Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Exploring the Values of Local Wisdom of the Meukisi Indigenous Community, Papua Layan, Santy; Malatuny, Yakob Godlif
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i4.9410

Abstract

The existence of the indigenous community in Meukisi Village is becoming increasingly concerning, because in recent decades this community has become vulnerable to change. In fact, the values of local wisdom have been deeply rooted and traditional in the lives of their ancestors. The approach in this study is qualitative using the case study method. Meukisi traditional leaders became informants. The researcher used techniques such as in-depth interviews, observation, and documentation studies. Meanwhile, data analysis techniques were carried out through the stages of data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The research found that the indigenous people of Meukisi have adopted yau as a guideline for their attitudes and actions. Yau has become a guiding star for the Meukisi indigenous community. The Meukisi indigenous community maintains and preserves yau through guidance and habit formation within the family and policies from indigenous institutions to provide guidance for the younger generation in indigenous activities that take place once a year. It can be concluded that, fundamentally, the existence of local yau wisdom values is dynamic because it adapts to the changing times, as it is able to survive in the face of globalization and is used as a means of strengthening the identity of the Meukisi indigenous community.
Upaya Meningkatkan Sosial Emosional Anak melalui Program Funshare: Inovasi Pengabdian Kolaboratif di SD Inpres Doyo Baru Riski Tasijawa; Krislina Pattipeiluhu; Dorce Bu’tu; Santy Layan; Yustinus Polhaupessy; Yansa Anse Pattipeiluhu; Kornelia Maryanti Da Silva; Cristian Msen; Albertina Insyur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3704

Abstract

Masalah sosial emosional anak di SD Inpres Doyo Baru, seperti rendahnya keberanian berbicara, interaksi yang terbatas antar kelompok budaya, dan kurangnya empati, mendorong perlunya intervensi berbasis kontekstual. Program Funshare dikembangkan sebagai upaya pengabdian masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional anak melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, terdiri dari enam sesi tematik yang melibatkan permainan edukatif, diskusi kelompok, dan aktivitas berbagi. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, catatan fasilitator, dan wawancara dengan guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kerja sama (80%), kemampuan bersosialisasi (75%), ekspresi emosi (70%), dan empati (60%). Anak-anak menjadi lebih terbuka, berani berbicara, dan aktif menjalin hubungan sosial lintas kelompok. Kegiatan ini berdampak pada terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pengembangan karakter anak. Funshare terbukti sebagai model efektif dalam menumbuhkan keterampilan sosial emosional anak di lingkungan pendidikan dasar.
Anjangsana Lintas Agama Rumah Moderasi Beragama STAKPN Sentani: Menyelami Nilai-Nilai Hindu Bali melalui Seni Budaya Fredrik Warwer; Ida Bagus Gede Surya Peradantha; Yohanes Kristian Labobar; Yakob Godlif Malatuny; Daniel Syafaat Siahaan; Jolanti Wisje Pentury; Dorce Bu’tu; Lewi Kabanga; Santy Layan; Riski Tasijawa; Seprianti Elisabet Pandi; Shintia Maria Kapojos
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.25909

Abstract

Papua memiliki keragaman budaya dan agama yang tinggi sehingga membutuhkan ruang perjumpaan lintas iman yang autentik, kontekstual, dan menyentuh secara emosional. Melalui program Kampung Moderasi Beragama, STAKPN Sentani menginisiasi Kunjungan Lintas Iman di Pura Agung Giri Cyclop untuk menggali nilai-nilai moderasi beragama dari perspektif Hindu Bali dengan pendekatan seni budaya. Kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh agama Hindu, dialog interaktif lintas iman, serta penyusunan laporan reflektif dan artikel ilmiah. Salah satu hasil penting adalah terciptanya karya seni kolaboratif berupa Pupuh Durma berjudul “Turunnya Sang Juru Selamat”, yang dibawakan oleh penyanyi Hindu dan diterjemahkan secara lisan oleh peserta Kristen Protestan. Karya ini mengisahkan kelahiran Yesus Kristus dalam perspektif spiritual universal melalui seni vokal tradisional Bali. Kolaborasi ini membuka ruang ekspresi spiritual bersama yang melampaui batas agama, budaya, dan wilayah. Nilai-nilai seperti Tat Twam Asi, Vasudhaiva Kutumbakam, serta cinta sebagai inti ajaran agama disampaikan secara puitis dan reflektif. Program ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan tidak hanya melalui wacana normatif, tetapi juga melalui praktik seni inklusif yang sederhana dan dapat direplikasi di berbagai konteks multikultural.