Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gender Equality and Equity with Mubadalah Concept and Its Implementation in Islamic Education Wilis Werdiningsih; Ahmad Natsir
ADDIN Vol 14, No 2 (2020): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v14i2.7179

Abstract

Gender equality study is the study that will continously be discussed in human life. The study of gender examines the diverse roles of women and men in community life. The concept of mubadalah is of the new studies in gender equality. The concept of mubadalah is way of looking at two relations, namely man and woman, in which both of them as dignified human beings who are able to take advantages of all aspects of life for their good. Education is an important means of educating people who are knowledgeable and have noble character. Gender-based education is the foundation in creating a gender responsive young generation. This study aims to examine more deeply the concept of mubadalah and its implementation in Islamic education. This study used qualitative approach and the type of this research is library research. Data were obtained from various sources relate to the concept of mubadalah and Islamic education. The results show that the concept of mubadalah is one of the concepts of gender equality which can be used as a reference for understanding gender equality and equity that seeks to see women and men as servants of Allah swt. which is the subject of the texts in Al-Qur’an as well as in their interpretation. Education in an Islamic perspective becomes a forum for teaching gender equality through the design of a gender responsive education component.
PEREMPUAN BERPAYUNG MAQASID: TELAAH PEMIKIRAN KALIS MARDIASIH Ahmad Natsir
Kodifikasia Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v16i2.5240

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran Kalis Mardiasih yang tersebar di berbagai esai-esainya. Berbagai tulisan  Kalis yang muncul merupakan bentuk respon kegelisahannya atas fenomena kemanusiaan dan keberagamaan dalam masyarakat. Peristiwa perundungan dengan simbol agama, diskriminasi terhadap perempuan, serta isu-isu kemanusiaan telah memotivasinya untuk menulis kemudian mendakwahkan keadilan, kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan tetap dalam bingkai Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kerangka kerja delapan poin  telaah Amin Abdullah. Namun penelitian ini hanya memanfaatkan lima poin yang telah digariskan oleh Amin Abdullah. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa, Kalis Mardiasih mnggunakan pijakan maqasid al-shariah  dengan hifz al-nafs, dan hifz al-din sebagai kata kunci dalam merespon fenomena yang terjadi. Pembelaannya terhadap perempuan, dan kaum minoritas menggunakan hifz al-din sementara kampanyenya akan Islam yang ramah dan damai menggunakan akar hifz al-din. Dengan ini Kalis Dapat dikatakan sebagai penerus dakwah universalisme Islam yang dikembangkan oleh Abdurrahman Wahid. [This paper aims to reveal the thoughts of Kalis Mardiasih spread inhervarious essays. Kalis's various writings appeared to respond toheranxiety over the phenomenon of humanity and religion in society. Instances of bullying with religious symbols, discrimination against women, and humanitarian issues have motivated her to write and then indict justice; equal rights between men and women remain within the frame of Islam. This qualitative research uses the eight-point framework of Amin Abdullah's study. However, this study only took advantage of the five points outlined by Amin Abdullah. This study concludes that Kalis Mardiasih uses the footing of maqasid al-shariah with hifz al-nafs, and hifz al-din as keywords in responding to the phenomenon that occurs. her defense of women and minorities used hifz al-din, while her campaign for a friendly and peaceful Islam used the roots of hifz al-din. With this, Kalis Can be said to be the successor to the proselytizing of Islamic universalism developed by Abdurrahman Wahid.]
Manajemen Kebudayaan Pesantren Pascamodern di Indonesia Chusnul Chotimah; Ahmad Natsir; Syahril Siddiq
Muslim Heritage Vol 8, No 1 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i1.5037

