Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS PESURUNGAN LOR Ratih Sakti Prastiwi; Ulfatul Latifah
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 1, No 2 (2018): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.319 KB) | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i2.106

Abstract

AbstrakASI Eksklusif merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan anak lebih optimal. Tingginya aktifitas ibu diluar rumah menjadi kendala untuk memberikan ASI secara Eksklusif dan cenderung memberikan formula. Capaian ASI Eksklusif di wilayah Pesurungan Lor <60%, hal ini dapat mempengaruhi pencapaian pertumbuhan dan perkembangan bagi anak di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pemberian ASI Eksklusif pada anak usia 6-12 terhadap perkembangannya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif terhadap anak usia 6-12 bulan. Teknik sampling diambil menggunakan teknik accidental sampling dan didapatkan sampel sebanyak 26 sampel. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Data selanjutnya dianalisis menggunakan chi-square test. Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan perkembangan anak namun tidak signifikan ditunjukkan dari adanya ρ-value sebesar 0.09. Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh pemberian ASI Eksklusif saja, namun terdapat faktor lain seperti emotional bonding serta adanya pemberian stimulus dari orang tua atau pengasuh anak.   Kata kunci  : ASI Eksklusif, perkembangan, anak, bayi Abstract Exclusive breasfeeding was an important aspect in children development. For  working mothers, breast feeding exclusively would be hard and they prefer to used formula. Exclusive breastfeeding coverage in Pesurungan lor were less than 60%, it could cause an impending for growth and development in children achievement. The purpose of this study was to assess relation of breastfeeding exclusively with 6-12 months baby’s development. This study used descriptive analytichal method. Using accidental sampling to babies aged 0-6 months (26 babies). Data collected using Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) and analyzed using chi-square test. This study show there is a relation within breastfeeding exclusively and children development but not significant (ρ-value: 0.09). Children development not only influenced by breast milk but it could be influence by emotional bonding and/or stimulation by their parents or their caretakers,  Keywords            :               Exclusive breastfeeding, development, children, babies
HUBUNGAN ANTARA KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KETEPATAN WAKTU PROSES PERSALINAN KALA II DI KLINIK AS SYIFA SURADADI KABUPATEN TEGAL Rusmini Rusmini; Ulfatul Latifah; Tri Ayu Agustina
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.473

Abstract

Angka kematian maternal dan perinatal di Indonesia masih cukup tinggi, salah satu sebab tinggi nya kematian adalah akibat persalinan yang lama. Senam hamil merupakan suatu program latihan untuk mempersiapkan kondisi fisik ibu dengan menjaga kondisi otot -otot dan persendian yang berperan dalam proses persalinan, serta metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbngan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalian yang cepat, mudah dan aman serta mencegah terjadinya kala II. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara keikutsertaan senam hamil dengan ketepatan waktu proses persalinan Kala II Di Klinik Asyifa Suradadi KabupatenTegalTahun 2016. Desain penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengambilan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik “Quota sampling” menetapkan sejumlah anggota sempel secara quantum atau jatah. Diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis data dengan Chi Square. Dari 30 responden yang mengikuti senam hamil secara teratur di Klinik Asyfa Suradadi Kabupaten Tegal sebanyak 15 orang (50%) dan yang tidak mengikuti senam hamil 15 orang (50%). Waktu kala II persalinan yang tepat sebanyak 20 (66.7%), dan yang tidak tepat sebanyak 10(33.3%). Hasil uji statistik dengan “Uji Chi Square” di dapatkan nilai p -value 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara keikut sertaan senam hamil dengan ketepatan waktu proses persalinan kala II pada Di Klinik Asyifa Suradadi Kabupaten Tegal Tahun 2016. Saran bagi instasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi tentang senam hamil dan menerapkan pada pelayanan ANC dan dalam kelas hamil.Kata Kunci :Ibu Hamil, Senam, Waktu Persalinan Kala II
GAMBARAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH MENURUT FAKTOR MATERNAL DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN 2015 Dede Marriyah; Ulfatul Latifah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i2.405

