Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

WORD OF MOUTH: STRATEGI KOMUNIKASI LEGAL MEMPROMOSIKAN RUMAH SAKIT Waluyo Budi Atmoko
Jurnal Performa : Jurnal Manajemen dan Start-up Bisnis Vol. 7 No. 3 (2022): Performa
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/jp.v7i3.411

Abstract

ABSTRAKStrategi ‘promosi’ rumah sakit yang tidak melanggar etika namun efektif, adalah menggunakan media komunikasi dari mulut ke mulut (word-of-mouth-WOM). WOM positif berhubungan erat dengan citra rumah sakit, kepuasan pasien, dan kepercayaan pasien. Penelitian dilakukan menggunakan desain survey, dengan populasi adalah pasien yang berobat di sebuah rumah sakit swasta. Sampel berukuran 200 responden ditentukan dengan teknik penyampelan purposive. Hipotesis penelitian diuji menggunakan metode Pemodelan persamaan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WOM positif dipengaruhi secara langsung oleh citra rumah sakit dan kepercayaan pasien. Citra rumah sakit disamping berpengaruh langsung juga berpengaruh tidak langsung pada WOM positif melalui mediasi kepercayaan pasien.Kata kunci: WOM positif, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, citra rumah sakitABSTRACTHospital ‘promotion’ strategy that did not break over the ethial codes but effective,it is using word of mouth (WOM) communication media. Positive WOM tight correspondence to hospital image, patient satisfaction, and patient trust. Reseach conducted by using survey design with the population were patients of the private hospital. Sample sized were 200 respondents, determined by purposive sampling tecnique.Research hypothesis tested by using Structural equation modelling. The results of the research showing that positive WOM directly influenced by hospital image and patient trust. Hospital image beside it has been influenced diretly topositive WOM, it had indirectly influenced to postive WOM through patient trust mediation.Keywords: positive WOM, patient satisfaction, patient trust, hospital image
Faktor Penentu Keberhasilan Penjualan Daring Yoel Alfiyan; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 08 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i08.1571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel keputusan beli daring. Keputusan beli seseorang dipengaruhi oleh faktor konten marketing, diskon, dan kesenangan konsumen. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan secara daring pada responden yang memenuhi persyaratan (berencana membeli produk di toko online). Sampel yang digunakan berjumlah 200. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi logistik. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 4 hipotesis terdukung. Hubungan antara konten marketing terhadap keputusan beli daring positif. Hubungan antara diskon terhadap keputusan beli daring positif. Variabel kesenangan konsumen memoderasi semu hubungan antara konten marketing pada keputusan beli daring. Variabel kesenangan konsumen memoderasi semu hubungan antara diskon pada keputusan beli daring.
Political Marketing: Strategi Menang dalam Kontestasi Pemilu Presiden Berkah Cahyo Mujiono; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 08 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i08.1573

Abstract

Perilaku memilih merupakan faktor penting yang memainkan peran utama dalam menentukan kemenangan seorang kandidat politik Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel perilaku memilih. Perilaku memilih seseorang dipengaruhi oleh faktor kepercayaan pemilih dan popularitas kandidat. Penelitian ini dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan pada responden yang sudah memenuhi syarat untuk memilih (usia>17). Teknik penyampelan yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 200 responden. Alat uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian mendapatkan kepercayaan pemilih dan popularitas kandidat berpengaruh positif  terhadap perilaku memilih, variabel popularitas kandidat memediasi sebagian hubungan antara kepercayaan pemilih dan perilaku memilih, popularitas kandidat memoderasi semu hubungan antara kepercayaan pemilih dan perilaku memilih. Hasil ini menyarankan kepada para kandidat yang bersaing untuk memenangkan pemilu agar menjaga kepercayaan pemilih serta meningkatkan popularitas kandidat di masyarakat.
Strategi Pemanfaatan Media Sosial Dalam Meningkatkan Kesetiaan Pelanggan Restoran Jeremy Cristyano Santoso; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 08 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i08.1577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana media sosial mempengaruhi hubungan antara nilai persepsian, kepuasan pelanggan, dan kesetiaan pelanggan. Data dikumpulkan melalui kuisioner secara daring yang disebar melalui beberapa platform seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Telegram, dengan sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis regresi logistik digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat hipotesis yang diuji, tiga hipotesis terbukti signifikan, sedangkan satu hipotesis tidak mendapatkan dukungan. Spesifiknya, kepuasan pelanggan secara positif mempengaruhi kesetiaan pelanggan, nilai persepsi memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, dan media sosial memoderasi hubungan antara kepuasan pelanggan dan kesetiaan pelanggan. Namun, tidak ada bukti bahwa media sosial memoderasi hubungan antara nilai persepsian dan kepuasan pelanggan.
Anteseden Niat Ko-kreasi dengan Mediasi Kualitas Hubungan Ahmad Nasirrudin Nur Aziz; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 11 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i11.1692

