Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan perkembangan dan tantangan peserta didik usia pendidikan dasar pada Abad 21 Arrofa Acesta
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i3.21233

Abstract

Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik. Untuk dapat mengembangkan potensi peserta didik guru harus memahami perkembangan peserta didik. Hal ini disebabkan karena setiap tahapan perkembangan manusia mempunyai karakteristik yang khas dan tugas-tugas perkembangan tersendiri. Tugas-tugas perkembangan tersebut juga sangat berhubungan dengan seberapa jauh pendidikan yang dapat diterima oleh individu. Melihat hal ini maka sangatlah penting pelaksanan pendidikan mempertimbangkan perkembangan peserta didik. Maka muncul pertanyaan apakah guru sudah memahami perkembangan peserta didik dan tantangan yang dihadapi dalam pendidikan abad 21. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah Satu Atap Cimulya diketahui bahwa sebagian besar guru masih membutuhkan pengetahuan mengenai perkembangan peserta didik dan tantangan yang dihadapi dalam pendidikan abad 21. Kondisi ini tentunya perlu ditanggapi guna meningkatkan profesionalisme guru. Hal ini yang mejadikan landasan dalam melaksanakan “Penyuluhan Perkembangan Peserta Didik Dan Tantangan Yang Dihadapi Peserta Didik Usia Pendidikan Dasar Pada Abad 21 di Sekolah Satu Atap Cimulya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan”. Tujuan dari pengabdian ini adalah: untuk 1) memberikan pemahaman terhadap guru mengenai perkembangan peserta didik, 2) memberikan pengetahuan tantangan peserta didik pada usia pendidikan dasar pada pendidikan abad 21. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan penyampaian materi(ekspositori) dan diskusi Kata Kunci: Penyuluhan;peserta didik;abad 21.
Pelatihan Penerapan Muatan Pembelajaran IPAS Sesuai dengan Kurikulum Merdeka di SD Negeri Maleber Acesta, Arrofa; Wulandari, Isnaini; Oktaviani, Ndaru Mukti
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i4.428

Abstract

Quality education is a right for every citizen. One of the efforts made by the government to improve the quality of education is through curriculum development. The Merdeka Curriculum is the latest curriculum implemented in Indonesia. Based on interviews with the Principal of SD Negeri Maleber, it was found that most teachers have already received socialization regarding the implementation of the Merdeka Curriculum. Teachers have also started to learn independently about the process of its implementation. However, teachers are still experiencing difficulties in implementing the IPAS (Integrated Science) subject content as stipulated in the Merdeka Curriculum. This condition certainly needs to be addressed in order to improve teacher professionalism.Based on the problems faced by teachers at SD Negeri Maleber, teachers need knowledge and improved skills in implementing IPAS subject content as stipulated in the Merdeka Curriculum. This forms the basis for conducting the "Training on Implementing IPAS Subject Content According to the Merdeka Curriculum at SD Negeri Maleber."The objectives of this service are:To provide teachers with knowledge about the IPAS subject content in the Merdeka Curriculum.To provide skills training for teachers on how to implement the IPAS subject content in the Merdeka Curriculum.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Living Value Education (Lve) Terhadap Nilai Pendidikan Karakter Siswa Kelas 5 Sd Negeri 4 Purwawinangun Rozak, Jaja Abdul; Acesta, Arrofa; Oktaviani, Ndaru Mukti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 23 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the implementation of a learning process that has not been effective in implementing the cultivation of character education in everyday life. This is proven by the fact that the character education that is instilled in schools is not implemented by students. This shows that the cultivation of character education has not achieved the target. So this research aims to determine the influence of the Living Values ​​Education (LVE) model on character education values ​​in class V of SD Negeri 4 Purwawinangun. The type of method used in research is pre-experimental. The research design used in this research is one group pre-test post-test. The data analysis technique in this research is using the t test and gain calculation. Based on the results of research and data analysis that has been carried out, the Living Values ​​Education (LVE) model influences the 18 character education values, namely Religious, Honest, Tolerant, Disciplined, Hard Working, Creative, Independent, Democracy, Curiosity, Enthusiasm Nationality, Love for the Motherland, Appreciate Achievement, Communicative, Love Peace, Love Reading, Care for the Environment, Social Care, Responsible
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru SD: Meningkatkan Kompetensi Menulis untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan Arrofa Acesta; Ina Setiawati; Metti Triariani; Julianah; Farid Ridwan
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v3i2.111