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan anak. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Kematian perinatal pada BBLR adalah 8 kali lebih besar dari bayi normal. Di RSUD Kabupaten Brebes kasus BBLR menunjukkan hasil yang tinggi yaitu pada tahun 2012 sebanyak 481 orang, tahun 2013 sebanyak 392 orang, dan tahun 2014 sebanyak 180 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) menurut faktor maternal di RSUD Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey deskriptif kepada 20 orang ibu yang melahirkan di RSUD Kabupaten Brebes dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian BBLR (20 orang) sebagian besar adalah pada ibu yang berusia antara 20-35 tahun (60%), paritas 1 dan ≥4 (75%), LILA ≤23,5 cm (55%), kadar haemoglobin 11 9% (70%), tekanan darah 140/90 mmHg (65%). Paritas, KEK, dan anemia berisiko terhadap BBLR sehingga perlunya mengadakan penyuluhan pada ibu hamil mengenai risiko BBLR dan dampak yang ditimbulkan akibat BBLR dan pemantauan status gizi ibu sebelum dan selama hamil perlu dilakukan sehingga kejadian BBLR dapat diturunkan terutama di Kabupaten Brebes. Kata kunci: Faktor Maternal, BBLR
GAMBARAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH MENURUT FAKTOR MATERNAL DI RSUD KABUPATEN BREBES TAHUN 2015 Dede Marriyah; Ulfatul Latifah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v5i2.405

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan anak. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Kematian perinatal pada BBLR adalah 8 kali lebih besar dari bayi normal. Di RSUD Kabupaten Brebes kasus BBLR menunjukkan hasil yang tinggi yaitu pada tahun 2012 sebanyak 481 orang, tahun 2013 sebanyak 392 orang, dan tahun 2014 sebanyak 180 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) menurut faktor maternal di RSUD Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey deskriptif kepada 20 orang ibu yang melahirkan di RSUD Kabupaten Brebes dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian BBLR (20 orang) sebagian besar adalah pada ibu yang berusia antara 20-35 tahun (60%), paritas 1 dan ≥4 (75%), LILA ≤23,5 cm (55%), kadar haemoglobin 11 9% (70%), tekanan darah 140/90 mmHg (65%). Paritas, KEK, dan anemia berisiko terhadap BBLR sehingga perlunya mengadakan penyuluhan pada ibu hamil mengenai risiko BBLR dan dampak yang ditimbulkan akibat BBLR dan pemantauan status gizi ibu sebelum dan selama hamil perlu dilakukan sehingga kejadian BBLR dapat diturunkan terutama di Kabupaten Brebes. Kata kunci: Faktor Maternal, BBLR
PERILAKU IBU PRIMIPARA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL Ulfatul Latifah; Seventina Nurul Hidayah; Meyliya Qudriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1226

Abstract

Alasan ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif diantaranya ibu primipara dimana menyusui merupakan pengalaman pertama yang tidak mudah diterapkan sehingga akhirnya menyerah dan menggantinya dengan susu formula untuk bayi. Cakupan ASI Eksklusif tertinggi di Kota Tegal ada di Wilayah Puskesmas Tegal Barat sebesar 66,7% namun angka tersebut masih dibawah cakupan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penerapan ASI Eksklusif pada ibu primipara. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan bulan Maret 2018. Sampel informan diambil secara purposive sampling terdiri dari informan utama dan informan triangulasi Jumlah informan utama 2 orang ibu primipara yang menyusui dan informan triangulasi adalah keluarga dekat ibu. Hasil wawancara didapatkan informasi tentang berbagai perasaan, pemahaman dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, motivasi menyusui, praktik menyusui, hambatan dan dukungan yang didapatkan ibu dalam proses menyusui. Dengan informasi ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti di dalam memberikan konseling menyusui. Bagi pemerintah bisa digunakan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program menyusui sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan cakupan pemberian ASI secara eksklusif di Wilayah Kecamatan Tegal Barat Kata Kunci  : Penerapan Menyusui,  Ibu Primipara
PERILAKU IBU PRIMIPARA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL Ulfatul Latifah; Seventina Nurul Hidayah; Meyliya Qudriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1226

