Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbahan Ecobricks untuk Guru Sekolah Dasar Acesta, Arrofa; Solihat, Dadang; Kautsar, Tifani
Empowerment Vol. 4 No. 03 (2021): empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i03.5063

Abstract

This PKM activity aims to improve the knowledge and skills of elementary school teachers in utilizing ecobricks as a learning medium. Ecobricks are materials derived from plastic waste, such as plastic bottles that cannot be decomposed. The activities are in line with the many problems related to waste, namely: (1) The amount of waste in the school environment that has not been utilized, (2) Lack of understanding and knowledge in processing waste to be used as learning media (3). This training is given to teachers to use ecobricks as a learning medium. The training method is carried out through a process of lectures, demonstrations, questions and answers, and direct practice of making learning media. The results obtained are an increase in the knowledge and skills of elementary school teachers in utilizing ecobricks as learning media.
Pelatihan dan Pengajaran dengan Pendekatan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Guru-Guru SDN Tundagan, Hantara, Kuningan Solihat, Dadang; Acesta, Arrofa; Fadhly, Fahrus Zaman; Lismaya, Lilis
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.6949

Abstract

The teaching ability of teachers at SD Negeri 1 Tundagan still needs to be improved. The purpose of this study was to improve the teaching skills of teachers at SDN 1 Tundagan, Tundagan Village, Hantara District, Kuningan Regency. The approach used is Media Information and Communication Technology (ICT). This ICT can motivate elementary school teachers by providing concrete examples that communicating optimally accompanied by the application of information technology media in the classroom must continue to be carried out to get effective and efficient learning outcomes. After completing the training, the teachers were very enlightened and motivated to provide even better teaching by using technological media. One representative from the teacher submitted a request that the training be continued every semester on an ongoing basis.Kemampuan mengajar guru – guru  di Sekolah Dasar Negeri 1 Tundagan   masih perlu ditingkatkan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan skill mengajar  para guru di SDN 1 Tundagan Desa Tundagan Kec Hantara Kabupaten Kuningan. Pendekatan yang digunakan adalah Media Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK ini dapat memotivasi guru – guru sekolah dasar dengan memberikan contoh konkrit bahwa berkomunikasi dengan maksimal disertai dengan penerapan media teknologi informasi dalam kelas harus terus dilakukan untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang efektif dan efesien. Setelah selesai pelatihan guru – guru sangat tercerahkan dan termotivasi untuk menberikan pengajaran yang lebih baik lagi dengan penggunaan media teknologi. Salah satu perwakilan dari guru menyampaikan permohonan agar pelatihan terus dilakukan tiap semester secara berkelanjutan.   
Karakter guru dalam Aspek Kompetensi Kepribadian pada Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Sari, Mia Zultrianti; Simbolon, Marlina Eliyanti; Hendayani, Santi; Gunawan, Agus; Acesta, Arrofa
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11048

Abstract

Sistem pendidikan tidak terlepas dari sumber daya. Guru menjadi salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan yang dinamis berkembang dan berubah sesuai kebutuhan. Pemerintah Indonesia mengatur bahwa guru wajib memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi profesional, sosial, pedagogik dan kepribadian. Kompetensi kepribadian sangat erat dengan kesadaran dan motivasi dalam mengajar pada individu guru. Proses kegiatan belajar mengajar yang tentu bukan hanya mentransfer ilmu tapi juga mentransfer nilai karakter. Sekolah dasar menjadi satuan pendidikan paling awal pada jenjang formal dimana kualitas kompetensi guru nya harus baik untuk menghasilkan siswa yang berkarakter baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan kompetensi kepribadian guru dalam proses pembelajaran dari sudut pandang guru itu sendiri dan juga siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan observasi dan survei melalui instrumen rubrik yang diisi oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di tiga sekolah mendapatkan hasil yang berbeda antara tanggapan siswa dan guru pada indikator-indikator kompetensi kepribadian guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini berarti guru belum secara utuh mengoptimalkan kemampuan kompetensi kepribadiannya dalam mengajar.
PENINGKATAN KESADARAN PENTINGNYA KARYA TULIS ILMIAH UNTUK KENAIKAN PANGKAT BAGI GURU SEKOLAH DASAR Wulandari, Isnaini; Oktaviani, Ndaru Mukti; Acesta, Arrofa; Kurnia, Nur Syifa
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.61790

