Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Air Bersih Bagi Masyarakat Kampung Yobeh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Suhartawan, Bambang; Suyatno, Suyatno; B. Alfons, Alfred; Abel, Andrea K.M.; Sroyer, Katherina
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v9i1.4589

Abstract

Yobeh Village is part of the Sentani district and has 3 RWs and 7 RTs with 173 heads of families and a total population of 692 people. Some of the people of RW2 Kampung Yobeh live on the coast of the island in the Sentani lake area, approximately 56 families with a population of approximately 246 people. The waters of Lake Sentani are the "center of life" for the people of Yobeh village who are on the coast. They use the lake water as a place to earn a living as fishermen, throw away household waste and use it to fulfill their needs for bathing, washing and toilets and even as raw drinking water. Preliminary research results show that the water quality of Lake Sentani is polluted and does not meet the requirements for clean water. The dominant contaminants are odor, color, TSS, detergent, total coliform and Escherichia coli. These pollutants have quite a negative impact on human health, especially children. The community service takes the theme "Clean Water Processing" through the application of filtration technology with 4 filtration tubes with filtration media adjusted to the type of pollutants in the lake water. Tube 1 contains biofoam media, tube 2 contains polypropylene media, tube 3 contains Granular Activated Carbon (GAC) media and tube 4 contains Chlorine, Taste, and Odor (CTO) media. Testing the quality of the filtration water shows very significant changes and meets the requirements for clean, hygienic water. To meet the need for clean, hygienic water for the people of RW2 Yobeh village, three units of equipment were made to be used by every RT. The aim of the service is for the community to understand the importance of clean water for life, have the skills to assemble and operate clean water processing equipment and be able to maintain the sustainable operation of clean water processing equipment so that the need for clean, hygienic water for the community can be met.
Analisis Status Mutu dan Strategi Pengolahan Pencemaran Air Laut di Perairan Wisata Bahari Teluk Yos Sudarso Kota Jayapura Provinsi Papua Suhartawan, Bambang; Daawia, Daawia; Walukow, Auldry F.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air laut berdasarkan baku mutu air laut untuk Wisata Bahari sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 22 Tahun 2021 dan menentukan status mutu berdasarkan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) sesuai Peraturan Menteri LHK RI Nomor 27 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada September hingga Desember 2024 di tujuh stasiun penelitian kawasan wisata Teluk Yos Sudarso menggunakan teknik purposive sampling. Parameter yang dianalisis meliputi Total Padatan Tersuspensi (TSS), Oksigen Terlarut (DO), Minyak dan Lemak (ML), Amoniak Total (AT), dan Orto-Fosfat (OF). Hasil penelitian menunjukkan nilai TSS berkisar 16-115 mg/L dengan 71,43% stasiun melebihi baku mutu (20 mg/L); DO berkisar 5,3-6,7 mg/L dengan 100% stasiun memenuhi baku mutu (≥5 mg/L); ML berkisar 0,7-6,6 mg/L dengan 85,71% stasiun melebihi baku mutu (1 mg/L); AT berkisar 0,14-0,66 mg/L dengan 100% stasiun melebihi baku mutu (0,02 mg/L); dan OF berkisar 0,01-0,08 mg/L dengan 57,14% stasiun melebihi baku mutu (0,015 mg/L). Berdasarkan perhitungan IKAL, dua stasiun (28,57%) termasuk kategori "Baik" (Pantai Base-G dan Pantai Dok 2), tiga stasiun (42,86%) kategori "Sedang" (Pantai Yakoba, Pantai Ciberi, dan Pantai Pasir II Holtekamp), dan dua stasiun (28,57%) kategori "Kurang" (Pantai Hamadi dan Pantai Holtekamp). Secara keseluruhan, kualitas air laut di perairan Teluk Yos Sudarso belum optimal untuk mendukung aktivitas wisata bahari. Parameter TSS, ML, dan AT menjadi kontributor signifikan terhadap rendahnya nilai IKAL, mengindikasikan tekanan antropogenik yang tinggi. Disarankan pengelolaan kawasan melalui pendekatan zonasi berdasarkan status mutu air, pengendalian sumber pencemaran, pemantauan kualitas air secara berkala, peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat, serta pengembangan infrastruktur pendukung wisata ramah lingkungan.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Filtrasi Air Bersih di Kampung Hobong Distrik Sentani, Jayapura Suhartawan, Bambang; Suyatno, Suyatno; Sapari, Sapari; Riupassa, Helen
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a3778229

