Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Santri di Era New Normal di Pondok Pesantren Yati Kamang Mudik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Welli Okmira; Junaidi Junaidi; Arman Husni; Charles Charles
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.11 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6571

Abstract

Latar belakang peneliti melakukan penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana pelaksanaan kegiatan santri di era New Normal pasca terjadinya wabah pandemic covid-19 di Pondok Pesantren Yati Kamang Mudik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di era new normal, apa kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler santri serta apa tindakan yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif dengan jenis Deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Yayasan Tarbiyah Islamiyah (YATI) Kamang Mudik, Informan kunci dalam penelitian ini adalah pimpinan pondok, kepala madrasah, waka Pembina kegiatan ekstrakurikuler dan santri. Informan pendukung adalah dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data pedoman wawancara dan pedoman observasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik analisa keabsahan data penelitian dengan triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Muhadharah di era new normal berjalan cukup efektif, yang menarik yaitu instrument penilaian muhadharah sangat terukur dibanding dengan di era normal, kegiatan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kendala dalam pelaksanaan muhadharah menurunnya kreatifitas santri dalam menulis konsep pidato. Pelaksanaan halaqah kitab kuning berjalan cukup efektif,hanya saja terkendala dengan minimnya pengetahuan santri akan materi kitab kuning sebagai dampak belajar daring selama covid-19. Pelaksanaan kegiatan Tahfidz terlaksana dengan baik dengan menggunakan metode tikrar. Kegiatan pramuka berjalan dengan baik, hanya saja ada sebagian siswa yang kurang mematuhi penerapan protokol kesehatan. Kegiatan pencak silat terlaksana cukup efektif, namun perlu penambahan jadwal latihan dan melengkapi sarana yang diperlukan. Tindakan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memberikan motivasi kepada santri akan manfaat dari kegiatan tersebut, melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga untuk pemenuhan kebutuhan tenaga Pembina ekstrakurikuler. Serta menjalin kerja sama dengan wali santri dalam rangka memberikan motivasi dan pengawasan terhadap santri.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Keberhasilan Pelaksanaan MBS pada Pesantren-Pesantren di Kabupaten Agam Junaidi Junaidi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.124 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i1.317

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala sekolah yang berkualitas. Salah satu model kepemimpinan Kepala sekolah yang sesuai dengan program MBS adalah gaya kepemimpinan transformasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap keberhasilan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru pesantren Kabupaten Agam berjumlah 896 orang. Sampel dipilih dengan teknik Area sampling dan Simple random sampling, sebanyak 413 orang guru. Data dikumpulkan melalui angket model skala Likert dengan validitas dan reliabilitasnya sudah diuji. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi dengan bantuan program SPSS versi 15. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan transformasional kepala madrasah berpengaruh terhadap pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah pada pesantren di Kabupaten Agam.
THE ISLAMIC EDUCATION STRATEGIES INLOCAL CULTURE PERSPECTIVE OF WEST SUMATERA SOCIETY Zulfani Sesmiarni; Junaidi Junaidi; Darul Ilmi; Wedra Aprison
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1796.112 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.674

Abstract

Sijunjung is one of regencies in West Sumatera which has great potential resources. However, these graces are not followed by the society’s thankfulness through performing Islamic values. Based on the fact, the researchers were interested to do a research related to Islamic education strategies in local culture perspective in Koto VII sub-district Sijunjung regency. The research was aimed at helping the society to be aware of making the best use of the potential things and thanks God through performing Islamic values and avoiding all God’s prohibitions. The research included some elements they were Tali Tigo Sapilin which consisted of niniak mamak, alim ulama and cadiak pandai, the youth, and adults. The research was in Focus Group Discussion. The research finding was that Minangkabau philosophy in west Sumatera was in line with Islamic education strategies in Kitabullah.
Implementasi Pembelajaran Luar Kelas (Outdoor Learning) pada Pembelajaran PAI di SD Islam Berbasis Pondok Syafa’ah-Salafiyah Ula IV Angkek Biaro Kabupaten Agam Iswandi Iswandi; Zulfani Sesmiarni; Junaidi Junaidi; Muhiddinur Kamal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.5041