Abstract

Aktivitas di mana pelanggan tidak lagi menjadi tujuan penjualan, tetapi melibatkan pelanggan dalam menciptakan nilai bersama atau kokreasi antara perusahaan dan pelanggan merupakan pemahaman dalam menciptakan nilai merek. Ekuitas merek dapat berbentuk konsensus, desain ulang dan pengembangan produk baru. Proses kokreasi dapat menciptakan nilai di mana pelanggan menjadi rekan pencipta nilai yang baik. Hal tersebut menyiratkan bahwa nilai merek dapat diciptakan bersama oleh interaksi antara pelanggan dan pelanggan. Niat kokreasi ini dapat dibentuk oleh tiga faktor, yaitu: (1) kualitas hubungan (2) dukungan sosial (3) dan interaksi pelanggan. Penelitian dilakukan dengan desain survey dan teknik penyampelan purposive. Sampel berukuran 208 responden dianalisis menggunakan model persamaan struktural (SEM). Penguraian seluruh proses pendalaman berhasil mengonfirmasi bahwa kualitas hubungan berpengaruh signifikan terhadap niat kokreasi brand value, dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap niat kokreasi niat kokreasi brand value, dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap kualitas hubungan, interaksi pelanggan berpengaruh signifikan terhadap dukungan sosial. Model niat kokreasi ini diharapkan menjadi masukan strategik bagi inovasi produk dan keberlanjutan merek di masa datang. Kata Kunci: Niat kokreasi brand value, Kualitas hubungan, Dukungan social, Interaksi pelanggan.
PENGEMBANGAN ECOPRENEUR WISATA KEBUN TEH DI DESA SEGOROGUNUNG Waluyo Budi Atmoko; Didik Setyawan; Widi Hariyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37167

Abstract

Desa Segorogunung berada di wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Letak desa di lereng gunung Lawu dengan kontur tanah pegunungan berhawa sejuk serta dikelilingi areal kebun teh telah menginspirasi sekelompok masyarakat yang sadar bahwa daerahnya mempunyai potensi wisata besar. Masyarakat desa Segorogunung membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan secara swadaya menggarap tanah kebun teh ini menjadi usaha wisata hijau. Masalah yang diprioritaskan untuk diselesaikan, adalah (1) masalah produksi yang mencakup pengadaan peralatan pengolah teh dan cara pembuatan teh, (2) manajemen usaha mencakup keuangan dan pemasaran produk wisata. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan mitra mencakup: (1) pengadaan peralatan pengolah daun teh. berupa mesin roller/pengolahan daun the, (2) pelatihan manajemen produksi, pelatihan manajemen keuangan, dan pelatihan pemasaran. Hasil pelaksanaan: program PKM Ecopreneur wisata kebun teh telah berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan potensi wisata lokal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya alam.
Model Kesetiaan Merek Kosmetika Hijau: Peran Kepuasan Pelanggan, Pengalaman Merek, Citra Merek, dan Cinta Merek Nur Halimah; Waluyo Budi Atmoko; Didik Setyawan
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1532