Abstract

AbstractThis paper aims to analyze how Islamic boarding schools can survive in a constantly changing world and what is the secret behind the ability of Islamic boarding schools to adapt to increasingly rapid developments and open information systems. Such significant challenges of the times force pesantren to choose one of two things, to be left behind or to change to adapt. This study chose the locus at the Amanatul Ummah Islamic Boarding School located in Pacet Mojokerto because the pesantren's policies are closely related to survival efforts over the current developments. After this research was carried out, it showed that, on the one hand, Islamic boarding schools have limited infrastructure. On the other hand, they are subject to government pressure and community demands to adapt to changes and meet applicable standards. Two reasons are the answer to the survival of pesantren. First, Al-muḥāfaẓah 'alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-ahdz bi al-jadīd al-aṣlaḥ has become a value basis for the contextual transformation of pesantren. Second, the cultural management of the pesantren can be seen from the ability of the pesantren to carry out religious and cultural missions that negotiate with science and technology. Modernity management in Islamic boarding schools is a starting point for a pesantren continually to evaluate and then change with the note that it maintains the traditional values of the pesantren as keeping the faith, which is the finding in this study. This paper suggests the need for institutional standardization of Islamic boarding schools to achieve the mission of making Islamic boarding schools a centre for the development of education and civilization. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesantren dapat bertahan dalam dunia yang terus berubah, apa rahasia di balik kemampuan pesantren beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan sistem informasi yang terbuka. Tantangan zaman yang demikian besar memaksa pesantren untuk memilih satu di antara dua hal, ketertinggalan, atau berubah untuk menyesuaikan. Penelitian ini memilih lokus di Pesantren Amanatul Ummah yang berlokasi di Pacet Mojokerto dengan alasan kebijakan pesantren yang lekat dengan upaya survival atas perkembangan zaman yang ada. Setelah penelitian ini dilakukan, penelitian ini menunjukan bahwa pesantren di satu sisi memiliki keterbatasan infrastruktur, di lain sisi mendapatkan tekanan pemerintah dan permintaan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan  dan memenuhi standar yang berlaku. Dua alasan menjadi jawaban kelangsungan hidup pesantren. Pertama, Al-muḥāfaẓah 'alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-ahdz bi al-jadīd al-aṣlaḥ telah menjadi basis nilai bagi transformasi pesantren secara kontekstual. Kedua, manajemen kebudayaan pesantren yang tampak dari kemampuan pesantren menjalankam misi agàma dan kebudayaan yang bernegosiasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Modernity management di pesantren menjadi sebuah titik pijakan sebuah pesantren untuk selalu malakukan evaluasi kemudian berubah dengan catatan tetap menjaga nilai tradisi pesantren sebagai keeping faith menjadi temuan dalam penelitian ini. Tulisan ini menyarankam perlunya standarisasi kelembagaan pesantren agar tercapai misi menjadikan pesantren sebagai pusat perkembangan pendidikan dan peradàban.
Manajemen Kebudayaan Pesantren Pascamodern di Indonesia Chusnul Chotimah; Ahmad Natsir; Syahril Siddiq
Muslim Heritage Vol 8, No 1 (2023): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v8i1.5037

