Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH TERINDEKS SCOPUS Rabiyatul Jasiyah; Saifullah Saifullah; Sitti Hasnah; Ferry WF Waangsir; Ratna Ayu Pawestri Kusuma Dewi; Mauritz Pandapotan Marpaung
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19204

Abstract

Kegiatan ini menyajikan pelaksanaan "Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Terindeks SCOPUS" yang dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom pada tanggal 28 Agustus 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 44 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan dosen. Pentingnya topik ini terletak pada pentingnya peningkatan kualitas penulisan artikel ilmiah di kalangan mahasiswa dan dosen sebagai langkah menuju peningkatan produktivitas penelitian dan kemungkinan publikasi di jurnal internasional yang terindeks SCOPUS. Dalam era globalisasi ilmu pengetahuan, persyaratan SCOPUS menjadi semakin penting dalam menilai relevansi dan dampak penelitian. Metode pelatihan mencakup presentasi teori, analisis studi kasus artikel ilmiah yang berhasil terindeks SCOPUS, praktik penulisan, sesi diskusi, dan umpan balik langsung. Evaluasi artikel ilmiah peserta dilakukan untuk memberikan bimbingan yang konstruktif. Hasilnya mencakup peningkatan pemahaman peserta tentang penulisan artikel ilmiah, pengembangan keterampilan praktis, pemahaman yang lebih baik tentang persyaratan SCOPUS, serta penulisan artikel ilmiah berkualitas tinggi. Selain itu, kolaborasi antar peserta memperkaya pengalaman pembelajaran. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah bahwa peserta memiliki landasan yang kuat untuk meningkatkan kontribusi mereka dalam penelitian ilmiah. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan kualitas publikasi, peningkatan karier akademik, dan dorongan untuk pembelajaran berkelanjutan dalam penulisan ilmiah. Hasil pelatihan ini sangat penting dalam menghadapi persaingan akademik yang semakin ketat dan meningkatkan relevansi penelitian lokal di tingkat global.
The Effect of Environmental Education, Consumer Awareness, and Environmentally Friendly Practices on Plastic Waste Reduction in Indonesia Gatot Wijayanto; Halek Mu'min; Ferry WF Waangsir; Andri Ardhiyansyah
West Science Social and Humanities Studies Vol. 2 No. 03 (2024): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v2i03.708

Abstract

Plastic waste pollution poses a significant environmental challenge in urban areas, including Indonesia. This study investigates the impact of environmental education, consumer awareness, and environmentally friendly practices on plastic waste reduction in Indonesia using a quantitative approach. A structured survey questionnaire was administered to a sample of Indonesia, and data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS) regression. The results indicate that environmental education, consumer awareness, and environmentally friendly practices have a significant positive effect on plastic waste reduction. Specifically, higher levels of environmental education, increased consumer awareness of plastic pollution, and the adoption of environmentally friendly practices are associated with greater reductions in plastic waste. These findings underscore the importance of targeted interventions and collaborative efforts to promote sustainability and environmental stewardship in urban environments facing plastic waste challenges.
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DAN TINJA MANUSIA DI DESA MANUSAK KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Waangsir, Ferry WF; Arnawa, I Gede Putu; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v4i2.1227

