Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Effect of Cold Temperature on the Severity of Allergic Rhinitis Based on Visual Analog Scale (VAS) Score Among Medical Students of Malikussaleh University Zuhra, Farianti; Rahayu, Mulyati Sri; Putri, Baluqia Iskandar
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 11 No. 2 (2024): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v11i2.1087

Abstract

BACKGROUND: Allergic rhinitis is a common condition caused by inflammation of the nasal mucosa after exposure to allergens and is mediated by Immunoglobulin E (IgE). Cold temperatures can aggravate the symptoms of allergic rhinitis. Allergic rhinitis is not fatal, but it can cause a decrease in the patient's quality of life if the symptoms are severe. The severity of allergic rhinitis symptoms is difficult to measure as it should match patient's perception, so VAS is a quantitative measurement tool used. Although VAS is a simple and easy-to-use tool, its use as self-monitoring for AR patients is still infrequent to minimize symptom exacerbations and maintain control of allergic rhinitis. AIMS: This study aims to examine the effect of cold temperature on the severity of allergic rhinitis based on VAS score. METHOD: This research is an experimental with a one-group pretest-posttest study. The study samples involved 75 students suffering from allergic rhinitis assessed with the Score for Allergic Rhinitis (SFAR) questionnaire assessment from the class of 2020, 2021, and 2022. Subjects’ pain level was measured before and after the intervention. The intervention was in the form of cold temperature exposure for 15 minutes in a room with a temperature of 18℃. Data were analyzed using the Wilcoxon test. RESULT:  The results showed that the mean VAS score before the intervention was 0 while after the intervention was 38.61 ± 24.07. This shows that the mean VAS score after the intervention is higher than the mean VAS score before the intervention (p-value = 0.00 <0.05). CONCLUSION: The results of this study indicate that the effect of cold temperature can increase the severity of allergic rhinitis.
Manajemen Pengelolaan Identifikasi dan Daur Ulang Sampah Guna Mencegah Penyakit Dbd Di Desa Uteunkot Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Rahayu, Mulyati Sri; Lutfi, T Yocana; Rahmi, Nita
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9326

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang umum dihadapi masyarakat Indonesia. Sampah bisa menjadi  masalah jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan di Kota Lhokseumawe. Lingkungan yang kotor dan pencemaran limbah dapat berdampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Kejadian DBD (Deman Berdarah Dengue) erat kaitannya dengan faktor lingkungan yang menyebabkan tersedianya tempat perkembangbiakan vektor nyamuk Aedes aegypti. Tempat perkembangbiakan merupakan faktor pendorong perkembangbiakan vektor DBD berupa reservoir di dalam dan di sekitar rumah, semakin banyak tempat  nyamuk berkembang biak dan berkembang biak maka risiko terjadinya infeksi DBD semakin besar. Pengetahuan dan praktik yang dilakukan masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat mengurangi barang bekas yang dapat digunakan nyamuk berkembang biak. Solusi yang ditawarkan adalah pemaparan mengenai sampah organik, jenis sampah organik dan dampak yang dapat ditimbulkan jika sampah tidak dikelola dengan baik, daur ulang sampah dan pembentukan kader di masyarakat. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pengertian sampah, karakteristik sampah, pengelolaan sampah, perencanaan pengelolaan sampah yang baik dan benar, meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah anorganik menjadi kerajinan daur ulang dan meningkatnya keterampilan masayarakat dalam mendaur ulang sampah. Pengabdian telah dilakukan pada tanggal 27 Oktober 2022 dengan dihadiri oleh 50 orang masyarakat desa uteunkot. Pemaparan dilakukan dengan media presentasi menggunakan slide dan pemutaran video daur ulang sampah. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.
Sosialisasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Rumah Guna Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Desa Uteunkot Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Rahayu, Mulyati Sri; Zakiyya, Najwa; Syifa, Siti
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9327

