Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI MASA PANDEMI Sutisna, Sutisna; Permana, Rizki Aditya; afriani, dini
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.826 KB) | DOI: 10.33867/jka.v8i2.274

Abstract

Prevalensi status gizi kurang pada balita di Sumedang mencapai 3,28%. Faktor penyebabstatus gizi pada balita yakni asupan makanan, dan tingkat pendapatan keluarga. Masabalita merupakan masa kehidupan yang sangat penting yaitu proses tumbuh kembangsangat pesat pada pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental, dan sosial.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan asupan makanan, pendapatan keluarga denganstatus gizi kurang pada balita. Penelitian ini dilakukan di Desa Cipamekar KecamatanConggeang. Jenis penelitian Deskriptif korelasional dengan rancangan Cross-sectionalsampel penelitian adalah ibu yang mempunyai balita usia 0-60 bulan sebanyak 178responden menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakaninstrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan berupa uji statistikchi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa balita yang mengalami gizi kurangsebanyak 2,2%. Untuk hasil bivariate asupan makanan menunjukkan nilai p-value =0,002 yang berarti adanya hubungan antara asupan makanan pada balita dengan statusgizi balita, sedangkan variable pendapatan keluarga nilai P-value = 0,015 adanyahubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Penelitian ini diharapkanbermanfaat bagi orang tua yang memiliki balita yaitu dengan cara sosialisasi edukasitentang asupan makanan, pemanfaatan pendapatan keluarga dengan resiko terjadinya gizikurang pada balita.
Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial Whatsapp terhadap Pemahaman Ibu tentang Menu MPASI Bergizi di Kabupaten Sumedang Afriani, Dini; Mentari, Witri Dewi; Azahra, Ziana
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat menggunakan media sosial sebagai platform untuk berbagi teks, gambar, suara, dan video satu sama lain dan juga dengan pelaku bisnis. Studi ini meneliti pengetahuan ibu tentang menu makanan tambahan yang khas dan kaya nutrisi dengan menggunakan media sosial Whatsapp dan teknik video/teks dalam kelompok. Tujuannya adalah untuk mengetahui dampak dari promosi kesehatan melalui media sosial Whatsapp terhadap pemahaman para ibu mengenai menu makanan tambahan yang khas dan kaya gizi untuk bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pre-test Post-test untuk pengujian sebelum dan sesudahnya. Dalam penelitian ini, ibu dari anak-anak berusia 6 hingga 24 bulan digunakan. Ibu yang memiliki balita sekitar 298 ibu di wilayah Puskesmas Situraja, namun karena keterbatasan waktu dan dana sehingga yang menjadi sasaran pada penelitian ini yaitu sebanyak 75 ibu yang memiliki balita teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 75 ibu balita 6-24 bulan, dengan memilih ibu balita dengan cara accidental sampling yang pada saat itu ibu balita datang ke posyandu. Hasil pada penelitian ini dengan cara menganalisis Tabel distribusi frekuensi yang digunakan pada analisis univariat dan uji Wilcoxon pada analisis bivariat dengan nilai p sebesar 0,000 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Whatsapp untuk promosi kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan ibu mengenai menu MP-ASI yang khas dan kaya gizi pada bayi. Kesimpulannya Di Kecamatan Situraja, Sumedang, pada tahun 2022, pengetahuan ibu tentang menu MP-ASI yang khas dan padat gizi akan dipengaruhi oleh promosi kesehatan melalui media sosial Whatsapp.
Development and evaluation of a TinyML-based sensor fusion system for medical waste classification on low-cost embedded devices Afriani, Dini; Fadil, Irfan
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.29422

