Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemahaman Regulasi Lalu Lintas Dan Emosi Terhadap Perilaku Aggressive Driving Pengendara Sepeda Motor Siswa Di Kota Manado Elias, Yosua R. D.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i10.32449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman regulasi lalu lintas dan regulasi emosi terhadap perilaku aggressive driving pada pengendara sepeda motor di Kota Manado. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian kuantitatif-korelasional, data yang diperoleh dari siswa SMA Negeri 1 Manado selama periode penelitian pada September 2024 dianalisis menggunakan regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap perilaku aggressive driving, sedangkan pemahaman regulasi lalu lintas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi upaya peningkatan kesadaran keselamatan berkendara pada remaja.
Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Kota Manado, Kec. Malalayang, Kel. Bahu) Tompodung, Angela L.; Kumaat, Meike M.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66681

Abstract

Perkembangan perkotaan di Kota Manado meningkatkan kebutuhan mobilitas harian, khususnya di Kelurahan Bahu (Kecamatan Malalayang) yang memadukan permukiman, pendidikan, dan perdagangan. Penelitian ini memetakan karakteristik sosial-ekonomi warga, pola pemilihan moda, serta menguji pengaruhnya terhadap pilihan moda transportasi. Survei kuesioner pada 100 responden mengamati tiga alternatif: kendaraan pribadi, angkutan umum, dan angkutan umum online. Data dianalisis dengan model Multinomial Logit (MNL) berbantuan SPSS, dengan kendaraan pribadi sebagai kategori referensi; enam variabel utama digunakan setelah penyederhanaan, mencakup jenis kelamin, usia, pendapatan bulanan, kepemilikan kendaraan, tujuan perjalanan, frekuensi perjalanan, dan biaya transportasi. Hasil menunjukkan angkutan umum paling dominan (39%), diikuti angkutan umum online (31%) dan kendaraan pribadi (30%). Uji kelayakan menegaskan model signifikan (Chi-square 131,944; p<0,001) dengan daya jelaskan tinggi (Nagelkerke R² 0,826). Jenis kelamin, usia, pendapatan, dan tujuan perjalanan berpengaruh terhadap pemilihan moda. Implikasinya, peningkatan kualitas dan aksesibilitas angkutan umum perlu diprioritaskan dengan mempertimbangkan perbedaan sosial-ekonomi masyarakat. Kata kunci: pemilihan moda transportas, karakteristik sosial ekonomi, Kota Manado
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Bajaj, Ojek Dan Ojek Online Sebagai Feeder Transportasi Umum Di Kota Manado Mokaliran, Melany V.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66684

Abstract

Keterbatasan jangkauan angkutan umum utama pada jalan-jalan sempit di Kota Manado menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi pengumpan (feeder). Moda seperti bajaj modern, ojek konvensional, dan ojek online menjadi alternatif utama dalam melayani perjalanan jarak pendek menuju jaringan transportasi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi feeder serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda tersebut di Kelurahan Kleak, Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kenyamanan, keamanan, biaya, dan kemudahan akses. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistik multinomial (Multinomial Logit) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online merupakan moda yang paling banyak dipilih dengan persentase sebesar 44%, diikuti oleh ojek konvensional sebesar 37% dan bajaj sebesar 19%. Faktor biaya menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi pemilihan moda, diikuti oleh kenyamanan dan keamanan, sedangkan kemudahan akses memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil. Model dinyatakan layak dengan nilai Nagelkerke R-square sebesar 0,605 dan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 72%. Hasil ini menunjukkan bahwa bajaj masih memiliki potensi sebagai moda feeder apabila didukung peningkatan pelayanan dan kebijakan integrasi transportasi. Kata kunci: pemilihan moda transportasi, feeder, multinomial logit
Menganalisis Akurasi Hasil Pengukuran Topografi Menggunakan Metode Bowditch Dan Metode Koordinat Polaris Pada Pemetaan Situasi Wantania, Jonathan; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67043

Abstract

Pengukuran topografi merupakan kegiatan penting dalam bidang survei dan pemetaan yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Tingkat ketelitian hasil pengukuran sangat mempengaruhi kualitas informasi spasial yang dihasilkan, khususnya dalam kegiatan pemetaan situasi. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran yang mampu memberikan hasil yang akurat dan efisien sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi hasil pengukuran topografi menggunakan metode Bowditch dan metode koordinat polaris, serta menilai efisiensi penerapan kedua metode tersebut dalam pemetaan situasi. Perbandingan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan metode pengukuran yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan alat ukur Total Station. Metode Bowditch diterapkan pada pengukuran poligon tertutup dengan koreksi kesalahan sudut dan jarak secara proporsional, sedangkan metode koordinat polaris digunakan untuk menentukan posisi titik detail berdasarkan pengukuran sudut dan jarak dari titik referensi. Data hasil pengukuran diolah menggunakan AutoCAD Civil3D dan dianalisis tingkat akurasinya menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) berdasarkan standar ketelitian peta Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 15 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan koordinat dan elevasi yang memenuhi standar ketelitian pemetaan situasi. Metode Bowditch memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat pada pengukuran poligon tertutup, sedangkan metode koordinat polaris lebih efisien dalam pengambilan data titik detail dengan waktu pelaksanaan yang lebih singkat. Kata kunci: pengukuran topografi, metode Bowditch, metode koordinat Polaris
Pengaruh Kepadatan Titik Kontrol Terhadap Akurasi Peta Topografi Menggunakan GNSS Geodetik Lasaru, Natalino T. J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67234

