Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Di Pelayanan Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura Tahun 2019 Noorhidayah Noorhidayah; Septi Anggraeni; Siti Fatimah Tuzzahra
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.949 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.525

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah telah menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan jaminan kesehatan melalui program jaminan kesehatan nasional (JKN). Kualitas pelayanan sangat mempengaruhi kepuasan pasien, salah satu alat indikator yang di jadikan ukuran keberhasilan pelaksanaan JKN adalah indeks kepuasan masyarakat/ pasien (Wijono, 2009). Berdasarkan kritik dan saran tahun 2018 melalui kotak surat di RSUD Ratu Zalecha menyatakan ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan. Hasil studi pendahuluan melalui wawancara kepada 6 pasien BPJS tentang kepuasan pasien BPJS rawat jalan berdasarkan 5 aspek dimensi yaitu bukti nyata (tangible), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance) dan empati (empaty) menyatakan kurang puas terhadap pelayanan, kurang bersih, kurang cepat, kurang handal dalam pelayanan, merasa kurang terjamin dan petugas kurang tanggap dalam pelayanan.Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh kualitas pelayanan BPJS terhadap kepuasan pasien BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha Tahun 2019Metode Penelitian: penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampling yaitu sebanyak 100 orang.Hasil: Hasil penelitian kepuasan pasien BPJS dari 100 orang pasien di pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha sebagian besar merasa puas dengan jumlah 81 orang (81%), kualitas Pelayanan BPJS berdasarkan dimensi bukti nyata (tangible) sebagian besar responden menyatakan bukti nyata baik sebanyak 85 orang (85,0%). Kualitas pelayanan BPJS berdasarkan dimensi kehandalan (reliability) menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan kehandalan baik sebanyak 82 (82%), kualitas Pelayanan BPJS berdasarkan dimensi ketanggapan (responsiveness) sebagian besar responden menyatakan responsiveness baik sebanyak 78 orang (78%). kualitas Pelayanan BPJS berdasarkan dimensi jaminan (assurance) sebagian besar responden menyatakan jaminan  baik sebanyak 80 orang (80%), kualitas Pelayanan BPJS berdasarkan dimensi empati menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan empati baik sebanyak 79 orang (79%). Hasil uji statistik dengan menggunakan analisis simple linear regression di dapatkan hasil bukti nyata (tangible) terhadap kepuasan pasien BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha nilai p-value = 0,000 α 0,05 dengan nilai  R Square 0,135 artinya sebesar 13,5% bukti nyata berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS . Analisis kehandalan (reliability) terhadap kepuasan pasien BPJS didapatkan hasil p-value = 0,000 α 0,05 dengan nilai R Square 0,253 artinya sebesar 25,3% kehandalan (reliability) berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS. Analisis ketanggapan (responsiveness) terhadap kepuasan pasien BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha didapatkan hasil nilai p-value = 0,000 α 0,05 dengan nilai R Square 0,232 artinya sebesar 23,2% ketanggapan (responsiveness) berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS. Analisis jaminan (assurance) terhadap kepuasan pasien BPJS di dapatkan nilai p-value = 0,000 α 0,05 dengan nilai R Square 0,211 artinya sebesar 21,1% jaminan (assurance) berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS . Analisis dimensi empati terhadap kepuasan pasien BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha dengan hasil p-value = 0,000 α 0,05 dengan nilai R Square 0,192 artinya sebesar 19,2% empati (empaty) berpengaruh terhadap kepuasan pasien BPJS. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan bukti nyata (tangible), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empaty) terhadap kepuasan pasien BPJS di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha Tahun 2019. Diharapkan pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha dapat meningkatkan lagi kualitas pelayanan, pegawai/ karyawan tepat waktu dalam memberikan pelayanan dengan kualitas pelayanan yang memuaskan terutama dalam hal ketanggapan (responsiveness) dan kehandalan (reliability),  serta meningkatkan sistem informasi manajemen Rumah Sakit untuk lebih memudahkan pelayanan.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan, Pelayanan BPJS, Pasien Rawat Jalan Background: The government has guaranteed every citizen to get health insurance through the national health insurance program (JKN). Quality of service greatly affects patient satisfaction, one of the indicators used as a measure of the success of JKN implementation is the community / patient satisfaction index (Wijono, 2009). Based on criticisms and suggestions in 2018 through a mailbox at Ratu Zalecha Regional Hospital expressed patient dissatisfaction with the services provided by health workers. The results of a preliminary study through interviews with 6 BPJS patients about outpatient BPJS patient satisfaction based on 5 dimensional aspects, namely tangible evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy, stated that they were not satisfied with the service , less clean, less fast, less reliable in service, feel less secure and less responsive in service. Research Objectives: determine the effect of BPJS service quality on BPJS patient satisfaction in the Outpatient Services of Ratu Zalecha General Hospital in 2019Methods: analytic survey research with cross sectional approach with a total sampling of 100 people.Results: The results of BPJS patient satisfaction from 100 patients in the outpatient services of Ratu Zalecha General Hospital were mostly satisfied