Abstract

Background: Medical waste management in resource-limited healthcare facilities remains dominated by manual segregation, which is error-prone and difficult to standardize. Existing automated solutions often rely on cloud-based deep learning or high-cost hardware, limiting real-time deployment at the point of waste generation. Objective: This study aimed to develop and evaluate a medical waste classification system integrating Tiny Machine Learning (TinyML) and multi-sensor fusion on a low-cost embedded device to achieve accurate, real-time, and resource-efficient on-device inference. Method: An experimental system design approach was employed, including dataset construction, model development, and embedded deployment. A TinyML-optimized MobileNetV2 model was integrated with heterogeneous sensor fusion and evaluated under embedded constraints to assess classification performance, latency, and memory usage. Result: The vision-only model achieved an accuracy of 84.5%, with frequent misclassification of sharps waste. After integrating sensor fusion, overall accuracy increased to 96.5%, and recall for sharps reached 98%. The system demonstrated efficient on-device inference with an average latency of 280 ms and low memory consumption (<1 MB). Conclusion: The proposed TinyML-based sensor fusion system provides a robust, accurate, and cost-effective solution for automated medical waste classification. This approach enhances healthcare worker safety and supports scalable deployment in resource-limited healthcare environments.
Implementasi Fungsi Imarah melalui Program Pengajian Rutin di Masjid Jamik Silang Rukoh-Blangkrueng Suhnul Abda; Vera Nurriza; Dini Afriani; Khairul Habibi
ANWARUL Vol 6 No 4 (2026): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v6i4.11162

Abstract

Mosques serve a strategic function in the lives of Muslims, not only as places for performing mahdhah worship but also as centers of education, Islamic propagation, and community development. One aspect of mosque management that determines the extent of its prosperity is imarah, namely efforts to enliven the role of the mosque through various religious and community activities. This study aimed to describe the implementation of the imarah function through a regular Islamic study program at Masjid Jamik Silang Rukoh–Blangkrueng and to identify the factors supporting and hindering its implementation. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving mosque administrators and congregants. The results showed that the regular Islamic studies conducted every Tuesday, Friday, and Saturday evening through the methods of Islamic text study, lectures, and discussions constituted a tangible implementation of the imarah function. The program enhanced the congregants’ religious understanding in the fields of Islamic jurisprudence, morality, Qur’anic exegesis, and Sufism, while also strengthening Islamic brotherhood and fostering the community’s sense of ownership of the mosque. The success of the program was supported by schedule consistency, the competence of the speakers, and the active participation of congregants, whereas the obstacles included congregants’ limited time, weather conditions, and the lack of participant regeneration among the younger generation. This study concludes that the continuity of the regular Islamic study program is an important indicator of the successful implementation of the imarah function in fostering a prosperous community-based mosque. These findings provide practical implications for mosque administrators to maintain program consistency, increase the participation of the younger generation, and strengthen the sustainable management of religious activities.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAGALIH KABUPATEN SUMEDANG Dini Afriani; Erlin Merlina
HealthCare Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Healtcare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v3i2.1330

Abstract

Pemeriksaan kehamilan (Pemeriksaan Antenatal Care) adalah Pemeriksaan kehamilan berupa penanganan medis, observasi dan penyuluhan kepada ibu hamil yang diharapkan bisa memperoleh kehamilan yang sehat dan persiapan persalinan yang aman, pemeriksaan tersebut bisa di Praktik Bidan Mandiri, Puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kepatuhan pemeriksaan ibu hamil, tetapi penelitian sebelumnya belum melaporkan factor factor yang berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Sukagalih Sumedang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperirnental yaitu survei analitik yang dilakukan dengan cross sectional. Penelitian tersebut telah dilaksanakan pada bulan April 2020 di Puskesmas Sukagalih Sumedang. Penelitian ini menggunakan populasi total sebanyak 46 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Kepatuhan pemeriksaan kehamilan. Data analisis yang digunakan yaitu analisis univariat yang dilakukan tehadap tiap variabel dari hasil penelitian dan menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel, analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang berhubungan atau berkorelasi menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian dengan uji fisher’s exact test menunjukan bahwa dari tiga variable yang diteliti diketahui yang berhubungan dan bermakna secara statistik (p<0,05) dengan kepatuhan ibu hamil trimester III dalam pemeriksaan kehamilan yaitu variable pengetahuan ( p=0,009) , dukungan petugas kesehatan (p=(0,001). Sedangkan yang tidak berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil trimester III yaitu variable umur ( p=0,093).