Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Inovasi Produk, Proses, Dan Pemasaran Pada Agribisnis Cabai Katokkon (Capsicum Chinense Jacquin) Sebagai Komoditas Unggulan Di Tana Toraja Somalinggi, Selfina; Rahman, Syamsul
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i11.5015

Abstract

Cabai Katokkon adalah komoditas hortikultura unggulan Tana Toraja dengan nilai ekonomi dan cita rasa khas yang tinggi sepertti aroma yang khas dan tingkat kepedasan yang mencapai 400.000 – 600.000 SHU. Namun, daya saing komoditas ini di pasar global masih rendah akibat kurangnya inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan jenis inovasi yang dapat diterapkan pada Cabai Katokkon, meliputi inovasi produk, proses, dan pemasaran. Data primer diperoleh melalui survei dan wawancara mendalam dengan petani, UMKM, dan pemangku kepentingan di Kabupaten Tana Toraja. Analisis deskriptif dan kualitatif digunakan untuk memetakan kondisi eksisting dan mengidentifikasi kesenjangan inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk sangat dibutuhkan dalam bentuk olahan turunan (sambal kemasan, flake cabai, dan oleoresin) untuk memperpanjang daya simpan dan diversifikasi pasar. Inovasi proses diperlukan pada aspek pasca panen beruba berbagai jenis olahan cabai katokkon yang meliputi Sambal katokkon, saos cabai katokkon, bubuk cabai dan cabe kering. Sementara itu, inovasi pemasaran harus didorong melalui digitalisasi dan branding yang kuat. Hasil identifikasi ini menjadi landasan strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing Cabai Katokkon
PERAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS KOPI DI KABUPATEN GOWA (Studi Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.66370

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelembagaan kelompok tani hutan dalam pengembangan agribisnis kopi, dengan fokus pada Kelompok Tani Parang Maha di Desa Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dipadukan dengan pengukuran Skala Likert. Responden ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 25 orang yang terdiri atas ketua dan anggota kelompok. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan sikap, persepsi, dan pengalaman responden terkait peran kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kelembagaan yang paling signifikan adalah dalam mendukung kesejahteraan anggota melalui kegiatan produktif, dengan skor indeks sebesar 97,60%. Dalam hal fungsi kelembagaan, skor tertinggi (93,60%) adalah dalam menjalin kolaborasi dengan lembaga pemerintah, LSM, dan swasta. Mengenai inovasi kelembagaan, peran kelompok dalam mendorong adopsi teknologi dalam produksi dan pengolahan mendapat skor 92,80%. Secara keseluruhan, peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam mengembangkan agribisnis kopi termasuk dalam kategori sangat tinggi. Temuan ini menyoroti peran strategis kelembagaan kelompok tani dalam memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendukung keberlanjutan jangka panjang agribisnis kopi berbasis masyarakat lokal.Kata Kunci : Peran Kelembagan, Kelompok Tani Hutan, Agribisnis Kopi.AbstractThis study aims to analyze the institutional role of forest farmer groups in coffee agribusiness development, focusing on the Parang Maha Farmer Group in Bontolerung Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency, South Sulawesi Province. The research method used is descriptive with a qualitative approach combined with Likert Scale measurements. Respondents were determined using a purposive sampling technique of 25 people consisting of group leaders and members. Data were collected through interviews, observations, and Likert Scale-based questionnaires, then analyzed using qualitative descriptive methods to describe respondents' attitudes, perceptions, and experiences regarding institutional roles. The results show that the most significant institutional contribution is in supporting member welfare through productive activities, with an index score of 97.60%. In terms of institutional function, the highest score (93.60%) was in establishing collaboration with government agencies, NGOs, and the private sector. Regarding institutional innovation, the group's role in encouraging technology adoption in production and processing received a score of 92.80%. Overall, the institutional role of the Parang Maha Farmer Group in developing coffee agribusiness is categorized as very high. These findings demonstrate the strategic role of farmer group institutions in strengthening business capacity, improving member welfare, and supporting the long-term sustainability of local community-based coffee agribusiness.Keywords: Institutional Role, Forest Farmer Groups, Coffee Agribusiness.
INOVASI PRODUK OLAHAN SUKUN SEBAGAI PANGAN UNGGULAN LOKAL (STUDI KASUS UMKM BUMDES TEMMAPPETUE TEAMALALA KABUPATEN BONE) ramadhan, ramadhan; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 10, No 2 (2025): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i2.67044