Abstract

AbstractThis paper aims to analyze how Islamic boarding schools can survive in a constantly changing world and what is the secret behind the ability of Islamic boarding schools to adapt to increasingly rapid developments and open information systems. Such significant challenges of the times force pesantren to choose one of two things, to be left behind or to change to adapt. This study chose the locus at the Amanatul Ummah Islamic Boarding School located in Pacet Mojokerto because the pesantren's policies are closely related to survival efforts over the current developments. After this research was carried out, it showed that, on the one hand, Islamic boarding schools have limited infrastructure. On the other hand, they are subject to government pressure and community demands to adapt to changes and meet applicable standards. Two reasons are the answer to the survival of pesantren. First, Al-muḥāfaẓah 'alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-ahdz bi al-jadīd al-aṣlaḥ has become a value basis for the contextual transformation of pesantren. Second, the cultural management of the pesantren can be seen from the ability of the pesantren to carry out religious and cultural missions that negotiate with science and technology. Modernity management in Islamic boarding schools is a starting point for a pesantren continually to evaluate and then change with the note that it maintains the traditional values of the pesantren as keeping the faith, which is the finding in this study. This paper suggests the need for institutional standardization of Islamic boarding schools to achieve the mission of making Islamic boarding schools a centre for the development of education and civilization. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesantren dapat bertahan dalam dunia yang terus berubah, apa rahasia di balik kemampuan pesantren beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan sistem informasi yang terbuka. Tantangan zaman yang demikian besar memaksa pesantren untuk memilih satu di antara dua hal, ketertinggalan, atau berubah untuk menyesuaikan. Penelitian ini memilih lokus di Pesantren Amanatul Ummah yang berlokasi di Pacet Mojokerto dengan alasan kebijakan pesantren yang lekat dengan upaya survival atas perkembangan zaman yang ada. Setelah penelitian ini dilakukan, penelitian ini menunjukan bahwa pesantren di satu sisi memiliki keterbatasan infrastruktur, di lain sisi mendapatkan tekanan pemerintah dan permintaan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan  dan memenuhi standar yang berlaku. Dua alasan menjadi jawaban kelangsungan hidup pesantren. Pertama, Al-muḥāfaẓah 'alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-ahdz bi al-jadīd al-aṣlaḥ telah menjadi basis nilai bagi transformasi pesantren secara kontekstual. Kedua, manajemen kebudayaan pesantren yang tampak dari kemampuan pesantren menjalankam misi agàma dan kebudayaan yang bernegosiasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Modernity management di pesantren menjadi sebuah titik pijakan sebuah pesantren untuk selalu malakukan evaluasi kemudian berubah dengan catatan tetap menjaga nilai tradisi pesantren sebagai keeping faith menjadi temuan dalam penelitian ini. Tulisan ini menyarankam perlunya standarisasi kelembagaan pesantren agar tercapai misi menjadikan pesantren sebagai pusat perkembangan pendidikan dan peradàban.
PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI PELATIHAN LITERASI ESAI POPULER DI MAN DUA TULUNGAGUNG Ahmad Natsir
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): JIK-PkM January 2023
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/jik-pkm.v1i1.333

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pendidikan moderasi beragama dengan pelatihan penulisan artikel populer yang diadakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulungagung. Pengadaan pendidikan di MAN 2 Tulungagung mempunyai 2 dasar utama Pertama, keterampilan menulis esai adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan di era konten (era digital saat ini). Kedua, MAN 2 Tulungagung memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sumberdaya manusianya berupa para siswa yang telah meraih banyak prestasi dalam hal menulis karya ilmiah penelitian. Potensi ini harus digalis lebih dalam untuk mengembangkan bakat mereka ke arah pelatihan menulis esai, dan itu sangat memungkinkan. Dengan menggunakan metodologi pengabdian ABCD, kegiatan pendidikan moderasi beragama dengan pelatihan penulisan populer ini diselenggarakan pada Selasa, 9 Agustus 2022. Dengan jumlah peserta sebanyak 64 siswa, pelatihan ini telah berhasil menambah wawasan para peserta dengan dua hal pengetahuan penting. (1) pengetahuan tentang moderasi beragama, dan (2) pengetahuan akan keterampilan menulis esai populer di media onlie ataupun cetak
IMPROVISASI POTENSI USAHA BATIK DENGAN PELATIHAN PEWARNAAN DI DUSUN SELUNGGUH KABUPATEN MAGETAN Fahrudin, Ahmad; Natsir, Ahmad
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v4i1.5894

