Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Formalin pada Bakso yang Dijual pada Beberapa Tempat di Kota Padang Faradila Faradila; Yustini Alioes; Elmatris Syamsir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.71

Abstract

AbstrakKonsumsi makanan cepat saji saat ini telah menjadi kebiasaan makan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu makanan cepat saji yang popular adalah bakso, namun saat ini sering dijumpai penggunaan bahan tambahan non pangan di dalam bakso yaitu formalin. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi pada kenyataannya masih ada produsen makanan yang memproduksi makanan mengandung formalin. Salah satu makanan yang sering ditemukan berformalin adalah bakso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat formalin pada bakso yang dijual di Kota Padang. 42 sampel yang diidentifikasi diambil dari pedagang bakso gerobak, warung bakso, serta rumah makan franchise di beberapa lokasi dengan jumlah pedagang bakso terbanyak. Pemeriksaan kualitatif dilakukan dengan menggunakan Test Kit Formalin yang terdiri atas cairan pereaksi I dan serbuk pereaksi II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 sampel dari 42 sampel yang diidentifikasi dilaboratorium positif mengandung formalin (47,6%). Bedasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa hampir separuh bakso yang dijual di Kota Padang mengandung formalin.Kata kunci: Bakso, FormalinAbstractNow a days, the consumption of fast food has become an eating pattern for Indonesian. One of the most popular fast food is meatball, but today, we often found that the producents add a non food addition ingredient in the meatball that we call formalin. The use of formalin actually has been prohibited used in food based on the Peraturan Menteri Kesehatan No.1168 tahun 1999, but in fact, there are food producent that produce food with formalin. One of the food is meat ball. The objective of this research is to identifying whether there are formalin in meatballs that sold in padang. 42 samples that identified taken from mobile vendor, meatball restaurant and franchise restaurant in several locations with the greatest numbers of meatball seller. The qualitative examination done by using the formalin test kit that contain of reagen I and reagen II. The result of the research conclude that 20 sample from 42 sample that has been identified in laboratorium are positive have formalin (47.6%). Based on the result, we can conclude that almost of the bakso that has been sold in Padang contain formalin.Keywords:Meatball, formalin
Gambaran Burnout Syndrome pada Tenaga Kesehatan di RSUD Kota Palangka Raya: Description of Burnout Syndrome in Health Workers in Palangka Raya City Hospital Jeikawati Jeikawati; Dian Purnama Sari; Suprihatini Suprihatini; Faradila Faradila; Syamsul Arifin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 5 No. 2 (2023): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v5i2.5180

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) was first reported in Indonesia on March 2, 2020, with a total of two cases, and data for March 31, 2020, showed confirmed cases totaling 1,528 cases and 136 deaths, the highest in Southeast Asia. As of April 24, 2022, there were 509,259,261 cases and 6,242,490 deaths worldwide, while in Indonesia, there were 6,044,150 cases and 156,100 deaths. Burnout syndrome is the inability to deal with stress at work effectively and is more associated with chronic stress due to everyday events than at any particular moment. Individual characteristics, such as personality, values, goals, age, educational level, and family situation, can interact with environmental and occupational risk factors, which can exacerbate or help combat these events. Based on the results of research conducted in months based on characteristics consisting of age, gender, last education, marital status, and years of service of health workers. With this type of research, a quantitative descriptive study using a cross-sectional approach. With the results of the research showing health workers who have mild burnout syndrome and with this research it is hoped that this will become a reference for the City Hospital to maintain the health of employees within the scope of the hospital.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP MIKROBIOLOGI DASAR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Hizawati, Hizawati; Mutiarasari, Dian; Hanasia, Hanasia; Jelita, Helena; Faradila, Faradila
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kasus Covid-19 pada tahun 2019, ilmu mikrobiologi menjadi salah satu sentral utama dalam upaya penanganannya, seperti pembuatan serta pengembangan vaksin. Adapun ilmu mikrobiologi juga menjadi salah satu ilmu yang penting untuk dikuasai pemahamannya oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran, pada pemahaman melibatkan aspek kognitif, lingkungan, dan psikologis yang dapat memengaruhinya. Pemahaman merupakan salah satu aspek psikologis yang dapat memengaruhinya yakni kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional memengaruhi kecerdasan intelektual yang kemudian akan berpengaruh pada mahasiswa dalam memahami pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan menggunakan metode cross sectional pendekatan observasional analitik dan menggunakan alat ukur Trait Emotional Intelligent Questionnaire-Short Form (TEIQue-SF) untuk variabel kecerdasan emosional kemudian soal tes mikrobiologi dasar untuk variabel pemahaman konsep mikrobiologi dasar. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan p ≤ 0,05 atau 5% dengan menggunakan 118 responden yang sesuai kriteria inklusi. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat kecerdasan emosional “rendah” (32,2%) dan terendah yaitu “sangat tinggi” (2,5%). Pada mayoritas responden memiliki tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar “tidak baik” (72,0%) dan terendah yaitu “sangat baik” sebanyak (0,8%). Uji Spearman rank membuktikan bahwa kecerdasan emosional berhubungan signifikan dengan tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar (p=0,010 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar. Kata kunci: kecerdasan emosional, mikrobiologi, TEIQue-SF DOI : 10.35990/mk.v8n2.p130-140
Collaborative Malaria Surveillance Ending Outbreak In Merangin: Early Response By Academia And Muhammadiyah Community Ghiffari, Ahmad; Risdiansyah, Risdiansyah; Qamariah, Nurul; Faradila, Faradila; Shalshabilla, Alysha Titania; Mukhtarudin, Kuntafie Al Haq; Safitri, Rizka Nabila; Prameswarie, Thia; Ramayanti, Indri; Asmalia, Resy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21282