Abstract

Alasan ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif diantaranya ibu primipara dimana menyusui merupakan pengalaman pertama yang tidak mudah diterapkan sehingga akhirnya menyerah dan menggantinya dengan susu formula untuk bayi. Cakupan ASI Eksklusif tertinggi di Kota Tegal ada di Wilayah Puskesmas Tegal Barat sebesar 66,7% namun angka tersebut masih dibawah cakupan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penerapan ASI Eksklusif pada ibu primipara. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan bulan Maret 2018. Sampel informan diambil secara purposive sampling terdiri dari informan utama dan informan triangulasi Jumlah informan utama 2 orang ibu primipara yang menyusui dan informan triangulasi adalah keluarga dekat ibu. Hasil wawancara didapatkan informasi tentang berbagai perasaan, pemahaman dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, motivasi menyusui, praktik menyusui, hambatan dan dukungan yang didapatkan ibu dalam proses menyusui. Dengan informasi ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti di dalam memberikan konseling menyusui. Bagi pemerintah bisa digunakan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program menyusui sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan cakupan pemberian ASI secara eksklusif di Wilayah Kecamatan Tegal Barat Kata Kunci  : Penerapan Menyusui,  Ibu Primipara
The Influence of Psychological Factor on Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers with COVID-19 Survivors in Tegal Ulfatul Latifah; Nora Rahmanindar
JURNAL KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v14i1.8932

Abstract

The role of breastfeeding mothers very important, not only for the baby's growth but also for their own health. Lactation offers numerous health benefits, including preventing infectious diseases and reducing depression among mothers. One of the factors that affect the worsening of exclusive lactation is the anxiety felt by mothers, especially during the COVID-19 pandemic. The anxiety experienced by breastfeeding mothers is due to the their thoughts or knowledge, will transmit the COVID-19 virus to her baby through breast milk, while one of the effects of anxiety on breastfeeding mothers is that milk production isn't smooth or doesn't come out. This study aims to determine the effect of psychological factors on breast milk production in COVID-19 survivors. It's an analytic design using an observational research design with a cross sectional approach. The population study involved 46 breastfeeding  mothers with COVID-19 survivors in Tegal with purposive sampling and Chi Square analysis test. The results showed that in mothers who didn't experience anxiety, their milk production didn't decrease, while in mothers who experienced anxiety there was reduced milk production. The results showed that there was an influence of psychological factors on breast milk production in breastfeeding mothers COVID-19 survivors with a P-value of 0.011. It's hoped that the Tegal City government will cooperate with health workers to make breastfeeding mothers with COVID-19 calmer and less anxious.
Pengaruh Aktifitas Fisik terhadap Kejadian Penyakit Tidak Menular pada Lansia Ulfatul Latifah; Iroma Maulidah; Ardhi Henda Karmandika
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.514

Abstract

The morbidity rate for the elderly is the proportion of the elderly population who experience health problems that interfere with their daily activities during the past month. According to the 2014 Susenas, the morbidity rate for the elderly population was 25.05%, meaning that out of every 100 elderly people, 25 of them were sick. In Tegal City, the prevalence of non-communicable diseases has a tendency to increase from year to year, this is due to the epidemiological transition, demographic transition and lifestyle transition. This study aims to determine the relationship between physical activity and the incidence of non-communicable diseases in the elderly in Tegal City. This type of analytic observational research uses a cross-sectional design, with a quantitative approach. The population in this study were elderly aged over ≥ 46 years who were in the Tegal City Region. The analytical test used is the chis square test which aims to determine the relationship between physical activity and the occurrence of non-communicable diseases. Data collection was carried out through interviews and filling out questionnaires on the elderly with a sample of 50 people. The results showed that there was a relationship between physical activity and the incidence of non-communicable diseases. The incidence of non-communicable diseases in the elderly can be caused by the high prevalence of risk factors such as lack of physical activity. It is hoped that health workers
Factors Affecting The Success of Exclusive Breastfeeding Among Mothers Recovered From Covid-19 Latifah, Ulfatul; Rahmanindar, Nora; Karmandika, Ardhi Henda
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 20 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v20i2.31400

