Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jistech journal of islamic science and technology

STRUKTUR DAN SIFAT MEKANIK KERAMIK BERPORI DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF DAUN JAGUNG (ZEA MAYS) Khairani, Suci; Lubis, Ridwan Yusuf; Lubis, Hariyati
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v9i1.21730

Abstract

Keramik berpori merupakan salah satu jenis keramik yang memiliki lobang – lobang yang dapat dilalui oleh fluida. Keramik berpori dibuat menggunakan bahan serbuk alumina (Al2O3) dengan penambahan zat aditif abu daun jagung yang dipanaskan dengan furnace pada suhu 600 0C. Serbuk alumina di campur dengan zat aditif dengan variasi A ( 95% : 5%), B (90% : 10%) dan C (85% : 15%) kemudian dipanaskan pada suhu 1300 0C dan 1400 0C. Sampel keraik berpori dilkukan pengujian XRD untuk melihat mikrostruktur dan vickers untuk melihat kekerasannya. Berdasarkan hasil pengujian XRD, ukuran struktur kristal mengalami penurunan sering dengan meningkatnya jumlah variasi zat aditif yang dicampurkan. Hasil pengujian porsitas melangalami penurunan sedangkan nilai kekerasan mengalami peningkatan. Hal ini desababkan atom Si dari zat aditif tercampur kedalam matriks Al2O3 menggantikan atom Al yang memiliki ukuran lebih besar.
Pengaruh Penggerusan Terhadap Struktur dan Ukuran Partikel dari Pasir Besi Sungai Alam Jaya Kabupaten Deli Serdang Siregar, Alfia Delmi; Nasution, Nazaruddin; Lubis, Ridwan Yusuf
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v10i2.27468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasir besi dari Sungai Alam Jaya, Kabupaten Deli Serdang, serta pengaruh proses penggerusan terhadap ukuran partikel dan kemurnian material. Sampel pasir besi diambil langsung dari lokasi penelitian kemudian melalui tahap preparasi berupa penjemuran, pemisahan menggunakan magnet permanen, pencucian dengan larutan HCl dan NH₄OH, serta pengeringan dalam oven pada suhu 200°C. Proses karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Particle Size Analyzer (PSA) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa utama pasir besi adalah magnetit (Fe₃O₄) dengan struktur kristal kubik yang stabil. Berdasarkan hasil PSA, ukuran partikel rata-rata menurun dari 5,33806 µm menjadi 2,27004 µm setelah penggerusan, yang menunjukkan peningkatan kehalusan dan homogenitas partikel. Analisis XRF memperlihatkan bahwa kadar unsur Fe meningkat dari 76,577% menjadi 80,048%, sedangkan unsur pengotor seperti Si, Al, dan Mg mengalami penurunan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasir besi dari Sungai Alam Jaya memiliki kadar Fe tinggi, struktur kristal stabil, serta ukuran partikel yang halus, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar material magnetik maupun logam.
Pengaruh Pemisahan Bertingkat Terhadap Kemurnian dan Karakteristik Pasir Besi dari Sungai Sembahe Deli Serdang Miftahul Husnah; Siti Aulia Hutauruk; Rabiatul Awiyah; Chalista Dwi Putri; Ridwan Yusuf Lubis
JISTech (Journal of Islamic Science and Technology) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jistech.v11i1.28910

Abstract

Pasir besi merupakan material alami yang mengandung mineral oksida besi dan umumnya terdapat di wilayah pesisir pantai maupun di aliran sungai yang terbentuk dari proses pelapukan batuan di daerah hulu. Ketersediaannya yang melimpah menjadikan pasir besi sebagai bahan baku yang penting dalam berbagai industri, seperti industri logam, pembuatan baja, serta bahan material magnetik yang digunakan dalam pengembangan teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemisahan magnetik bertingkat dan perlakuan panas terhadap kemurnian serta karakteristik pasir besi dari Sungai Sembahe, Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tahapan pemisahan magnetik menurunkan kehilangan massa dari 0,97% (5 kali) menjadi 0,15% (11 kali), yang mengindikasikan berkurangnya kandungan pengotor. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus Fe–O pada 562 cm⁻¹ yang semakin dominan seiring meningkatnya jumlah pemisahan. Pola XRD menunjukkan puncak utama pada 2θ ≈ 35,47° yang berkaitan dengan bidang kristal (311), yang mengindikasikan dominasi fase magnetit (Fe₃O₄). Hasil SEM menunjukkan bahwa partikel mengalami aglomerasi dengan ukuran berkisar antara 10–80 µm. Analisis EDS menunjukkan bahwa kandungan Fe mencapai 81,98% atom pada sampel dengan 11 kali pemisahan magnetik. Hasil ini menunjukkan bahwa pemisahan magnetik bertingkat efektif dalam meningkatkan kemurnian pasir besi, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam menghilangkan pengotor berukuran halus.