Claim Missing Document
Check
Articles

TRAFFIC FLOW MODEL AND SHOCKWAVE ANALYSIS Rompis, Semuel Y. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The flow, density and speed relationship is one among other most important element in traffic flow theory. There are many models that express the relationship between these three traffic stream primary elements. The first three models which have been used most commonly in traffic engineering practice are Greenshields, Greenberg and Underwood models. This study has built traffic flow model base on those models and decided the best model to represent the field data. The characteristic of the traffic flow will be obtained based on the chosen model, then using this information and an incident scenario a macroscopic shockwave analysis was conducted. The result of analysis, particularly the queue length, was compared to one obtained from simulation built in VISSIM. Key words: traffic flow, density, speed, macroscopic shockwave analysis, VISSIM
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN ANALISA GAP ACCEPTANCE DAN MKJI 1997 Kulo, Eko Putranto; Rompis, Semuel Y. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja jaringan jalan harus memperhitungkan tundaan akibat adanya simpang, baik itu simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal. Karena semakin banyak simpang pada suatu jaringan jalan, maka akan semakin besar peluang tundaan yang terjadi. Sebagai salah satu simpang yang berada di pusat kota Manado, Simpang Tak Bersinyal Lengan Tiga Jln. Toar dan Jln. Garuda sangat sering terjadi kemacetan dan antrian yang panjang. Berdasarkan pengamatan dilapangan adapun pengaruh peralihan arus lalu lintas tepatnya Sistem Satu Arah pada jalan Sam Ratulangi, Manado, yang berakibat menambah tundaan kendaraan yang melewati simpang tersebut. Kondisi tersebut sering terjadi pada jam-jam sibuk di pagi, siang, dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja persimpangan apakah simpang ini masih mampu menyalurkan volume kendaraan yang melewati simpang tersebut dengan menggunakan Metode Gap Acceptance dan MKJI 1997.Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data pergerakan arus lalu lintas selama 7 hari dengan kamera video selama 13 jam yang nantinya akan diolah dengan menggunakan bantuan software computer untuk mendapatkan data primer berupa data gap dan volume. Data sekunder berupa data pertumbuhan penduduk dikumpulkan dari instansi terkait. Selanjutnya data volume, gap yang diterima dan gap yang ditolak pengemudi dari jalan minor digunakan untuk mengevaluasi nilai-nilai kritis serta untuk menentukan nilai derajat  kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Berdasarkan hasil analisa Gap Acceptance dengan perhitungan distribusi headway diperoleh persentase gap yang aman di jalan utama dengan persentase yang lumayan kecil  terjadi pada Sabtu dan Minggu. Ini menunjukan banyaknya gap yang aman dari arus utama kurang dari jumlah volume arus minor belok kanan. Begitu juga dengan hasil perhitungan absorbtion capacity menunjukan bahwa kapasitas penyerapan jalan utama dengan jumlah yang lebih  besar dari arus minor hanya terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk analisa MKJI 1997  menunjukan nilai derajat kejenuhan sudah lebih besar dari 0,75, yang mana nilai tersebut sudah lebih besar daripada nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh MKJI 1997, yaitu DS ≤ 0,75. Dengan hasil ini disimpulkan bahwa sekarang kondisi simpang jalan Toar dan jalan Garuda tergolong buruk. Direkomendasikan untuk persimpangan ini perlu peningkatan pengaturan lalu lintas dengan memperhatikan sistem pengendaliannya berupa lampu lalu lintas.Kata Kunci :     Gap Acceptance, Distribusi Headway, Kapasitas Penyerapan, MKJI 1997, Derajat Kejenuhan
MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ONLINE DI KOTA MANADO Supit, Roland Michael; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan transportasi sangat mempertimbangkan rasa aman, nyaman, terjangkau dan kota Manado merupakan salah satu kota di Indonesia yang bergantung pada transportasi. Kemajuan teknologi yang mengedepankan peranti/alat elektronik yang menggunakan jaringan internet pada masa sekarang, memunculkan beberapa transportasi yang berbasis aplikasi/online. Hal ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi yang akan digunakan oleh customer (pengguna moda transportasi) khususnya di kota Manado. Pemilihan moda transportasi darat yang berbasis Online yang dapat dipesan kapan saja melalui smartphone menjadi pilihan paling diminati masyarakat, terutama masyarakat pengguna smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan dalam pemilihan moda. Penelitian ini menggunakan metode Stated Preference, kemudian diolah dengan analisa statistik binomial logit. Selanjutnya dilakukan survei dengan menyebarkan kuesioner secara acak kepada 200 responden yang berisi karakteristik pelaku perjalanan, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih kenaikan biaya, selisih waktu tunggu keberangkatan, selisih waktu tempuh perjalanan dan selisih waktu pemesanan antara moda Go-Car dan Grabcar.Hasil survey dikumpulkan dan kemudian dilakukan analisa regresi linear dan pemodelan dilakukan dengan menggunakan model binomial logit sehingga didapat variabel-variabel yang mempengaruhi pemilihan moda diantaranya, akan terjadi perpindahan pemilihan moda, apabila terjadi selisih biaya perjalanan dari kedua moda tersebut, jika kenaikan biaya Grabcar > Rp.2000 maka probabilitas memilih Go-Car akan naik, sebaliknya apabila bila selisih kenaikan biaya Grabcar < Rp.2000, maka responden akan cenderung memilih Grabcar, selisih waktu tunggu keberangkatan apabila = 0, responden cenderung memilih Go-Car sebanyak 56%, responden cenderung akan memilih Grabcar apabila selisih waktu tunggu Grabcar < 1 menit, akan terjadi perpindahan moda apabila selisih waktu tempuh dari salah satu moda lebih rendah, dan responden akan cenderung memilih moda dengan waktu tempuh perjalanan paling rendah. Selisih waktu pemesanan pada saat keadaan yang sama, responden cenderung memilih Grabcar sebanyak 52%. Responden akan cenderung memilih Go-Car apabila waktu pemesanan Grabcar > 1 menit. Persamaan  utilitas diperoleh : Y =  0,026038528 - 4,83956* - 8,95979* + 0,070316528 + 0,115199405 - 0,0612849Hasil dari regresi yang diperoleh, telah memenuhi syarat, sehingga seluruh variabel bebas bersama–sama berpengaruh terhadap variabel terikat. Kata kunci: Binomial Logit, Pemilihan Moda, Stated Preference, Grabcar, Go-Car
MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN BUS DAN TAKSI GELAP RUTE KOTA MANADO – AMURANG Kakyarmabin, Yusuf Y.; Rompis, Semuel Y. R.; Longdong, Jefferson
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjalanan dari kota Manado menuju Amurang dilayani oleh dua moda transportasi yaitu angkutan umum bus dan taksi gelap. Aktivitas masyarakat yang makin tinggi tidak sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan dari angkutan umum bus. Hadirnya taksi gelap yang menawarkan transportasi antar kota yang lebih nyaman, waktu tempuh yang lebih cepat dan juga mudah didapatkan, membuat masyarakat lebih cenderung menggunakan taksi gelap dibandingkan angkutan umum bus. Melihat kondisi ini, semua pilihan diserahkan pada pengguna jasa yang mempertimbangkan faktor biaya, waktu tempuh dan waktu tunggu keberangkatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan probabilitas pelaku perjalanan dalam pemilihan moda, menggunakan metode Stated Preference, dan diolah dengan analisis statistik binomial logit. Data primer diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner secara acak kepada 300 responden disetiap pangkalan taksi gelap dan terminal bus. Kuesioner yang disebarkan disusun dengan teknik stated preference yang berisi karakteristik pelaku perjalanan, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tempuh, selisih waktu tunggu keberangkatan ,selisih waktu kedatangan antar angkutan, dan selisih waktu tempuh menuju terminal antara moda taksi gelap dan bus. Hasil survei dikumpulkan kemudian dilakukan analisis regresi linear dan pemodelan dilakukan dengan menggunakan model binomial logit sehingga didapat variabel-variabel yang mempengaruhi pemilihan moda Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Jika selisih biaya perjalanan lebih tinggi  Rp. 60.000; maka probabilitas pelaku perjalanan memilih bus adalah 88.20%. Jika selisih waktu tempuh kurang dari 35 menit maka probabilitas memilih angkutan umum bus  adalah lebih besar dari 50%. Jika selisih waktu tunggu kurang dari 18 menit probabilitas memilih angkutan bus adalah lebih besar dari 50%. Jika selisih waktu yang di tempuh menuju terminal kurang dari 9 menit maka probabilitas memilih angkutan umum bus  lebih besar dari 50%. Jika selisih waktu kedatangan antar angkutan kurang dari 40 menit maka probabilitas memilih angkutan umum bus lebih besar dari 50%. Persamaan utilitas diperoleh Y = –0.034257+ 0.0001290.082882+ 0.126806 – 0.044126 + 0.0123355. Hasil dari regresi yang diperoleh, telah memenuhi syarat, sehingga seluruh variabel bebas bersama–sama berpengaruh terhadap variabel terikat. Kata Kunci: Binomial Logit, Pemilihan Moda, Stated Preference
