Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK SEBAGAI BAHAN EDUKASI PENDIDIKAN SEKOLAH RAMAH ANAK Dwi Indah Anggraini; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Al-Abyadh Vol 8 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI INSTITUT AGAMA ISLAM DINIYYAH PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-abyadh.v8i1.1636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi flipbook sebagai bahan ajar pendukung program Sekolah Ramah Anak (SRA). Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) model Ken Peffers hingga tahap ketiga, yaitu identifikasi masalah, penentuan tujuan, dan desain-pengembangan. Identifikasi dilakukan melalui observasi dan wawancara di SPS Negeri Bale Bermain Cempaka Putih Ceria, yang menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang SRA dan keterbatasan media edukasi yang tersedia. Flipbook yang dikembangkan menggabungkan teks, gambar, dan fitur interaktif. Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan tinggi dengan skor validasi ahli materi sebesar 93% dan validasi ahli media sebesar 94%. Media ini berpotensi menjadi alat edukasi yang efektif untuk mendukung pelaksanaan SRA, meskipun perlu pengujian lebih lanjut dalam implementasi nyata.
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN INDIVIDUAL (PPI) PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Eti Nurhayati; Deri Hendriawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39253

Abstract

This research aims to describe the impact of collaboration between parents and teachers in implementing the Individualized Education Program (IEP) for an 11-year-old 5th-grade student with intellectual disabilities in an inclusive elementary school. Previously, the lack of synergy between the school and home caused significant obstacles to the student's academic and adaptive development. The research method used is a qualitative case study with data collection techniques through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that before the collaboration, the student experienced developmental stagnation. After the participatory development of the IEP, accompanied by routine weekly meetings between teachers and parents, the student showed significant progress in functional reading skills and self-independence. Consistency of treatment at school and home became a key factor for success. This study concludes that structured collaboration through the IEP is crucial in optimizing the potential of children with intellectual disabilities.
IMPLEMENTASI METODE FUN LEARNING SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK Susan Nurwidianing; Deri Hendriawan; Sardin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39559

Abstract

21st-century learning demands innovative learning methods that can increase student engagement in the learning process. One approach relevant to these demands is the fun learning method, a learning method that emphasizes a fun, interactive, and student-centered learning atmosphere. This study aims to describe the implementation of the fun learning method as a 21st-century learning innovation in increasing student engagement. This study uses a qualitative approach with students and teachers at the elementary education level as research subjects. This study uses a qualitative method that involves an in-depth understanding of the phenomena being studied by examining each case in detail. The nature of the problems being studied can vary, and to ensure the success of qualitative research, accurate and complete data collection is required, both in the form of primary data and secondary data. The research results show that the implementation of the fun learning method can create a more engaging learning atmosphere, increase active student participation, and encourage their involvement in asking questions, discussing, and collaborating during the learning process. Furthermore, this method also helps teachers develop creative and innovative learning in accordance with the characteristics of 21st-century learning. Thus, it can be concluded that the fun learning method is an effective learning innovation in increasing student activeness and supporting the achievement of 21st-century learning objectives.
Pola Kegiatan Ayah Perokok terhadap Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 4-6 Tahun Anderi Putri Ramadhani; Deri Hendriawan; Nenden Sundari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8411

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola kegiatan ayah perokok yang berpotensi memengaruhi stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah menggambarkan pola kegiatan ayah perokok terhadap stimulasi motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga ayah perokok dan tiga anak usia dini sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intensitas, waktu, dan kebiasaan merokok ayah memengaruhi kuantitas serta kualitas stimulasi motorik kasar yang diterima anak. Ayah dengan intensitas merokok rendah cenderung lebih aktif memberikan stimulasi fisik dibandingkan ayah dengan intensitas merokok tinggi. Disimpulkan bahwa pola kegiatan ayah perokok berkaitan dengan kualitas stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun.
Parent-School Partnership dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Upaya Penguatan Keterlibatan Orang Tua Irens Sadin; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8426