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil observasi penulis tentang melakukan kegiatan pembelajaran yang sangat bervariasi, kadang dilakukan di kelas kadang juga dilakukan di luar kelas (Outdoor Learning), sehingga peserta didik tidak jenuh dan bosan dalam belajar khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam yang sering dilakukan di luar kelas seperti di taman sekolah sesuai dengan tema yang akan dipelajari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini penulis memperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penulisan ini menggunakan yakni informan kunci guru Pendidikan Agama Islam, dan informan pendukung adalah kepala sekolah dan siswa. Teknik analisis data yang penulis lakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan Triagulasi Sumber. Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa Perencanaan Outdoor Learning Sekolah Islam Berbasis Pondok Syafa’ah-Salafiyah Ula meliputi penetapan tujuan, penetapan strategi, penentuan sumber daya sehingga dapat merancang kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang sesuai. Pelaksanaan Outdoor Learning Sekolah Islam Berbasis Pondok Syafa’ah-Salafiyah Ula meliputi tiga hal yaitu ; perencanaan kegiatan, pelaksanaan, serta kegiatan tindak lanjut yang menunjuk kepada bahan ajar (RPP). Dan Evaluasi Outdoor Learning Sekolah Islam Berbasis Pondok Syafa’ah-Salafiyah Ula meliputi penialain kognitif berupa pertanyaan-pertanyaan, dan penilaian afektif berupa keantusiasan siswa dalam mengikuti serta menjawab pertanyaan. Serta penilaian psikomotorik berupa penerapan materi yang dibahas dalam kehidupan nyata
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Sejarah Kebudayan Islam Siswa Kelas X Di MAN 1 Kota Bukittinggi Rovi Annisa; Salmi Wati; Arifmiboy Arifmiboy; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.8034

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa kurang tanggap terhadap mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang disampaikan oleh guru ketika pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti mencoba menawarkan model pembelajaran Quantum Teaching.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dengan penerapan model pembelajaran Direct Instruction terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, rancangan penelitian adalah The Static Group Comparison Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA di MAN 1 kota Bukittinggi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, dan terpilih kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dan X IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Metode penelitian ini adalah menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching dengan langkah-langkah TANDUR yaitu, Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Hasil penelitan yang dianalisis menggunakan rumus persentase bahwa hasil belajar siswa yang dianalisis menggunakn uji-t dan untuk lebih mengakuratkan perhitungan dengan uji t tersebut maka peneliti menggunakan software SPSS, diperoleh sig > yaitu 0.05. Dari hasil tersebut diketahui bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan data hasil belajar pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol yaitu 83,06 > 68,52. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model Quantum Teaching lebih baik dari pada hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa yang mengikuti pembelajaran Direct Instruction
Penerapan Model Pembelajaran Ctl ( Contextual Teaching And Learning ) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas Xi Di Sma Negeri 2 Kecamatan Bukik Barisan Septia Gingga Yolanda; Salmi Wati; Arifmiboy Arifmiboy; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10409