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN TARIF PARKIR TERHADAP PENGGUNAAN KENDARAAN PRIBADI DI KOTA MANADO Tumanduk, Riksilia Febriana; Rompis, Semuel Y. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan dalam berbagai bidang membuat Kota Manado memiliki aktivitas perjalanan dan jumlah kendaraan pribadi yang tinggi sehingga mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas jalan dengan banyak kerugian yang menjadi resiko dari setiap pengguna jalan. Beberapa upaya telah coba dilakukan oleh pemerintah dan instansi yang terkait untuk mengatasi kemacetan namun belum sepenuhnya dapat mengurai kemacetan. Karena itu pengendalian tarif parkir merupakan salah satu solusi yang diharapkan dapat memberi manfaat berupa pengaruh untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengatasi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna kendaraan pribadi dan berapa tarif parkir optimal yang mengakibatkan pengguna kendaraan pribadi di Kota Manado akan berpindah ke moda transportasi angkutan kota atau pun ankutan umum berbasis online (taksi online), serta berapa banyak pengguna kendaraan pribadi yang akan mengubah moda transportasi akibat kenaikan tarif parkir. Penelitian ini menggunakan teknik Stated Preference, dengan metode binomial logit. Data yang berhasil dikumpulkan dari penyebaran kuesioner kepada 300 resonden adalah karakteristik pelaku perjalanan, meliputi kondisi sosio-ekonomi, dengan faktor-faktor seperti: biaya perjalanan, biaya parkir per jam, waktu tunggu, waktu tempuh, kenyamanan dan keamanan, dan waktu jalan kaki. Selain karakteristik responden hasil penelitian ini menunjukkan tanggapan responden dalam memilih moda transportasi jika terjadi kenaikan tarif parkir, sebesar 19% mengaku akan beralih menggunakan moda angkutan umum mirkolet, 50%  akan beralih menggunakan moda angkutan umum berbasis online (taksi online), dan 30% tetap akan menggunakan kendaraan pribadi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kenaikan tarif parkir sebesar Rp. 25.000,- akan mempengaruhi 56% responden untuk berpindah moda dari kendaraan pribadi ke taksi online, dan mempengaruhi 73% responden untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke mikrolet.  Kata kunci: Tarif Parkir, Pemilihan Moda, Binomial Logit, Stated Preference
ANALISA PERBANDINGAN PANJANG ANTRIAN MENGGUNAKAN TEORI ANTRIAN DAN ANALISA GELOMBANG KEJUT DI LOKET KELUAR KENDARAAN KAWASAN MEGAMAS MANADO Pane, Fanto Pardomuan; Rompis, Semuel Y. R.; Timboeleng, James A.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the science of traffic engineering, there are many methods of measuring queues and delays. Some of these methods are queuing theory and shockwave analysis. From these two methods will be compared the most ideal characteristics to analyze the queue and delay. The Methods in this research used primary data collected from Megamas Area through by manual survey method to analyze shockwave and queuing theory. The results obtained the following conclusions: (1) The shockwave analysis at the exit gateway counter are formed by Greenshields’s basic chart and  present the queue length, total duration of the counter opening for the last vehicle entering the queue, and total duration from opening of the counter to the normal condition will increase linearly with increasing incidence duration, while the delay will increase exponentially. (2) In queue theory analysis, existing counters are still capable for serving the vehicles, this is obtained from the average value ρ <1 (eligible) only at certain periods that have value ρ> 1. Based on analysis, the service level on all counters are strongly