Abstract

Meningkatnya kasus tindakan eksploitasi seksual pada anak menunjukkan kebutuhan yang mendesak dalam penguatan pendidikan seksual sejak usia dini dengan melibatkan orang tua secara maksimal. Literatur ini menganalisis keterlibatan orang tua di sekolah dalam pendidikan seksual anak usia dini dengan menelaah bentuk keterlibatan, faktor-faktor yang memengaruhi, dampak yang muncul, serta tren dan kesenjangan penelitian dalam bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan teknik scoping review terhadap empat belas artikel periode 2016–2025 mengenai keterlibatan orang tua dan sekolah dalam pendidikan seks anak usia dini yang di analisis secara tematik. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa keterlibatan orang tua bersifat multidimensional, meliputi komunikasi, pendampingan belajar di rumah, program parenting, serta kolaborasi sekolah dan keluarga. Faktor pendukung mencakup tingkat pendidikan, dukungan sekolah, dan pemanfaatan media edukatif, sedangkan hambatan utama meliputi persepsi tabu dan keterbatasan pengetahuan. Keterlibatan ini terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan perubahan pola asuh orang tua menjadi lebih demokratis. Meskipun tren penelitian meningkat, kajian masih didominasi pendekatan deskriptif dan terbatas pada konteks sekolah atau wilayah tertentu. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan pendekatan longitudinal serta mengkaji efektivitas media digital dalam meningkatkan keterlibatan orang tua pada pendidikan seks anak usia dini.
Strategi Pengasuhan Ayah Tunggal dalam Membentuk Kemandirian Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Anak Usia 5–6 Tahun Nurhelina Risma Sari; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8453

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam membentuk kemandirian anak usia dini pada fase perkembangan usia 5–6 tahun. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif melalui rancangan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini melibatkan tiga ayah tunggal yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dan disusun melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Penelitian mengungkapkan bahwa ayah tunggal menjalankan peran ganda secara bersamaan, yakni sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama. Selain menjalankan peran ganda tersebut, ayah tunggal juga berfungsi sebagai motivator, fasilitator, serta pembimbing dalam proses pembentukan kemandirian anak secara aktif. Pola asuh yang paling banyak diterapkan yaitu pola asuh demokratis. Kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan, pemberian kesempatan untuk berlatih secara mandiri, serta keteladanan dalam aktivitas sehari-hari. Faktor pendukung dalam proses pengasuhan berasal dari dukungan keluarga, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, dan tuntutan peran ganda yang diemban ayah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa partisipasi aktif ayah berperan signifikan dalam membentuk kemandirian anak usia dini.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar sebagai Media Edukasi Kesiapsiagaan Gempa Bumi bagi Anak Usia 5-6 Tahun Aulia Nurhasanah; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8482

