Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK SEBAGAI BAHAN EDUKASI PENDIDIKAN SEKOLAH RAMAH ANAK Dwi Indah Anggraini; Deri Hendriawan; Roby Naufal Arzaqi
Al-Abyadh Vol 8 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI INSTITUT AGAMA ISLAM DINIYYAH PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-abyadh.v8i1.1636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi flipbook sebagai bahan ajar pendukung program Sekolah Ramah Anak (SRA). Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) model Ken Peffers hingga tahap ketiga, yaitu identifikasi masalah, penentuan tujuan, dan desain-pengembangan. Identifikasi dilakukan melalui observasi dan wawancara di SPS Negeri Bale Bermain Cempaka Putih Ceria, yang menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang SRA dan keterbatasan media edukasi yang tersedia. Flipbook yang dikembangkan menggabungkan teks, gambar, dan fitur interaktif. Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan tinggi dengan skor validasi ahli materi sebesar 93% dan validasi ahli media sebesar 94%. Media ini berpotensi menjadi alat edukasi yang efektif untuk mendukung pelaksanaan SRA, meskipun perlu pengujian lebih lanjut dalam implementasi nyata.
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN INDIVIDUAL (PPI) PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Eti Nurhayati; Deri Hendriawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39253

Abstract

This research aims to describe the impact of collaboration between parents and teachers in implementing the Individualized Education Program (IEP) for an 11-year-old 5th-grade student with intellectual disabilities in an inclusive elementary school. Previously, the lack of synergy between the school and home caused significant obstacles to the student's academic and adaptive development. The research method used is a qualitative case study with data collection techniques through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that before the collaboration, the student experienced developmental stagnation. After the participatory development of the IEP, accompanied by routine weekly meetings between teachers and parents, the student showed significant progress in functional reading skills and self-independence. Consistency of treatment at school and home became a key factor for success. This study concludes that structured collaboration through the IEP is crucial in optimizing the potential of children with intellectual disabilities.
IMPLEMENTASI METODE FUN LEARNING SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN ABAD 21 DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK Susan Nurwidianing; Deri Hendriawan; Sardin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39559

Abstract

21st-century learning demands innovative learning methods that can increase student engagement in the learning process. One approach relevant to these demands is the fun learning method, a learning method that emphasizes a fun, interactive, and student-centered learning atmosphere. This study aims to describe the implementation of the fun learning method as a 21st-century learning innovation in increasing student engagement. This study uses a qualitative approach with students and teachers at the elementary education level as research subjects. This study uses a qualitative method that involves an in-depth understanding of the phenomena being studied by examining each case in detail. The nature of the problems being studied can vary, and to ensure the success of qualitative research, accurate and complete data collection is required, both in the form of primary data and secondary data. The research results show that the implementation of the fun learning method can create a more engaging learning atmosphere, increase active student participation, and encourage their involvement in asking questions, discussing, and collaborating during the learning process. Furthermore, this method also helps teachers develop creative and innovative learning in accordance with the characteristics of 21st-century learning. Thus, it can be concluded that the fun learning method is an effective learning innovation in increasing student activeness and supporting the achievement of 21st-century learning objectives.
Pola Kegiatan Ayah Perokok terhadap Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 4-6 Tahun Anderi Putri Ramadhani; Deri Hendriawan; Nenden Sundari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8411

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola kegiatan ayah perokok yang berpotensi memengaruhi stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah menggambarkan pola kegiatan ayah perokok terhadap stimulasi motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga ayah perokok dan tiga anak usia dini sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intensitas, waktu, dan kebiasaan merokok ayah memengaruhi kuantitas serta kualitas stimulasi motorik kasar yang diterima anak. Ayah dengan intensitas merokok rendah cenderung lebih aktif memberikan stimulasi fisik dibandingkan ayah dengan intensitas merokok tinggi. Disimpulkan bahwa pola kegiatan ayah perokok berkaitan dengan kualitas stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun.
Parent-School Partnership dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini: Upaya Penguatan Keterlibatan Orang Tua Irens Sadin; Pepi Nuroniah; Deri Hendriawan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8426

Abstract

Meningkatnya kasus tindakan eksploitasi seksual pada anak menunjukkan kebutuhan yang mendesak dalam penguatan pendidikan seksual sejak usia dini dengan melibatkan orang tua secara maksimal. Literatur ini menganalisis keterlibatan orang tua di sekolah dalam pendidikan seksual anak usia dini dengan menelaah bentuk keterlibatan, faktor-faktor yang memengaruhi, dampak yang muncul, serta tren dan kesenjangan penelitian dalam bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan teknik scoping review terhadap empat belas artikel periode 2016–2025 mengenai keterlibatan orang tua dan sekolah dalam pendidikan seks anak usia dini yang di analisis secara tematik. Hasil kajian ini mengindikasikan bahwa keterlibatan orang tua bersifat multidimensional, meliputi komunikasi, pendampingan belajar di rumah, program parenting, serta kolaborasi sekolah dan keluarga. Faktor pendukung mencakup tingkat pendidikan, dukungan sekolah, dan pemanfaatan media edukatif, sedangkan hambatan utama meliputi persepsi tabu dan keterbatasan pengetahuan. Keterlibatan ini terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan perubahan pola asuh orang tua menjadi lebih demokratis. Meskipun tren penelitian meningkat, kajian masih didominasi pendekatan deskriptif dan terbatas pada konteks sekolah atau wilayah tertentu. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan pendekatan longitudinal serta mengkaji efektivitas media digital dalam meningkatkan keterlibatan orang tua pada pendidikan seks anak usia dini.