Abstract

PKK merupakan sebuah komunitas yang cukup berpengaruh pada masyarakat dusun Selungguh. Pengaruh ini dibuktikan dengan mapping komunitas (community mapping) yang dilakukan oleh peneliti bersama masyarakat setempat. Hal ini ditambah dengan program yang digadang-gadang aparatur desa setempat sebagai program unggulan desa Kediren. Program tersebut ialah Produksi kain batik yang ada di Dusun selungguh. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah ABCD (Asset Based Community Development). Pada akhirnya, peneliti memilih produksi kain batik Selungguh sebagai potensi yang laik untuk dilakukan improvisasi dengan pelatikan colouring pada kain batik yang mereka hasilkan. Dengan pelatihan ini diharapkan segenap masyarakat mampu meningkatkan kualitas produksi kain batik yang merekahasilkan.
INDIVIDUAL BEHAVIOUR FORMED BY ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN INDONESIA: ANALYSIS-DESCRIPTIVE STUDY Muzakki, Hawwin; Natsir, Ahmad; Nuha, Muhammad Afthon Ulin
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5788

Abstract

This research will examine how organizational institutions influence the formation of individual behaviour, while many other studies emphasize how individual behaviour influences organizational culture. This research will provide a broader picture of the factors that influence the formation of individual behaviour, especially from the perspective of organizational institutions. The method used in this research is a literature study, which collects data through written sources such as relevant journals and books. Data analysis was done using descriptive analysis, looking for patterns and finding themes from the collected materials. This study concludes (1) Islamic educational institutions in Indonesia can shape the biographical character of moderate Indonesian Islam, (2) Islamic educational institutions in Indonesia seek to shape individual behaviour that has the expected abilities following Islamic teachings and principles, (3) Islamic educational institutions in Indonesia strive to form positive personalities, namely individuals who have integrity, professionalism, innovation, responsibility and exemplary. (4) The process of behaviour change that occurs in Islamic educational institutions in Indonesia can occur through social interaction, understanding of Islamic teachings, and the relationship between individual behaviour and the consequences it produces. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana institusi organisasi mempengaruhi pembentukan perilaku individu, sementara banyak penelitian lain yang menekankan bagaimana perilaku individu mempengaruhi budaya organisasi. Penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku individu, terutama dari sudut pandang institusi organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu pengumpulan data melalui sumber tertulis seperti jurnal dan buku yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, mencari pola dan menemukan tema dari bahan yang dikumpulkan. Penelitian ini menyimpulkan (1) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat membentuk karakter biografi Islam Indonesia yang moderat, (2) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia berupaya membentuk perilaku individu yang memiliki kemampuan yang diharapkan sesuai dengan ajaran dan prinsip Islam, (3) Pendidikan Islam institusi di Indonesia berupaya untuk membentuk pribadi-pribadi positif, yaitu individu-individu yang mempunyai integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. (4) Proses perubahan perilaku yang terjadi pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat terjadi melalui interaksi sosial, pemahaman ajaran Islam, dan hubungan antara perilaku individu dengan akibat yang ditimbulkannya.
Pembelajaran Rasional-Profetik untuk Anak Usia Dini Natsir, Ahmad; Wahyudin, Didin; Ulfa, Diana Lutfiana
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 8 (2024): The 8th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengeksplorasi konsep Pembelajaran Rational-Profetik dalam pendidikan anak usia dini berdasarkan kajian hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset kepustakaan. Artikel ini didasari oleh rumusan masalah: bagaimana hadis-hadis Nabi dapat memberikan panduan pendidikan yang mengintegrasikan rasionalitas dan spiritualitas pada anak usia dini, serta bagaimana implementasinya dalam proses pembelajaran. Untuk menjawab permasalahan ini, artikel ini menganalisis hadis-hadis yang relevan dengan pendidikan anak dan mengidentifikasi prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pembelajaran Rational-Profetik adalah pendekatan yang memadukan pengembangan akal dan hati dalam mendidik anak. Dimensi rasionalitas mendorong anak untuk berpikir kritis, memahami sebab-akibat, dan mengembangkan logika melalui kegiatan sehari-hari. Hadis tentang keadilan orang tua dalam pemberian kepada anak-anak, misalnya, mengajarkan nilai-nilai keadilan secara logis. Sementara itu, dimensi spiritualitas bertujuan membentuk karakter anak dengan menanamkan nilai-nilai kasih sayang, akhlak mulia, dan kesadaran terhadap hubungan dengan Allah. Hal ini terlihat dalam hadis tentang kasih sayang kepada anak-anak kecil dan penghormatan kepada orang tua. Jawaban terhadap rumusan masalah tersebut menegaskan bahwa konsep Pembelajaran Rational-Profetik dapat diimplementasikan melalui kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai logis dan spiritual, seperti penggunaan cerita Nabi, pembiasaan shalat, dan penanaman nilai moral melalui interaksi keluarga dan lingkungan pendidikan. Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan dan agama tidak bertentangan tetapi saling melengkapi. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan anak usia dini, khususnya dalam merumuskan model pembelajaran holistik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan menyeimbangkan rasionalitas dan spiritualitas, Pembelajaran Rational-Profetik menawarkan pendekatan yang mendukung terbentuknya generasi yang cerdas secara intelektual, berkarakter mulia, dan berkesadaran spiritual yang kuat.
MENINJAU ULANG TRADISI MENGHAFAL DALAM KURIKULUM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA Yunita; Natsir, Ahmad
Kodifikasia Vol 18 No 2 (2024): Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v18i2.9813