Abstract

Abstrak Kabupaten Bone dikenal sebagai salah satu penghasil utama sukun (Artocarpus altilis) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.   Upaya peningkatan nilai tambah sukun dilakukan melalui usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang pengolahan. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Temmappettue di Kecamatan Ulaweng merupakan salah satu inisiatif lokal yang berfokus pada pengolahan sukun menjadi produk turunan seperti keripik dan tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi produk pada usaha pengolahan sukun berbasis UMKM dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi prioritas yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan pendekatan SWOT yang dilanjutkan dengan konstruksi matriks IFAS dan EFAS untuk memperoleh posisi strategi perusahaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada keunikan produk yang khas dan kepemilikan sertifikasi produk berupa, PIRT, Halal, dan HAKI, sementara kelemahan pada inovasi yang belum rutin dan terstruktur dan kapasitas produksi yang masih terbatas. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah permintaan pasar yang tinggi dan dukungan kebijakan pemerintah untuk pengembangan inovasi pangan lokal, sedangkan ketersediaan dan harga bahan baku yang fluktuatif menjadi ancaman meskipun tidak begitu signifikan. Pemetaan SWOT menempatkan UMKM sukun pada Kuadran I (strategi agresif), sehingga strategi pengembangan yang disarankan adalah pengembangan inovasi melalui  diversifikasi produk, otomatisasi produksi, optimalisasi digital marketing, serta penguatan branding dengan memanfaatkan sertifikasi legalitas. Studi ini menyimpulkan bahwa produk olahan sukun dari  UKM di bawah BUMDes Temmappettue Teamalala Kabupaten Bone berpotensi besar untuk ditingkatkan daya saingnya melalui adaptasi teknologi untuk  meningkatkan kapasitas produksi,  dan membuka akses pasar yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal dan kesejahteraan masyarakat desa.Kata kunci: Inovasi Produk, Pengolahan Sukun, BUMDes Temmappettue.Abstract Bone Regency is recognized as one of the main producers of breadfruit (Artocarpus altilis) in Indonesia, particularly in South Sulawesi. Efforts to increase the added value of breadfruit have been carried out through small and medium enterprises (SMEs) engaged in processing activities. Temmappettue Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Ulaweng District represents a local initiative focusing on breadfruit processing into derivative products such as chips and flour. This study aims to analyze product innovation in breadfruit-based SMEs by identifying internal and external factors and formulating appropriate priority strategies. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews, observation, documentation, and literature review. Data were analyzed using the SWOT approach, followed by the construction of IFAS and EFAS matrices to determine the company’s strategic position. The findings indicate that the main strengths lie in the uniqueness of the products and the possession of product certifications such as PIRT, Halal, and Intellectual Property Rights (IPR), while weaknesses include unstructured and irregular innovation activities and limited production capacity. Opportunities to be leveraged consist of high market demand and supportive government policies for local food innovation, whereas fluctuating availability and prices of raw materials pose a relatively minor threat. The SWOT mapping positions the breadfruit SME in Quadrant I (aggressive strategy), suggesting that the recommended development strategies include product diversification, production automation, optimization of digital marketing, and brand strengthening through legal certifications. This study concludes that breadfruit-based products managed by the Temmappettue Teamalala BUMDes in Bone Regency have considerable potential to enhance competitiveness through technological adaptation to increase production capacity, expand market access, and contribute to local food security and rural community welfare.Keywords: Product Innovation, Breadfruit Processing, Temmappettue BUMDes.
Risk Analisys of Palm Sugar Processing as a Local Leading Product in Mamuju Regency Dewi Purnamasari, Sri; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1025

