Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Digitalisasi Sistem Monitoring Kesehatan dan Infrastruktur Komunitas Berbasis IoT dan Big Data: Pelatihan Daring untuk Masyarakat Tanggap Teknologi Fider Lumban Batu; Sheila Hani; Rini Rini; Herlina Herlina; Doni Efrizah; Misdawati Misdawati; Ardi Ardi; Supriono Supriono
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.840

Abstract

p Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 telah membawa transformasi mendasar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam bidang kesehatan masyarakat dan pengelolaan infrastruktur lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat menjembatani pemanfaatan teknologi dalam konteks komunitas adalah penerapan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) dan Big Data. Namun demikian, rendahnya literasi digital di tingkat masyarakat, terutama pada kelompok masyarakat non-teknis dan kawasan semi-perkotaan, menjadi tantangan utama dalam proses adopsi dan implementasi teknologi tersebut. Menyikapi tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan daring yang bersifat aplikatif, partisipatif, dan mudah diakses, guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar masyarakat dalam merancang dan mengoperasikan sistem monitoring kesehatan dan infrastruktur berbasis teknologi. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui platform video konferensi selama tiga sesi utama, meliputi pengenalan konsep IoT dan Big Data, praktik simulasi penggunaan perangkat sensor sederhana, serta integrasi data ke dalam dashboard pemantauan real-time. Metodologi yang digunakan menggabungkan pendekatan andragogi digital, microlearning, dan project-based learning untuk memastikan efektivitas pembelajaran bagi peserta dewasa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta kuesioner kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman peserta terhadap konsep teknologi digital, serta keterampilan teknis dasar dalam penggunaan sensor dan platform analitik daring. Sekitar 85 Persen peserta berhasil memahami dan mempraktikkan simulasi monitoring suhu dan kelembaban, serta menyusun rencana penerapan sistem monitoring sederhana di lingkungan masing-masing. Pelatihan ini tidak hanya memperluas literasi digital masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi dan inisiatif berbasis data dalam menghadapi isu kesehatan dan infrastruktur lingkungan secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan daring berbasis teknologi dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan agenda transformasi digital nasional. Pelibatan masyarakat dalam sistem monitoring berbasis IoT dan Big Data dapat menjadi langkah strategis dalam membentuk komunitas tanggap teknologi yang adaptif, inklusif, dan berdaya.
Analisa Kinerja Simpang Tak Bersinyal Jl. Sakti Lubis Jl. STM Medan Diah Pitaloka; Rini Rini
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/4pvpvf27

Abstract

Pertambahan volume kendaraan bermotor mengakibatkan penurunan kinerja pada berbagai ruas jalan dan simpang. Persoalan ini dapat diamati pada simpang tiga tak bersinyal yang berlokasi di Jalan Sakti Lubis-STM. Proses pengambilan data dilaksanakan pada tiga periode waktu berbeda, meliputi rentang waktu pagi hari mulai pukul 07:00 hingga 09:00, dilanjutkan siang hari antara pukul 11:00 sampai 13:00, serta periode sore yang berlangsung dari pukul 16:00 sampai 18:00. Pengukuran menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 sebagai acuan standar. Pengamatan menunjukkan periode tersibuk terpantau pada tanggal 25 Juli 2024, khususnya di rentang waktu sore antara pukul 16.00-18.00. Berdasarkan pengolahan data, teridentifikasi arus total (Q) mencapai 6069 smp/jam, sementara nilai kapasitas (C) berada di angka 7344 smp/jam, dengan derajat kejenuhan (DS) terukur 0,83 yang melampaui batas kejenuhan rekomendasi MKJI sebesar lebih dari 0,75.
Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Tanah di Kecamatan Lolomatua, Nias Selatan Rini Rini; Ardani Ardani; Hemareni Giawa
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/0jjsbp36