Abstract

Access to clean water is still a crucial problem in Hobong Village, Sentani District, Jayapura, which has an impact on the high number of water-related diseases. Initial observations show that 78% of people in this area still use Lake Sentani water without adequate treatment, even though studies show that the quality of the lake water has decreased due to pollution. This community service program aims to improve community knowledge and skills in clean water treatment through a simple filtration system. The methods used include community education in the form of socialization of the importance of clean water, diffusion of science and technology through the creation of filtration system prototypes, training in filter creation and maintenance, mediation between stakeholders, and advocacy for clean water policies. The results of the program showed an increase in community knowledge of up to 100%, with the highest increase in the aspect of filtration system maintenance (182.1%). The filtration system developed effectively reduced E. coli (97.9%), Total Coliform (93.3%), turbidity (84.4%), and color (82.9%). This program also succeeded in forming a Clean Water Care Community Group, encouraging the ratification of Village Regulations on Clean Water Management, and obtaining village fund allocations for the development of filtration systems. A 61.7% reduction in diarrhea cases in the 3-month post-program period proves that a comprehensive approach to providing clean water can have a significant impact on public health in remote areas.
Sosialisasi dan Pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam bagi Guru YPKP Sentani Jayapura Nuriah, Yuyun; Utomo, Sigit; Suhartawan, Bambang; Kastella, Lia Syarifah; Kastella, Yulis Cahyawati; Pattipeilohy, Andrew Cavin; Fitriyanti, Rosi; Komari, Komari
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w2zggf59

Abstract

Pengabdian ini mengimplementasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam bagi guru Yayasan Pendidikan Kristen Papua (YPKP) Sentani Jayapura sebagai respon terhadap rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA 2022. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi guru di lingkungan YPKP Sentani dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan bagi peserta didik, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, Difusi Ipteks Berbasis Praktik dan Pelatihan Terintegrasi. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar 89,13%, kemampuan mengintegrasikan delapan dimensi profil lulusan, dan terbentuknya komunitas praktisi berkelanjutan. Guru berhasil mendesain pembelajaran yang mengaktifkan berpikir tingkat tinggi melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pembelajaran Mendalam berhasil diimplementasikan dalam konteks pendidikan bernafaskan Islam, memperkuat nilai-nilai akhlak mulia, toleransi, dan kebhinekaan. Program ini menciptakan ekosistem pendidikan yang dinamis dan berpotensi menjadi model percontohan implementasi Pembelajaran Mendalam di institusi pendidikan dengan konteks serupa.
Coastal Water Quality Index (CWQI) Assessment of Youtefa Bay, Jayapura: Status and Management Implications Suhartawan, Bambang; Daawia, Daawia
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.380

Abstract

This research aims to assess the water quality status of Youtefa Bay in Jayapura City using the Coastal Water Quality Index (CWQI) method. Youtefa Bay is an important ecological area with mangrove, seagrass, and coral reef ecosystems that currently face anthropogenic pressures. A quantitative approach with descriptive analytical design was conducted through sampling at 12 stations during the dry season (June) and rainy season (November) 2024. Parameters measured included physical aspects (temperature, transparency, turbidity, TSS, salinity), chemical aspects (pH, DO, BOD, COD, nitrate, phosphate, ammonia, heavy metals), and biological aspects (chlorophyll-a, coliform, E. coli, phytoplankton). Results showed that the overall CWQI value for Youtefa Bay was 71.24 (classified as "Fair"). Significant spatial variation was observed with residential zones having the lowest CWQI (58.75, "Marginal"), port zones (62.41, "Marginal"), mangrove zones (68.35, "Fair"), and the central bay area having the highest value (83.42, "Good"). Principal Component Analysis identified eutrophication-related parameters (turbidity, TSS, BOD, nitrate, phosphate) as the main determinants of water quality, contributing 43.65% of the total variance. Temporal analysis showed lower water quality during the rainy season (CWQI=62.8) compared to the dry season (CWQI=74.5). Strong correlations were found between anthropogenic activities and water quality, with population density negatively correlated (r=-0.854) and mangrove cover positively correlated (r=0.765). Sustainable management strategies were formulated, prioritizing domestic waste management, mangrove rehabilitation, development of integrated monitoring systems, community empowerment, and strengthening stakeholder coordination. This research provides a scientific basis for effective bay management
Efektivitas Pemanfaatan Air Lindi Sisa Pakan Maggot Sebagai Poc Terhadap Pertumbuhan Selada Air Sefaniwi, Yehuda Devid Welem; Alfons, Alfred B; Suhartawan, Bambang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2095

