Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Studi Teoritis Kinerja Propeller Mesin Pesawat tanpa Awak (UAV) dengan Variasi Pitch Propeller untuk Optimalisasi Gaya Thrust Faishal, Afif; Aklis, Nur; Wibowo, Ari Mukti; Harjanto, Furqaan; Supriyanto, Agung; Pambudi, Hafizt Bagus; Fadhlan, Muhammad; Rofiyantama, Dega
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13933

Abstract

Kinerja pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) sangat dipengaruhi oleh gaya dorong propeller, yang secara langsung memengaruhi daya angkat pesawat di udara. Gaya dorong propeller pada UAV ini dikenal juga dengan gaya thrust. Berbagai faktor, seperti dimensi, desain propeller, daya mesin UAV, dan kondisi pengoperasian, memengaruhi gaya thrust yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian dengan membandingkan kinerja propeller sangat penting untuk mengetahui gaya thrust terbaik yang mampu dicapai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja propeller dengan perhitungan teoritis pada variasi pitch propeller 7, 8, 9, 10, 11, 12 (Inch) dengan diameter propeller 16 Inch. Perhitungan teoritis didasarkan pada konsep gaya dan perubahan momentum fluida yang melewati propeller. Perhitungan teoritis tersebut divalidasi oleh eksperimen pengujian thrust dengan metode Ground Test pada propeller 16x10 (Diameter x Pitch Propeller) untuk mengetahui kesesuaian perhitungan teoritis dengan eksperimen. Eksperimen dilakukan pada rangkaian uji thrust  dengan mesin UAV pada variasi putaran mesin 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000 (Rpm). Validasi ini berguna untuk memastikan bahwa model perhitungan yang digunakan dapat merepresentasikan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thrust tertinggi dihasilkan pada propeller dengan pitch 12 inch dengan putaran mesin 7000 Rpm, yaitu sebesar 5,1358 Kgf. Data keseluruhan menjelaskan bahwa pada peningkatan pitch propeller dan putaran mesin menunjukkan adanya kenaikan gaya thrust yang dihasilkan. Pitch propeller dapat berpengaruh terhadap thrust yang dihasilkan karena mampu meningkatkan sudut serang setiap bilah terhadap aliran udara. Sudut serang yang lebih besar ini memungkinkan propeller memindahkan lebih banyak udara dalam setiap putaran. Demikian juga dengan putaran mesin yang meningkat akan memperkuat dorongan setiap propeller terhadap udara sekeliling yang dilaluinya.
STUDI KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI SUMATRA, JAWA DAN BALI SELAMA PERIODE 2018-2022 Supriyanto, Agung; Utomo, Yuni Prihadi
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 10, No 1 (2024): VOLUME X NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v10i1.5718

Abstract

Ketimpangan pendapatan adalah masalah umum di negara berkembang dan perlu diukur untuk memahami kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ketimpangan pendapatan menggunakan koefisien Gini untuk mengevaluasi distribusi pendapatan dalam masyarakat dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel, yaitu kombinasi data time series dari tahun 2018-2022 dan data cross section yang diperoleh dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukan model yang terestimasi terpilih Fixed Effect Model (FEM), dengan R2 sebesar 0,976718.  Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), Tingkat Ketenagakerjaan, dan Indeks Inklusi Keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, hasil menunjukkan bahwa Foreign Direct Investment (FDI) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) memiliki pengaruh yang signifikan. Provinsi DI Yogyakarta memiliki ketimpangan terbesar, sedangkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki ketimpangan terendah.
A REKAYASA MESIN PENGADUK ADONAN ROTI DALAM UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DI UKM ROTI DAMPIT SUKOHARJO Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Prasetyo, Agung; Ardiyanto, Wawan; A.N, Sebastian Raul
Abdi Masya Vol 6 No 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i1.459

