Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Komunikasi Kelompok Sadar Pariwisata Dalam Pembangunan Berkelanjutan Zis, Sirajul Fuad; Yonariza, Yonariza; Tanjung, Hery Bachrizal; Arief, Ernita
JURNAL TERAPAN PEMERINTAHAN MINANGKABAU Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtpm.v4i1.3943

Abstract

The LPPL Tourism Awareness Group is a group that manages Ecotourism based on Disaster Risk Reduction. This research examines the dynamics of group communication in Sustainable Development in Nagari Ampian Parak, Pesisir Selatan Regency. This research uses qualitative research methods with in-depth interview techniques and observation. The results of this study found that group communication that occurs in the LPPL Tourism Awareness Group is led by the group leader openly with group members so that group members believe and want to work together to manage Ecotourism sustainably. The group leader has the power of communication to influence members to want to work together to plant sea pine and mangrove vegetation in cooperation. The study of Group Communication needs to be explored as an increase in the science of communication studies that develops according to the conditions of the times.
Analisis Jaringan Multi-Aktor dalam Implementasi Program Agropolitan di Selupu Rejang, Indonesia Sari, Mya Novita; Yonariza, Yonariza; Hasnah, Hasnah; Wahyuni, Sri
Baselang Vol 5, No 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i2.296

Abstract

Pembangunan kawasan agropolitan dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan memperkuat perekonomian perdesaan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas tata kelola dan sinergitas multipihak dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur jejaring aktor dalam implementasi Program Agropolitan di Kawasan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, serta implikasinya terhadap integrasi rantai nilai agribisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif melalui Social Network Analysis (SNA), berbasis data wawancara mendalam, observasi lapangan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta telaah dokumen resmi pemerintah daerah dan publikasi Badan Pusat Statistik. Sebanyak 17 aktor utama dipetakan ke dalam matriks adjacency dengan skala intensitas hubungan 03 dan dianalisis menggunakan indikator sentralitas derajat, sentralitas antara, dan sentralitas kedekatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jejaring Program Agropolitan Selupu Rejang masih bersifat hierarkis dan terfragmentasi. Kondisi ini mencerminkan lemahnya integrasi lintas sektor dan terbatasnya sinergi multipihak, sehingga perbaikan tata kelola jejaring menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan kawasan agropolitan yang berkelanjutan
Pluralisme Hukum Sumber Daya Alam dalam Tata Kelola Penyadapan Getah Pinus pada Lokasi Perhutanan Sosial di Kabupaten Lima Puluh Kota: Pluralism of Natural Resources Law in The Management of Pine Sap Tapping at Social Forestry Location in Lima Puluh Kota Regency Maryanti Lestari, Tesya; Yonariza, Yonariza; Rizaldi, Rizaldi
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22956

Abstract

Pine trees were planted in 1976 as reforestation plantations on customary land by the government. After the issuance of the Forest Use Agreement in 1982, some of the forest was included in state forests. In 2011, the district government began using pine resin as a source of regional revenue by issuing pine resin extraction permits. In 2017, several pine forests became part of the Social Forestry work area, forest management permits were issued by the Ministry of Environment and Forestry to the Nagari Forest Management Institution. The study aims to identify the rights and obligations that arise, and analyze the interaction between state law and customary law in the governance of pine resin tapping. The research methodology used is qualitative with a multi-case study approach. The results of the study are that the management of pine resin tapping involves various actors. The rights and obligations that arise include the rights and obligations of: the Nagari Forest Management Institution, workers, investors, and ninik mamak (traditional landowners). The interaction between state law and customary law in the governance of pine resin tapping occurs through three legal subsystems: substance, structure, and legal culture. Legal pluralism in the management of pine resin tapping results in overlapping policies, necessitating integration between customary and state law to achieve more sustainable and equitable management. These findings underscore the importance of more harmonized policies to address legal complexity and serve as a basis for future strategic steps in natural resource governance. Keywords: Pine resin tapping, state law, customary law, legal pluralism, Nagari Forest
KOHERENSI DOKUMEN PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM AGROPOLITAN DI SELUPU REJANG, KABUPATEN REJANG LEBONG, PROVINSI BENGKULU Sari, Mya Novita; Yonariza, Yonariza; Hasnah, Hasnah; Wahyuni, Sri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat koherensi antara dokumen perencanaan formal dan realitas implementasi Program Agropolitan di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Peneltian menggunakan metode campuran (mixed methods) sekuensial eksplanatori, data dikumpulkan melalui analisis dokumen sistematis terhadap RPJMD 2019–2024, RTRW 2012–2032, dan Laporan Evaluasi Program apa?, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dan petani. Hasil penelitian menunjukkan adanya Policy Coherence Gap yang signifikan. Koherensi program berada pada tingkat Koherensi Konseptual Tinggi dimana dokumen perencanaan saling selaras dan sesuai konsep agropolitan menuut  Friedmann Douglass, (1978) namun pada tingkat Koherensi Implementasi Rendah. Kesenjangan kuantitatif menunjukkan realisasi infrastruktur dan unit pengolahan hasil kurang dari 60% dari target. Akar masalahnya terletak pada Koherensi Horizontal yang Lemah akibat fragmentasi kelembagaan (ego-sektoral) dan rendahnya Koherensi Sumber Daya karena prioritas politik jangka pendek (interests) mengalahkan visi jangka panjang (capacity). Rekomendasi mendesak adalah pembentukan mekanisme Tata Kelola Kolaboratif yang formal dan penguatan partisipasi masyarakat untuk memastikan program Agropolitan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi efektif di lapangan.
Analisis Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Unit Tambang Ombilin Kota Sawahlunto, Sumatera Barat Azwir, Deni; Mahdi, Mahdi; Yonariza, Yonariza
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.642-647

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah komitmen dan tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya, di luar dari sekadar mencari keuntungan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program (CSR) yang dijalankan oleh PT Bukit Asam Tbk Unit Tambang Ombilin di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berdasarkan kebijakan, bentuk program, serta mekanisme implementasinya. Metode penelitian menggunakan metode dokumentasi, catatan, rekaman terhadap data yang diperoleh, wawancara, dan pengumpulan data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan CSR PT Bukit Asam Tbk melalui program kemitraan dan bina lingkungan di unit pertambangan Ombilin Sawahlunto mampu mengubah lahan pascatambang menjadi kawasan produktif melalui pengembangan pakan ternak, serta program lainya seperti budidaya madu, PLTS irigasi, dan kebun kopi. Program tersebut berkontribusi pada peningkatan pendapatan, kapasitas usaha, serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.