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi bahwa dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung guru PAI kurang memberikan penekanan kepada siswa dalam kegiatan memberikan tugas yang berhubungan dengan pengamatan di masyarakat. Dalam penerapannya terdapat kekurangan dalam kegiatan tanya jawab antar siswa. Siswa perempuan lebih aktif dalam bertanya dibandingkan dengan siswa yang laki-laki. Dari permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti penerapan model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 2 Kecamatan Bukik Barisan dan faktor penghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan penerapan dari model pembelajaran kontekstual. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan tentang penerapan model pembelajaran CTL (contextual teaching and learning) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 2 Kecamatan Bukik Barisan. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya peneliti menggunakan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji kreadibilitas dan kevalidan data peneliti mengecek data yang sudah diperoleh dari berbagai intrumen penelitian yaitu guru, kepala sekolah dan siswa dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi peneliti dan triangulasi metode. Sehingga menghasilkan kesimpulan yang kredibel. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model CTL (contextual teaching and learning) pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI di SMA Negeri 2 kecamatan bukik barisan dimulai dari perencanaan guru dalam mempersiapkan pembelajaran dengan membuat RPP yang menjadi pedoman guru dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas. Penerapan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran dilakukan melalui tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Inti dalam penerapan model kontekstual adalah terdapat pada komponen-komponennya. Yaitu konstruktivisme (constructivism), inkuiri (inguiry), bertanya (guestion), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Penelitian ini dilatar belakangi bahwa dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung guru PAI kurang memberikan penekanan kepada siswa dalam kegiatan memberikan tugas yang berhubungan dengan pengamatan di masyarakat. Dalam penerapannya terdapat kekurangan dalam kegiatan tanya jawab antar siswa. Siswa perempuan lebih aktif dalam bertanya dibandingkan dengan siswa yang laki-laki. Dari permasalahan yang ada peneliti tertarik untuk meneliti penerapan model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 2 Kecamatan Bukik Barisan dan faktor penghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan penerapan dari model pembelajaran kontekstual. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan tentang penerapan model pembelajaran CTL (contextual teaching and learning) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI di SMA Negeri 2 Kecamatan Bukik Barisan. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya peneliti menggunakan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji kreadibilitas dan kevalidan data peneliti mengecek data yang sudah diperoleh dari berbagai intrumen penelitian yaitu guru, kepala sekolah dan siswa dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi peneliti dan triangulasi metode. Sehingga menghasilkan kesimpulan yang kredibel. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model CTL (contextual teaching and learning) pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas XI di SMA Negeri 2 kecamatan bukik barisan dimulai dari perencanaan guru dalam mempersiapkan pembelajaran dengan membuat RPP yang menjadi pedoman guru dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas. Penerapan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran dilakukan melalui tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Inti dalam penerapan model kontekstual adalah terdapat pada komponen-komponennya. Yaitu konstruktivisme (constructivism), inkuiri (inguiry), bertanya (guestion), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).
Penerapan Metode Demonstrasi Pada Santri Kelas Vii Oleh Guru Fiqih Di Pondok Pesantren Al-Mutaqin Balai-Belo Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Zahratil Aufa; Muhiddinur Kamal; Junaidi Junaidi; Arifmiboy Arifmiboy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11912

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh guru mata pelajaran Fiqih yang belum sepenuhnya melaksanakan metode demonstrasi sesuai dengan langkah-langkah seharusnya di kelas VII MTs Al-Mutaqin, sehingga pengawasan terhadap seluruh siswa tidak menyeluruh, siswa menjadi pasif dalam belajar dan merasa bosan dan jenuh. Langkah-langkah yang tidak terlaksana tersebut diantaranya mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi, memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, belum keseluruhan siswa diberi kesempatan dalam mendemonstrasikan. Jenis penelitian ini penelitian lapangan (fiel research) dengan jenis pendekatan kualitatif (qualitatife research), penelitian yang mendeskripsikan dan menganalisis fenomena peristiwa. Pengolahan data dilakukan dengan cara penyelesaian jawaban informan yang sesuai dengan hal-hal yang penulis teliti, adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Fiqih, dan yang menjadi informan pendukungnya adalah kepala sekolah dan siswa kelas VII Pondok Pesantren Al-Mutaqin Balai-belo Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, teknik pengumpulan data penulis lakukan obeservasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi di kelas VII Pondok Pesantren Al-Mutaqin Balai-belo telah terlaksana tetapi belum maksimal. Langkah-langkah Pelaksanaan tersebut terdiri dari pembukaan seperti, merumuskan tujuan, mempersiapkan garis besar, mempersiapkan peralanan dan media, memperhitungkan waktu. Sedangkan dalam pelaksanaannya yaitu mengatur kelas, mengemukakan tujuan, memberikan tugas, memeperlihatkan tahapan kerja, dan memeberikan tugas lanjutan. Dan untuk penutupnya guru merangkum dan menyimpulkan pembelajaran, memberikan tugas atau pekerjaan rumah dan mengevalusi siswa. Dari langkah diatas yang belum dilakukan oleh guru yaitu mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, belum keseluruhan siswa diberi kesempatan dalam mendemonstrasikan.
HAFALAN AL-QUR’AN SISWA PADA MATERI PAI DI SMAN 1 KEC. AKABILURU Wike Maidi Wita; Arifmiboy; Junaidi; Iswantir
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.134 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.148