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia menimbulkan konsekuensi yang kompleks. Berbagai tantangan yang diakibatkan penuaan penduduk telah mencakup setiap aspek kehidupan. Untuk dapat menyikapi kondisi tersebut, dibutuhkan suatu program evaluasi pencegahan kelanjutusiaan yang mampu mengayomi kehidupan lansia di Indonesia dengan cara mengakomodasi adanya kebutuhan terhadap potensi dan sumber daya penduduk lansia di Indonesia. mengenai kelanjutusiaan, di antaranya: kondisi kesehatan, potensi ekonomi, keadaan sosial, dan akses penduduk lansia terhadap berbagai fasilitas perlindungan dan pemberdayaan bagi peningkatan kualitas hidupnya. Resiko jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau keluarga yang melihat kejadian yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring, terdudk dilantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa hilang kesadaran dengan atau tanpa luka. Jatuh dapat mengakibatkan berbagai jenis cedera, kerusakan fisik dan psikologis. Kerusakan fisik yang paling ditakuti dari kejadian jatuh adalah patah tulang panggul. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pengetahuan kepada masyarakat desa Uteunkot terkait pentingnya pertolongan pertama pada lansia saat kecelakaan di rumah, mengarahkan anggota keluarga lansia agar  lebih memperhatikan kesehatan lansia terkait kecelakaan dirumah agar kualitas hidup lansia dapat terjaga dan sosialisasi pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Melalui program pengabdian ini, pengetahuan masyarakat desa Uteunkot lebih baik lagi dalam penanggulangan trauma pada lansia, meningkatnya kesadaran dari keluarga dan lansia sendiri agar dapat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari guna mencegah trauma dan terbentuknya kesadaran lansia untuk terus menjaga kesehatan lansia agar kualitas hidup baik
Histological Study of Effect of Oral Administration of Monosodium Glutamate (MSG) on Duodenum of Wistar Rats Rahayu, Mulyati Sri; Perwira Awaludin, Lambang Rizki; Wahyuni, Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 10 No.2 November 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v10i2.17993

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) is a widely marketed flavor enhancer that is regularly consumed. MSG is toxic to several organs including the small intestine. Previous studies have reported the effects of high doses of MSG; however, these findings are not directly applicable to equivalent human intakes. This study aimed to investigate the effect of MSG on the duodenum in rats administered with human average daily intake (ADI). Twenty-four adult male Wistar rats weighing 150-250 g at the age of 8-12 weeks were divided into four experimental groups (n = 6): normal control group (C), group 1 (0.378 mg/g b.wt), group 2 (0.756 mg/g b.wt), and group 3 (1.512 mg/g b.wt) oral MSG per day for 21 days. Duodenaltissue was dissected and stained with hematoxylin and eosin (HE) for histological examination. Data analysis was performed using the Kruskal-Wallis test (p < 0.05). The average height of the villus was calculated for each group: control (1047.40 ± 158.0 µm), Group 1 (850.68 ± 202.38 µm), Group 2 (906.29 ± 416.63 µm), and Group 3 (877.55 ± 154.65 µm). There was a difference in the height of the villi between all groups; however, there was no statistically significant difference compared with the control group (p = 0.384). The control group showed a normal appearance of the duodenal mucosa without inflammatory cells. In contrast, the treatment group showed inflammatory cell infiltration and lacked distinct brush-border structures. Our study showed that administration of MSG at an estimated dose of human ADIresulted in histological damage to the duodenum. 
CERVICAL CANCER SCREENING AND ASSOCIATED FACTORS AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE IN LHOKSEUMAWE, ACEH Rahayu, Mulyati Sri; Maulina, Nora; Nadhira, Cut Sidrah; Sawitri, Harvina; Kautsar, Muhammad; Sakinah, Nur
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v13i2.2024.202-210

Abstract

Cervical cancer is the second most prevalent cause of cancer-related mortality among women worldwide. Indonesia has the second-highest incidence of cervical cancer worldwide. The etiology of cervical cancer in women is multifactorial. This study aimed to investigate the Pap smear screening tests and analyze the risk factors associated with cervical cancer in women of reproductive age in Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. This quantitative study used a cross-sectional design. The data source comprised secondary data collected between January and September 2023 at a clinical laboratory in Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. The study sample consisted of 100 women who underwent the Pap smear test. The independent variables examined were age, age at first childbirth, age at menarche, parity, menstrual cycle, history of contraceptive use, and history of miscarriage, whereas the dependent variable was the Pap smear test results. Chi-square analysis demonstrated significant correlations between miscarriage history (p=0.05), parity (p=0.001), menstrual cycle duration (p=0.049), and Pap smear cytological results. Logistic regression revealed that women with a previous miscarriage, more than two children, and menstrual cycles exceeding 28 days were 3.46, 1.32, and 2.53 times more likely, respectively, to have abnormal Pap smear results. Therefore, high-risk women should undergo regular cervical cancer screening to detect the precancerous lesions.
Pengaruh Perlindungan Propolis Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Ibuprofen Safani, Dira; Rahayu, Mulyati Sri; Surayya, Rahmi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i2.3554

