Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Peer Counselor PIK- R SMA Negeri 4 Pandeglang Sebagai Agen RPS (Remaja Peduli Stunting) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Remaja Ramdaniati, Siti Nur; Handayani, E. Egriana; Delano, Vasco
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i1.1248

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan. Menurut UNICEF dan WHO, ada tiga masalah gizi pada balita, salah satunya stunting. Remaja merupakan salah satu sasaran utama dalam upaya pengendalian stunting. SMAN 4 Pandeglang sudah memiliki PIK-R, PMR dan UKS tetapi belum memiliki peer counselor terlatih. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pelatihan peer counselor PIK-R sebagai Agen RPS (Remaja Peduli Stunting) dalam upaya pencegahan stunting pada remaja di SMA Negeri 4 Pandeglang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan praktek. Tahapan kegaiatan teridiri dari persiapan, pelaksanaan pelatihan selama 2 hari dan pendampingan serta evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah sebanyak 20 siswa mengikuti pelatihan konselor sebaya dan 90% peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan selama dua hari. Simpulan kegiatan pengabdian ini yaitu pelatihan peer counselor remaja peduli stunting (RPS) ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta tentang kespro remaja, gizi seimbang pada remaja dan keterampilan konselor sebaya sebagai bekal dalam menjalani peran sebagai konselor sebaya untuk menghasilkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas demi mewujudkan generasi emas bebas stunting. Stunting is a growth and development disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by length or height below the standards. According to UNICEF and WHO, there are three nutritional problems in children under five, one of which is stunting. Adolescents are one of the main targets in stunting control efforts. SMAN 4 Pandeglang already has PIK-R, PMR and UKS but has no trained peer counselor. The purpose of this community service is to provide training for PIK-R peer counselors as RPS Agents (Youth Care for Stunting) in an effort to prevent stunting in adolescents at SMA Negeri 4 Pandeglang. The methods used in this community Service are lectures, discussions and practices. The stages of this activity consist of preparation, implementation of training for 2 days and mentoring and evaluation. The results of this Community Service were 20 students participated in peer counselor training and 90% of participants experienced an increase in knowledge after attending the training for two days. The conclusion of this community service activity is that the youth care for stunting (RPS) peer counselor training is able to increase participants' knowledge about adolescent reproductive health, balanced nutrition in adolescents and peer counselor skill as a provision in carrying out their role as peer counselors to produce a healthy and quality generation of adolescents in order to realize a stunting-free golden generation.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Desa Medalsari Wilayah Kerja Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Wahyuningsih, Erma Noor; Handayani, E.Egriana; Aminah, Siti; Sasmita, Heny; Somantri, Ucu Wandi; Ramdaniati, Siti Nur; Himawan, Lambang Satria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18665

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah air yang dihasilkan dari payudara ibu dan mengandung zat-zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan usia ibu, pendidikan ibu, dukungan suami dan peran petugas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Medalsari Wilayah Kerja Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu menyusui 6-12 bulan di Desa Medalsari yang berjumlah 46 responden. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pemberian ASI eksklusif. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui dari 46 responden sebagian besar 33 (71,7%) ibu menyusui tidak memberikan ASI eksklusif 0-6 bulan. Hasil tabulasi silang menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan pemberian ASI eksklusif p value=0,001, pengetahuan p value=0,006, dukungan keluarga/suami p value=0,001, peran petugas kesehatan p value=0,002. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara usia, pengetahuan, dukungan keluarga/suami, peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan hasil diatas, disarankan kepada ibu menyusui untuk memberikan ASI 0-6 bulan tanpa memberikan makanan dan minuman tambahahan selain ASI.
Penyuluhan Dan Pelatihan Tanggap Darurat Pada Masyarakat di Kampung Bukakan Desa Talagasari Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang e Egriana Handayani; Ahmad Hidayat; Rafli Nasution; Maffa Putri Surya; Siti Nur Aila; Ari Aprizal
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.5.2.89-96