with the number of 81 people (81%), the quality of BPJS services based on tangible dimensions (tangible) most respondents stated that the evidence was good as many as 85 people (85.0%). BPJS service quality based on the reliability dimension (reliability) shows that most respondents stated good reliability as much as 82 (82%), BPJS service quality based on the dimension of responsiveness (responsiveness) the majority of respondents stated good responsiveness of 78 people (78%). BPJS Service quality based on the assurance dimension (assurance) most of the respondents stated good guarantee as many as 80 people (80%), BPJS Service quality based on the empathy dimension showed that the majority of respondents expressed good empathy as many as 79 people (79%). Statistical test results using simple linear regression analysis obtained tangible results for BPJS patient satisfaction in the Outpatient Services of Ratu Zalecha General Hospital p-value = 0,000 α 0.05 with R Square value of 0.135 means 13, 5% of real evidence has an effect on BPJS patient satisfaction. Analysis of reliability (reliability) of BPJS patient satisfaction results obtained p-value = 0,000 α 0.05 with R Square value of 0.253 meaning 25.3% reliability affects the satisfaction of BPJS patients. Analysis of responsiveness to BPJS patient satisfaction in the Outpatient Services of Ratu Zalecha General Hospital obtained p-value = 0,000 α 0.05 with R Square value of 0.232, meaning 23.2% responsiveness (responsiveness) affects patient satisfaction BPJS. Assurance analysis of BPJS patient satisfaction is obtained p-value = 0,000 α 0.05 with R Square value of 0.211, which means 21.1% guarantee affects BPJS patient satisfaction. Analysis of the dimensions of empathy for BPJS patient satisfaction in the Outpatient Services of Ratu Zalecha General Hospital with a p-value = 0,000 α 0.05 with an R Square value of 0.192 means that 19.2% empathy (empathy) affected the satisfaction of BPJS patients.Conclusion: there is a significant effect of tangible evidence, reliability, responsiveness, assurance, empathy for BPJS patient satisfaction in the outpatient services at Ratu Zalecha General Hospital in 2019. It is expected that outpatient services Ratu Zalecha General Hospital can improve the quality of services, employees / employees on time in providing services with satisfactory service quality, especially in terms of responsiveness and reliability, and improve the Hospital management information system to further facilitate services.Keywords: Service Quality, Satisfaction, BPJS Services, Outpatients
HUBUNGAN PELATIHAN DAN MOTIVASI DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUK TIRAM BANJARMASIN Noorhidayah Noorhidayah; Asrinawaty Asrinawaty; Maki Zam Zam
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.657 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan merupakan pusat penyelenggaraan upaya kesehatan bagi masyarakat yang bermutu, merata, terjangkau dengan peran masyarakat secara aktif. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dilaksanakan oleh, dari, dan, bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita.Perkembangan dan peningkatan mutu pelayanan Posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat. Keberhasilan kegiatan Posyandu sangat bergantung pada partisipasi secara aktif dari kader yang bertugas di Posyandu. Fungsi kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu sangat besar yaitu mulai dari tahap perintisan posyandu, penghubung dengan lembaga yang menunjang penyelenggaraan Posyandu, sebagai perencana pelaksana dan sebagai pembina serta sebagai penyuluh untuk memotivasi masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan posyandu di wilayahnya.(Depkes Ri, 2006). Tenaga kader dalam menjalankan pelayanan kesehatan di Posyandu merupakan sumber daya yang penting dan sangat dibutuhkan.Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2015 di dapatkan bahwa wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram merupakan jumlah terbanyak kader yang tidak aktif dibandingkan dengan posyandu di wilayah kerja Puskesmas lainnya di Banjarmasin. Pada bulan Mei 2016, Puskesmas Teluk Tiram mempunyai kader sebanyak 71 orang. Kader yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan posyandu sebanyak 57 orang. sedangkan yang tidak aktif sebanyak 14 orang.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pelatihan dan motivasi dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin. Metode Penelitian : penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling yaitu sebanyak 70 kader.Hasil : Hasil penelitian dari 70 orang kader yang memiliki kategori terlatih dan aktif sebanyak 56 orang (81,2%) dan kader yang terlatih tetapi tidak aktif sebanyak 13 orang (18,8%) sedangkan Kader yang tidak terlatih dan tidak aktif ada 1 orang, Untuk motivasi kader, yang memiliki motivasi tinggi dan aktif sebanyak 56 orang (81,2%), yang memiliki motivasi tinggi dan tidak aktif sebanyak 13 orang (18,8%), sedangkan kader yang memiliki motivasi rendah dan tidak aktif ada 1 orang.Dari hasil analisis uji chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (0,05) didapatkan hasil pelatihan dengan keaktifan kader p value = 0,200 α (0,05). Hasil analisis motivasi dengan keaktifan kader didapatkan hasil p value = 0,200 α (0,05).Kesimpulan : tidak adanya hubungan yang bermakna antara Pelatihan dan Motivasi dengan Keaktifan kader. Diharapkan agar kader tetap berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, karena kader adalah tonggak utama pelaksanaan posyandu.Kata kunci: Pelatihan, Motivasi, Keaktifan kader dalam kegiatan Posyandu
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN TAHUN 2021 Noorhidayah Noorhidayah; Husnul Khatimatun Inayah; Annisa Sintya Rahayu
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7058

