Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Investigating teachers’ pedagogical adaptations for effective technology integration in EFL classrooms Marzuki, Abdul Gafur; Nur Aisiyiah, Vemmy Maidita; erizar, Erizar; Amalia, Ila; Huriyah, Huriyah; Triassanti, Risa; Kencanawati, Dewi
Al-Lisan: Jurnal Bahasa Vol 11 No 1 (2026): Al-Lisan: Jurnal Bahasa (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/al.v11i1.6828

Abstract

Background: The rapid integration of digital technologies in secondary education has transformed English as a Foreign Language instruction, yet effective implementation remains uneven and highly contextual. While prior studies often focus on access or technological competence, less attention has been given to how teachers adapt pedagogically within real classroom conditions, particularly in regional Indonesian contexts. Aims: This study investigates how EFL teachers adapt their instructional practices in technology integrated classrooms, examining forms of implementation, contextual factors influencing adaptation, and teachers’ perceptions of instructional effectiveness. Methods: A qualitative multiple site case study was conducted at SMA Negeri 1 Palu and SMA Alkhairaat Palu in Central Sulawesi, Indonesia. Ten EFL teachers were selected through purposeful sampling. Data were collected through semi structured interviews and classroom observations between March and May 2025. The data were analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s six phase framework, integrating inductive coding with theoretically informed interpretation. Results: The findings indicate that technology integration operates as a dynamic process of pedagogical negotiation rather than linear adoption. Teachers reorganized lesson structures, modified digital tasks in response to classroom contingencies, and recalibrated instructional decisions when facing infrastructural limitations. Professional experience influenced adaptive flexibility, with more experienced teachers demonstrating greater capacity for instructional redesign. Although digital tools enhanced student engagement, their effectiveness depended on deliberate scaffolding and pedagogical orchestration. Implications: This study advances a process-oriented understanding of pedagogical adaptation in technology-mediated EFL classrooms. The findings underscore the centrality of teacher agency and reflective judgment in sustaining meaningful digital learning environments. Professional development initiatives should therefore prioritize adaptive expertise and pedagogical reasoning rather than technical skill acquisition alone.
Implementation of Blended Learning System in Enhancing Learning Motivation at SMK Muhammadiyah Longkali, East Kalimantan Amran, Amran; Huriyah, Huriyah
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2: Maret-April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v6i2.469

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan di era saat ini berlangsung sangat cepat. Di antara berbagai metode pembelajaran yang ada, pemanfaatan internet dinilai sangat efektif karena memungkinkan siswa belajar tanpa terikat waktu dan tempat. Lembaga pendidikan kini memiliki berbagai pilihan model pembelajaran, mulai dari tatap muka konvensional, pembelajaran daring, hingga gabungan keduanya yang dikenal sebagai blended learning. Model pembelajaran blended learning ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan serta dinamika proses belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem blended learning sekaligus mengevaluasi pandangan siswa dan guru terkait dampaknya terhadap peningkatan motivasi belajar di SMK Muhammadiyah Longkali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan dalam penelitian terdiri dari lima siswa, beberapa guru, serta kepala sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, pengeditan, reduksi, penyajian, verifikasi, penarikan kesimpulan, serta triangulasi guna memastikan keakuratan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan blended learning mampu menjadi solusi efektif dalam mengatasi hambatan geografis serta keterbatasan infrastruktur di lingkungan sekolah. Model ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu dan akses pendidikan di SMK Muhammadiyah Longkali. Selain itu, blended learning juga diterima dengan baik dan terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih fleksibel dan interaktif, serta mampu meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar siswa.
Religius Radikal: Dualisme Gen-Z dalam Mengekspresikan Kesadaran Beragama dan Kesalehan Hasanah, Noor; Huriyah, Huriyah
Jurnal Penelitian Vol 16, No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v16i1.13759

Abstract

Ada keragaman dalam menafsirkan Islam. Ada yang rigid, kaku, dan tekstual. Ada pula yang lebih lembut, fleksibel, dan kontekstual. Kalangan pertama terkesan intoleran, ekstrem, dan radikal. Faktor yang mempengaruhi kedua pandangan dan sikap tersebut adalah pemerolehan informasi. Gen-Z merupakan generasi kelahiran 1995–2012, yang merupakan generasi digital, era dengan informasi melimpah, termasuk informasi yang berkenaan dengan Islam. Kesadaran beragama menjadikan Gen-Z termotivasi untuk menjadi pribadi Muslim yang baik dengan mempelajari Islam melalui berbagai cara, namun di sisi lain aktualisasi kesalehan yang kaku dan tidak menghargai lokalitas, mengindikasikan mereka sebagai religius radikal. Penelitian ini dilakukan di Kalimantan Selatan dengan sampel Gen-Z berusia 18–24 tahun (mahasiswa) dan bertujuan untuk membuktikan penghayatan dan aktualisasi Islam wasathiyah oleh Gen-Z di Kalimantan Selatan atau sebaliknya religius tetapi radikal. Kalimantan Selatan memiliki penganut Islam terbanyak di pulau Kalimantan, yang merupakan pulau terbesar di Indonesia. Penelitian ini bersifat eksploratif. Data digali melalui kuesioner berkenaan dengan tingkat kesadaran beragama, cara menghayati nilai dan ajaran Islam, cara mengekspresikan Islam dan sumber belajar Islam yang digunakan. Hasil data dikemukakan dengan pengukuran tendensi sentral yang dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya Gen-Z tidak menyadari bahwa mereka berpandangan dan bersikap radikal, terlebih pada masyarakat dengan homogenitas yang tinggi.