influenced by the speed and accuracy of service door operators, readiness of reserve money for returns, readiness of drivers who will be out of the area, such as preparing money to pay retribution and admission ticket. (3) The queue theory analysis is easier to use to analyze the queue at the counter than the shock wave analysis. Shockwave analysis is more macro when using traffic parameters such as volume, speed of density and capacity of the road wherein the change of traffic flow due to the obstacle becomes a reference to analyze the shock waves. In the case of the exit gateway of the vehicle counter Megamas, the length of the road for queuing is very limited, and if the number of vehicle queue is too long until the intersection between segment A and segment B then speed in both segments will be affected due to queue. Eventually, queuing theory in analyzing the queue at vehicle counter in Megamas area is more effective and efficient to use. Keywords : shockwave, queue theory, queue length
MODEL PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN DALAM PROVINSI Kawengian, Erlangga; Jansen, Freddy; Rompis, Semuel Y. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya kompetisi antara taksi gelap dan bus menjadi dasar penelitian ini dibuat. Pertimbangan perilaku pelaku perjalanan begitu bervariasi dalam pemilihan kedua moda tersebut. Oleh karena pelaku perjalanan, terkait dengan kondisi, karakteristik, dan kehandalan dari moda yang bersangkutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku pelaku perjalanan, agar dapat diketahui diketahui karakteristik pelaku perjalanan, kemudian diperoleh suatu model yang dapat menjelaskan pemilihan moda. Penelitian ini menggunakan metode Stated Preference, kemudian diolah dengan bantuan aplikasi Ms. Excel dan SPSS 17.Berdasarkan hasil kuesioner, diperoleh karakteristik pelaku perjalanan, yakni pengguna moda lebih banyak didominasi oleh Pria, pengguna moda lebih banyak dari kalangan usia < 24 tahun, pengguna moda lebih banyak tamatan SMA, pengguna moda lebih banyak didominasi oleh Mahasiswa, pengguna moda lebih banyak yang belum berpenghasilan, pengguna moda lebih banyak memiliki satu unit sepeda motor, pengguna moda lebih banyak pergi ke terminal menggunakan ANGKOT, pengguna moda lebih sering menggunakan bus, intensitas menggunakan moda lebih banyak yang tidak tentu, tujuan perjalanan lebih didominasi urusan non-business/bekerja sebesar 70%. Untuk model persamaan yang diperoleh dengan bantuan aplikasi SPSS17, yakni : Y = 0.83223+1.71*+0.010763+0.003862–0.55196+ 0.1808. Hasil dari regresi yang diperoleh, telah memenuhi persyaratan yang disyaratkan, sehingga seluruh variabel bebas bersama–sama berpengaruh terhadap variabel terikat.Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan masukan untuk pihak–pihak yang berkepentingan terkait dalam menangani kebijakan transportasi dan memberikan gambaran variabel-variabel yang mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pelaku perjalanan dalam memilih moda. Kata Kunci : Moda transportasi, pemilihan moda, Stated Preference.
IMPACT OF TRAFFIC INCIDENT ON A NETWORK WIDE LEVEL Rompis, Semuel Y. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Incident is apparently known as a source of traffic congestion. A number of ITS strategies have been implemented to minimize this problem however most of them were evaluated in microscopic level. This study utilizes a real world condition to model the incident in a freeway. Several scenarios were setup to recognize the impact of the incident to the system in the congested network wide. The scenarios were differed from one to the other by vary the number of lane closure and also the incident duration. Impact of multi incident is also examined in this study. The result of this study is expected to be a component account for assessing a proper ITS strategy to be implemented in an area.Key words: Incident, traffic congestion, ITS strategy, microscopic level, Impact