Abstract

The palm sugar processing industry has significant economic potential as a leading local product; however, it faces various challenges that may hinder sustainability. This study aims to identify the risks encountered by palm sugar businesses in Mamuju Regency and to analyze their severity levels. The research focuses on uncertainties arising from internal and external factors, including raw material availability, production processes, marketing, financial access, and environmental and social aspects. This study employed a descriptive-exploratory method with a mixed-methods approach. Data were obtained through semi-structured interviews, observations, and closed-ended questionnaires involving eight purposively selected respondents. The analysis applied the Risk Matrix, with scores calculated as the product of probability and impact. Risks were then categorized into four levels: low, medium, high, and extreme. Data validity was strengthened through source triangulation and expert judgment from academics and related institutions. The findings identified 13 major risks. Extreme risks included reduced sap supply during the dry season (score 16) and declining market demand (score 20). High-level risks involved equipment damage, price fluctuations, limited access to capital, and extreme weather. Medium risks included inconsistent sap quality, adulteration of raw materials, and conflicts among tappers. Low-level risks were related to delayed payments and workplace accidents. The study concludes that external risks are more dominant than internal risks in determining business sustainability. Comprehensive mitigation strategies are therefore required, including equipment modernization, quality standardization, market diversification, process innovation, and improved access to capital, to enhance the competitiveness of palm sugar as a leading local product.
Cyber Extension Sebagai Media Penyuluhan Pertanian Untuk Meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap Petani : Cyber Extension As A Medium For Agricultural Extension To Enhance Farmers Knowledge, Skills, and Attitudes Hammam Syihab, Habib; Yunus, Awaluddin; Rahman, Syamsul
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 4 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peineilitian ini beirtuijuian uintuik meingkaji peimanfaatan Cybeir Eixteinsion seibagai meidia peinyuiluihan peirtanian yang dapat meiningkatkan peingeitahuian, keiteirampilan, dan sikap peitani. Meitodei peineilitian yang diguinakan adalah kuialitatif deingan peindeikatan deiskriptif, yang meilibatkan wawancara dan obseirvasi teirhadap peinyuiluih peirtanian dan peitani di Balai Peineirapan Standar Instruimein Peirtanian Suilaweisi Seilatan. Hasil peineilitian meinuinjuikkan bahwa Cybeir Eixteinsion eifeiktif seibagai meidia peinyuiluihan, deingan 100% peinyuiluih meilaporkan peiningkatan peingeitahuian peitani. Seilain itui, 84% peitani meingalami peiningkatan keiteirampilan dan 91% meinuinjuikkan peiruibahan sikap positif seiteilah meimanfaatkan meidia ini. Manfaat uitama dari Cybeir Eixteinsion adalah peiningkatan akseisibilitas informasi peirtanian, meiskipuin teirdapat hambatan seipeirti kuirangnya infrastruiktuir inteirneit dan keiteirbatasan peingeitahuian teiknologi di kalangan peingguina. Deingan deimikian, Cybeir Eixteinsion beirpeiran peinting dalam meinduikuing peingeimbangan peingeitahuian, keitrampilam dan sikap peitani.
Peran Media Informasi pada Usahatani Padi Sawah di Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng Sumange, Andi Muhammad Faried Anshari; Sumange, La; Rahman, Syamsul
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.19875

Abstract

Increasing food security today is not only a real action in agricultural activities, but has implemented information technology for data processing, and has been used in various fields, especially agriculture based on the internet and multimedia, especially millennial farmers in utilizing technology to increase their farming productivity. The study was conducted from February to April 2025 in Galung Village. The farmer population was 153 people, 15% were selected so that 23 people were selected as samples. The study aims to examine social media and supporting and inhibiting factors for the use of social media in Rice Farming in Galung Village. Data analysis used is descriptive and analysis using the Likert Scale. The results of the study showed that the use of social media Youtube and WhatsApp for hand tractors had a very influential value of 3.7 and 3.6, Transplanters via Youtube, Facebook and WhatsApp had an influence, quite influential with values 2.5, 1.5 and 1.8. Combine Harvester had an influence, quite influential, values 2.8, 2.4 and 1.3. Technology in the form of seeds, fertilizers and medicines had
KEGIATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PENGEMBANGAN KOPI BERBASIS AGRIBISNIS DI KABUPATEN GOWA(Study Kasus di Kelompok Tani Parang Maha Kelurahan Bontolerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pawarrang, Wiraputra; Ibrahim, Helda; Rahman, Syamsul
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2877

