Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Blush On Cream Antioksidan Dari Pewarna Alami Ekstrak Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) Asal Kalimantan Tengah Risqika Yuliatantri Paramawidhita; Sisi Solikha; Rika Arfiana Safitri; Shesanthi Citrariana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.19836

Abstract

Blush on merupakan kosmetik dekoratif pemberi rona kemerahan pada pipi, agar wajah tampak terlihat lebih cantik, segar dan berdimensi. Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) memiliki zat aktif yang terdiri dari fenolik, flavonoid, antosianin dan saponin. Antosianin yang terkandung pada ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami pada sediaan blush on. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan blush on cream dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik terhadap sediaan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan ekstrak, formulasi sediaan menggunakan ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dengan konsentrasi 8%, 9% dan 10% serta evaluasi fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji oles dan uji daya sebar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat dibuat dalam bentuk sediaan blush on cream dan hasil evaluasi fisik diperoleh bahwa sediaan dengan konsentrasi 8% berwarna merah muda pucat, konsentrasi 9% berwarna merah muda, dan konsentrasi 10% berwarna merah muda tua, warna yang merata ketika dioleskan ke punggung tangan, sediaan yang homogen, pH 4,6-4,7 dan daya sebar yang memenuhi persyaratan semisolid kategori semistiff yang memiliki syarat daya sebar 3-5 cm, sehingga ketiga formula memenuhi kualitas evaluasi fisik.
Pemberdayaan Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga: Empowerment of Community Health and Economy Through the Use of Family Medicinal Plants Faradila Faradila; Nurul Qamariah; Rika Arfiana Safitri
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 6 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i6.13259

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) have significant potential to support household health self-reliance and improve family income; however, their utilization at the community level is often limited to traditional use without value-added processing. This community engagement program aimed to strengthen the health and economic capacity of women’s religious study groups in Kalampangan through education, cultivation training, and processing of TOGA into herbal products. The program was implemented using a participatory approach through counseling sessions, hands-on training, and continuous assistance. Evaluation was conducted using pre–post tests on TOGA utilization and cultivation, with qualitative analysis into low, moderate, and high categories, supported by field observations and product evaluation. The results showed a clear shift in participants’ understanding from low to moderate and high categories across most indicators. In addition, participants successfully produced four herbal products, namely herbal tea bags, ginger-based herbal drinks (gingershoot), turmeric-based herbal drinks (curcuminshoot), and aromatic candles, and established a Joint Business Group to support program sustainability. These findings indicate that community-based utilization of family medicinal plants is not only effective in improving household health awareness but also has strong potential as a sustainable community-based economic empowerment strategy.