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana tidak terjadi begitu saja, namun ada faktor kesalahan dan kelalaian manusia dalam mengantisipasi alam dan kemungkinan bencana yang dapat menimpanya. Bencana dalam kenyataan keseharian menyebabkan, berubahnya pola-pola kehidupan dari kondisi normal, merugikan harta benda dan jiwa manusia, merusak struktur sosial komunitas, memunculkan lonjakan kebutuhan pribadi atau komunitas. Oleh karena itu bencana cenderung terjadi pada komunitas yang rentan, dan akan membuat komunitas semakin rentan. Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi dan relatif merata di hampir seluruh wilayah Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari bencana tanah longsor sangat besar dan bahkan dapat menimbulkan korban jiwa. Kesiapsiagaan yang rendah dalam menghadapi risiko bencana menjadi penyebab utama terjadinya dampak negatif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat mengenai tanggap darurat bencana tanah longsor. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan simulasi tanggap darurat bencana tanah longsor. Sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat Kampung Bulakan Desa Talagasari sebanyak 20 orang.---Disaster is an event that threatens and disrupts people's lives and livelihoods caused by both natural and/or non-natural factors and human factors resulting in human casualties, environmental damage, property losses, and psychological impacts. Disasters do not just happen, but there are factors of human error and negligence in anticipating nature and the possibility of disasters that can befall it. Disasters in daily reality cause changes in life patterns from normal conditions, harm human property and lives, damage the social structure of the community, create a surge in personal or community needs. Disasters therefore tend to occur in vulnerable communities, and will make communities even more vulnerable. Landslides are one of the disasters that often occur and are relatively evenly distributed throughout almost all regions of indonesia. The impact of landslides is very large and can even cause fatalities. Low preparedness in facing disaster risks is the main cause of negative impacts. This service aims to increase knowledge of community preparedness regarding emergency response to landslides. The method of implementing community service activities uses socialization methods and simulation training for landslide disaster emergency response. The target of this activity is the people of Bulakan Village, Talagasari Village, as many as 20 people.
MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SISWA SD NEGERI GOMBONG 4 DESA TANJUNG JAYA, KECAMATAN PANIMBANG KABUPATEN PANDEGLANG Siti Nur Ramdaniati; E.Egriana Handayani; Lambang Satria Himmawan; Aditiya Adnan
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.5.1.30-36

Abstract

Bencana gempa terjadi secara tidak terduga dan di luar prediksi manusia. Karena gempa bumi tidak dapat diprediksi secara ilmiah, upaya harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya dampak negatif. Tingginya angka korban gempa dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan persiapan menghadapi kejadian seismik. Untuk menurunkan kemungkinan menjadi korban, penting untuk melakukan sosialisasi dan praktik mitigasi bencana gempa bumi sejak dini melalui pendidikan bencana di sekolah. Cara terbaik untuk membantu siswa membangun perilaku tangguh dalam menghadapi bencana adalah melalui pendidikan. Tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa dapat mempengaruhi cara pandang mereka dalam menghadapi gempa bumi. Dengan menawarkan sumber daya dan instruksi dalam simulasi mitigasi bencana gempa bumi, pengabdian Masyarakat ini diterapkan dan memiliki batasan tertentu. Temuan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa: 1) Informasi yang disajikan menarik dan mengandung pengetahuan yang signifikan tentang berbagai jenis bencana, simbol-simbolnya, dan prosedur persiapan sebelum, selama, dan setelah bencana gempa bumi; 2) Siswa dan guru lebih mengetahui cara melakukan penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi; 3) Melatih refleks untuk melakukan tindakan penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi yang tidak terduga; dan 4) Meningkatkan kesiapsiagaan akan bencana gempa bumi bagi warga sekolah. Metode yang dilakukan yaitu melalui sosialisai dan praktik simulasi. Mekanisme dilakukan dalam 3 tahap yaitu tahap persiapan/pengamatan, pelaksanaan, dan penilaian.
Sosialisasi Cegah Pernikahan Usia Dini Untuk Generasi Bebas Stunting Di SMA Negeri 4 Pandeglang Lambang Satria Himmawan; Heny Sasmita; E. Egriana Handayani; Erma Noor Wahyuningsih; Siti Nur Ramdaniati; Ucu Wandi Somantri
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v2i3.270