Abstract

The use of ibuprofen in high doses and for a long period of time risks causing kidney damage. Propolis contains active compounds such as flavonoids, phenolics, and phenolic acids which have antioxidant and anti-inflammatory properties. This study aims to determine the effect of propolis protection on the histopathological picture of the kidneys of male white rats (Rattus norvegicus) of the Wistar strain induced by ibuprofen. The research method applied is True Experimental with a Post-Test Only Control Group Design. 30 samples of male Wistar rats were divided into 5 treatment groups. the normal group (N) did not receive treatment, the negative control group (K-) received ibuprofen at a dose of 400 mg/kgBW, treatment group 1 (P1), treatment group 2 (P2), and treatment group 3 (P3) received ibuprofen at a dose of 400 mg/kgBW then propolis was added at a dose of 0.13 ml (P1), 0.26 (P2) ml, 0.52 ml (P3). This study was conducted for 14 days. The results of the Kruskal-Wallis test showed differences in the level of histopathological damage to the kidneys in white rats between groups (p<0.001). The Mann-Whitney post hoc test showed significant differences between the normal group and all treatment groups, as well as between the negative control group and treatment groups 2 and 3. There was no significant difference between the negative control group and treatment group 1. The conclusion of this study is that there is an effect of propolis administration on the histopathological picture of the kidneys of male white rats (Rattus norvegicus) of the Wistar strain induced by ibuprofen.
Sedentary Screen Time and Health-related Outcomes among Female Workers at North Aceh Government Office Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Rahayu, Mulyati Sri; Nadira, Cut Sidrah; Yuziani, Yuziani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21476

Abstract

A significant segment of the global labor force dedicates a significant portion of their working days to office environments, where they typically engage in sedentary activities such as using computers. An office worker's typical workday consists of more than six hours spent sitting down to play games on their smartphones or watch videos. During the workday, women sat for over six hours a day. The risk of all-cause mortality from cancer, coronary heart disease (CHD), and cardiovascular disease (CVD) was higher in women who reported the highest levels of sedentary behavior. This study aimed to assess the level of sedentary screen time in women and its association with health problems. A cross-sectional study was conducted among 115 female workers at the North Aceh Government Office from July 2023 to February 2024. Data were collected through face-to-face interviews using screen-time questionnaires and direct measures. Pearson correlation and independent t-tests were used to assess the correlation between screen time and health problems. Linear regression was used to see which variables were most related. The result shows that most female workers were young, civil servants, had grade 1 hypertension (35.7%) and were overweight (53%). Average screen use on a weekday is 476.87 minutes, average screen use on a weeknight is 194.61 minutes, and average screen use on a weekend is 491.48 minutes. Screen use on weekdays and weeknights can be potential predictors for BMI, and screen use on weekdays and weekends can be potential predictors for hypertension. 
PENYULUHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH LANSIA MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI PANTI JOMPO ANNUR KOTA LHOKSEUMAWE Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
Jurnal Vokasi Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v5i1.2067

Abstract

Kondisi dunia global saat ini yaitu munculnya wabah pandemi COVID-19, Penyebaran Covid-19 yang terus meningkat ini membuat kita lebih memberikan perhatian terhadap kesehatan tubuh lansia. Kita juga semakin menyadari bahwa penting untuk melakukan pencegahan agar terhindar dari Covid-19. Diantaranya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menggunakan masker, physical  distancing, dan yang paling penting adalah menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dengan baik. Sehingga tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi komoditas yang banyak dicari masyarakat pasca-merebaknya Covid-19. Tanaman-tanaman ini dipercaya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas sebagai penangkal Covid-19. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan penyuluhan pemamfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Untuk meningkatkan imunitas tubuh lansia menghadapi Pandemi Covid-19 di Panti Jompo Annur Kota Lhokseumawe dan menyediakan tanaman obat di panti. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktek lapangan. Target yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan lansia tentang penyakit Covid-19, imunitas, TOGA dan adanya tanaman obat dipanti sehingga panti punya kesiapan menghadapi wabah Covid-19 ini. Hasil yang telah dicapai melalui program kegiatan ini adalah sesuai dengan target yang telah direncanakan sebelumnya yaitu: telah dilakukan membaca doa, aktivitas fisik ringan dan pemeriksaan kesehatan, pengetahuan Covid-19, pengetahuan Imunitas, pengetahuan TOGA, Penyediaan tanaman obat keluarga. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa dengan edukasi  lansia panti jompo An-Nur kota lhokseumawe dapat mencegah penularan covid-19 dengan menerapkan protocol kesehatan di lingkungan panti dan meningkatkan imun tubuhnya serta telah tersedianya tanaman obat keluarga di panti 
PROGRAM PEMBERDAYAAN DESA TANGGUH COVID-19 MELALUI PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL PADA MASYARAKAT DESA UTEUNKOT-LHOKSEUMAWE Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2444