Abstract

Roti dan kue merupakan makan yang familiar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, meskipun hal ini bukan makanan pokok. Masyarakat membutuhkan roti dan kue sebagai selingan makanan pokok dan juga sebagai hidangan pada momen –momen tertentu seperti hari raya dan hajatan. Tingginya permintaan masyarakat akan produk ini dimanfaatkan oleh UKM Roti Dampit menjadi peluang usaha yang menjanjikan dengan produksi roti dan kue. Sebagai usaha kecil, UKM Roti Dampit memiliki keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hal yang paling mendesak adalah ketersediaan mesin pengolah adonan. Kondisi sekarang dalam pembuatan adonan menggunakan mesin dengan kapasitas yang kecil sehingga tidak mampu memenuhi target produksi. Disamping itu, alat yang tersedia menghasilkan kualitas adonan yang kurang baik dimana adonan belum tercampur secara merata (homogen) sehingga masih ada gumpalan – gumpalan. Dengan kondisi ini, tim pengusul PkM membuat solusi dengan membuat mesin pembuat adonana dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk menghasilkan adonan yang merata, mesin dilengkapi dengan pengaduk dengan 2 model pengadu. Hasil pengujian menunjukkan mesin mampu mengolah adonan lebih cepat dua kali dibanding dengan metode manual. Untuk membuat adonan 6 kg dibutuhkan waktu 12 menit.
Optimalisasi Teknologi Fog Harvesting: Studi Performa Fog Collector Model Savonius dan Datar Jamaldi, Agus; Supriyanto, Agung; Prihastomo, Arik; Davantio, Jeremy Adi
Rekayasa Vol 18, No 2: Agustus, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i2.28510

Abstract

Fog harvesting or fog catching is a technological breakthrough used as a sustainable and environmentally friendly water source. This technology utilizes mist converted into water droplets captured by the fog collector. This study was conducted to analyze the effectiveness of the number and shape of fog collectors in a fog harvesting prototype. The shape of the fog collector used is flat and semicircular (savonius). The variation in the number of fog collectors used is 2, 4, and 6 pieces. The fog collector material is High-Density Polyethylene (HDPE) with Rectangular and Raschel mesh. The area of flat and semicircular fog collectors (Savonius) is 209.25 and 310.5 cm2, with a shading coefficient of 60%, respectively. The data collection method is carried out by blowing the mist generated by the ultrasonic mist maker to the fog collector using a blower for 1 hour. The water mass amount that can be absorbed by the fog collector is obtained by weighing it every 15 minutes. The results showed that the more fog collectors, the more water mass was produced. The difference in the type of fog collector mesh also affects the amount of water mass produced. The semicircular type (Savonius) produces more water mass from fog than the flat type. The experiment results showed that the semicircular type (Savonius) with 6 fog collectors with the Raschel mesh type produced the most water mass of 6.27 grams. Based on the results, the semicircular fog collector (Savonius) with the Raschel mesh type is more effective than the flat type.
Study of Characteristics for Physical and Mechanical Properties of Medium Carbon Steel Normalizing and Shot Peening Treatment Product Supriyanto, Agung; Priyambodo, Bambang Hari; Margono, Margono; Yaqin, Rizqi Ilmal
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 14 No 2 (2023): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v14i2.6212