Abstract

Organic waste management in urban areas poses significant environmental challenges. Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation offers a sustainable solution by converting organic waste into valuable resources. However, the leachate produced during this process remains underutilized despite its potential as liquid organic fertilizer (LOF). This study aimed to evaluate the effectiveness of maggot feed residue leachate as liquid organic fertilizer on watercress (Nasturtium officinale) growth in hydroponic systems and determine the optimal concentration for maximum plant performance. An experimental study using Completely Randomized Design (CRD) was conducted with five LOF concentration treatments (0%, 5%, 10%, 15%, and 20%) and three replications, totaling 15 experimental units. The research was carried out at BTN Skyland, Abepura, Jayapura City, Papua, from February to September 2025. Parameters measured included plant height, leaf number, and fresh weight. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey HSD post-hoc test. ANOVA analysis revealed highly significant effects (p < 0.001) of LOF concentration on all growth parameters. The optimal concentration was found at 10% LOF, showing remarkable improvements: 50% increase in fresh weight (30g vs 20g), 60-67% increase in leaf number (18-20 leaves vs 10-12 leaves), and 57-67% increase in plant height (20-22 cm vs 12-14 cm) compared to control. A dose-response pattern following an inverted parabolic curve was observed, with stimulation zone at 5-15% concentrations and inhibition zone at 20% concentration. Maggot feed residue leachate proved highly effective as liquid organic fertilizer for hydroponic watercress cultivation. The 10% concentration represents the optimal application rate, supporting sustainable urban agriculture while addressing organic waste management challenges. This technology demonstrates successful implementation of circular economy principles in urban farming systems.
Pendampingan Dan Pengendalian Hama Lalat Buah Dengan Feromon Metil Eugenol Kepada Kelompok Tani Kampung Yamta Distrik Arso Kabupaten Keerom Suhartawan, Bambang; Daawia, Daawia; Nuriah, Yuyun
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3 No 2 Juni (2022): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v3i2.1081

Abstract

Tujuan dari pengabdian yang akan lakukan adalah pengendalian hama lalat buah dengan Perangkap Metyl Eugenol, dilaksanakan di kampung Yamta, PIR II, Distrik Arso, Kabupaten Keerom pada bulan November 2021. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masalah gagal panen dan pembusukan buah-buahan akibat serangan lalat buah milik petani di Wilayah PIR II Kampung Yamta. Metode pelaksanan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, simulasi pembuatan dan pemasangan perangkap lalat buah dengan metyl eugenol. Kelompok Tani peserta kegiatan adalah 18 orang yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 7 laki-laki. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan karena alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan perangkap mudah didapat dan murah. Juga pembuatan perangkap sangat mudah dan cepat serta ramah lingkungan. Setelah sebulan dilakukan monitong pengecekan perangkap lalat buah dan menunjukan hasil yang cukup memuaskan karena banyaknya lalat buah jantan yang terperangkap dan berhasil menurunkan populasi lalat buah di Kampung Yamta.
PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP AIR BERSIH DIKAMPUNG HOBONG DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Suhartawan, Bambang; Alfons, Alfred B; Rumawak, Sarah A; Balabuana, Gaspar B
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 Januari (2023): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v4i1.1168