Abstract

Kondisi dunia global saat ini, munculnya wabah pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronvirus 2 (SARS-CoV-2). WHO menyatakan adanya kegawat daruratan permasalahan kesehatan global berdasarkan jumlah kasus novel coronavirus SARS-CoV-2 (coronavirus disease 2019/ COVID-19) yang terus meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran Covid-19 yang terus meningkat ini membuat kita lebih memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Kita juga semakin menyadari bahwa penting untuk melakukan pencegahan agar terhindar dari Covid-19. Diantaranya adalah dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masalah kesehatan yang sering dialami dilapangan untuk pembiasaan PHBS ini masing sangat kurang. Terutama mengingat sekarang ini kita masi berada pada kondisi lingkungan yang kurang sehat yakni berada pada masa pandemi Covid-19. Desa Uteunkot yang menjadi salah satu Desa binaan Univesitas Malikussaleh (Unimal) ini, dimana masyarakatnya belum menerapkan pola PHBS yang sesuai. Oleh karena itu, kami sebagai dosen Unimal akan melaksana pengabdian pada masyarakat merasa terpanggil untuk membiasakan pola hidup sehat pada masyarakat Desa Uteunkot ini. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan  bagi masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Covid-19 dan PHBS, menjelaskan cara mencuci tangan yang benar, menjelaskan pemanfaatan tempat cuci tangan, membuang sampah pada tempatnya serta pemilahan sampah yang dapat didaur ulang, pemanfaatan jamban yang tepat serta pengunaan air bersih dan melakukan pembagian tempat cuci tangan, sabun cuci tangan dan tempat sampah. Hasil yang telah dicapai melalui program kegiatan ini adalah edukasi pemaparan materi dilakukan didepan masyarakat desa uteunkot kota Lhokseumawe. Masyarakat dibekali dengan pengetahuan tentang penyakit covid dan PHBS. Berdasarkan analisis post test pada 40 kader menunjukkan ada perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Sosialisasi cara mencuci tangan yang benar, memakai masker dan pengelolaan sampah yang ekonomis. Pembekalan kader dan diakhir dengan penyerahan bahan/barang PHBS. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa melalui program pengabdian ini, pengetahuan kader dapat meningkat tentang PHBS dan pencegahan penyakit covid, keterampilan kader meningkat cara melakukan gerakan cuci tangan dan pengelolaan sampah yang benar, serta melaului program pengadian ini telah terbentuk tim .PHBS untuk desa tangguh covid-19.
HUBUNGAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN MASSAL FILARIASIS DI KECAMATAN BAKTIYA ACEH UTARA Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.6 : No.1 (Mei, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i1.2660

Abstract

Filariasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan angka kejadian tertinggi tingkat propinsi Aceh. Kecamatan Baktiya paling tinggi angka kejadian di Aceh utara. Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial, yang menimbukan pembengkakan pada tangan, kaki dan genital.Salah satu strategi pemberantasan filariasis yang dilakukan dengan memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) filariasis. Keberhasilan pengobatan sangat tergantung dari sikap masyarakat menyingkapi pengobatan ini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan sikap Masyarakat dengan kepatuhan pengobatan massal filariasis di Kecamatan Baktiya Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 256 sample dan analisis data menggunkan uji Chi-Square dan Uji Kolmogorov Smirnov sebagai alternatif lain untuk pemenuhan syarat. Didapatkan hasil responden dengan rentang umur terbanyak yaitu berada pada usia 17-25 yaitu 43,4 %. Distribusi jenis kelamin responden terbanyak  adalah jenis kelamin laki-laki yaitu  52,3 %. Distribusi pendidikan terakhir responden terbanyak adalah tamat SMA/MA/SMK yaitu 52,3 %. Distribusi pekerjaan responden terbanyak adalah IRT yaitu sebanyak 20,3 %. Gambaran tingkat sikap masyarakat tentang filariasis ada pada tingkatan kurang yaitu sebanyak 55,9 %, dan hanya 2,7 % yang memiliki tingkat sikap baik tentang filariasis sedangkan kepatuhan pengobatan massal filariasis didapatkan hanya 2,7 % yang diketahui patuh dalam mengkonsumsi obat filariasis, sedangkan 97,3 % diketahui tidak patuh. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sikap masyarakat dengan kepatuhan pengobatan Massal Filariasis pada masyarakat di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara Periode 2015-2018.