Abstract

Perdebatan seputar penting tidaknya menghafal telah menjadi perbincangan yang serius akhir-akhir ini. Beragam tanggapan telah dikeluarkan oleh para pakar pendidikan, baik yang mendukung maupun yang menolak, tetapi suara dari praktisi pendidikan Islam belum terdengar. Artikel ini ingin mengisi kekosongan ini dengan melakukan penelusuran sejarah atas praktik penghafalan di institusi pendidikan Islam dari era Ottoman hingga contemporary Indonesia. Kajian kepustakaan ini juga mengangkat isu yang tak kalah penting, yaitu devaluasi nilai menghafal al-Qur’an pada maraknya rumah-rumah tahfidz di Indonesia belakangan ini. Artikel ini menyimpulkan tiga hal penting: Pertama, hafalan telah menjadi dan akan selalu menjadi metode pembelajaran yang menyatu dalam kurikulum pendidikan Islam. Kedua, hafalan tidak menegasikan dengan sendirinya proses pemahaman. Pertentangan dua hal ini hanyalah bagian dari kerancuan cara berpikir kita yang bingung membedakan antara ontologi system pendidikan Islam dan pendidikan Eropa. Ketiga, embodiment al-Qur’an dengan diri seorang Muslim adalah sebuah tujuan mulia yang selama sekian abad menjadi trademark dari institusi pendidikan Islam, dan terancam hilang. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, tiga temuan ini relevan untuk mengusung setidaknya dua strategi pendidikan: jenjang Pendidikan Islam yang berkelanjutan dan urgensi mempertahankan sistem pendidikan yang indigenous dari rahim institusi pendidikan Islam.
Transformasi Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam dengan Nilai Islam Indonesia (dari Pendekatan Monodisipliner menuju Pendekatan Interdisipliner) Hawwin Muzakki; Ahmad Natsir; Ahmad Fahrudin
Journal of Islamic Education Research Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v2i1.114

Abstract

Islamic Education is open to any ideas that come from other knowledge clumps. This open-access should make Religion teachers think about conveying the perspective of Islam using an interdisciplinary rather than monodisciplinary approach. This study initiated the development of Islamic Education material using an interdisciplinary approach, with the following problem formulations: first, what are the concepts and weaknesses of Islamic Education material development using a monodisciplinary approach? second, how does the concept offer Islamic Education material development using an interdisciplinary approach? The purpose of this study is to transform the development of Islamic Religious Education material with Indonesian Islamic values. By using a qualitative approach, content analysis, and qualitative descriptive methods. This study concludes: first, the concept of developing Islamic Education material using a monodisciplinary approach still uses only one clump of religious knowledge in its delivery, which results in an exclusive understanding of religion. Second, the concept of Islamic Education learning that uses an interdisciplinary approach can present religious studies by involving social studies, humanism, environmental issues, gender, Indonesianness, and politics.