Abstract

Pemetaan topografi merupakan dasar penting dalam bidang teknik sipil, geodesi, dan perencanaan wilayah, khususnya untuk perancangan infrastruktur dan analisis lahan. Akurasi peta topografi sangat menentukan keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, karena kesalahan pemetaan dapat berdampak pada ketidaktepatan desain, peningkatan biaya, serta risiko kegagalan struktur. Salah satu faktor yang memengaruhi akurasi peta topografi adalah kepadatan titik kontrol yang digunakan dalam proses pemetaan. Secara teoritis, titik kontrol berfungsi sebagai acuan geometris dalam pembentukan peta topografi. Kepadatan dan distribusi titik kontrol berpengaruh terhadap kualitas interpolasi elevasi dan pembentukan kontur. Evaluasi ketelitian peta dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap titik referensi (checkpoint) menggunakan parameter statistik seperti Root Mean Square Error (RMSE), mengacu pada standar ketelitian peta yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei GNSS Geodetik dengan pendekatan Real Time Kinematic (RTK) pada lahan Agriculture & Landscape di Wusa, Kota Manado. Tiga skenario kepadatan titik kontrol diterapkan, yaitu 1 titik per 1 hektar, 1 titik per 2,5 hektar, dan 1 titik per 5 hektar. Data pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta topografi pada setiap skenario, kemudian dilakukan uji akurasi menggunakan perhitungan RMSE planimetris dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan titik kontrol yang lebih tinggi menghasilkan nilai RMSE yang lebih kecil dan kualitas peta topografi yang lebih baik. Skenario dengan kepadatan 1 titik per 1 hektar memberikan tingkat akurasi tertinggi dan memenuhi standar ketelitian peta skala besar sesuai ketentuan BIG. Penelitian ini merekomendasikan pemilihan kepadatan titik kontrol yang sesuai dengan kebutuhan skala peta untuk memperoleh hasil pemetaan yang akurat dan efisien. Kata kunci: peta topografi, kepadatan titik kontrol, GNSS Geodetik
Analisis Penerapan Konseptual Kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Jalan Pierre Tendean Kecamatan Sario Kota Manado Cut Meutia Corphylia Frianvonsa Ratag; Lucia Inggrid Regina Lefrandt; Semuel Yacob Recky Rompis
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.473

Abstract

ABSTRAK              Kawasan Jalan Pierre Tendean, Kecamatan Sario, Kota Manado memiliki fungsi campuran dan intensitas aktivitas tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Sesuai RTRW Kota Manado Tahun 2023-2042, kawasan ini direncanakan memiliki stasiun Light Rail Transit (LRT) di Kecamatan Sario sebagai simpul TOD guna mendukung integrasi transportasi dan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting kawasan berdasarkan indikator TOD, menilai tingkat kesesuaiannya, menentukan prioritas pengembangan, dan menyusun arahan pengembangan kawasan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-spasial dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), metode Delphi untuk konsensus ahli, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan prioritas. Hasil penelitian menunjukkan kawasan Jalan Pierre Tendean telah memenuhi sebagian karakteristik TOD, antara lain nilai KLB sebesar 2,13, ketersediaan jalur pejalan kaki, fasilitas penyeberangan, konektivitas antarblok, dan akses menuju simpul transit. Namun, kawasan ini belum memenuhi kriteria KDB, kepadatan bangunan, jalur sepeda, peneduh pedestrian, dan stasiun transit. Hasil AHP menunjukkan bahwa Design merupakan kriteria prioritas tertinggi (bobot 0,423), diikuti Transit Support (0,186), Connectivity (0,146), Diversity (0,133), dan Density (0,112). Pada tingkat variabel, stasiun transit memiliki bobot tertinggi (0,2012). Arahan pengembangan difokuskan pada perancangan stasiun LRT elevated sebagai simpul TOD terintegrasi, didukung peningkatan kualitas pedestrian, jalur sepeda, peneduh, fasilitas penyeberangan, dan ruang publik. Kawasan Jalan Pierre Tendean memiliki potensi berkembang menjadi kawasan TOD yang mendukung sistem transportasi perkotaan terintegrasi dan berkelanjutan. ABSTRACT              The Pierre Tendean Street area, Sario District, Manado City, has mixed functions and high activity intensity, making it potential to be developed as a Transit Oriented Development (TOD) area. According to the Manado City Spatial Plan (RTRW) 2023-2042, this area is planned to have a Light Rail Transit (LRT) station in Sario District as a TOD node to support transportation and land use integration. This study aims to identify the existing conditions of the area based on TOD indicators, assess the level of compliance with TOD principles, determine development priorities, and formulate development directions for the area. The methodology employs a descriptive-spatial approach using Geographic Information Systems (GIS), the Delphi method for expert consensus, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) for priority weighting. Results show that the Pierre Tendean Street area partially meets TOD characteristics, including a Floor Area Ratio (FAR) of 2.13, pedestrian path availability, crossing facilities, inter-block connectivity, and accessible transit nodes. However, the area does not yet meet TOD criteria for Building Coverage Ratio (BCR), building density, bicycle lanes, pedestrian shading, and transit station availability. AHP results indicate that Design is the highest-priority criterion (weight 0.423), followed by Transit Support (0.186), Connectivity (0.146), Diversity (0.133), and Density (0.112). At the variable level, transit station has the highest weight (0.2012). Development directions focus on designing an elevated LRT station as an integrated TOD node, supported by improved pedestrian quality, bicycle lanes, shading, safe crossing facilities, and public spaces. The Pierre Tendean Street area has the potential to develop into a TOD area supporting an integrated and sustainable urban transportation system.
OPTIMIZATION MODEL FOR URBAN PUBLIC TRANSPORT OPERATIONS USING MACHINE LEARNING-BASED DEMAND PREDICTION Joshua Banua; Lucia Ingrid Regina Lefrandt; Semuel Yacob Recky Rompis
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.303