Abstract

Ketersediaan obat saat ini menjadi tuntutan pelayanan kesehatan, sehingga harus selalu tersedia setiap saat agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal. Proses pengelolaan obat di Puskesmas akan berjalan efektif dan efisien apabila ditunjang dengan pengelolaan manajemen logistik obat yang baik. Ketersediaan obat di Puskesmas Landasan Ulin belum dapat terlaksana secara optimal karena permintaan obat terkadang belum terpenuhi disebabkan kekosongan obat dari Dinas Kesehatan. Sarana dan prasarana belum memadai seperti ruang penyimpanan obat yang kurang. Tujuan penelitian  menganalisis manajemen logistik obat melalui komponen input dan proses dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara kepada pihak Dinas Kesehatan  dan Puskesmas Landasan Ulin. Hasil penelitian dilihat dari komponen input bahwa SDM di instalasi farmasi sudah mencukupi namun tidak semua SDM pernah mengikuti pelatihan terkait manajemen logistik obat, anggaran dana sudah sesuai dengan peraturan yang ada, sarana dan prasarana masih belum  memadai. Pada komponen proses manajemen logistik obat sudah berjalan dengan baik seperti perencanaan, penerimaan, distribusi, administrasi dan proses penyimpanan dimana sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP dari segi permintaan belum berjalan dengan baik dikarenakan masih belum terpenuhinya permintaan obat, dari segi pemusnahan dan penarikan masih belum berjalan dengan baik karena belum terjadwalnya kegiatan tersebut, pada proses pengendalian masih belum berjalan dengan baik karena masih ada kekurangan obat, serta proses pemantauan dan evaluasi belum berjalan dengan baik dikarenakan masih tidak terjadwal. Diharapkan pihak Puskesmas dapat memenuhi sarana prasarana logistik obat, dan bagi Dinas Kesehatan untuk memenuhi keseluruhan permintaan obat, memberikan pelatihan kepada SDM instalasi farmasi Puskesmas, dan membentuk tim khusus pemantauan dan evaluasi.Kata kunci: Manajemen, Logistik, ObatKepustakaan: 10 (2009-2021) 
Aplikasi Fatwa Melalui Metode Ijtihad Lembaga Baḣṡ Al-Masâ`il Nahdlatul Ulama Noorhidayah Noorhidayah
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 7 No 2 (2021): SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur`an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v7i2.2108