Abstract

ABSTRACT The Mass Blood Survey (MBS) conducted in August 2023 in Sungai Tebal Village, Jambi Province, in response to a malaria outbreak declared by the Regent of Merangin. The outbreak began with 52 confirmed malaria cases (50 Plasmodium vivax and 2 Plasmodium falciparum), indicating a substantial rise compared to previous years. The District Health Office, an academic institution, and community health partnered to carry out the MBS, which was launched six months after the index case. Prior to implementation, the team coordinated with local health authorities and community organization thus prepared for both rapid diagnostic testing (RDT) and public health education. A total of 33 individuals were tested, and all RDT results were negative, indicating no further local transmission. The findings underscored the importance of early detection, collaborative efforts, and sustained preventive strategies in malaria-endemic regions to avert future outbreaks. Keywords: Active Surveillance, Malaria Elimination, Outbreak Response, Rural Health, Integrated Control
Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Intervensi Edukatif dan Pemeriksaan Kesehatan pada Mahasiswa Kedokteran UMPR: Enhancing Reproductive Health Literacy through Educational Interventions and Medical Checkups among Medical Students of UMPR Qamariah, Nurul; Faradila, Faradila; Badjeber, Alvia Novita; Adhyatma, Mirza; Tansuria, Norman Jesse; Handoko, Arif; Brillianty, Ricka; Purbawa, Putu Aditya Adi; Thaihutu, Yhohan Ziantprayogi; Pramitasari, Putu Andina; Safitri, Rika Arfiana
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.10356

Abstract

Adolescents' limited understanding of reproductive health can lead to long-term health risks. This community service activity, organized by the Faculty of Medicine at Universitas Muhammadiyah Palangkaraya in collaboration with the Kereng Bangkirai Health Center, aimed to improve reproductive health literacy among adolescents through education and health screening. The program involved 33 second-semester medical students and included a pretest, interactive seminar, posttest, and health examinations covering vital signs, body mass index, blood glucose, and HBsAg screening. Findings revealed that 27.3% of participants were overweight, 18.2% were prehypertensive, and 15.2% had elevated random blood glucose, while all tested negative for hepatitis B. The average knowledge score increased from 89.9% to 91.5%, with the most significant gains in understanding menstruation and nocturnal emission. These results highlight the effectiveness of campus-based educational interventions and the need to promote healthy lifestyles early on. The activity also emphasizes the role of medical students as change agents in disseminating reproductive health knowledge in the community.
Kajian Program Dashat Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Sungai Tabuk, Sukamara: Study Of The Dashat Program In Accelerating The Reduction Of Stunting In The Kampung Keluarga Berkualitas Of Sungai Tabuk Village, Sukamara Faradila, Faradila; Yuliani, Ni Nyoman Sri; Suryadini, Halida; Sari, Rahmita
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7097

