Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Konsep Utilitarianisme John Stuart Mill: Relevansinya terhadap Ilmu-ilmu atau Pemikiran Keislaman Saepullah, Asep
Aqlania Vol. 11 No. 2 (2020): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v11i2.2961

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep etika utilitarianisme John Stuart Mill guna mengetahui relevansinya terhadap ilmu-ilmu atau pemikiran keislaman. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dihadapkan pada dua tindakan, yaitu tindakan baik dan tindakan buruk yang biasa disebut sebagai sistem ethics. Ethics atau etika sendiri memiliki banyak ajaran atau pun teori, salah satunya adalah teori teleological yang membahas secara mendalam perihal baik-buruknya perbuatan manusia didasarkan pada tujuan akhir. Teleological ethics kemudian melahirkan aliran yang disebut utilitarianisme, yaitu paham tentang baiknya suatu perbuatan apabila membawa kebahagiaan terbesar bagi banyak orang. Persoalan lain pun muncul, ketika utilitarianisme dianggap ingin menyamakan kebaikan dengan manfaat, yakni adanya tindakan yang lebih mementingkan pada egoisme sendiri dibanding kepentingan kelompok. Maka muncullah John Stuart Mill yang menyempurnakan sekaligus memperhalus ajaran utilitarianisme. Walaupun etika yang dianut Mill itu hedonistik, namun Mill tetap memegang nilai-nilai kebenaran untuk bertindak egois, demi mendapatkan lebih banyak kebahagiaan untuk kepentingan orang banyak. Olehsebab itu, penulis berupaya menjelaskan bagaimana relevansinya terhadap ilmu-ilmu atau pemikiran keislaman melalui pendekatan historis-filosofis. Melalui pendekatan ini penulis menyimpulkan bahwa perbuatan atau tingkah laku yang bertujuan untuk membahagiakan banyak orang, seperti yang ada dalam utilitarianisme John Stuart Mill mampu menghadirkan nilai-nilai ajaran agama yang humanis, tidak terkecuali dalam ilmu-ilmu atau pemikiran keislaman, seperti teologi, kalam, fiqh, tasawuf, filsafat, tafsir, hadits, dan lain sebagainya.
Implementasi Peraturan Bupati Kabupaten Kuningan Nomor 85 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pengangkatan, Pemberhentian, Dan Alih Jabatan Perangkat Desa Riki Al Anwar; Asep Saepullah; Mohamad Rana
PEPAKEM: JURNAL HUKUM TATA NEGARA DAN POLITIK ISLAM Vol 2 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/pepakem.v2i1.115

Abstract

Mekanisme yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam hal pengangkatan perangkat desa sesuai atau tidaknya dengan Peraturan Bupati Kabupaten Kuningan Nomor 85 Tahun 2019. Peraturan Bupati Kab. Kuningan Nomor 85 Tahun 2019 menjelaskan dengan jelas mekanisme pelaksanaan pengangkatan dan pemberhentian untuk memastikan keterbukaan dan keadilan bagi calon penyelenggara pemerintahan desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi Perbub Nomor 85 Tahun 2019 tentang mekanisme pengangkatan perangkat desa telah sesuai dengan peraturan bupati tersebut. Penulis menilai bahwa terdapat relevansi dalam fiqih syiasah terhadap pelaksanaan Peraturan Bupati Kabupaten Kuningan Nomor 85 tentang mekanisme pengangkatan. Alasan utamanya adalah bahwa seorang pemimpin tidak dapat menangani semua penyelenggaraan dan permasalahan praktik pemerintahan tanpa bantuan penyelenggara yang memiliki keahlian sesuai dengan bidangnya di dalam struktur pemerintahannya.
IMPLEMENTASI SISTEM BARCODE TERINTEGRASI DENGAN SAP ERP PADA SISTEM PERSEDIAAN PT AL Saepullah, Asep; Ahmad Suwandi
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi membantu perusahaan logistik dalam pengelolaan sistem rantai pasok yang lebih efektif, efisien, dan real-time. Semakin kompleks sistem persediaan suatu perusahaan, teknologi yang digunakan akan semakin komprehensif dan mampu mengakomodasi selurus proses bisnis perusahaan. Oleh karena itu, AL Group mengembangkan lebih lanjut sistem Enterprise Resource Planning yang telah digunakan melalui integrasi dengan sistem barcode. Penggunaan sistem barcode bertujuan untuk meningkatkan produktivitas karyawan dalam mengelola persediaan, mulai dari proses pengadaan, penerimaan, pemakaian dan perhitungan persediaan. Pelaksanaan proyek ini menggunakan pendekatan SAP Activate yang umum digunakan dalam proyek implementasi SAP. Adapun versi ERP yang digunakan adalah SAP S/4HANA yang fokus pada modul Material Management dan terintegrasi dengan hands-tool atau barcode reader dari Zebra.  Proyek ini berhasil diselesaikan sesuai lingkup dan lini masa proyek yang direncanakan dan berhasil meningkatkan produktivitas serta mengurangi waktu proses dalam pengelolaan persediaan di seluruh warehouse milik AL Group.
STRATEGI MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK IKAN SEGAR PADA PASAR TRADISIONAL: PENDEKATAN HOUSE OF RISK (HOR) Febriani, Silvia; Saepullah, Asep
Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik
Publisher : Jurnal Ekselenta - Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen risiko rantai pasok pada komoditas pangan yang cepat rusak (perishable) seperti ikan segar menghadapi tantangan besar terkait ketidakpastian pasokan dan volatilitas harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko, agen risiko, serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif pada rantai pasok ikan di Pasar Nganjuk 1, Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah integrasi Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk pemetaan aktivitas, House of Risk (HOR) fase 1 dan 2 untuk identifikasi serta prioritas mitigasi, serta Analytic Network Process (ANP) untuk menentukan bobot kepentingan aktor dalam rantai pasok. Hasil penelitian mengidentifikasi 28 kejadian risiko dan 38 agen risiko yang melibatkan empat aktor utama: Petani Ikan, Pengepul, Distributor, dan Pedagang. Berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP), Petani Ikan merupakan aktor dengan eksposur risiko tertinggi, terutama pada variabel kesalahan peramalan dengan nilai ARP 420. Hasil analisis ANP memperkuat temuan ini dengan menegaskan bahwa Petani Ikan memiliki bobot risiko terbesar secara sistemik dibandingkan aktor lainnya dalam rantai pasok karena ketergantungan pada kondisi lingkungan serta minimnya infrastruktur teknologi pasca-panen. Oleh karena itu, strategi mitigasi prioritas yang dirumuskan mencakup pencatatan rutin hasil panen (PA1) untuk petani, kontrak tertulis (PA7) dan ketelitian penimbangan (PA8) untuk pengepul, pemeriksaan suhu selama distribusi (PA10) dan kontrak harga (PA14) untuk distributor, serta penerapan suhu standar (PA16) dan akurasi peramalan penjualan (PA15) bagi pedagang retail. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga kualitas produk di pasar tradisional.