Abstract

Kajian ini mencoba menganalisa bagaimana metode ijtihad yang digunakan oleh lajnah Baḥth Al-Masaῑl secara sistematis juga terperinci. Disisi lain, kajian ini akan menguraikan berbagai deskripsi mengenai metode yang digunakan diantaranya adalah metode qauli, ilhaqi dan manhaji. Di awali dengan menerangkan langkah awal hingga akhir dalam proses pembentukan fatwa yakni sejak pengajuan permasalahan hingga penentuan putusan atau fatwa. Dilanjutkan dengan menjabarkan secara utuh karakteristik metode ijtihad lajnah Baḥth Al-Masaῑl. Kemudia, ditutup dengan bagaimana aplikasi dari metode ijtihad lajnah Baḥth Al-Masaῑl dalam fatwa-fatwa mereka yang juga akan disertai dengan analisis metodologisnya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin Noorhidayah Noorhidayah; Fikri Ghody
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.726

Abstract

Latar Belakang : tujuan organisasi tidak akan tercapai jika kinerja pegawainya tidak maksimal. . Berdasarkan studi pendahuluan melalui observasi ditemukan sebagian pegawai pada saat jam kerja tidak berada di ruangan dan waktu kerja digunakan berbincang-bincang sesama pegawai. Pelanggaran disiplin yang paling umum dijumpai adalah banyak pegawai yang memanfaatkan waktu dinas untuk mengerjakan hal lain, terutama untuk mencari tambahan penghasilan.Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin.Metode : survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampling sebanyak 63  orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan teknik analisa data dengan uji chi square dengan α 0,05Hasil  : dari 63 orang pegawai sebagian besar kinerja baik dengan jumlah 39 orang (61,9%), pendidikan pegawai sebagian besar sesuai sebanyak 45 orang (71,4%), sebagian besar masa kerja pegawai baru sebanyak 25 orang (39,7%), motivasi kerja pegawai sebagian besar baik dengan jumlah 43 orang (68,3%), sebagian besar disiplin kerja pegawai baik yaitu 43 orang (68,3%), sikap pegawai sebagian besar positif dengan jumlah 41 orang (65,1%), sebagian besar dukungan sumber daya baik sebanyak 34 orang  (54%).     Kesimpulan : tidak ada hubungan pendidikan (p = 0,712) dan masa kerja (p = 0,910) dengan kinerja pegawai, ada hubungan motivasi (p = 0,031), disiplin kerja (p = 0,000) , sikap (p = 0,000)  dan dukungan sumber daya (p = 0,000) dengan kinerja pegawai, Diharapkan pegawai dapat memaksimalkan tanggung jawab yang berkaitan dengan implementasi pekerjaan sehingga kinerja dapat meningkat.Kata kunci: kinerja, pendidikan, masa kerja, motivasi, disiplin, sikap, dukungan sumber daya Background: organizational goals will not be achieved if employee performance is not optimal. . Based on a preliminary study through observation, it was found that some employees during working hours were not in the room, and working time was used to converse with fellow employees. The most common disciplinary violations encountered are many employees who take advantage of the service time to do other things, especially to find additional income.purposes: to find out the factors related to the performance of employees at the Environmental Service Office of the Tapin Regencymethods: an analytic survey with a cross-sectional approach with a total sampling of 63 people. The research instrument used a questionnaire and data analysis techniques with the chi-square test with α 0.05Result: Out of 63 employees, most of them have good performance with 39 people (61.9%), most of the employees' education is in accordance with 45 people (71.4%), most of the tenure of new employees are 25 people (39.7%), Most of the employees work motivation is good with a total of 43 people (68.3%), most of the employees 'work discipline is good, namely 43 people (68.3%), most of the employees' attitudes are positive with the number of 41 people (65.1%). large support from good resources as many as 34 people (54%).Conclusion: there is no relationship between education and tenure with employee performance, there is a relationship between motivation, work discipline, attitudes, and support of resources with employee performance, it is hoped that employees can maximize responsibilities related to work implementation so that performance can increase Keywords: performance, education, tenure, motivation, discipline, attitude, support resources
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa Tunggul Irang Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Noorhidayah Noorhidayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Ari Widyarni; Khairul Anam; Parman Komarudin; Sabit Tohari
AKM Vol 4 No 1 (2023): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v4i1.740