Abstract

Steel is one of the metals that is widely used in today's rapidly growing industrial world. The need for manufacturing machine components is increasing. Efforts to improve the mechanical properties of steel can use heat treatment and surface treatment. One of the surface treatments that is often used in the industrial world is shot peening. This study aims to determine the effect of normalising and shot peening treatments on S45C medium carbon steel. The effect of the treatment is indicated by changes in microstructure results and surface and transverse hardness testing of the treatment results. The result is a change in the microstructure and hardness value of S45C carbon steel from the effect of normalising and shot peening treatment. Shot peening treatment causes the grains to become finer from the surface to the subsurface depending on the distance from the surface to the surface depth. These changes cause the surface and sub surface of S45C carbon steel to experience an increase in mechanical properties. The highest hardness in normalising heat treatment and shot peening treatment at 20 minutes was 316.4 HV.
Pemilihan Material berdasarkan Tegangan dan Deformasi pada Redesain Point Ripper Dozer D85E-SS-2 Supriyanto, Agung; Hermawan, Muh. Vendy
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Point ripper merupakan cakar (shank) yang dipasangkan dibelakang dozer yang berfungsi untuk mengeruk tanah pada kegiatan pertambangan dengan cara penetrasi ke dalam tanah. Pada saat penetrasi, ripper menerima beban yang besarnya berbanding lurus dengan kekerasan tanah. Kegagalan yang sering dialami pada point ripper adalah terjadinya patahan (fractur) dan keausan (abrasi). Penelitian dilakukan untuk memilih material dengan berdasarkan pada tegangan dan displacement yang terjadi pada komponen point ripper. Tujuannya adalah agar didapat material terbaik yang digunakan sebagai material point ripper. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan simulasi melalui perangkat lunak CAE (Computer Aided Engineering). Proses penelitaian diawali dengan pembuatan model berupa gambar tiga dimensi. Selanjutya dilakukan analisis dengan perangkat lunak sehingga didapatkan tegangan dan regangan. Pengamatan dilakukan pada titik referensi yang mendapat beban kritis. Dari penelitian ini didapat hasil tegangan maksimal berada pada titik nomor limat sebesar 201,06 MPa untuk material AlSi 12 Forged, pada nomor empat sebesar 217,54 MPa untuk material AISI 4140, dan pada nomor empat sebesar 206,6 MPa untuk material Cast Iron G4000. Hasil analisa deformasi diperolah deformasi maksimal pada material AlSi 12 forged terjadi pada nomor referensi sembilan sebesar 317,8 x 10-4 m, pada material
Pengaruh Redesain Point Ripper Dozer D85E-SS-2 terhadap Tegangan dan Displacement Akibat Beban Horisontal Supriyanto, Agung; Hermawan, Muh. Vendy; Ardianto, Rudi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DOZER D85E-SS-2 merupakan jenis alat berat yang memiliki komponen point ripper. Komponen ini digunakan untuk mengeruk tanah pada aktifitas pertambangan. Pekerjaan ini memerlukan penetrasi ripper ke dalam tanah. Pada saat penetrasi, alat ini tidak hanya membentur tanah saja, namun juga membentur batuan yang cukup keras. Akibat benturan ini menyebabkan terjadinya tegangan pada material. Ketidakakuratan dalam desain point ripper dapat menyebabkan komponen ini mengalami kegagalan. Pada penelitian ini dilakukan redesain komponen point riper dengan cara membuat variasi sudut kemiringan point ripper. Metode yang digunakan adalah dengan membuat simulasi menggunakan perangkat lunak CAE (Computer Aided Engineering). Poses penelitian diawali dengan membuat model desain 3 dimensi. Dari variasi model kemudian diberi pembebanan pada arah horisontal. Dari analisa didapatkan hasil bahwa pada sudut kemiringan 160o didapat tegangan maksimal 1,18x108 N/m2. Pada sudut kemiringan 165o didapat tegangan maksimal 1,15x108 N/m2. Pada sudut kemiringan 170o didapat tegangan maksimal 1,17x108 N/m2. Besarnya displacement maksimal pada sudut kemiringan 160o adalah 0,128 mm, pada sudut kemiringan 165o dan 170o memiliki nilai maksimal yang sama sebesar 0,129 mm. Pada titik referensi yang diamati tegangan dan displacemen maksimal berada pada titik nomor tujuh dengan tegangan sebesar 118,01x107 N/mm2 untuk sudut 160o, 115,06 x107N/mm2 untuk sudut 165o dan 117,07 x107 N/mm2 untuk sudut 170o.
Preserving Bun Ya Ho Dance: A Bun Ya Ho Dance Procession Analysis in the Apitan Tradition in Kudus Rafi Alfaris, Muh; Supriyanto, Agung
Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bun Ya Ho dance is a colossal dance brought by KH Abdul Jalil Tamyiz around the 1950s from Bumiayu, Brebes Regency. He responded to the condition of the Megawon community. At that time, many hobbies were contrary to religious law. The revitalization of Bun Ya Ho dance is based on the need for a typical Megawon art form to be performed on religious holidays, one of which is the Apitan tradition. The following note will explore more deeply the meaning and cultural values of the Bun Ya Ho dance procession in the Apitan (alms of earth) tradition in Megawon, Kudus Regency, the dynamics and challenges faced by dancers in the Bun Ya Ho dance procession, and the role of the younger generation of Megawon in preserving Bun Ya Ho dance. The research method carried out by researchers is literature. Results of this study explain that first, the meaning of Bun Ya Ho dance movements, namely: tayub (drunkenness) movement, war movement, and standing movement on a jug. Then, the cultural values in Bun Ya Ho dance are social value, aesthetic value, and educational value. Second, the dynamics of Bun Ya Ho dance, namely the dynamics of the Bun Ya Ho dance performers, the dynamics of the number of Bun Ya Ho dance personnel, and the dynamics of Bun Ya Ho Dance costumes. Third, the role of Megawon's young generation in preserving Bun Ya Ho Dance, namely paying attention and studying Bun Ya Ho dance, disseminating Bun Ya Ho dance information through social media, and participating in Apitan events actively.                                                                       
Analisis Mikrostruktur dan Performa Aus Baja S45C Dengan Perlakuan Panas pada Suhu 700 °C, 750 °C, dan 800 °C Supriyanto, Agung; Jamaldi, Agus; Margono, Margono; Nugroho, Budi; Faishal, Afif; Rengga, Fedrian Ahmadthur
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4561