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by multiple factors, one of which is early marriage. Early marriage is still common, especially in rural areas, households with a low economy and low education. The aim of this service is through the promotion of early marriage to provide education about the dangers of early marriage as an effort to prevent stunting. By using a pre-test and post-test questionnaire, the researchers were able to determine the average number of respondents who understood the information before and after being socialized on the topics of early marriage through 3M, stunting, and reproductive health. After calculating the average, the researchers found that students at SMA Negeri 4 Pandeglang, before being given counseling had an average score of 54% and after being given counseling had an average score of 92%.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Masyarakat Baduy Leuwi Damar Desa Kanekes Lebak, Banten Siti Nur Ramdaniati; Ega Egriana Handayani; Lambang Satria Himmawan; Dea Maelani; Putri Aulia Jasmine; Ahmad Solihin; Miki Septa Ferdinan; Ahmad Nizar Subakti
Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/transformasi.v3i1.2970

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a promotive and preventive effort aimed at improving the level of public health. The Baduy indigenous community in Leuwi Damar, Kanekes Village, Lebak Regency, Banten Province has local wisdom and traditional lifestyles that influence daily health practices. However, limited access to information and health services is a challenge in implementing PHBS optimally. This article aims to describe the implementation of PHBS education in the Baduy Leuwi Damar community and its impact on community knowledge and attitudes. The method used is a descriptive approach with educational activities through counseling, discussion and simple demonstrations adapted to local culture. Educational material includes personal hygiene, clean water management, environmental sanitation, and healthy living behavior in daily life. The results of the activity showed an increase in public understanding regarding the importance of personal and environmental hygiene, as well as the emergence of a positive attitude towards implementing PHBS without eliminating the traditional values adhered to. PHBS education carried out using a simple cultural and communication approach is considered effective in increasing the health awareness of the Baduy community. Therefore, health education programs based on local wisdom need to continue to be developed as a strategy to improve the health of indigenous communities. .(Riset Kesehatan Dasar,2019).
Efektifitas Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Bahaya Rokok Pada Siswa SMKS Mathla’un Nawakartika Pandeglang Dedeh Jubaedah; Ucu Wandi Somantri; E.Egriana Handayani; Siti Nur Ramdaniati; Lambang Satria Himmawan; Dian Nastiti; Heny Sasmita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v2i2.125

Abstract

Smoking is one of the main risk factors for several chronic diseases that can lead to death. The negative health effects of smoking are considerable. Education about the dangers of smoking needs to start from school age. Fun educational media can be used to increase students' awareness of the dangers of smoking, one of which is the use of snakes and ladders game media. The purpose of this study was to determine the effect of the use of snakes and ladders game media on increasing knowledge of the dangers of smoking in students of SMKS Mathla'un Nawakartika Pandeglang. This community service approach is delivered through various activities, including site preparation methods, counseling methods, pre and post test methods, and the use of snakes and ladders games about the dangers of smoking. The results of the service showed that students of SMKS Mathla'un Nawakartika had low knowledge and awareness about the dangers of smoking before counseling. After counseling and snake and ladder games have been proven effective in increasing the average knowledge about the dangers of smoking in SMKS Mathla'un Nawakartika students, so that it can be used as an alternative learning media innovation in an effort to increase student knowledge.
Effectiveness of HIV/AIDS Education Using Leaflets and Tiktok Videos for Adolescents in Panimbang District, Pandeglang Regency E. Egriana Handayani; Siti Nur Ramdaniati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25535