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kepuasan pelanggan, pengalaman merek, citra merek, dan cinta merek terhadap kesetiaan merek pada konsumen kosmetika hijau di Indonesia. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan, namun pangsa pasar kosmetika hijau masih lebih rendah dibandingkan kosmetika konvensional. Model penelitian merupakan replikasi dari Le et al. (2025) yang diuji pada konteks konsumen Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Sampel penelitian berjumlah 244 responden yang merupakan konsumen kosmetika hijau berusia minimal 21 tahun dan telah melakukan pembelian lebih dari tiga kali. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis penelitian didukung. Kepuasan pelanggan, pengalaman merek, dan citra merek berpengaruh positif terhadap cinta merek. Kepuasan pelanggan, pengalaman merek, citra merek, dan cinta merek juga berpengaruh positif terhadap kesetiaan merek. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan, semakin positif pengalaman penggunaan, serta semakin baik citra merek yang dirasakan konsumen, maka semakin kuat keterikatan emosional konsumen terhadap merek serta mendorong terbentuknya kesetiaan merek. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan kosmetika hijau untuk meningkatkan loyalitas konsumen melalui penciptaan pengalaman merek yang positif, pemeliharaan kepuasan pelanggan, penguatan citra merek, serta pembangunan hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat model kesetiaan merek pada konteks kosmetika hijau di Indonesia serta memperluas bukti empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesetiaan merek.
Pengaruh Literasi Makanan dan Literasi Promosi Kesehatan dengan Moderasi Gender dan Sumber Informasi Ade Fitriana; Waluyo Budi Atmoko; Fidela Berliani Prasaja Putri
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1535

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran moderasi gender dan sumber informasi dalam hubungan literasi makanan dan nutrisi, keahlian makanan, ketahanan, dan literasi promosi kesehatan dan kebiasaan makan sehat. Melalui analisis kuantitatif terhadap data survei yang dibagikan secara daring kepada masyarakat (100 responden), penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi makanan dan nutrisi dan literasi promosi kesehatan berpengaruh tidak signifikan terhadap kebiasaan makan sehat. Sedangkan keahlian makanan dan ketahanan berpengaruh positif terhadap kebiasaan makan sehat. Gender dan sumber informasi tidak memoderasi sempurna hubungan literasi makanan dan nutrisi, keahlian makanan, ketahanan, dan literasi promosi kesehatan dan kebiasaan makan sehat.
Determinan Perilaku Beli Hijau pada Generasi Z Dimoderasi Pengetahuan Lingkungan Wahyu Dian Mawarni; Waluyo Budi Atmoko; Ariefah Yulandari
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1549

Abstract

This study examines the effects of social influence, environmental concern, subjective norm, and perceived green behavioral control on green purchase intention, the effect of green purchase intention on green purchase behavior, and the moderating role of environmental knowledge in the intention-behavior relationship. A quantitative approach with a two-wave longitudinal survey was employed. The sample comprised 102 Generation Z respondents in Indonesia selected through purposive sampling. The first wave measured the determinants of green purchase intention and environmental knowledge. One week later, the same respondents were contacted to record the actual purchase of a stainless-steel tumbler. Data were analyzed using multiple linear regression, binary logistic regression, and moderation analysis with 1,000 bootstrap replications. Social influence, environmental concern, and subjective norm did not significantly affect green purchase intention, whereas perceived green behavioral control had a positive and significant effect. Green purchase intention positively and significantly affected green purchase behavior. Environmental knowledge strengthened the relationship between intention and behavior, as indicated by an interaction significance of p = 0.047 and an increase in Nagelkerke R-squared to 0.196. The findings indicate that perceived ability, purchasing convenience, and environmental knowledge are more decisive in realizing green purchases among Generation Z than general social pressure and environmental concern.
Analysis of Factors Influencing Self-Medication Behavior Andry Christian; Waluyo Budi Atmoko; Sugiyarmasto Sugiyarmasto
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 01 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i01.2577

Abstract

Self-medication is a practice of self-treatment that is increasingly common among the public as a response to limited access to health services, high medical costs, and the ease of obtaining medicines without a doctor's prescription. This study aims to analyze the factors that influence self-medication behavior, including knowledge, medical costs, drug advertisements, previous medical experiences, and advice from others. The research approach uses a quantitative method with a survey design. Data were collected through questionnaires from 219 respondents who had purchased drugs without a doctor's prescription, using purposive sampling techniques. Data analysis was performed using binary logistic regression. The results showed that all independent variables simultaneously had a significant effect on self-medication behavior. Partially, knowledge, medical costs, drug advertisements, previous medical experiences, and advice from others were proven to have a positive and significant effect on an individual's tendency to self-medicate. The research model has excellent predictive ability with an accuracy value of 91.8% and a Nagelkerke R Square value of 78.6%. These findings indicate that self-medication behavior is influenced by a combination of personal, economic, informational, and social factors. Therefore, continuous educational efforts and strengthening of regulations related to the use and promotion of drugs are needed to encourage safer and more responsible self-medication practices.