Abstract

Survey awal di wilayah Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang terkait pengolahan limbah cair rumah tangga dan pengolahan tinja manusia masih menunjukan sebagian masyarakat yang belum memiliki jamban keluarga dan sekitar 90 % tidak memiiliki Saluran Pembuangan Air Limbah, peresapan air dan penampungan kotoran. Kondisi ini memungkinkan terjadinya pencemaran, baik itu pencemaran air, udara maupun tanah disekitar lokasi pembuangan yang nantinya akan berdampak pada kesehatan manusia seperti penyakit pada saluran pencernaan dan ataupun penyakit kulit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan bantuan model perbaikan jamban keluarga melalui kegiatan penyuluhan dan perbaikan sarana jamban keluarga. Kegiatan diawali pada bulan Maret tahun 2023 berupa kegiatan survei pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pengolahan tinja manusia dilanjutkan pada bulan April tahun 2023 berupa kegiatan penyuluhan terkait pengolahan limbah cair, jamban keluarga. Kegiatan perbaikan jamban keluarga merupakan tahap berikutnya dari kegiatan ini yang juga dilakukan pada bulan April tahun 2023 di rumah warga yang ada di RT 10 dan RT 13 Desa Manusak. Pada tahap selanjutnya dilakukan kegiatan monitoring terkait penggunaan jamban keluarga yang sudah terbangun di masyarakat. Pada saat monitoring diberikan informasi dan pengetahuan tambahan kepada masyarakat terkait pemanfaatan jamban keluarga dan pengolahan limbah cair domestik.
Kajian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang Ferry WF Waangsir; Olga M. Dukabain
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 15 No 2 (2017): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STBM merupakan pendekatan dan paradigma pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan prinsip non subsidi melalui pemberdayaan masyarakat dalam rangka membangun perilaku yang hyigienis dan saniter. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program STBM di Desa Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukkan Kepemilikan sarana jamban keluarga di Desa Oelbiteno mencapai 97,30% dengan jenis jamban terbanyak adalah jenis leher angsa yaitu sebanyak 87 sarana dengan tingkat aksesibilitas terbanyak adalah < 5 menit. Kondisi sarana jamban keluarga di Desa Oelbiteno dengan tingkat risiko pencemaran terbanyak berada pada kategori ‘Sedang’ yaitu sebanyak 110 sarana dan terendah pada kategori ‘Tinggi’ yaitu sebanyak 12 sarana. Jenis sarana air bersih yang terbanyak di akses oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah Mata Air dengan lama waktu akses tertinggi adalah < 10 menit. Kondisi sarana air bersih dengan risiko pencemaran pada kategori ‘Amat Tinggi’ pada sarana Mata Air, dan kategori ‘Rendah’ pada Perpipaan dan Kran umum. Jenis wadah penampungan air minum yang umumnya digunakan oleh masyarakat di Desa Oelbiteno adalah teko, ceret, termos dan jerigen yaitu sebanyak 68 responden dengan frekuensi pembersihan wadah terbanyak pada kelompok frekuensi ‘beberapa kali seminggu’ yaitu sebanyak 61 responden. Peningkatan kualitas sarana atau perbaikan fasiitas sanitasi melalui kegiatan pemberdayaan sangat perlu diperlukan dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan serta derajat kesehatan masyarakat di wilayah ini.
Access of Clean Water and Sanitation with The Incidence of Environmental-Based Diseases in The Working Area of The Oesapa Sub-District Debora G. Suluh; Ragu Theodolfi; Agustina; Ferry WF Waangsir
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4966

Abstract

Sanitation is an effort to prevent disease that focuses on environmental health efforts for human life. The purpose of this study was to determine access to clean water and the condition of basic sanitation facilities in the Oesapa Village, Kupang City. Sources of clean water used by the people of Oesapa Sub District consist of 72% dug wells, 15% PDAM, and 12% tank water. Ownership of clean sir facilities: 78% use privately owned SAB and 22% use neighbor-owned (shared use). The condition of clean water facilities with a high-risk level of 53%, moderate 32%, high 13% and very high 2%. Condition of family latrines 38% high-risk level, 61% low-risk level. SPAL conditions have a low-risk level of 91%, a medium of 5% and a high 4%. There is a relationship between the condition of clean water facilities and the incidence of environmental diseases in the Oesapa sub-district and there is no relationship between the condition of the sanitation facilities (latrines and SPAL) and the incidence of environmental-based diseases in the Oesapa sub-district.
The Effectiveness of Reducing Hardness in the Filtration Process Using Mixed Media with Detention Time Variations Ferry WF Waangsir; I Gede Putu Arnawa; Johanis JP Sadukh; Edwin M. Mauguru
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5592

Abstract

The problem that is often faced in groundwater management, especially deep groundwater such as boreholes is hardness. This can happen because in the process of taking it from the soil through various layers of soil including limestone soil containing Ca and Mg, so that the water becomes hard. Hard water is found in areas where the top soil layer is thick and there is limestone formation. This study aims to identify the physical quality and hardness level of clean water sourced from dug wells and drilled wells, after treatment through filtration methods. Filtration is carried out using mixed media with variations in residence time in the filtration media, namely 30 minutes, 60 minutes and 90 minutes. The results showed that the effectiveness of reducing hardness in dug wells and drilled wells was highest for a variation in 90 minutes, For dug wells, the effectiveness of 90 minutes of residence time reached 9.18% and for drilled wells, the effectiveness reached 16.36%.