ANALISA GELOMBANG KEJUT PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL (STUDI KASUS: JL. 17 AGUSTUS – JL. BABE PALAR) Bella, Marlien H. L. A.; Timboeleng, James A.; Rompis, Semuel Y. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai persimpangan empat lengan dan merupakan salah satu jalur menuju ke perkantoran di sepanjang Jl. 17 Agustus kota Manado dan ke arah Teling yang terdapat rumah sakit  di sekitarnya, persimpangan jalan 17 Agustus - jalan Babe Palar  ini sangat sering terjadi kemacetan dan antrian dari kendaraan yang melewati persimpangan ini sehingga dipasang lampu lalu lintas dan pada persimpangan ini memiliki durasi lampu merah yang besar dan durasi lampu hijau yang kecil. Pemakaian lampu lalu lintas menimbulkan fenomena gelombang kejut pada lalu lintas di sekitar persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan matematis volume, kecepatan, kepadatan dan panjang antrian yang terjadi akibat lampu merah pada salah satu lengan dari persimpangan yang diteliti yaitu pada lengan jl Babe Palar menuju ke arah timur atau ke arah persimpangan. Pengumpulan data dilakukan pada hari Senin sampai hari Sabtu mulai tanggal 25 sampai dengan tanggal 30 pada bulan April 2016.Hasil perhitungan didapat model Greenberg pada hari Rabu 27 April 2016 merupakan model terbaik untuk hubungan matematis antara volume, kecepatan dan kepadatan dengan R2= 89,897 %. Dari hasil hubungan matematis tersebut dapat dihitung nilai gelombang kejut dengan persamaan garis kurva hubungan volume - kepadatan V = 68.82475 D - 14.66326  DLn D dengan volume maksimum (VM) 620.2996 smp/jam, kepadatan maksimum (DM) 25.882 smp/km. karateristik gelombang kejut yang terjadi untuk kondisi A (VA) 460 smp/jam , = 28.724  km/jam merupakan gelombang kejut maju bentukan, = 0 km/jam merupakan gelombang kejut diam depan, = - 4.5958 km/jam merupakan gelombang kejut mundur bentukan, ωDC = 14.4633 km/jam  merupakan gelombang kejut maju pemulihan, ωCB = -8.4842 km/jam merupakan gelombang kejut mundur pemulihan. Panjang antrian maksimum yang terjadi (QM) = 289.695 meter dengan waktu penormalan (T) = 12.13101 detik. Dari hasil yang telah diteliti dapat dipastikan bahwa semua kendaraan yang mengantri pada saat lampu merah menyala dapat melewati garis henti sehingga tidak terjadi antrian. Kata Kunci : gelombang kejut, persimpangan,panjang antrian, waktu penormalan
PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN SOEKARNO TERHADAP PEMBEBANAN LALU LINTAS DI JALAN TOL MANADO - BITUNG Politon, Natalie Chen; Rompis, Semuel Y. R.; Jefferson, Longdong
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado dan Kota Bitung adalah dua kota di Sulawesi utara yang memiliki potensi yang sangat besar dan dikarenakan ketidakmampuan jalan eksisting (Jalan Nasional Manado – Bitung) untuk menampung semua kendaraan yang harus melintasi ruas jalan ini setiap hari akibat adanya aktifitas perindustrian di ruas jalan ini maka pemerintah memutuskan untuk membangun Jalan Tol Manado – Bitung. Namun jalan Tol Manado – Bitung mempunyai kompetitor yaitu Jalan Soekarno yang mengakibatkan volume lalu lintas untuk jalan tol tidak akan tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas yang akan melewati Jalan Tol dan Jalan Soekarno nanti serta membuat perbandingan volume lalu lintas Jalan Tol dengan dan tanpa adanya Jalan Soekarno. Penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data volume lalu lintas secara manual selama 15 jam untuk nantinya akan dikalibrasikan dengan data waktu tempuh yang dimbil selama 4 jam dalam sehari yang terbagi menjadi 2 jam pada waktu off peak hour yaitu pukul 13:00-15:00, dan 2 jam pada waktu peak hour pukul 17:00-19:00 untuk mendapatkan fungsi volume tundaan dengan persamaan yang dikembangkan oleh The Bureau of Public Road. Selanjutnya dibuat perhitungan dengan model Greenshield untuk mengetahui kapasitas dan waktu tempuh arus bebas lalu dengan menggunakan prinsip Keseimbangan I Wardrop dan bantuan Solver yang merupakan fasilitas dari Microsoft Excel dilakukan pembebanan lalu lintas untuk mengetahui volume tiap-tiap ruas jalan.Berdasarkan hasil analisis dari data survey didapat bahwa akibat dibangunnya Jalan Soekarno menyebabkan volume kendaraan yang akan melewati Jalan Tol Manado – Bitung mengalami defisit sebanyak 33% yang awalnya adalah 6772.461 kendaraan menjadi 3415.07 kendaraan. Dan dari hasil analisis didapatkan bahwa membutuhkan waktu sebesar 86.4 menit atau 1 jam 26.4 menit untuk melewati Jalan Tol sepanjang 39.9 km.  Kata Kunci : Off Peak Hour, Peak Hour, The Bureau of Public Road, Greenshields, Solver, Defisit.