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan pada bidang kesehatan mengenai upaya penerapan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bertujuan untuk memberikan edukasi dan penerapan dalam menjaga kesehatan serta pendekatan kepada masyarakat. Pada proses pelaksanaan penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab serta menampilkan video mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi yang dilakukan kepada masyarakat yaitu mereka sangat antusias dan berpartisipasi dalam mengikuti rangkaian kegiatan penyuluhan, Disamping itu juga menumbuhkan kreativitas serta motivasi dalam diri masyarakat dalam menjaga dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga kesehatan masing-masing anggota masyarakat
Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Kejadian Dispepsia pada Siswa di SMP Negeri 2 Karang Intan Elsi Setiandari Lely Octaviana; Noorhidayah Noorhidayah; Aulia Rachman
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dyspepsia is a type of non-communicable disease that occurs not only in Indonesia but also in the world. Dyspepsia is a term commonly used for a syndrome or a collection of symptoms or complaints in the form of pain or discomfort in the gut, nausea, bloating, vomiting, belching, feeling full quickly, and a full stomach. The high incidence of dyspepsia in adolescents is mostly caused by irregular dietary patterns. Dyspepsia can also be caused by several factors, including stress. Stress can affect gastrointestinal function and trigger complaints in healthy people, one of which is dyspepsia. This condition is due to excess stomach acid and a decrease in gastric contractility that precedes complaints of nausea after a central stress stimulus. From the results of the initial interviews conducted on 15 students of State Junior High School 2 Karang Intan, 9 of them had dyspepsia. This study aimed to determine the relation of dietary patterns and stress to the incidence of dyspepsia in students of State Junior High School 2 Karang Intan. This quantitative research used a cross-sectional study design. The number of samples was 56 people. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that 56 people (55,4%) met the dyspepsia criteria with a p-value of 0.001 (p <0.05), and 21 people had stress (80.8%) with a p-value of 0.001 (p<0.05).
Analisis Mutu Pelayanan Sumber Daya Manusia Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Alalak Tengah Tahun 2023 Noorhidayah, Noorhidayah; Oktaviana, Elsy Setiandari Lely; Mumtazah, Nelda
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 2 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i2.13075

Abstract

Salah satu penilaian pasien terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah pelayanan sumber daya manusia yang memberikan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan dikatakan bermutu tinggi apabila menimbulkan kepuasan bagi pasien yang dilayaninya. Kepuasan pasien akan terpenuhi apabila proses penyampaian jasa dari pemberi jasa kepada pasien sesuai dengan apa yang diharapkan. Pelayanan yang dirasakan oleh pasien Puskesmas Alalak Tengah diloket pendaftaran cenderung lama, dan kurang mudahnya dalam mendapatkan informasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis mutu pelayanan SDM terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Alalak Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian berjumlah 4.390 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 98 orang. Pengambilan sampel digunakan dengan cara accidental sampling. Hasil penelitian sebagian besar keandalan baik (84,7%), daya tanggap baik (67,3%), jaminan baik (85,7%), empati baik (79,6%). Ada hubungan keandalan (p-value = 0,000 OR = 26,7), daya tanggap (p-value = 0,001 OR = 4,71), jaminan (p-value = 0,002 OR = 10,25), empati (p-value = 0,000  OR = 0,08) dengan kepuasan pasien di Puskesmas Alalak Tengah Tahun 2023. Disarankan pihak puskesmas untuk memperbaiki kinerja waktu petugas untuk  peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan melakukan survei secara berkala mengenai kepuasan pasien.Kata Kunci : Kepuasan, Mutu Pelayanan Sumber Daya Manusia, Pasien
Faktor Determinan Dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Peserta JKN Di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya Tahun 2020 Noorhidayah, Noorhidayah; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Cahyani, Risky
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.882