Abstract

Tanah merupakan material yang tidak dapat di pisahkan dalam merencanakan bangunan bangunan sipil dan juga sangat berpengaruh pada berbagai macam pekerjaan konsruksi. Tanah berfungsi sebagai penahan beban akibat konstruksi di atas tanah yang harus bisa memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya yang turut di perhitungkan. Tanah memiliki spesifikasi yang berbeda dari setiap jenisnya, sehingga memerlukan penanganan yang berbeda baik secara mekanis dan kimia. Maka dalam perencanaan konstruksi besarnya pengaruh tanah perlu di perhitungkan secara matang. Tanah yang akan di gunakan harus di ketahui spesifikasi dan juga kekuatan tanahnya. Dari hasil pengujian tanah yang berasal Desa Caritas Sogawunasi Kecamatan Lolomatua Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara dapat diklasifikasikan sebagai tanah lanau, hal ini didasarkan pada pengujian atterberg limit (pengujian batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas) dimana indeks plastisitas yang didapatkan yaitu 9,20 dimana dalam ketentuan SNI 03-6797-2022 yaitu tanah kelanauan disebutkan apabila nilai indeks plastistasnya kurang atau sama dengan 10. Selain itu klasifikasi tanah lanau dapat dilihat dari hasil uji analisa saringan lolos saringan No.200 (0,075 mm) lebih dari 35% dapat dikatakan tanah kelananuan, dari hasil uji didapatkan 44,99%. Tanah ini memenuhi nilai ketentuan CBR timbunan biasa yaitu 6% dan diperoleh data pengujian sebesar 7,93%. Tanah ini dapat digunakan sebagai tanah timbunan pada kontruksi jalan yang beban jalannya ringan.
Pengaruh Penambahan Serat Kulit Durian dengan Mutu Beton Fc‘ 20 Mpa Terhadap Kuat Tekan Beton Sheila Hani; Rini Rini; Natalius Gea
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/1ys03p75

Abstract

Beton merupakan sebuah bahan bangunan kompesif yang terbuat dari kombinasi air, agregat dan pengikat semen. Untuk melakukan beton normal peru dilakukan persiapan bahan dan peralatan. Selain bahan yang biasa digunakan, beton diberikan bahan tambah untuk meningkatkan kekuatan beton. Dalam penelitian ini, bahan tambah yang digunakan adalah serat kulit durian, yang merupakan bahan tambah alami. Serat kulit durian dicampur dimasukkan kedalam campuran beton dengan variasi 0 persen, 2 persen, 3 persen dan 4 persen. Kulit durian yang diproses sedemikian rupa untuk mendapatkan serat kulit durian melalui proses perendaman, penumbukan serta pengovenan bahan pada suhu ±5˚C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kulit durian sehingga dapat mencapai mutu beton fc’20MPa. Agregat yang digunakan dari PT.Rapit Arjasa Kabupaten Langkat dengan bahan tambah serat kulit durian dari pajak MMTC Medan. Benda uji beton berbentuk silinder berukuran 100 mm dan tinggi 200 mm, dengan benda uji setiap variasi serat kulit durian sebanyak 12 buah dengan 3 variasi sehingga total benda uji sebanyak 36 silinder. Proses pengujian dilakukan dilakukan pada beton yang sudah melewati masa curing atau perendaman dalam jangka waktu 7,14, 21 dan 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan beton pada usia 28 hari untuk masing-masing variasi adalah: variasi 0 persen adalah 23,2 Mpa dengan slump 90 mm; variasi 2 persen adalah 13,20 Mpa dengan slump 50 mm; variasi 3 persen adalah 11,28 Mpa dengan slump 35 mm dan variasi 4 persen adalah 8,6 Mpa dengan slump 20 mm. Hasil tersebut menunjukkan penurunan kekuatan beton seiring dengan penambahan serat kulit durian, sehingga mutu rencana fc 20 Mpa tidak dapat tercapai.
Analisis Eksperimental Penggunaan Pasir Laut Sorake dan Pasir Sungai Gomo pada Campuran Beton Rini Rini; Sheila Hani; Dirifandi Laia
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/9h2xp710