Abstract

Kenaikan pangkat guru merupakan hasil dari kinerja dan profesionalisme yang guru tunjukkan selama mereka melaksanakan kewajiban sebagai pendidik. Salah satu kegiatan yang ada dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah publikasi ilmiah. Meski demikian berdasarkan kegiatan observasi dan wawancara dengan guru yang ada di sekolah dasar didapati temuan yang menyatakan bahwa meskipun guru menyadari kalau untuk meningkatkan jabatan fungsional atau pangkat membutuhkan kemampuan menulis karya tulis ilmiah namun mereka masih cenderung kesulitan dalam menulis karya tulis ilmiah. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman terhadap guru pentingnya karya tulis ilmiah untuk kenaikan pangkat serta memberikan pengetahuan pada guru mengenai proses kenaikan pangkat melalui administrasi karya tulis ilmiah. Hasil dari kegiatan ini adalah guru memahami bahwa karya tulis ilmiah merupakan salah satu syarat dalam peningkatan pangkat bagi guru. Sehingga peningkatan kemampuan menulis karya tulis ilmiah dapat ditingkatkan. Berdasarkan g-form yang telah dilakukan diketahui bahwa penguasaan materi kenaikan pangkat dan pemahaman dalam tata cara penulisan karya tulis ilmiah sudah mencapai 100 %. Sedangkan pada kemampuan dalam penyusunan karya tulis ilmiah yang sesuai dengan judul yang telah dikembangkan saaat acara masih 80 % dan kemajuan untuk mengembangkan karya tulis ilmiah baru selain judul yang telah ditulis adalah 70%.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN ASSESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF JENJANG SEKOLAH DASAR Nurhasanah, Aan; Acesta, Arrofa; Simbolon, Marlina Eliyanti
Pedagogi Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v10i2.8851

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran guru sebagai fasilitator yang perlu melakukan asesmen diagnostik sebelum pembelajaran serta masih kurangnya pengembangan asesmen diagnostik non-kognitif pada jenjang sekolah dasar masih kurang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan asesmen diagnostik non-kognitif pada jenjang sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode survey. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan  angket. Subjek  penelitian ini adalah guru sekolah penggerak yang sedang melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka sebanyak 46 orang dari tujuh sekolah. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Teknik analisis data meliputi tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Bersadarkan hasil penelitian dapar disimpulkan bahwa 1) 93% guru sepakat bahwa asesmen diagnostik non-kognitif penting untuk dilakukan; 2) 85% guru sangat yakin bahwa asesmen diagnostik non-kognitif berpengaruh pada keberhasilan siswa; 3) asesmen diagnostik non-kognitif yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar dan dapat dikembangnkan diantaranya aspek kesejahteraan psikologis, minat, kecerdasan emotional dan kecerdasan social; 4) 95% guru setuju untuk dikembangkan asesmen non-kognitif pada aspek-aspek kesejahteraan psikologis, minat, kecerdasan emotional dan kecerdasan sosial.Kata kunci:  analisis kebutuhan; asesmen diagnostik non kognitif; guru sekolah dasar 
TRANSFORMASI PPG: LANGKAH STRATEGIS MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI ABAD 21 Acesta, Arrofa; Jejen Jaelani, Asep; Nurlaelah, Ilah; Sutarsih, Sutarsih; Rahmayati, Rahmayati
Pedagogi Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pedagogi.v11i1.10863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru di abad 21. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), penelitian ini melibatkan 200 responden, termasuk peserta dan alumni PPG dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pedagogik, keterampilan teknologi, dan kemampuan komunikasi peserta setelah mengikuti program. Temuan kualitatif melalui wawancara mendalam mengungkap tantangan yang dihadapi, termasuk kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan akses terbatas terhadap teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi PPG yang efektif harus melibatkan penguatan kurikulum, kolaborasi dengan sekolah, dan program pendampingan berkelanjutan. Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan memperbaiki program PPG untuk memenuhi kebutuhan pendidikan modern. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi PPG untuk menghasilkan guru yang kompeten dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era global. Kata kunci:  Tranformasi PPG, Kompetensi Guru, Abad 21
Pelatihan Penerapan Muatan Pembelajaran IPAS Sesuai dengan Kurikulum Merdeka di SD Negeri Maleber Acesta, Arrofa; Wulandari, Isnaini; Oktaviani, Ndaru Mukti
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i4.428

Abstract

Quality education is a right for every citizen. One of the efforts made by the government to improve the quality of education is through curriculum development. The Merdeka Curriculum is the latest curriculum implemented in Indonesia. Based on interviews with the Principal of SD Negeri Maleber, it was found that most teachers have already received socialization regarding the implementation of the Merdeka Curriculum. Teachers have also started to learn independently about the process of its implementation. However, teachers are still experiencing difficulties in implementing the IPAS (Integrated Science) subject content as stipulated in the Merdeka Curriculum. This condition certainly needs to be addressed in order to improve teacher professionalism.Based on the problems faced by teachers at SD Negeri Maleber, teachers need knowledge and improved skills in implementing IPAS subject content as stipulated in the Merdeka Curriculum. This forms the basis for conducting the "Training on Implementing IPAS Subject Content According to the Merdeka Curriculum at SD Negeri Maleber."The objectives of this service are:To provide teachers with knowledge about the IPAS subject content in the Merdeka Curriculum.To provide skills training for teachers on how to implement the IPAS subject content in the Merdeka Curriculum.
The Impact of Visual Cartoons on Student Learning Outcomes in Science Education Acesta, Arrofa
Indonesian Journal of Elementary Teachers Education Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : The University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijete.v5i2.9813