Abstract

Danau merupakan perairan yang tergenang berbentuk cekungan berisi air yang dikelilingi oleh daratan baik terbentuk secara alami maupun buatan (Muthifah et al., 2001). Danau Sentani memiliki luas sekitar 9.630 ha dan terletak pada ketinggian 72 m di atas permukaan laut (Burhanuddin, Setyobudiarso, and Sudiro 2018:VIII–56). Penduduk yang berdomisili di tepi dan pesisir danau, memanfaatkan air danau untuk keperluan mandi, cuci dan kakus. Kampung Hobong merupakan bagian distrik Sentani Kabupaten Jayapura memiliki 3 RW dan 7 RT dengan 173 kepala keluarga dan total penduduk sebanyak 692 jiwa, mereka juga memanfaatkan sebagai air baku air minum dan juga sarana transportasi bahkan membuang sampah rumah tangga juga ke dalam perairan danau Sentani. Pengabdian kepada masyarakat yang berlokasi di kampung Hobong mengambil tema “Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih di kampung Hobong distrik Sentani Kabupaten Jayapura” dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus 2022. Guna menyiapkan air bersih bagi masyarakat Hobong tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) membuat instalasi teknologi filtrasi air bersih dengan fasilitas yang sangat sederhana (berbasis lokal) dengan harapan dapat direplikasi secara mandiri oleh masyarakat setempat dengan biaya yang minim, karena dengan peralatan tersebut telah terbukti mampu memperbaiki kualitas air danau Sentani sehingga semakin memenuhi syarat sebagai air bersih yang hygiene sanitasi. Kata Kunci : Danau, Sentani, Hobong, Air, Bersih
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PENGOLAHAN AIR SUMUR DENGAN TEKNOLOGI FILTRASI BERTINGKAT UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH MASYARAKAT KAMPUNG YAMTA Suhartawan, Bambang; Haurissa, Jusuf; Iriyanto, Santje M; Rumawak, Sarah A; Suyatno, Suyatno
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 2 Juni (2023): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v4i2.1228

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) di Kampung Yamta distrik Arso kabupaten Keerom adalah pendampingan pembuatan pengolahan air sumur dengan menggunakan teknologi filtrasi bertingkat untuk kebutuhan air bersih. Penggunaan teknologi filtrasi bertingkat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dengan adanya filtrasi bertingkat, air dapat disaring dengan lebih efektif dan efisien, menghilangkan kontaminan dan zat-zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia. Selama 1 bulan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) bersama masyarakat membuat instalasi teknologi filtrasi bertingkat air bersih dengan fasilitas yang sangat sederhana (berbasis lokal), dan sudah di gunakan masyarakat. Keuntungan penggunaan teknologi filtrasi bertingkat untuk kebutuhan air bersih masyarakat adalah , menghilangkan berbagai jenis kontaminan, meningkatkan kualitas air, meminimalisir risiko penyakit, hemat biaya dan keberlanjutan. Penggunaan teknologi filtrasi bertingkat dapat dilakukan pada berbagai tingkatan, mulai dari skala rumah tangga hingga skala komunitas atau pabrik air bersih. Dalam implementasinya, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti kebutuhan lokal, sumber air yang tersedia, dan anggaran yang tersedia untuk memilih sistem filtrasi bertingkat yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN PENDEKATAN PERMAKULTUR DI KAMPUNG YAMTA KABUPATEN KEEROM PROVINSI PAPUA Warikar, Evie L; Daawia, Daawia; Suhartawan, Bambang; Nuriah, Yuyun
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 2 Juni (2023): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v4i2.1257

Abstract

Sosialisasi pemanfaatan pekarangan dengan pendekatan Permakultur dilaksanakan sebagai antisipasi krisis pangan dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida dan herbisida kimiawi. Peserta sosialisasi adalah kelompok tani di PIR II Kampung Yamta Distri Arso Kabupaten Keerom. Permakultur merupakan konsep yang mendesain segala aspek kehidupan yang menjaga integritas harmonisasi antara alam dan manusia yang bersifat permanen dan berkelanjutan. Permakultur ketika diterapkan pada bidang pertanian akan menciptakan bentang alam yang kompleks, beragam, multifungsi dan berkelanjutan. Pendekatan Permakultur dapat diterapkan pada pekarangan yang dapat mendukung ketahanan pangan keluarga dan juga mendukung kehidupan keanekaragaman hayati dan kelestarian alam yang berkelanjutan. Sosialisasi diikuti oleh Anggota Kelompok Tani PIR 2 yang terdiri dari 30 orang, 11 perempuan dan 19 laki-laki. Kegiatan Sosialisasi terdiri dari 3 sesi. Sesi pertama pemaparan tentang materi pelatihan, yaitu mengenalkan konsep Permakultur, latar belakang munculnya konsep Permakulture, etika Permakultur, pembagian zona Permakultur dalam mendesain pekarangan rumah hingga mendesain Kampung. Sesi kedua adalah tanya jawab dan sesi ketiga adalah kunjungan pada Kebun Permakultur milik Yayasan Pendidikan Alam Papua (YADIKAP) di Arso 2 Kampung Yuwainainm Keerom yang merupakan contoh pemanfaatan pekarangan dengan pendekatan Permakultur. Kata kunci: Pekarangan, Permakultur, Yamta, Arso, Keerom