Abstract

Pasir pantai sorake memiliki karakteristik butiran yang halus dan bulat, gradasi (susunan besar butiran) yang seragam serta mengandung garam-garaman yang tidak menguntungkan bagi beton,sehingga banyak disarankan untuk tidak digunakan dalam pembuatan beton. Butiran yang halus dan bulat serta gradasi yang seragam, dapat mengurangi daya lekat antar butiran dan berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan beton. Akan tetapi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai masih menggunakan pasir pantai sebagai salah satu agregat halus pada beton dengan alasan mudah didapat. Untuk itu perlu dilakukannya penelitian utuk mengetahui kuat tekan pada beton antara pasir laut Sorake dan pasir sungai Gomo sehingga diketahui kelayakan dari penggunaan pasir laut sorake dan pasir sungai Gomo sebagai bahan material campuran beton. Penelitian pada beton ini menggunakan pasir laut sorake dan pasir sungai gomo yang berasal dari kabupaten nias selatan sebagai material agregat halus. Berdasarkan hasil kuat tekan dari setiap sample diperoleh kesimpulan (1) Nilai kuat tekan beton yang paling besar dengan menggunakan Pasir Laut tidak cuci adalah 20,55 Mpa. (2) agregat halus dari pasir laut sorake dan pasir sungai gomo tidak layak untuk struktur beton. Kata Kunci: Beton, Pasir, Kuat Tekan
Pengaruh Penambahan Abu Kulit Kelapa dan Gula Pasir terhadap Kuat Tekan Beton Rini Rini; Sheila Hani; Hendi Putra Jaya Gulo
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 4: Desember 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/gy4fhk19

Abstract

Penambahan abu kulit kelapa kedalam beton diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan beton normal. Penambahan kuat tekan akan memperbaiki kinerja komposit beton dengan kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan beton konvesional. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan abu kulit kelapa dan gula pasir ke dalam adukan beton dengan tujuan untuk mengetahui kuat tekan beton. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan pengujian kuat tekan beton yang dilakukan setelah beton mencapai umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Dari hasil pengujian beton pada usia 28 hari diperoleh nilai kuat tekan beton rata-rata dengan penambahan 0,1 persen gula dan 1 persen abu kulit kelapa adalah 26,87 kg/m3 penambahan 0,2 persen gula dan 2 persen abu kulit kelapa adalah 20,67 kg/m3 dan penambahan 0,3 persen gula dan 3 persen abu kulit kelapa adalah 22,34 kg/m3. Dari hasil penggunaan bahan tambah Abu Kulit Kelapa 1 persen, 2 persen, dan Gula Pasir 0,1 persen, 0,2 persen tidak disarankan sebagai bahan campuran beton karena tidak memenuhi kuat tekan yang direncanakan.
Analisis Eksperimental Penambahan Serat Batang Pisang Variasi Komposisi pada Campuran Beton Mutu FC 20 Sheila Hani; Rini Rini; Yosafat Haria
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 3: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/0rgaar12

Abstract

Salah satu penyebab beton cepat mengalami kerusakan dan tidak bertahan lama adalah karena pengaruh dari luar atau eksternal (lingkungan) dimana stuktur beton itu berada, seperti lokasi-lokasi tertentu, seperti lingkungan yang berhubungan dengan bahan kimia, sulfat, klorida, garam atau pembangunan yang berada di daerah laut. Kandungan sulfat yang ada baik dalam tanah dan air tanah, memburuknya bahan organik, maupun limbah industri yang mengelilingi suatu struktuk beton dapat menimbulkan ancaman bagi daya tahan lama terhadap beton. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi dan alat uji terhadap beton. Maka muncul berbagai macam alternatif untuk melakukan penambahan serat pisang sebagai bahan tambahan beton, dengan maksud untuk menghindari kerusakan pada beton dalam jangka tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan beton mutu Fc’ 20 terhadap penambahan serat batang pisang dengan variasi penambahan 0,25 persen dan 1 persen pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari. Kuat tekan beton dengan variasi 0,25 persen serat batang pisang lebih kuat dari pada kuat tekan beton dengan variasi 1 persen penambahan serat batang pisang. Namun kuat tekan tersebut belum memenuhi kuat tekan rencana (20 Mpa). Tidak tercapainya kuat tekan rencana disebabkan oleh fakor serat batang pisang itu sendiri, yang mana dengan penambahan serat batang pisang dengan variasi 0,25 persen dan 1 persen cenderung mengurangi kuat tekan beton.