Abstract

Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2022 memiliki angka kejadian stunting yang tinggi . BKKBN sebagai ketua pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting memiliki program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) sebagai wadah pelaksanaan program dengan integrasi dan kovergensi dalam berbagai dimensi. Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) merupakan salah satu program Kampung KB (Keluarga Berkualitas) yang dibuat sebagai salah satu bentuk upaya mencegah stunting lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari kajian ini adalah guna memberikan gambaran pelaksanaan DASHAT serta inovasi program stunting di Kampung KB Desa Sungai Tabuk Kabupaten Sukamara yang merupakan kampung KB berprestasi. Hasil dari penelitian ini diketahui beberapa determinan stunting pada kelompok sasaran dan praktik pelaksanaan DASHAT pada kelompok sasaran. Masalah sosial ekonomi serta ketersedian sumber daya masih menjadi kendala kelompok sasaran untuk dapat memperoleh gizi seimbang dalam upaya untuk pencegahan stunting. Namun demikian, dukungan dari Pemerintah Desa Sungai Tabuk, Puskesmas Pantai Lunci, PKB Kecamatan Pantai Lunci, TP PKK Desa Sungai Tabuk, Kader yang kompak dan bertanggung jawab, serta tingginya partisipasi masyarakat menjadi faktor pendukung utama penurunan angka stunting di Desa Sungai Tabuk.
Kajian Program CANGKAL Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas Puruk Cahu Seberang, Kabupaten Murung Raya: Study of The CANGKAL Programme in Accelerating The Reduction of Stunting in The Kampung Keluarga Berkualitas of Puruk Cahu Seberang, Murung Raya District Yuliani, Ni Nyoman Sri; Faradila, Faradila; Suparyani, Ni Ketut Adhi; Riduan, Muhammad; Sari, Rahmita
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7098

Abstract

Kampung KB di Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan dengan mengutamakan daerah yang masuk prioritas stunting termasuk Kabupaten Murung Raya yang prevalensi stuntingnya pada status merah yaitu 40,9 % tahun 2022. Kampung KB Puruk Cahu Seberang melaksanakan upaya percepatan penurunan stunting melalui Program kerja Puskesmas Puruk Cahu Seberang yaitu Program CANGKAL yang telah berhasil menurunkan angka stunting. Penelitian ini merupakan kajian praktik baik menggunakan cross sectional study dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu data Primer diperoleh wawancara mendalam (in depth interview), Focus Group Disscusion dan observasi kepada informan, observasi dan telaah dokumen. Analisis secara deskriptif dan validitas data mengunakan triangulasi metode, triangulasi sumber dan triangulasi data. Pelaksanaan program CANGKAL berupa pendataan keluarga berisiko stunting,, audit kasus stunting di tingkat kabupaten, edukasi sosialisasi pengetahuan tentang risiko kesehatan stunting, gerebek stunting, bantuan sosial kepada keluarga sasaran stunting, dan praktik Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Pengasuhan anak stunting secara berkala telah dilakukan berupa kunjungan secara langsung datang ke rumah KRS. Pendampingan terintegrasi pada anak remaja putri, ibu hamil, ibu bersalin dan ibu balita kegiatan Posyandu rutin setiap bulannya. Program CANGKAL memberikan dampak positif dalam penurunan angka stunting di Kampung KB Puruk Cahu Seberang. Namun terdapat beberapa faktor hambatan yang memerlukan perbaikan agar program ini dapat berjalan dengan optimal untuk dapat mempertahankan hasil pemulihan stunting.
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Bakteri Tahan Asam (BTA) pada Pasien HIV Positif di Puskesmas Panarung, Palangkaraya Faradila, Faradila; Ghiffary, Ahmad; Qomariah, Nurul; Risdiansyah, Risdiansyah; Akbar, Muhammad Chairil Rizkyta; Sari, Rahmita
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.10441