Abstract

ABSTRACTThe issue addressed in this study pertains to the substandard academic performance of students at SD Negeri 2 Mekarwangi, Lebakwangi Subdistrict, as evidenced by a 74% failure rate to meet the Minimum Criteria for Mastery (KKM). The research aims to explore the impact of employing visual media cartoons on student learning outcomes in the subject of Changing Earth and Sky Appearances for fourth-grade students. The study employs a quasi-experimental design, dividing students into experimental and control groups (IV A and IV B, totaling 30 students each) to assess the efficacy of visual media cartoons. Data is collected through pre and post-tests consisting of 20 multiple-choice questions. Analysis methods include tests for data normality, homogeneity, hypothesis, and N-Gain. The pre-test averages were 50.17 and 51.67 for the experimental and control groups, respectively. Post-test averages were notably higher for the experimental group (78.17) compared to the control group (66.83), indicating a positive influence of visual media cartoons on student learning outcomes. Statistical analysis confirmed the significance of this influence (t-value = 5.70 > t-critical = 2.00), thereby supporting the alternative hypothesis (Ha). In summary, the study provides evidence that the integration of visual media cartoons enhances science learning outcomes for fourth-grade students at SD Negeri 2 Mekarwangi, Lebakwangi District, Kuningan Regency.Keywords: Visual Media Cartoons, Student Learning Outcomes.Science Education 
UPAYA MENINGKATKAN KOLABORASI ANTAR SISWA MELALUI MODEL COOPERATIF LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS II DI SDN 1 KUTAKEMBARAN Afiva Dwi Putri; Chintya Andhini Margaretha; Icha Khaerunnisa; Ilham Nurcahyadi; Nanda Alifia Agistioni; Arrofa Acesta
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2526

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada rendahnya interaksi, kerja sama, dan komunikasi antar siswa selama pembelajaran berlangsung. Masalah tersebut mengakibatkan pembelajaran menjadi tidak optimal, serta kolaborasi yang diharapkan dalam kegiatan kelompok tidak berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kolaborasi antar siswa melalui model pembelajaran cooperative learning tipe Team Games Tournament (TGT) dalam mata pelajaran Matematika kelas II di SD Negeri 2 Kutakembaran. Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tiga siklus. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas 18 peserta didik yang duduk di kelas II. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan penilaian indikator kolaborasi yang terdiri dari kerja sama, komunikasi untuk mencapai tujuan bersama, dan koordinasi sosial dalam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I kolaborasi peserta didik belum optimal. Sebagian besar siswa belum menunjukkan komunikasi yang baik dan kurang terlibat dalam kerja kelompok. Pada siklus II terjadi peningkatan, namun masih terdapat satu kelompok yang belum mampu membangun komunikasi secara aktif. Untuk mengatasi hal tersebut, pada siklus III dilakukan penyempurnaan strategi dengan pembagian tugas yang terstruktur kepada setiap anggota kelompok dan penekanan pentingnya komunikasi antar siswa. Perubahan tersebut menunjukkan hasil yang positif. Seluruh kelompok mampu menunjukkan kolaborasi yang baik, semua indikator kolaborasi tercapai secara optimal, dan siswa terlihat aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dalam meningkatkan kolaborasi siswa dalam pembelajaran matematika. Model ini tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif, namun mampu mengembangkan keterampilan sosial siswa. Disarankan agar guru mengintegrasikan model ini secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN 1 SAMPAI 20 MELALUI MEDIA ULAR TANGGA DI KELAS I SD Jepi Priyadi; Fajar Sidiq; Fahmi Ariffudin; Agiel Ilham Firmansyah; Rizki Muhammad Ramadhan; Arrofa Acesta
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2556

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar peserta didik pada materi penjumlahan dan pengurangan angka 1 hingga 20 dengan penggunaan media pembelajaran ular tangga. Latar belakang sebuah penelitian ini berfokus pada rendahnya pencapaian hasil belajar peserta didik di kelas I SDN Cikondang, yang dipicu oleh kurangnya variasi dalam media dan metode pengajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dengan 15 siswa kelas I SDN Cikondang sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes dan dokumentasi. Hasil dari sebuah penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik SDN Cikondang dari 13,33%, di prasiklus menjadi 66,67% di siklus I, dan mencapai 100% tuntas di siklus II. Media ular tangga terbukti baik dilaksanakan di dalam pembelajaran karena meningkatkan hasil belajar, motivasi, serta keterlibatan aktif peserta didik. Selain dilihat dari ranah kognitif, media pembelajaran ini juga memberi dampak positif pada ranah afektif dan psikomotor peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran menggunakan permainan edukatif seperti media ular tangga layak diterapkan untuk dijadikan alternatif inovatif dalam pengajaran matematika di tingkat dasar.