Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TAMARILLO (CYPOMANDRABETACEA SENDTN) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR TOP G2 Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v8i1.545

Abstract

Tamarillo sebagai salah satu komoditas unggulan di Tana Toraja perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pengembangannya, antara lain melalui perbaikan teknologi budidaya untuk pertumbuhan bibit yang optimal melalui peningkatan kesuburan lahan dengan menggunakan pupuk organik cair. Penelitian berlangsung dari bulan Mei sampai Juli 2017, di kebun Kampus 2 UKI Toraja yang bertempat di Kelurahan Tallunglipu Matallo, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara.Dengan ketinggian tempat 750 m dpl, dengan tipe iklim B (Scmidit Ferguson).Jenis tanah liat dengan pH 6,0. Penelitian merupakan percobaan faktor tunggal dan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 taraf perlakuan pupuk organiik cair TOP G2 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit tanaman tamarillo memberikan respon yang berbeda terhadap pupuk organik cair TOP G2 pada konsentrasi yang berbeda. Bibit tanaman tamarillo memberikan respon yang terbaik terhadap pupuk organik cair TOP G2 pada konsentrasi 6 cc/l air (P3).
PENGARUH BERBAGAI DOSIS BOKASHI JERAMI (DEKOMPOSER BIO-TRIBA-1) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum sp) VARIETAS LOKAL Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v8i2.556

Abstract

Penelitian dilaksanakan di green house Fakultas Pertanian Kampus II UKI Toraja, di Kakondongan Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara. Tempat penelitian berada pada ketinggian 750 m dpl dengan tipe iklim B (Scmidt Ferguson) dan dengan pH tanah 6.00. Penelitian dilaksanakan dari pertengahan bulan Januari sampai bulan Juli 2015 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis bokashi jerami (Dekomposer Bio-Triba-1) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Besar (Capsicum sp) Varietas Lokal. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan dengan perlakuan tunggal yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAL), yaitu: Sebagai perlakuan digunakan bokashi jerami yang terdiri atas 5 (lima) taraf perlakuan dan 3 (tiga) ulangan, yaitu: tanpa perlakuan (B0), 0,5 kg bokahi/10 kg tanah (B1), 1 kg bokashi/10 kg tanah (B2), 1,5 kg bokashi/10 kg tanah (B3), dan 2 kg bokashi/10 kg tanah Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 0,5 kg bokashi/10 kg tanah memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dan dengan 1 kg bokashi/10 kg memberikan hasil terbaik pada jumlah cabang terbentuk, jumlah cabang produktif, jumlah buah dan bobot buah.
PENGARUH BOBOT RIMPANG DAN ZPT ALAMI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i1.571

Abstract

Pengembangan jahe merah secara komersial harus didukung oleh teknik budidaya yang optimal dan berkesinambungan dengan menerapkan teknik-teknik budidaya yang telah dianjurkan, misalnya penanaman bibit yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot rimpang dan pemberian ZPT alami air kelapa terhadap pertumbuhan jahe merah. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu: faktor pertama (bobot rimpang terdiri atas B1 = bobot kecil (<10 g), B2=bobot sedang (10 – 20 g) dan B3 = bobot besar (> 20 g)) dan faktor kedua (5 taraf perlakuan perendaman dalam berbagai konsentrasi air kelapa); dari kedua faktor tersebut diperoleh 15 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 45 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot rimpang B3 (berbobot besar (>20 gr)) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan jahe merah khususnya umur bertunas, tinggi tunas, jumlah daun, diameter tunas dan jumlah tunas, serta pemberian ZPT alami air kelapa dengan konsentrasi 75% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan jahe merah khususnya umur bertunas, tinggi tunas dan jumlah daun, sedang pemberian dengan konsentrasi 100% memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter tunas dan jumlah tunas.
Pengaruh Sistem Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L) Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v3i1.625