Abstract

Penulisan karya ilmiah merupakan keterampilan esensial bagi guru untuk mendukung pengembangan pengetahuan profesional dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru Sekolah Dasar (SD), serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi menulis guru dalam konteks pendidikan dasar. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian pustaka dengan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan penulisan karya ilmiah tidak hanya meningkatkan keterampilan guru dalam menulis secara akademis, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan refleksi kritis terhadap praktik pembelajaran di kelas. Pelatihan yang terstruktur, didukung dengan bimbingan berkelanjutan, dapat menjadi kunci dalam menghasilkan guru yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan melalui karya tulis ilmiah.
Optimizing Science Process Skills through Multiple Representation Arrofa, Acesta; Eli Hermawati; Adila Nurfadilah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 13 No 4 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v13i4.84031

Abstract

This research is motivated by students' low science process skills in science subjects, which is caused by conventional teaching methods focusing on memorization, limited variations in learning models and minimal student involvement. This study aims to analyze the effect of the multiple representation learning model on improving science process skills in elementary school students. The method used in this research is the quantitative research method of experimental research type, using a nonquivalent control group design.  The population used in this study were all fifth-grade elementary school students. The technique used in taking research samples is the Purposive Sampling technique. The sample in this study comprised students from the VA and VB classes, totalling 54. Data collection methods using test techniques and documentation. The instrument used in collecting data is a test question sheet. The data analysis technique used inferential statistical analysis. The results showed significant differences in science process skills between experimental and control classes and real disparities in improving skills that support the representation of multiple-representation learning models. So, the multiple representation learning model can improve science process skills in elementary school students. This research is expected to help improve the quality of science teaching and students' science skills in elementary schools.
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Meningkatkan Kemampuan Guru SD dalam Pengembangan Pembelajaran Acesta, Arrofa; Oktaviani, Ndaru Mukti; Wulandari, Isnaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1931

Abstract

Penulisan karya ilmiah merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pengembangan profesionalisme. Pelatihan ini bertujuan untuk menggali peran pelatihan penulisan karya ilmiah dalam meningkatkan kemampuan guru Sekolah Dasar (SD) dalam menyusun penelitian, serta dampaknya terhadap pengembangan pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis, yang mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait pelatihan penulisan ilmiah bagi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan penulisan karya ilmiah secara signifikan meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun penelitian yang berbasis pada tindakan kelas maupun teori pendidikan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru dalam mengembangkan refleksi kritis dan analisis terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan di kelas. Dengan adanya pelatihan yang terstruktur dan didukung oleh bimbingan yang berkelanjutan, para guru akan lebih siap dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan melalui penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan penulisan karya ilmiah merupakan sarana efektif untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam menyusun penelitian yang dapat memperkaya dan memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Domino Terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Quasi Eksperimen pada Materi Pecahan Mata Pelajaran Matematika di Kelas V SDN 1 Awirarangan Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan) Siti Minatul Maula; Arrofa Acesta; Febby Fajar Nugraha
Jurnal Lensa Pendas Vol 8 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v8i2.2981

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika yang menggunakan kartu domino dengan hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan papan kartu pecahan, serta untuk membandingkan perolehan hasil belajar siswa (Gain) pada kelas yang menggunakan kartu domino dengan hasil belajar siswa di kelas. kelas menggunakan papan kartu. Dengan subjek penelitian di SDN 1 Awirarangan dengan sampel 26 siswa kelas kontrol dan 24 siswa kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa desain penelitian Quasi Eksperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Peniliaian tingkat pengetahuan hasil belajar siswa didapatkan melalui uji pretest dan posttest yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penggunaan media kartu Domino. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran kartu domino. Metode ini membutuhkan waktu yang cukup dan menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna dan kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika yang menggunakan kartu domino dengan hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan papan kartu pecahan, serta untuk membandingkan perolehan hasil belajar siswa (Gain) pada kelas yang menggunakan kartu domino dengan hasil belajar siswa di kelas. kelas menggunakan papan kartu. Dengan subjek penelitian di SDN 1 Awirarangan dengan sampel 26 siswa kelas kontrol dan 24 siswa kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berupa desain penelitian Quasi Eksperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Peniliaian tingkat pengetahuan hasil belajar siswa didapatkan melalui uji pretest dan posttest yang dilakukan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa penggunaan media kartu Domino. Hasil yang didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran kartu domino. Metode ini membutuhkan waktu yang cukup dan menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna dan kreatif.
Peningkatan Penguasaan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Dasar Negeri Maleber Selaras Kurikulum Merdeka Wulandari, Isnaini; Oktaviani, Ndaru Mukti; Acesta, Arrofa; Khaerunnisa, Hani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2044

