Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Semiotika Komunikasi Politik: Analisis Dimensi Sintaktik, Semantiks, dan Pragmatiks Charles William Morris pada Logo PDI Perjuangan Nizar Zulmi Ramadhan; Erika Sherren Darma; Moh. Dey Prayogo
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 2 No 1 (2026): Auguss: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/ka1bdt82

Abstract

This study aims to analyze the symbolic meaning of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI Perjuangan) logo through the syntactic, semantic, and pragmatic dimensions of Charles William Morris's semiotic theory. The study employed a descriptive qualitative approach using semiotic analysis of the official logo, the party's Constitution and Bylaws (AD/ART), and related party documents. The findings indicate that, syntactically, the logo possesses a well-organized, contrasting, and easily recognizable visual structure. Semantically, the bull's head, the red, black, and white colors, and the circular shape represent nationalism, Marhaenism, courage, consistency, integrity, and unity. Pragmatically, the logo functions as a political identity, a communication medium, a tool for strengthening the party's image, and an instrument for fostering constituent loyalty across various communication platforms. The integration of these three dimensions demonstrates that the PDI Perjuangan logo constitutes a sign system that effectively connects visual structure, ideological values, and political communication functions within Indonesia's political landscape.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital dan Tantangan Visual Branding pada UMKM Kuliner: Studi Kasus Camilan Nusantara dan Camilano Achmad Rio Ardiansah; Salvinia Hawaida; Muhammad Hafizh R; M. Yudha Wiratama; Moch. Magnus R; Moh. Dey Prayogo
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rxn8nm04

Abstract

This study is motivated by the rapid growth of the culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector in the digital era, which requires business actors to adapt to changes in marketing technology. The purpose of this study is to analyze the implementation of SEO (Search Engine Optimization) based digital marketing strategies and to identify the challenges of visual branding and content production faced by micro business actors. This study employed a descriptive analytical qualitative method with a case study approach involving two culinary MSMEs in East Java, namely Camilan Nusantara and Camilano. Data were collected through in depth interviews with the business owners, observation of operational activities, and documentation of digital assets. The results show that Camilan Nusantara managed to sustain its business through conventional SEO based blog optimization, organically filtering potential products based on market response. Meanwhile, Camilano, which emerged during the pandemic, relied on interpersonal relationships (word of mouth) and Instagram, but faced significant obstacles due to limited skills and visual content production tools. The study concludes that although digital platforms provide broad market access, the consistency of MSME sales is strongly influenced by visual literacy and independent content production capability.
PEMBERDAYAAN UMKM KEDAI SIBAR MELALUI DIGITALISASI PEMBAYARAN DAN PENGUATAN MEDIA PROMOSI VISUAL Moch Dzikry Nur Alam; Moh. Dey Prayogo; Suci Septiani; Selvy Retno Kristianti; Frima Putri Timur; Moch Iqbal Fachrezi; Muchammad Rizky Pratama; Satria Dava Arjuna
ABDIMAS Vol 6 No 04 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i04.2928

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kedai Sibar, usaha kuliner seblak dan mie pedas di Wedoro Belahan, Waru, Sidoarjo, yang menghadapi kendala pada aspek pembayaran digital dan media promosi. Kedai Sibar sebenarnya telah memiliki kode QRIS, tetapi belum tercetak secara layak dan belum dilengkapi dudukan, sementara promosi masih bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut dengan banner lama yang sudah rusak. Pendekatan yang digunakan adalah model komunikasi pemberdayaan melalui empat tahap, yaitu survei, penggalian masalah, internalisasi masalah, dan pelaksanaan program. Hasil kegiatan berupa tiga banner cetak dengan ukuran berbeda dan QRIS tercetak dengan dudukan yang siap dipasang di kedai. Luaran tersebut meningkatkan keterbacaan informasi produk, memperkuat identitas usaha, dan memperluas pilihan pembayaran bagi pelanggan. Kegiatan ini menegaskan peran komunikasi dalam pemberdayaan UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan dan transformasi digital.
IDENTIFIKASI DINI INFORMASI HOAX DAN PENIPUAN PADA MEDIA DIGITAL DALAM PROGRAM EDUKASI KOMUNITAS PEREMPUAN MASYARAKAT DESA POHKECIK MOJOKERTO Moh. Dey Prayogo; Hikmah Husniyah Farhanindya
ABDIMAS Vol 6 No 01 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i01.2657

Abstract

Kegiatan edukasi literasi digital ini dilakukan untuk mewaspadai hoax ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, terhadap bahaya informasi palsu dan penipuan digital yang kian marak. Kegiatan diawali dengan pengisian pre test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi secara komunikatif mengenai ciri-ciri hoax, mekanisme penyebarannya, serta tips praktis dalam memverifikasi informasi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dibanding pre-test, menandakan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman, terutama dalam mengenali hoax dan bentuk penipuan digital. Dengan jumlah peserta sekitar 18 orang, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital secara singkat namun berdampak. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh terhadap informasi menyesatkan di era digital.
DESAIN PROMOSI KONVENSIONAL MELALUI BANNER USAHA UMKM KUE KERING DAN SINOM BU TIAH SURABAYA Moh. Dey Prayogo; Rahmawati Erika Febianti; Iriani Kirana Putri Santoso; Cut Kilau Dara; Mevalia Cahya Pratiwi; Falisha Haifa Azzahra; Permata Indah Lestari; Siti Aisah
ABDIMAS Vol 6 No 04 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i04.2918

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam menopang perekonomian masyarakat, namun pelaku usaha berskala mikro kerap menghadapi kendala dalam aspek promosi dan identitas usaha. Program pengabdian ini dilaksanakan pada UMKM milik Bu Tiah yang menjual kue kering dan minuman sinom di Jl. Gubeng Kertajaya VIII C, Surabaya. Sebelum program berjalan, usaha ini belum memiliki banner maupun identitas visual apa pun, informasi produk tidak tersampaikan secara optimal, dan promosi sepenuhnya mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut sehingga usaha kurang terlihat oleh masyarakat yang melintas. Kondisi ini diperumit oleh fakta bahwa Bu Tiah tidak memiliki ponsel sendiri dan tidak bisa mengoperasikan ponsel perangkat yang ada di rumah adalah milik anaknya, dan Bu Tiah pun tidak bersedia nomor tersebut dicantumkan untuk keperluan promosi maupun dibuatkan QRIS, sehingga pendekatan promosi digital tidak relevan diterapkan pada kasus ini. Program ini menggunakan pendekatan komunikasi partisipatif dengan tahapan survei lapangan, penggalian masalah, internalisasi masalah bersama mitra, penyusunan program, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Luaran yang dihasilkan berupa banner usaha yang memuat nama usaha, visual produk (kue kering dan sinom), jam operasional, dan keterangan bahwa usaha menerima pesanan khusus secara langsung. Banner telah dicetak dan diserahkan kepada mitra dengan respons yang positif. Secara visual, kondisi usaha berubah dari yang semula tanpa media promosi sama sekali menjadi lebih informatif dan mudah dikenali, sehingga mendukung penguatan identitas dan peningkatan visibilitas usaha mikro berbasis rumahan.