Abstract

Salah satu paket teknologi yang dianjurkan untuk meningkatkan produksi adalah pengaturan jarak tanam/ sistem tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Buntu Masakke Kecamatan Sangalla’ Kabupaten Tana Toraja yang berlangsung mulai September sampai Desember 2010. Lokasi Penelitian berada pada ketinggian 700 m dpl dengan tipe iklim D2 (Oldeman) dan pH 7. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan dan setiap perlakuan diulangi 3 kali sehingga terdapat 18 petak percobaan, dengan luas tiap petak 4m2. Adapun perlakuan sistem tanam yang dicobakan adalah jarak tanaman model tegel dengan ukuran 20 cm x 20 cm, legowo 2:1, legowo 3:1, legowo 4:1, legowo 5:1 serta jarak tanam secara acak. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan vegetatif, jumlah anak produktif, luas daun, bobot kering tanaman, bobot 1000 butir gabah berisi, dan bobot gabah kering panen per petak. Selain itu, dilakukan juga analisis pertumbuhan dengan parameter sebagai berikut: Indeks Luas Daun (ILD), Berat Daun Spesifik, Laju Pertumbuhan Relatif, Laju Pertumbuhan Tanaman, Laju Asimilasi Bersih, Indeks Panen, dan Rasio Pucuk Akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem tanam dengan Legowo 2 : 1 dapat memberikan produksi yang terbaik yaitu 10,75 ton/ha. Sedangkan produksi terendah diperoleh dengan perlakuan sistem tanam Legowo 5 : 1 dengan hasil 8,58 ton/ha.
Karakterisasi dan Daya Gabung Beberapa Varietas Lokal dengan Padi Tipe Baru Inpari 7 Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i2.646

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari tingkat keberhasilan persilangan, heterosis, heterobeltiosis, daya gabung dan model aksi gen yang berkaitan dengan karakter-karakter unggul tetua lokal dengan padi unggul tipe baru. Penelitian dilaksanakan di Kel. Tikala, Kec. Tikala, Kabupaten Toraja Utara pada bulan April 2012 hingga September 2012. Persilangan dialel yang dilakukan terdiri dari persilangan antara tetua [kombinasi ½ p(p - 1)] sehingga diperoleh 6 kombinasi persilangan dari 4 tetua yang digunakan. Masing-masing kombinasi persilangan diulang 3 kali. Kombinasi tetua Jantan Pare Bau’ dan tetua betina Impari relatif menghasilkan persentase bunga yang berhasil diserbuki, persentase gabah hasil persilangan dan persentase gabah bernas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua kombinasi persilangan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tetua Jantan Pare Bau’ dan tetua betina Impari relatif menghasilkan persentase bunga yang berhasil diserbuki, persentase gabah hasil persilangan dan persentase gabah bernas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua kombinasi persilangan lainnya. Nilai heterosis tertinggi dicapai pada kombinasi persilangan Pare Bau’ dan Impari, sedangkan nilai heterobeltiosis tertinggi terdapat pada kombinasi Pare Lallodo dengan Impari.
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) PADA SETIAP KOMBINASI PEMUPUKAN NITROGEN, POSPOR DAN KALIUM Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kakao dan mengetahui pola hubungan antara pertumbuhan dan umur bibit kakao pada berbagai komposisi pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan dengan ketinggian tempat 750 m/dpl. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 9 taraf perlakuan, yaitu: tanpa perlakuan (P0), 5:5:5 (P1), 5:10:5 (P2), 5:5:10 (P3), 5:10:10 (P4), 10:5:5 (P5), 10:10:5 (P6),10:5:10 (P8), 10:10:10 Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 27 petak percobaan yang terdiri atas 6 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 162 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N-P-K dengan (P4) 10 :5 :10 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan bibit kakao. Laju pertumbuhan tinggi tanaman terbesar dicapai pada pemberian pupuk NPK dengan dosis NPK 10:5:10 dengan persamaan regresi y = 0,201x + 11,01 dan R² = 0,822. Laju pertumbuhan jumlah daun terbesar yaitu 3,5 daun per 2 minggu dicapai pada pemberian pupuk NPK dengan dosis 10:5:10 dengan persamaan regresi Y= 0,116x + 1,307 R² = 0,98.
Pengujian 83 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) untuk Sifat Toleransi Terhadap Cekaman Suhu Rendah Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.702