Abstract

Latar Belakang: Salah satu program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia adalah penyelenggaraan program JKN yang bertujuan mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta (Kemenkes-RI, 2014). Puskesmas dalam program JKN  memiliki peran yang besar kepada peserta BPJS kesehatan, apabila pelayanan puskesmas yang diberikan baik maka akan semakin banyak peserta JKN yang memanfaatkan pelayanan kesehatan, namun dapat terjadi sebaliknya jika pelayanan dirasakan kurang memadai (Hasbi 2012). Data kunjungan pasien JKN di Puskesmas Beruntung Raya pada tahun 2017 sebesar 6.719, tahun 2018 sebesar 7.370 sedangkan tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 6.719 kunjungan.Tujuan :  Untuk mengetahui faktor determinan dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya tahun 2020.Metode: penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pasien peserta JKN yang datang berobat di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya pada bulan Januari-April tahun 2020 sebanyak 475 orang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu 83 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan teknik analisis data dengan chi square.Hasil : didapatkan bahwa yang memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 47 (56,6%), persepsi peserta JKN positif sebesar 61 (73,5%), aksesibilitas mudah  sebesar 58 (69,9%), sikap tenaga kesehatan baik sebesar 57 (68,7%), Ada hubungan persepsi peserta JKN dengan (p value (0,003), ada hubungan aksesibilitas layanan peserta JKN dengan (p value (0,006) dan ada hubungan sikap tenaga kesehatan dengan (p value (0,013).Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi peserta, aksesibilitas layanan, dan sikap tenaga kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Raya tahun 2020. Kata Kunci : Persepsi, aksesibilitas, sikap tenaga kesehatan Background: One of the programs organized by the Government of Indonesia is the implementation of the JKN program which aims to realize the implementation of the provision of guarantees for the basic needs of a decent life for each participant (Kemenkes-RI, 2014). Puskesmas in the JKN program has a big role for BPJS health participants, if the puskesmas services provided are good, more JKN participants will utilize health services, but it can happen otherwise if the service is felt to be inadequate (Hasbi 2012). Data on JKN patient visits at the Beruntung Raya Health Center in 2017 amounted to 6,719, in 2018 it amounted to 7,370 while in 2019 it decreased by 6,719 visits.Objective:  To determine the determinant factors in the utilization of health services for JKN participants in the Beruntung Raya Health Center Working Area in 2020.Methods: analytic research with a cross sectional approach. The population of all JKN participant patients who came for treatment at the Beruntung Raya Health Center Work Area in January-April 2020 was 475 people with an accidental sampling technique of 83 respondents. The research instrument used a questionnaire and data analysis techniques with chi square.Results: it was found that those who utilized health services were 47 (56.6%), the perception of JKN participants was positive at 61 (73.5%), easy accessibility was 58 (69.9%), the attitude of health workers was good at 57 (68.7%), there was a relationship between the perception of JKN participants with (p value (0.003), there was a relationship between the accessibility of JKN participants' services with (p value (0.006) and there was a relationship between the attitude of health workers with (p value (0.013).Conclusion: There is a significant relationship between participants' perceptions, service accessibility, and health workers' attitudes with the utilization of health services for JKN participants in the Beruntung Raya Puskesmas Working Area in 2020. Keywords: Perception, accessibility, health worker attitude
Analisis Hubungan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin Ariyanto, Edy; Widaryani, Ari; Netty, Netty; Noorhidayah, Noorhidayah; Octaviana, Elsi Setiandari Lely
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v15i1.951

Abstract

Latarbelakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) yakni Hipertensi menjadi penyebab utama kematian secara global. Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa angka prevalensi global penyakit hepertensi sekitar 22% dari semua penduduk yang ada di dunia, dimana persentase terbesar, yaitu 27% berada di benua Afrka sedangkan untuk urutan ketiga ditempati Asia Tenggara dengen persentase prevalensi 25% dari total populasi.Tujuan: Menganalisis hubungan usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan studi analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil: Kejadian hipertensi sebagian besar responden memiliki hipertensi sebesar 62,8%,  responden, usia responden sebagian besar dengan usia berisiko 35 tahun sebesar 68,6% responden, jenis kelamin responden sebagian besar perempuan sebesar 72,1% responden dan riwayat keluarga responden sebagian besar dengan tidak ada riwayat keluarga sebesar 61,6% responden. Hasil bivariat menggunakan uji Chi Square didapatkan ada hubungan usia (p-value=0,000), tidak ada hubungan jenis kelamin (p-value=1,000) dan tidak ada hubungan riwayat keluarga (p-value=0,919) dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi (67,4%), dengan mayoritas berusia di atas 35 tahun (66,3%) dan perempuan (72,1%). Mayoritas responden tidak memiliki riwayat keluarga hipertensi (61,6%) di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,000) dan kejadian hipertensi, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 1,000) serta riwayat keluarga (p-value = 0,919) dengan kejadian hipertensi pada orang dewasa di wilayah tersebut.