Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Konsep Pekarangan Pangan Bergizi dalam Menunjang Kebutuhan Gizi Masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Octaviane, Maria; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5327

Abstract

Indonesia prioritizes the development of food security as a foundation for other sectors. Food security and the fulfillment of community nutrition are among the main indicators of human resource development. Indonesia still faces various nutritional problems, such as low consumption of vegetables and fruits, inadequate intake of micronutrients, and high prevalence of stunting and anemia in several regions. The success of utilizing home gardens cannot be separated from various factors, such as access to superior seeds and seedlings, cultivation knowledge, water availability, and the level of participation of family members (Sulistyawati et al., 2020). This study aims to describe the implementation of nutritious food home gardens by the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, to analyze the application of the nutritious food home garden concept in supporting the nutritional needs of the community in Lembang Ke’pe’ Tinoring, Mengkendek District, Tana Toraja Regency, and to identify factors influencing the success of implementing nutritious food home gardens, as well as to identify constraints and solutions in their implementation. The research approach uses a quantitative descriptive method, with a population of 70 members of farmer groups receiving the P2B program, and sampling conducted through purposive sampling. The variables studied include the implementation of the P2B concept and the fulfillment of community nutritional needs, with indicators consisting of yard area, group activeness, consumption of garden produce, and reduction in food expenditure. The results show that the utilization of nutritious food home gardens contributes fairly well to family nutrition and economic aspects, as indicated by an increase in family income through P2B categorized as good, fairly good family nutrition understanding, and adequate fulfillment of nutrition through P2B.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Pekarangan Pangan Bergizi di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Octaviane, Maria; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5328

Abstract

Indonesia mengutamakan pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi bagi sektor lainnya. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator utama pembangunan sumber daya manusia. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakcukupan asupan zat gizi mikro, serta tingginya prevalensi stunting dan anemia di beberapa wilayah. Keberhasilan pemanfaatan pekarangan tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti akses terhadap benih dan bibit unggul, pengetahuan budidaya, ketersediaan air, serta tingkat partisipasi anggota keluarga (Sulistyawati et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pekarangan pangan bergizi oleh masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, menganalisis penerapan konsep pekarangan pangan bergizi dalam menunjang kebutuhan gizi masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan pekarangan pangan bergizi dan menemukan kendala dan solusi dalam implementasi pekarangan pangan bergizi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 70 orang anggota kelompok tani penerima program P2B dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variable yang diteliti meliputi penerapan konsep P2B dan pemenuhan kebutuhan gizi Masyarakat, dengan indikator luas pekarangan, keaktifan kelompok, konsumsi hasil pekarangan dan pengurangan pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anggota kelompok tani akan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi termasuk dalam kategori sangat baik dan juga pemberian program yang tepat sasaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan
Faktor Internal dan Eksternal Usaha Minyak Kelapa Mandar Milik Ibu Yanti di Desa Simbang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Busman, Busman; Rahman, Syamsul; Syamsinar,, Syamsinar; Ibrahim, Helda
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32730

Abstract

Background: Indonesia is an agricultural country with superior plantation commodities, one of which is coconut (Cocos nucifera). Majene Regency as one of the coconut centers in West Sulawesi has great potential in the development of derivative products, including Mandar coconut oil. Objective: to analyze the internal and external factors that affect Mandar coconut oil business owned by Mrs. Yanti.Formulate the right business development strategy based on the results of the analysis. Method: this study uses a descriptive qualitative approach with a case study method on coconut oil business owned by Mrs. Yanti in Simbang Village. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using SWOT analysis through the preparation of IFAS Matrix (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), SWOT Matrix, and Cartesian Diagram to determine the position of business development strategy. Results: the results showed that internally Mandar coconut oil business has strength in the quality of natural products, distinctive aroma, and business experience that has been going on for a long time. However, there are weaknesses in the aspects of capital, production technology, packaging, and marketing are still limited.From the external side, there are opportunities in the form of local market potential, government support for MSMEs, and increased interest in traditional and natural products. On the other hand, the threat comes from the competition of oil mills, fluctuations in prices for raw materials, as well as changes in consumer preferences. Conclusion: based on the SWOT analysis, the recommended business development strategy is to utilize the strengths to face threats (s–T strategy), as well as take advantage of opportunities through improved management quality, packaging innovation, marketing expansion, and more efficient utilization of production technology.