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, terutama pada pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Diagnosis TB pada pasien HIV sering kali mengalami kendala akibat beban basil yang rendah dan gejala klinis yang tidak khas. WHO merekomendasikan penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM) seperti GeneXpert, namun keterbatasan distribusinya menyebabkan mikroskopis Bakteri Tahan Asam (BTA) masih banyak digunakan di layanan primer. Tujuan: Menilai tingkat akurasi dan kesesuaian antara pemeriksaan TCM dan BTA dalam mendeteksi TB pada pasien HIV positif. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 38 pasien HIV dengan gejala TB di Puskesmas Panarung, Palangkaraya, antara Desember 2024 hingga Juli 2025. Semua responden menjalani pemeriksaan TCM dan BTA secara bersamaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji McNemar dan perhitungan nilai Kappa Cohen untuk menilai kesesuaian antar metode diagnosis. Hasil: Seluruh kasus TB (100%) terdeteksi oleh TCM, sedangkan BTA hanya mendeteksi 35 dari 38 kasus (sensitivitas 92,1%; spesifisitas 100%). Nilai Kappa Cohen sebesar 0,78 menunjukkan kesesuaian substansial antara kedua metode. Namun demikian, TCM menunjukkan performa diagnostik yang lebih unggul, khususnya pada pasien dengan imunosupresi berat. Kesimpulan: TCM lebih sensitif dibandingkan BTA dalam mendeteksi TB pada pasien HIV dan sebaiknya dijadikan metode utama dalam skrining TB pada kelompok risiko tinggi. Peningkatan akses terhadap TCM di layanan primer sangat penting dalam mendukung eliminasi TB tahun 2030.
Uji Diagnostik Polymerase Chain Reaction dibandingkan dengan Pewarnaan Eosin dalam Mendeteksi Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Siswa Sekolah Dasar di Palembang Ghiffari, Ahmad; Ridha, Muhammad Faiz; Pratiwi, Ratih; Hartanti, Miranti Dwi; Faradila, Faradila
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12030

Abstract

Soil-transmitted helminthiasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak sekolah dasar di wilayah dengan sanitasi yang kurang memadai. Pemeriksaan mikroskopis feses masih banyak digunakan karena sederhana dan murah, namun memiliki keterbatasan pada infeksi dengan intensitas rendah. Metode molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) dikembangkan untuk meningkatkan deteksi, tetapi kinerjanya pada setting lokal masih perlu dievaluasi. Penelitian ini merupakan uji diagnostik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 30 sampel tinja siswa sekolah dasar. Pemeriksaan dilakukan menggunakan pewarnaan langsung dengan eosin (PLDE) sebagai metode rujukan dan PCR. Analisis dilakukan menggunakan tabel 2×2 untuk menentukan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (PPV), nilai prediktif negatif (NPV), dan akurasi. DSE menunjukkan 8 dari 30 sampel (26,7%) positif, terdiri dari Ascaris lumbricoides (7 sampel) dan Trichuris trichiura (1 sampel). PCR mendeteksi DNA Ascaris lumbricoides pada 11 sampel (36,7%), tanpa deteksi Trichuris trichiura maupun hookworm. Dibandingkan metode rujukan, PCR memiliki sensitivitas 62,5%, spesifisitas 72,72%, PPV 45,45%, NPV 84,21%, dan akurasi 70%. PCR menunjukkan kinerja diagnostik sedang dan berpotensi sebagai metode pelengkap, terutama untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi. Namun, PCR belum mampu mendeteksi seluruh spesies STH yang teridentifikasi secara mikroskopis. Penggunaannya perlu mempertimbangkan kesiapan laboratorium, kualitas sampel, dan kemampuan deteksi spesies. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, target molekuler lebih luas, multiplex PCR, dan metode rujukan yang lebih komprehensif.
Profil Kadar Besi Serum Pada Anak Usia Sekolah Yang Tinggal di Area Pertambangan Emas Skala Kecil di Sepang Simin, Gunung Mas Fadillah, Noor; Purbayanti, Dwi; Andini , Ika Putri; Rahmah, Windya Nazmatur; Faradila , Faradila; Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12502

Abstract

Penambangan Emas Skala Kecil (Artisanal and Small-Scale Gold Mining/ASGM) masih banyak dilakukan di Indonesia dan berpotensi menimbulkan paparan merkuri yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama pada anak sebagai kelompok rentan. Paparan merkuri diketahui dapat mengganggu metabolisme zat besi dan proses hematopoiesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kadar besi serum pada anak-anak yang bermukim di sekitar kawasan ASGM di Desa Sepang Simin, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 43 anak usia 9–12 tahun. Sampel darah vena diambil untuk memperoleh serum dan dilakukan pemeriksaan kadar besi serum menggunakan metode Iron-Ferrozine dengan fotometer Biosystem BTS-350. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta uji beda melalui Independent Sample t-test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya sebagian besar responden memiliki kadar besi serum dalam kisaran normal (86%), sedangkan 14% responden memiliki kadar besi serum rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar besi serum antara anak laki-laki dan perempuan (p = 0,025), dengan rerata kadar besi serum pada anak laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa status zat besi pada anak di wilayah pertambangan tidak sekadar terpengaruh faktor nutrisi dan pertumbuhan, namun juga berpotensi berkaitan dengan paparan lingkungan seperti merkuri yang dapat mengganggu metabolisme besi dan eritropoiesis.