Abstract

Researchers conducted research at SMAN 1 Kec. Akabiluru which is motivated by students' problems in memorizing verses of the Qur'an. This research is intended to answer students' problems regarding fluency and fluency in reading students' memorization, the methods used by students in memorizing and also the obstacles faced by students in memorizing the Qur'an Q.S Al-Maidah/5:48 and Q.S At-Taubah/9 :105 on PAI class X material. These problems were investigated using descriptive qualitative research methods. Data was collected by means of observation, interviews, and also documentation. The key informants in this study were students of class X at SMAN 1 Kec. Akabiluru. To analyze the data, the researchers grouped based on the existing problems. The results obtained are, at the level of fluency and fluency of students in memorizing students do not recognize hijaiyah letters and do not understand makharijul letters, but in the law of recitation many are already good even though students do not apply it when depositing memorization. The methods used by students vary, but generally students use the wahdah method, namely by memorizing one verse by one as a whole. Some of the obstacles faced by students come from within and some come from outside. From within him is the student's lack of mastery of the hijaiyah letters, makharijul letters and the law of tajwid, easy to despair, too hasty to memorize. Meanwhile, what comes from the outside is in the form of laziness, lack of concentration, environmental influences, immorality, and others. It can be understood that students are still not fluent and fluent in depositing memorization. The method in memorizing the Qur'an used by students is mostly the wahdah method, which is reading the whole verse over and over without being divided. Constraints faced by students apart from the two descriptions above, there are other things that are inhibiting factors such as lack of focus in memorizing, embarrassed to deposit memorization in front of many people, too many activities, lazy, lack of motivation, environmental influences, being too active in extracurricular activities, easy to drop out hope and so on.  Keyword: Memorizing the Qur'an, Islamic Religious Education
KREATIVITAS GURU PAI DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SMKN 4 PAYAKUMBUH Raisa Juliandari; Muhiddinur Kamal; Junaidi; Salmiwati
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.995 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.153

Abstract

This study discusses the creativity of PAI teachers in using learning media at SMKN 4 Payakumbuh. This study aims to determine the creativity of PAI teachers in using learning media at SMKN 4 Payakumbuh, the supporting and inhibiting factors of PAI teachers in using learning media at SMKN 4 Payakumbuh. This study uses a type of field research (field research) with a qualitative descriptive type, namely research aimed at describing and analyzing the phenomenon of events, social activities, attitudes, beliefs, thoughts of people individually and in groups. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Furthermore, the data analysis technique here is where the author takes steps such as data reduction, display (data presentation), drawing conclusions and verification. The results of the study prove that: First, the creativity of PAI teachers in using learning media at SMKN 4 Payakumbuh that PAI teachers use animated video media (motion graphics) and slides (powerpoint) as learning media. PAI teachers select and design learning media according to the material to be conveyed and the characteristics of students. PAI teachers also receive direction and guidance from schools such as school principals and other teachers in preparing learning media. Second, the supporting and inhibiting factors for using PAI teacher learning media at SMKN 4 Payakumbuh. Supporting factors are the desire of teachers and students to use IT learning media, attract students' attention and interest in learning, students are more active and understand the learning material. While the inhibiting factor is the lack of availability of LCD projectors, teachers need a long time to prepare media and sometimes teachers do not prepare learning media because of other activities that teachers have to do.  Keyword: Creativity, Learning Media, PAI Teachers
PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD JAM`IYYATUL HUJJAJ BUKITTINGGI Mimi Jelita; Junaidi Junaidi; Arifmiboy Arifmiboy; Iswantir iswantir
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.605 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.183

Abstract

Good classroom management can certainly create and maintain a classroom atmosphere so that teaching and learning activities can take place effectively and efficiently. The formulation of the problem in this study is about how to manage classes in Islamic religious education lessons and the efforts of Islamic religious education teachers in overcoming classroom management problems. This study aims to find out how to manage classes in Islamic religious education lessons and find out how the efforts of Islamic religious education teachers in overcoming problems in classroom management. This type of research is a descriptive qualitative study that describes classroom management on Islamic Religious Education subjects at Jam`iyyatul Hujjaj Elementary School, Bukittinggi. In collecting data the researchers used observation and interview techniques. Meanwhile, to analyze it, the researcher used steps of data reduction, data presentation and drawing conclusions. From the research that has been done, it can be concluded that the way teachers manage the class non-physically is by creating a positive climate in the classroom so that students feel comfortable in the learning process. To create optimal learning conditions, continuously pay attention to the environment in the learning process to create comfortable learning. In terms of maintaining optimal learning conditions the teacher always gives reactions such as giving advice and praise to students according to their activities, while to restore optimal learning conditions the teacher improves student behavior, in modifying student behavior, the teacher advises and teaches good behavior by giving examples and guidance and provide motivation to students. Keywords: Class Management, Islamic Religious Education