Abstract

Seleksi akan memberikan respon yang optimal bila menggunakan kriteria seleksi yang tepat. Seleksi berdasarkan daya hasil biasanya kurang memberikan hasil optimal bila tidak didukung oleh kriteria seleksi lain berupa komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang berkorelasi kuat dengan daya hasil. Selain itu, seleksi yang dilakukan di lokasi target akan memberikan daya adaptasi dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan di lingkungan non-target, baik dengan menggunakan indeks seleksi maupun produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilih galur dengan sifat-sifat yang lebih baik dan menduga efektifitas seleksi berdasarkan daya hasil dan indeks terboboti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tikala, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 750 m dpl. dengan tipe iklim A menurut klasifikasi iklim Schmidt & Fergusson.Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah galur-galur padi F6 hasil seleksi dari 3 kombinasi persilangan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Perbesaran (Augmented Design). Sebagai perlakuan adalah 83 galur F6 hasil seleksi dari F5 dan 6 genotipe tetua sebagai genotipe cek (Pulu’ Mandoti, Lambau, Pinjan, Fatmawati, Gilirang dan Sintanur). Galur-galur yang diuji tidak diulang sedangkan genotipe cek diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji menampilkan keragaman yang besar untuk semua karakter seleksi. Galur-galur yang terpilih dari kedua lingkungan seleksi (Bogor dan Toraja) memperlihatkan bahwa baik yang diseleksi berdasarkan produksi ataupun seleksi berdasarkan indeks seleksi, memiliki perbedaan dari segi superioritasnya. Galur yang terpilih pada lingkungan target (Toraja) didominasi oleh galur-galur yang berasal dari persilangan tetua toleran suhu rendah Pinjan dengan tetua rentan Fatmawati yaitu galur-galur IPB117, sedangkan galur-galur yang terpilih pada lingkungan non target (Bogor) didominasi oleh zuriat hasil persilangan dari Lambau dan Fatmawati (IPB149). Komponen pertumbuhan berkorelasi negatif, sedangkan komponen hasil berkorelasi positif terhadap hasil gabah per petak. Nilai heritabilitas dalam arti luas berkisar antara rendah sampai sedang.
Efektivitas Seleksi Generasi F2 Hasil Persilangan Padi Unggul Lokal Toraja dengan Padi Tipe Baru Impari 7 Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.713

Abstract

Seleksi akan memberikan respon yang optimal bila menggunakan kriteria seleksi yang tepat. Seleksi berdasarkan daya hasil biasanya kurang memberikan hasil optimal bila tidak didukung oleh kriteria seleksi lain berupa komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang berkorelasi kuat dengan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menduga efektifitas seleksi pada lokasi target berdasarkan daya hasil dan indeks terboboti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 750 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hingga Februari 2013. Material genetik diperoleh dari persilangan antara 3 tetua lokal dan 1 padi unggul tipe baru yang dilakukan di Tikala pada bulan November 2011. Generasi F1 ditanam dan diseleksi sejak Januari 2012 hingga Agustus 2012. Sejumlah besar generasi F2 dan 3 genotipe tetua sebagai genotipe cek (Pare Bau’, Pare Lallodo, Pare Lea dan Inpari-7) ditanam dalam barisan yang diantarai oleh 4 barisan genotipe cek. Seleksi langsung dan seleksi tidak langsung berdasarkan hasil dan indeks seleksi tidak terboboti (UNWINDEX) dan indeks seleksi terboboti (WINDEX), di mana pembobot disesuaikan dengan nilai korelasi genotipik dan besarnya sumbangan pengaruh langsung dan tidak langsung tiap komponen terhadap hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur F2 terpilih melalui seleksi tanpa pembobotan yaitu galur UKIT-C-01-01, UKIT-C-03-32, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-46, UKIT-C-03-38, UKIT-C-03-25, UKIT-C- 03-26, UKIT-C-03-30, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-24, UKIT-C-03-33, dan UKIT-C-03-42. Galur F2 terpilih melalui seleksi dengan pembobotan yaitu galur UKIT-C-01-01, UKIT-C-03-43, UKIT-C-03-24, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-26, UKIT-C-03-32, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-42, UKIT-C-01-06, UKIT-C- 03-47, UKIT-C-02-12, dan UKIT-C-03-25. Galur F2 terpilih melalui seleksi dengan karakter bobot gabah per malai yaitu galur UKIT-C-02-11, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-37, UKIT-C-03-43, UKIT-C-01-01, UKIT-C-01-06, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-42, UKIT-C-02-18, UKIT-C-02-20, UKIT-C-02-22, dan UKIT- C-03-24. Karakter ciri 16 (jumlah gabah per malai), ciri 18 (panjang malai), ciri 22 (ekor pada bulir), ciri 29 (waktu pemasakan gabah) dan ciri 38 (warna beras) memberikan sumbangan pengaruh yang signifikan terhadap hasil.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI PLASMA NUTFAH TANAMAN MARKISA (Passiflora quadrangularis L.) Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v6i1.724