Abstract

Anak usia dini merupakan kelompok rentan terhadap bencana gempa bumi, sehingga dibutuhkannya lebih banyak media edukasi mitigasi yang memadai. Secara spesifik, belum adanya media yang mengintegrasikan tiga siklus mitigasi secara menyeluruh dalam satu produk cetak yang dilengkapi komponen pedagogis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas serta praktikalitas buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi untuk anak usia 5-6 tahun. Metode Design and Development (D&D) Tipe 1 diterapkan melalui model ADDIE yang dibatasi pada empat tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi formatif. Pengembangan buku didasarkan pada kebutuhan yang ditelaah melalui kajian literatur dan didukung oleh penggunaan sumber rujukan resmi dan tersistematis. Validitas media dinilai oleh satu orang ahli validator materi dan satu orang ahli validator media dengan menggunakan lembar instrumen validasi, serta lima orang guru di TK ABA 2 Kota Serang sebagai responden uji praktikalitas. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase 100% dan ahli media 93,7%, keduanya berkategori sangat valid. Uji respons guru memperoleh rata-rata 85% dengan kategori sangat praktis. Buku cerita bergambar "Aku Siap Saat Gempa" dinyatakan valid dan praktis sebagai media edukasi mitigasi gempa bumi yang kontekstual bagi anak usia 5–6 tahun. Produk ini berimplikasi pada pentingnya penyediaan media pembelajaran berbasis literasi bencana yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini sebagai upaya sistematis penguatan kesiapsiagaan sejak dini di satuan PAUD.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4–5 Tahun melalui Penerapan Senam Irama Kelinci Berbasis Musik Artificial Intelligence Zahra Ulum Raisa; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi; Iik Nurulpaik
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan senam irama kelinci berbasis musik AI. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, yaitu Siklus I, Siklus II, dan Siklus III, dengan melibatkan 15 anak kelompok A di RA Nurul Amal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen penilaian kemampuan motorik kasar yang mencakup aspek kemampuan lokomotor dan nonlokomotor. Reliabilitas instrumen diuji menggunakan teknik Percentage of Agreement (PA) dan memperoleh koefisien reliabilitas sebesar 89,5%, yang menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase capaian perkembangan kemampuan motorik kasar anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar anak secara bertahap pada setiap siklus. Persentase capaian kemampuan motorik kasar pada Siklus I sebesar 44,08% dengan kategori Mulai Berkembang (MB), meningkat menjadi 68,32% pada Siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan mencapai 90,75% pada Siklus III dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan senam irama kelinci berbasis musik AI efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun.
Pengembangan Aplikasi Game Edukatif CodeMey Land untuk Stimulasi Kemampuan Berpikir Komputasional Anak Usia 5-6 Tahun Berbasis Android Amanda Deswita Maharani; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2423

Abstract

Kemampuan berpikir komputasional merupakan sebuah keterampilan abad ke-21 yang perlu dikenalkan sejak usia dini karena dapat membantu anak dalam berpikir logis, mengenali pola, memecahkan masalah, dan menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah secara sistematis. Namun, ketersediaan media belajar yang dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan tersebut pada anak usia dini masih terbatas. Maka, dibutuhkan suatu media yang menarik dan relevan terhadap kriteria belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan aplikasi CodeMey Land sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan berpikir komputasional pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) melalui model ADDIE yang mencakup analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Evaluasi produk mengacu pada teori Nieveen. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, dan 10 anak pada uji coba kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game edukasi CodeMey Land memperoleh persentase validasi ahli materi yakni 98,33% dan validasi ahli media 98,21% yang ada di kategori sangat valid. Temuan uji coba kelompok kecil mendapat persentase 87,92% yang termasuk kategori sangat layak. Maka, game edukasi CodeMey Land dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam mengenalkan kemampuan berpikir komputasional pada anak usia dini.
Pengembangan Aplikasi Game Edukatif “Public Priority” untuk Stimulasi Berpikir Simbolik dan Empati Anak Usia 5-6 Tahun Berbasis Android Salsabila Zahra Ayesha; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzqi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2429

Abstract

Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir simbolik dan empati, yang merupakan aspek penting dalam perkembangan anak. Namun, pada kenyataannya di Tk Negeri Kramatwatu ditemukan bahwa 2 dari 12 anak belum memahami makna simbol-simbol prioritas ditempat umum dengan baik, sehingga diperlukan upaya yang dapat membantu guru dalam memahamkan simbol-simbol tersebut kepada anak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Public Priority. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model pengembangan ADDIE. Dengan subjek penelitian sebanyak 10 anak Kelompok B1 pada periode Maret–Juni 2026. Teknik analisis data yang digunakan meliputi kuantitatif deskriptif dan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa aplikasi Public Priority memperoleh persentase kelayakan sebesar 92,05% dari ahli materi dan 89,29% dari ahli media. Selain itu, hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase kelayakan sebesar 86,11%, yang termasuk dalam kategori layak digunakan. Pengembangan aplikasi game edukasi Public Priority berbasis Android yang secara khusus dirancang untuk menstimulasi kemampuan berpikir simbolik dan empati anak usia 5–6 tahun.