Abstract

This study aims to evaluate the effect of heat treatment with varying temperatures on the hardness, microstructure, and wear resistance of S45C carbon steel. Specimens were heated at temperatures of 700 °C, 750 °C, and 800 °C for 30 minutes, then rapidly cooled using a saltwater medium. Test results indicate that increasing the heat treatment temperature significantly enhances surface hardness, with the highest value recorded at 800 °C. Microstructural observations reveal that martensite phase dominates at high temperatures, contributing to increased hardness and resistance to deformation caused by friction. Wear testing showed a negative correlation between hardness and wear volume, with specimens of higher hardness exhibiting narrower and smoother wear marks. These findings confirm that heat treatment temperature control is a key factor in optimising the surface performance of S45C steel for engineering applications requiring high wear resistance.
Social action dialectic and social integration: An analysis of value rationality in the Grebeg Suro Giri Kusuma Tradition Supriyanto, Agung; Falaq, Yusuf
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43805

Abstract

This study examines the persistence of the Grebeg Suro Giri Kusuma tradition in Demak Regency as a sociological phenomenon within the context of modernization. The main issue addressed lies in the tension between the dominance of modern rationality and the continuity of traditional ritual practices, which are often perceived as obsolete. This research aims to analyze how the interaction of various types of social action contributes to the formation of social integration and the maintenance of social cohesion within the community. The study employs a descriptive qualitative approach using Max Weber’s theory of social action. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Grebeg Suro functions not merely as a form of cultural preservation, but also as a social arena where multiple orientations of action intersect. Value-oriented rational actions rooted in religious teachings interact with traditional and affective actions in shaping collective practices. Ritual elements such as the heirloom procession, tirto wening water, and the distribution of agricultural offerings serve as symbolic media for articulating spiritual identity while reinforcing social solidarity. Theoretically, this study contributes to cultural and social change discourse by demonstrating that social integration in transitional societies is not solely structurally determined but is constructed through the collective interpretation of social actions. The novelty of this research lies in its interpretation of ritual as a dynamic mechanism for sustaining social stability. Therefore, the Grebeg Suro tradition transforms individual values into collective forces that support the continuity of the local social structure.   Penelitian ini menganalisis keberlanjutan tradisi Grebeg Suro Giri Kusuma di Kabupaten Demak sebagai fenomena sosiologis dalam konteks modernisasi. Fokus permasalahan terletak pada ketegangan antara dominasi rasionalitas modern dan keberlangsungan praktik ritual tradisional yang kerap dipandang tidak relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana interaksi berbagai tipe tindakan sosial berkontribusi dalam membentuk integrasi dan mempertahankan kohesi sosial masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka teori tindakan sosial Max Weber. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Suro tidak hanya berfungsi sebagai praktik pelestarian budaya, tetapi juga sebagai arena interaksi sosial yang mempertemukan berbagai orientasi tindakan. Tindakan rasional berorientasi nilai yang berakar pada ajaran religius berkelindan dengan tindakan tradisional dan afektif dalam membentuk praktik kolektif masyarakat. Unsur ritual seperti kirab pusaka, tirto wening, dan perebutan gunungan berperan sebagai medium simbolik dalam mengartikulasikan identitas spiritual sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada kajian budaya dan perubahan sosial dengan menunjukkan bahwa integrasi sosial dalam masyarakat transisional tidak semata bersifat struktural, melainkan dibentuk melalui pemaknaan kolektif atas tindakan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman ritual sebagai mekanisme dinamis dalam menjaga stabilitas sosial. Dengan demikian, tradisi Grebeg Suro mampu mentransformasikan nilai individual menjadi kekuatan kolektif yang menopang keberlanjutan struktur sosial masyarakat lokal.