Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementation and Evaluation of A Community-Based Learning Model in Islamic Education Aris, Aris; Suteja, Suteja; Winarso, Widodo
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.5134

Abstract

Formal Islamic education is mostly accomplished with a cognitive verbalistic approach, focused on mastering fragmental conceptual knowledge with the context of its practical application. This phenomenon occurs because many students are not involved in community activities, even though religious education needs inherent guidance and supervision from family and adults in their surrounding environment. Therefore, this study aims to analyze the impact of community-based religious learning in improving student learning outcomes. Data were collected by observing learning practices at schools, mosques/musholla, and majlis ta'lim (recitation) around students' residences. Interviews were conducted with Islamic Education teachers, while documentation studies were carried out on the assessment of test and non-test results. The results showed that community involvement specifically aims to provide awareness to parents and the wider community to actively participate in the learning process within the limits of their respective powers. Community involvement in these activities is welcomed and seen as a valuable acknowledgment of their participation. Community empowerment has become a complementary solution, hence, learning outcomes tend to increase. Further studies should be carried out with a contextual and comprehensive approach
Extraction and isolation of microcellulose from nunang tree (cordia dichotoma) stem fibers Suteja, Suteja; Sari, Nasmi Herlina; Pradityatama, Maharsa
Jurnal Agrotek Ummat Vol 12, No 4 (2025): Jurnal Agrotek Ummat: Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v12i4.35596

Abstract

Mikro serat (holoselulosa) dari serat batang pohon nunang memiliki karakteristik mekanik, ketahanan panas yang baik dan densitas ringan sehingga cocok untuk material kemasan hasil pertanian (biokomposit). Lembaran serat nunang diperoleh dengan merendam kulit batang nunang dalam air dan dipotong ±1 cm untuk diblender, dan dilanjutkan proses pengayakan 40 mesh. Serat makro nunang kemudian diputihkan dengan larutan NaClO2 5% dan dimerserisasi dengan larutan NaOH 9% pada suhu 65 °C dan kecepatan 500 rpm selama 2 jam di atas magnetic stirrer. Hasil uji FTIR mengungkapkan telah hilangnya serapan pada bilangan gelombang 2026–1698 cm-1 yang merupakan indikasi hilangnya senyawa lignin, hemiselulosa, lilin dan senyawa pengotor lainnya. Pengujian difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan niilai indeks kekristalan yang lebih tinggi setelah perlakuan kimia NaClO2 dan NaOH, sementara itu pengamatan foto SEM menunjukkan fitur permukaan yang lebih kasar sebagai tanda larutnya material pengotor. Setelah perlakuan kimia serat mikro juga mengindikasikan ketahanan termal yang lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa serat mikro nunang setelah perlakuan kimia memiliki potensi untuk industri kemasan hasil pertanian seperti film transparan ataupun bioplastik.
PELATIHAN MEMBUAT ECOBRICK UNTUK GENERASI MUDA DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI PEDESAAN Hidayatullah, Syarif; Suteja, Suteja; Huda, Ahmad Akromul; Sari, Nasmi Herlina; Tawaqqal, Akbar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2872

Abstract

The issue of plastic waste in rural communities has become an urgent environmental concern due to limited waste management facilities and low public awareness of the impacts of plastic pollution. The massive use of plastics without proper disposal systems has led to the accumulation of waste that contaminates the environment. One practical and educational solution that can be implemented is the production of ecobricks, which involves processing plastic waste into environmentally friendly building materials. This activity aimed to enhance the knowledge, awareness, and skills of young people aged 10–16 years in Ambung Village, East Masbagik District, in managing plastic waste through ecobrick-making training. The implementation method consisted of three stages: socialization, training, and evaluation. The socialization stage involved an interactive lecture on the dangers of plastic waste, followed by hands-on practice in making ecobricks using used plastic bottles. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure participants’ understanding of the reduce, reuse, recycle (3R) concept. The results showed a significant increase in participants’ knowledge levels, with an average pre-test score of 51.5 and a post-test score of 84.5, representing an improvement of 63.4%. Participants gained a better understanding of plastic waste management processes, were able to produce ecobricks independently, and were motivated to apply this knowledge at home while encouraging family members and peers to participate. Moreover, the activity fostered a sense of collaboration and creativity among participants by transforming plastic waste into functional products such as flower pots and garden benches. It can be concluded that ecobrick-making training effectively increased ecological awareness, knowledge, and practical skills among young people in plastic waste management, serving as an initial step toward a cleaner and more sustainable village environment.
Alat Pembelah Bambu untuk Meningkatkan Produksi Tusuk Sate di Kelompok Sepakat Bersama, Bengkaung, Batulayar, Lombok Barat Nurchayati, Nurchayati; Yesung Allo Padang; Hendry Sakke Tira; Nurpatria, Nurpatria; Suteja, Suteja
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i2.201

Abstract

Semenjak awal tahun 2022 tepatnya pada bulan Maret, pemerintah Republik Indonesia mulai melonggarkan aturan Covid-19. Dampak positif dari hal tersebut adalah kondisi wisata di Lombok mulai menggeliat lagi. Banyak wisatawan yang mulai berkunjung ke wilayah lombok, NTB. Sehingga perekonomian juga berangsur-angsur membaik. Seiring dengan bangkitnya sektor pariwisata ini, usaha kuliner juga mulai tumbuh lagi. Beberapa kuliner yang terkenal di Lombok adalah Sate Rembiga, sate pusut, sate ikan tanjung dan sate bulayak. Untuk membuat berbagai macam jenis sate ini tentunya sangat membutuhkan tusuk sate. Dusun Seraya desa Bengkaung kecamatan Batu Layar Lombok Barat merupakan salah satu daerah penghasil tusuk sate. Produksi tusuk sate di daerah ini masih dikerjakan dengan alat tradisional. Universitas Mataram sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di kota Mataram yang memiliki sumber daya tenaga ahli dan gudangnya ilmuwan sudah seharusnya menunjukkan peran dan partisipasinya untuk peduli terhadap usaha kecil yang ada disekitar kampus. Jarak kelompok usaha tusuk sate ini tidak terlalu jauh dari Universitas Mataram, sekitar 10 km. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan untuk memberikan penyuluhan dan pengenalan alat bantu agar produksi tusuk sate yang dihasilkan menjadi meningkat. Alat yang diaplikasikan ini adalah alat pembelah bambu, yang mampu meningkatkan produksi tusuk sate. Sebelumnya pekerja dalam membelah satu potong bambu, membutuhkan beberapa kali proses pembelahan. Setelah menggunakan alat pembelah bambu ini dapat dikerjakan lebih cepat. Satu kali proses pembelahan sepotong bambu menggunakan alat pembelah bambu ini menghasilkan 10 bilah bambu, yang artinya jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang dilakukan selama ini oleh pekerja. Hasil Evaluasi pada saat penyuluhan dapat dikatakan berhasil dengan terlihat semangatnya peserta penyuluhan dalam mempraktekkan penggunaan alat ini. Kata kunci: pembelah bambu, tusuk sate