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelembagaan Kelompok Tani Parang Maha dalam pengembangan usaha kopi berbasis agribisnis yang terintegrasi, meliputi subsistem hulu, pengolahan, hilir, dan penunjang. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan historis. Sumber data penelitian adalah data primer, yaitu data yang bersumber dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dari pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ada di Buluttana, Data sekunder yaitu data yang penulis peroleh melalui hasil bacaan dan literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini serta menunggunakan teknik purposif sampling. Metode Pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, studi literatur, dan penggunaan kuesioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan Hasil menunjukkan bahwa pada subsistem hulu, kelompok telah melaksanakan budidaya berbasis kesesuaian lahan, penggunaan benih unggul, teknik budidaya terpadu, dan konservasi melalui agroforestri. Subsistem pengolahan mencakup penerapan pengolahan kopi basah dan kopi kering, sortasi ketat terhadap biji kopi, serta penyimpanan dan pengemasan sesuai standar mutu. Di subsistem hilir, kelompok mengembangkan strategi pemasaran berbasis segmentasi, branding lokal, dan distribusi. Subsistem penunjang ditopang oleh pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, kemitraan strategis, pemanfaatan sarana pengolahan, serta awal adopsi teknologi digital. Namun, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, kelembagaan kelompok memainkan peran sentral dalam membangun agribisnis kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan kelembagaan dan pembiayaan untuk mendorong keberlanjutan dan replikasi model agribisnis kopi berbasis kelompok tani hutan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN JENEPONTO sheti, sulva; Musdalipa, Musdalipa; Rahman, Syamsul; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.69532

Abstract

Abstrak Jagung adalah komoditas penting yang berperan besar dalam perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Jeneponto. Desa Gunung Silanu merupakan salah satu daerah yang menghasilkan jagung hibrida, namun penggunaan faktor-faktor produksi masih kurang optimal, sehingga memengaruhi hasil usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jenis benih yang digunakan, penggunaan pupuk, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja terhadap produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil dari 30 petani jagung hibrida yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda menggunakan model fungsi produksi Coob-Dauglas, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, semua faktor independen memengaruhi produksi jagung menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai F-hitung sebesar 22,659 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil analisis Secara parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pengalaman berusahatani, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung, sedangkan penggunaan benih dan pupuk tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefesien determinasi (R²) sebesar 0,825 menunjukkan bahwa 82,5% perubahan produksi jagung dapat dijelaskan terhadap faktor-faktor yang diteliti. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa pengelolaan faktor-faktor produksi perlu dioptimalkan, terutama luas lahan, pengalaman para petani, dan tenaga kerja, agar produksi jagung hibrida di Desa Gunung Silanu dapat meningkat.Kata kunci: Jagung Hibrida, Faktor Produksi, Produksi Jagung, Regresi Linear Berganda, Jeneponto.Abstract Corn is an important commodity that plays a major role in the regional economy, especially in Jeneponto Regency. Gunung Silanu Village is one of the areas that produces hybrid corn, but the use of production factors is still less than optimal, thus affecting agricultural business results. This study aims to determine the effect of land area, type of seed used, fertilizer use, farming experience, and number of workers on hybrid corn production in Gunung Silanu Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, using a quantitative method with a case study approach. Data were taken from 30 hybrid corn farmers selected by purposive sampling, then analyzed using multiple linear regression using the Coob-Dauglas production function model, the results of the study showed that simultaneously, all independent factors affecting corn production showed a significant influence with an F-count value of 22.659 with a significance level of 0.000. The results of the partial analysis showed that land area, farming experience, and number of workers had a significant effect on corn production, while the use of seeds and fertilizers did not show a significant effect on production. The analysis results showed that the coefficient of determination (R²) of 0.825 indicated that 82.5% of changes in corn production could be explained by the factors studied. The conclusion of this study states that the management of production factors needs to be optimized, especially land area, farmer experience, and labor, so that hybrid corn production in Gunung Silanu Village can increase.Keywords: Hybrid Corn, Production Factors, Corn Production, Multiple Linear Regression, Jeneponto.