Abstract

Ketersediaan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan konsumen menjadi syarat yang harus dipenuhi dalam industrialisasi pertanian dan liberalisasi perdagangan. Varietas unggul dapat diraki jika tersedia keragaman sumberdaya genetik. Keberadaan koleksi plasma nutfah harus terus dipertahankan dan ditingkatkan sejalan dengan tuntutan perakitan varietas untuk memperkaya cadangan gen, kemudian dikonservasi secara ex-situ agar mudah dalam perawatan, evaluasi, pengamanan, dan pemanfaatannya. Eksplorasi plasma nutfah tanaman markisa dilakukan di beberapa sentra produksi markisa di kecamatan Buntu Pepasan, kabupaten Toraja Utara yang terletak pada ketinggian 1.340 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan April- September 2014, dalam bentuk survey dengan cara penggalian informasi tentang keberadaan tanaman markisa dan observasi langsung di lapangan dengan mengamati karakter tanaman, pertumbuhan tanaman, produktifitas, hama penyakit, kualitas hasil, dan kandungan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif pada varietas lokal pada umumnya sama dengan varietas pembanding MA01, karakter kuantitatif pada varietas lokal secara umum sama dengan varietas pembanding, kecuali bobot kulit buah dan jumlah biji per buah, kandungan vitamin C, kandungan asam total, kadar sari buah dan padatan terlarut pada varietas pembanding lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lokal.
Analisis Persilangan Dialel pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum) Filemon Lanik Sura'; Yusuf L Limbongan; Vonnisye Vonnisye
AgroSainT Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i2.1223

Abstract

Penggunaan benih cabai yang belum unggul dan daya hasilnya masih rendah menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produksi cabai di Indonesia, khususnya di Toraja. Salah satu jenis cabai besar yang terkenal di Toraja adalah Cabai Katokkon yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Cabai ini merupakan salah satu cabai yang disilangkan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan persilangan cabai dengan analisis dialel. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UKI Toraja di Kakondongan, Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, pada bulan Desember 2017 hingga Juni 2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis dialel dengan lima tetua cabai yaitu cabai katokkon, cabai pabrika, cabai keriting, cabai rawit putih, cabai rawit hijau. Hasil persilangan Cabai Katokkon (?) x Cabai Rawit Putih (?) menunjukkan persentase keberhasilan persilangan terbaik. Persilangan Cabai Katokkon (?) x Cabai Rawit Hijau (?) menghasilkan pertumbuhan bibit tertinggi dan jumlah daun terbanyak pada umur 4 MST. Pada persilangan Cabai Rawit Hijau (?) x Cabai Keriting (?) memiliki nilai viabilitas dan vigor terbaik. Hasil persilangan Cabai Paprika (?) x Cabai Keriting (?) menghasilkan luas daun terlebar.