Abstract

Exclusive breastfeeding for the first 6 months and continued breastfeeding with complementary foods up to 2 years are emphasized by the World Health Organization. Amid the COVID-19 pandemic, maternal concerns about virus transmission through breastfeeding have surfaced. Despite these concerns, breastfeeding remains the primary recommendation due to its manifold health benefits. This research, conducted in Tegal City's Margadana sub-district, investigates factors influencing exclusive breastfeeding success among mothers recovered from COVID-19. Using an analytical observational design with a cross-sectional approach, the study explores the link between COVID-19 symptoms in infants and exclusive breastfeeding success, revealing a significant correlation (p-value=0.042). Conversely, breast milk production shows no significant association with exclusive breastfeeding success (p-value=0.144). Notably, spousal and family support emerges as pivotal, exhibiting a significant association with exclusive breastfeeding success (p-value=0.003). However, there is no significant relationship between healthcare provider support during breastfeeding and adherence to 6-month exclusive breastfeeding (p-value=0.456). The findings underscore the importance of breastfeeding during post-COVID-19, balancing potential virus transmission risks against the established breastfeeding health benefits. The study concludes by advocating for further research to comprehensively understand and address complexities of exclusive breastfeeding in the post-COVID-19 context, offering insights for healthcare practitioners and policymakers.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DIET GIZI UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA Maulida, Iroma; Andodo, Candra; Latifah, Ulfatul; Prasetyawati, Nambar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17809

Abstract

Abstrak: Sebagian besar kematian akibat Covid-19 terjadi pada orangtua dengan prosentase komorbid tertinggi adalah hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit tersebut juga sering menimbukan komplikasi pada penderitanya. Untuk itu perlu dijaga pola hidup lansia termasuk pola makannya agar tidak mengalami komplikasi akibat penyakit tersebut serta dapat bertahan bila terinfeksi Covid-19. Posyandu lansia merupakan tempat strategi untuk meningkatkan pengetahuan lansia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta posbindu tentang penyakit hipertensi, diabetes serta pengetahuan tentang diet gizi bagi penderita kedua penyakit tersebut. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan dengan peserta sebanyak 20 orang pre lansia/lansia dan 5 kader. Kegiatan melalui 3 tahapan, Tahap pertama dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Hasil pemeriksaan menunjukkan 32 % peserta mengalami hipertensi dan 48 % kadar gulanya tinggi.Tahap ke-2 dilakukan penyuluhan dengan materi pertama adalah penyebab penyakit, gejala tanda serta komplikasi yang ditimbulkan hipertensi dan diabetes. Materi kedua tentang diet gizi meliputi jenis makanan yang boleh/perlu dibatasi, serta cara memantau penyakitnya. Tahap ketiga dilakukan evaluasi dan hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan peserta karena mereka dapat menjawab dengan benar atas pertanyaan yang diberikan secara acak.Abstract: Most deaths due to Covid-19 occurred in parents with the highest percentage of comorbidities being hypertension and diabetes. These two diseases also often cause complications in sufferers. For this reason, it is necessary to maintain the elderly's lifestyle, including their diet, so that they do not experience complications due to this disease and can survive if infected with Covid-19. Posyandu for the elderly is a strategic place to increase the knowledge of the elderly. The aim of this actifity is to increase Posbindu participants’knowledge about hypertention, diabetes and knowledge about nutrional diets for sufferers of these two diseaseas. The activity method used was counseling with 20 pre-elderly/elderly people and 5 cadres as participants. The activity goes through 3 stages. The first stage is to check blood pressure and blood sugar at any time. The results of the examination showed that 32% of participants had hypertension and 48% had high blood sugar levels. In the second stage, education was carried out with the first material being the causes of the disease, signs and symptoms and complications caused by hypertension and diabetes. The second material about nutritional diet includes the types of food that can/need to be limited, as well as how to monitor disease. The third stage was evaluated and the results were an increase in participants' knowledge because they were able to answer questions correctly given randomly.