Abstract

Angkot, a route-based urban paratransit or public minibus service, remains an important component of daily mobility in Manado City. However, its predominantly supply-based operating pattern does not systematically adjust vehicle deployment to hourly passenger demand, which can produce low occupancy during off-peak periods and insufficient capacity during demand peaks. This study integrates machine-learning-based hourly passenger-demand prediction with an integer-constrained fleet-sizing model for the Paal Dua-Pasar 45 route. Direct observations were collected for 21 days, from 25 May to 14 June 2026, through an on-board survey of one angkot and a separate vehicle-headway survey; 1,538 passenger boardings were directly recorded. Random Forest and XGBoost were compared using a chronological 80:20 holdout and Leave-One-Day-Out Cross-Validation (LODO). Random Forest remained the better-performing model after tuning (LODO R² = 0.462; MAE = 0.76) compared with XGBoost (R² = 0.421; MAE = 0.83). The selected predictions were transformed from vehicle-level boardings to estimated corridor demand using observed hourly vehicle frequency and were then entered into the fleet-sizing model. The model-derived corridor demand averaged 57 passengers per hour, and the resulting fleet requirement averaged six vehicles, ranging from five to nine vehicles. Because corridor demand was inferred from one directly surveyed vehicle and predictive performance was moderate, these fleet values should be interpreted as route-specific planning estimates rather than externally validated operating prescriptions. The study demonstrates a practical framework for linking demand prediction with adaptive fleet allocation while highlighting the need for multi-vehicle validation and uncertainty-aware deployment.
Co-Authors Adam, Fadel Adinda Laloma Angreini, Sri Ariati Audie L. E. Rumayar Badi, Chamelia Brilia, Brilia Butar-butar, Samuel H. H. Cut Meutia Corphylia Frianvonsa Ratag Elias, Yosua R. D. Fanto Pardomuan Pane, Fanto Pardomuan Freddy Jansen Habtemichael, Filmon Harimisa, Glorya Ruth James A. Timboeleng Jefferson Longdong Joice E. Waani Joice Elfrida Waani Joshua Banua Kaeng, Preisy Gabriela Kakyarmabin, Yusuf Y. Kalengkongan, Laurina Octaviana Kawengian, Erlangga Kulo, Eko Putranto Kumaat, Meike M. Laloma, Adinda Lasaru, Natalino T. J. Lintong, Elisabeth M. Longdong Jefferson Lucia I. R. Lefrandt Lucia Inggrid Regina Lefrandt Lucia Ingrid Regina Lefrandt Lumowa, Bella Christianty Mamuaja, Denny M. A. Manabung, Helmut Manoppo, Mecky E. Marlien H. L. A. Bella, Marlien H. L. A. Masinambow, Christmas E. L. Mecky R. E. Manoppo Meike Kumaat Michael, Greggy Mokaliran, Melany V. Muhammad Chaiddir Hajia Pabuang, Ryan P. Paendong, Adesyafitri A. Pangalila, Wiranda Maria Pesik, Belinda Septiani Politon, Natalie Chen Prihono, Prilia Meilany Prylita Rombot, Prylita Rachman, Ari Putra Recky Pasila, Recky Rembet, Brayn Riogilang, Herawaty Rondonuwu, Ezra Rumeen, Claudia C. I. Sanggelorang, Andrie Riani Selang, Maharanny P. I. Steve Ch. N. Palenewen Supit, Roland Michael Suwetja, Milka K. R. A. Sweetly Manopo Taidi, Fhifiana Takaendengan, Julio Tangkudung, Cindy M. M. Theo K. Sendow Tompodung, Angela L. Tumanduk, Riksilia Febriana Untu, Steeve G. Untung, Evangelina Wantania, Jonathan Worang, Gerry C. D. A. Wowor, Stella Kathrine Gracia