukirno; Budiman; Linlin Lindayani; Asep Badrujamaludin; Agus Riyanto
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 6 No 2 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/84vrb371

Abstract

Latar Belakang: DM tipe 2 yang tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama menyebabkan komplikasi neuropati diabetik. Exercise adalah terapi modalitas untuk penatalaksanaan neuropati diabetik. Buerger Allen Exercise (BAE) dan Resistance Exercise (RE) efeknya kecil jika dilakukan single-single. Untuk mengurangi neuropati diabetik bisa menggunakan kombinasi Buerger Allen Exercise dengan Resistance Exercise. Tujuan untuk mengetahui efek kombinasi Buerger Allen Exercise dengan Resistance Exercise terhadap perbaikan neuropati diabetik pada pasien DM tipe 2.  Metode: Penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pre test dan post test times series design. Jumlah sampel 50 orang kelompok intervensi dan 51 orang kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan Monofilament Test 10 gr, Goniometer, test perspirasi. Analisa data menggunakan uji GLM repeated measures dan uji Friedman. Hasil: Hasil penelitian dengan uji Friedman kelompok intervensi menunjukkan bahwa kombinasi BAE dengan RE ada efek perbaikan respon neuropati sensorik p=0,001, respon neuropati otonom p=0,001 sedangkan kelompok kontrol tidak ada efek perbaikan respon neuropati sensorik justru penurunan signifikan p=0,001, respon neuropati otonom p=0,840. Uji GLM Repeated Measures pada kelompok intervensi menunjukkan ada efek perbaikan respon neuropati motorik LGS ankle dorsofleksi p=0,001, plantarfleksi p=0,001, inversi p=0,003, eversi p=0,003 sedangkan kelompok kontrol tidak ada efek perbaikan respon neuropati motorik LGS ankle dorsofleksi p=0,069, plantarfleksi p=0,645, inversi p=0,246, eversi p=0,176. Kesimpulan: Latihan kombinasi BAE dengan RE menunjukkan efek perbaikan neuropati sensorik, motorik, otonom pada kelompok intervensi sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi perbaikan.