Abstract

Guru profesional secara berkesinambungan, “dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kompetensi guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran yang berdampak pada peningkatan mutu.  Meski demikian pada kompetensi profesional, banyak guru yang dianggap masih gagap dalam menguasai materi ajar secara luas dan mendalam sehingga gagal menyajikan kegiatan pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat bagi siswa.  Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa guru masih kesulitan dalam penguasaan kompetensi profesional kaitannya dengan kemampuan untuk mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif guna menyampaikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa serta keterampilan dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Tujuan dari pengabdian ini adalah 1) Memberikan pengetahuan pada guru mengenai kompetensi profesional yang sesuai dengan kurikulum merdeka, 2) Memberikan pelatihan kompetensi profesional yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah menggunakan metode service learning sebagai salah satu pendekatan dalam pengajaran yang menggabungkan tujuan akademik dalam upaya menumbuhkan kesadaran dalam memecahkan persoalan secara langsung. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah 1) terbentuknya pengetahuan dan informasi baru bagi guru profesional yang selaras dengan kurikulum merdeka; 2) terciptanya suatu pola peningkatan kualitas pendidikan melalui Penguasaan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Dasar selaras dengan kurikulum merdeka. Selain itu berdasarkan g-form yang diterima diketahui bahwa 81 % untuk melakukan pengembangan penguasaan kompetensi profesional selaras kurikulum merdeka.
BASIC SCIENCE PROCESS SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS DURING THE CURRICULUM MERDEKA PERIOD Isnaini Wulandari; Arrofa Acesta; Ndaru Mukti Oktaviani; Silvi Yota Fatonah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i2.13200

Abstract

Science process skills reflect the learning abilities and character that students must develop within themselves to prepare themselves to face a dynamic society. However, in reality, the average science process skills for elementary schools are still low and the first step before practicing and teaching science process skills in schools, teachers must know and understand the profile of students' science process skills. On the other hand, it is not yet known to what extent the science process skills of elementary school students in implementing the independent curriculum. This study aims to determine the science process skills for elementary school students in implementing the independent curriculum. This study was conducted using a case study, a qualitative research approach. The sample in this study was 12 schools spread across Kuningan Regency. The time used to carry out this study from November 2023 – January 2024. Data collection used in this study includes various methods, including observation, interviews, and documentation. The results of this study are: 1) Each subject in the independent curriculum can facilitate the development of observation skills, 2) In the independent curriculum, grouping skills are improved according to the characteristics needed in each subject, 3) Science process skills, especially the ability to measure, develop optimally in mathematics and science subjects, although other subjects still provide room to hone measuring skills.
Science Teaching Materials Based on Multiple Intelligences Arrofa Acesta
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 7 No 2 (2023): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v7i2.53989

Abstract

The problem in this research is that there need to be science teaching materials based on multiple intelligences and low science learning outcomes. This study aims to produce appropriate multiple intelligences-based science teaching materials and know the effectiveness of science teaching materials based on multiple intelligences. This type of research is development research which refers to the ADDIE development model. Methods of data collection using a questionnaire. The research instrument used was a questionnaire in the form of validity and practicality sheets; the validation sheet was filled in by material experts, learning design experts, and teachers, while fourth-grade students carried out the student effectiveness test. The data collected from the questionnaire results were analyzed using quantitative description analysis techniques. The results showed that the material expert validation included the very feasible category of 89.67%. The validation of category learning design experts is very feasible, 91%. The teacher validation results are in the proper category at 79.20%. Based on the results of limited trials of multi-intelligence-based science teaching materials, teachers and students believe it is suitable for use in class IV and for independent learning. It was concluded that science teaching materials based on multiple intelligences were appropriate for learning.