Abstract

ABSTRACT HIV/AIDS among teenagers is a problem that is still quite high and has an impact on adolescent health. HIV/AIDS often occurs because sexual activity among teenagers is increasing due to knowledge about HIV/AIDS not being improved. Objective This research is to determine the effectiveness of counseling using leaflets and Tiktok video media for teenagers in Panimbang District, Pandeglang Regency in 2024. Method of this research is a quasi-experimental quantitative research with a two group pre-test and post-test design, data was collected using a pre-questionnaire.- test and post-test. The population of this study was 2425. The sample in this study was 378 respondents who were divided into 2 groups, 189 respondents as the leaflets outreach group and 189 respondents as the tiktok video outreach. Result: There was an increase in the average value of knowledge and attitudes between before and after HIV/AIDS education using leaflets and tiktok videos among teenagers in Panimbang District. Conclusion: HIV/AIDS education using TikTok video is more effective than leaflets. Keywords: Media, Leaflet, Knowledge, HIV/AIDS Education, Video Tiktok.
Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Ular Tangga terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan di SMAN 11 Pandeglang Siti Nur Ramdaniati; Devi Oktaviani; Adzwa Subhiyya; Risky Fajarul Maududi; E. Egriana Handayani
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v4i3.1889

Abstract

The use of gadgets among adolescents has increased significantly and can have both positive and negative impacts on their health, behavior, and social activities. Limited knowledge regarding healthy gadget use may lead to various problems, including impaired learning concentration, reduced social interaction, sleep disturbances, and gadget addiction. Health education efforts are therefore needed to improve adolescents’ understanding of the impacts of gadget use, one of which can be implemented through interactive and engaging learning media, such as an educational Snakes and Ladders game. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge of the impacts of gadget use at SMAN 11 Pandeglang. The results showed an increase in the mean scores of students’ knowledge and attitudes regarding the adverse effects of excessive gadget use following education delivered through the Snakes and Ladders media. The educational Snakes and Ladders game was considered effective because it increased student participation and learning interest while improving their understanding of the positive and negative impacts of gadget use. Therefore, the Snakes and Ladders game can serve as an alternative health promotion medium in school settings to improve adolescents’ knowledge regarding healthy and responsible gadget use.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepadatan Lalat pada Warung Makan di Wilayah Kecamatan Saketi 2022 Heny Sasmita; Erma Noor Wahyuningsih; Agam Kurniawan; Siti Nur Ramdaniati; E.Egriana Handayani; Ucu Wandi Somantri; Lambang Satria Himawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i2.6561

Abstract

Disease vector refers to an organism that transmits pathogenic viruses, bacteria, or parasites from one host to another. The aim of this study is to identify the factors associated with the density level of flies at food stalls in the Saketi Subdistrict, Pandeglang Regency. This type of research is Analytical Survey using a Cross-Sectional Survey approach through observation. The population consists of 32 food stalls in the Saketi Subdistrict. The sampling technique used is non-probability sampling with a total sampling method. The research findings are as follows There is no relationship between the availability of clean water and the fly density level at food stalls (p=0.688; RP=0.6; 95%CI 0.531–0.864). There is no relationship between the wastewater drainage system and the fly density level at food stalls (p=0.467; RP=0.5; 95%CI 0.105–2.526). There is a relationship between toilet conditions and the fly density level at food stalls (p=0.050; RP=0.11; 95%CI 0.012–1.032). There is no relationship between dishwashing facilities and the fly density level at food stalls (p=0.128; RP=0.2; 95%CI 0.049–1.222). There is no relationship between the condition of garbage bins and the fly density level at food stalls (p=0.712; RP=1.4; 95%CI 0.321–6.493). There is a relationship between humidity and the fly density level at food stalls (p=0.021; RP=8.5; 95%CI 1.430–51.362). There is no relationship between temperature and the fly density level at food stalls (p=0.636; RP=0.6; 95%CI 0.210–4.421).