Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemahaman Regulasi Lalu Lintas Dan Emosi Terhadap Perilaku Aggressive Driving Pengendara Sepeda Motor Siswa Di Kota Manado Elias, Yosua R. D.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i10.32449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman regulasi lalu lintas dan regulasi emosi terhadap perilaku aggressive driving pada pengendara sepeda motor di Kota Manado. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian kuantitatif-korelasional, data yang diperoleh dari siswa SMA Negeri 1 Manado selama periode penelitian pada September 2024 dianalisis menggunakan regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap perilaku aggressive driving, sedangkan pemahaman regulasi lalu lintas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi upaya peningkatan kesadaran keselamatan berkendara pada remaja.
Prospective Study on the Opening of the Manado–Jeddah International Route S. Abas, Kurniawan; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
Journal of Social Research Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i1.2928

Abstract

The opening of the international flight route between Manado and Jeddah presents a strategic opportunity to enhance connectivity between eastern Indonesia and major centers of religious activities, trade, and global mobility in the Middle East. This study aims to analyze the prospects of establishing this route through a comprehensive approach that encompasses market, operational, economic, and policy aspects. Data were obtained through a combination of demand analysis for Umrah and Hajj travel from North Sulawesi and surrounding regions, evaluation of airport capacity and supporting infrastructure readiness, as well as an economic feasibility assessment based on projected operational costs and airline revenue potential. The results indicate that the demand for religious travel shows a significant upward trend, providing a strong market potential. Additionally, Sam Ratulangi International Airport is considered capable of supporting medium-haul flight operations with several technical adjustments. Economically, the route has the potential to generate profits for airlines if fare strategies, flight frequency, and market segmentation are properly optimized. This study concludes that the opening of the Manado–Jeddah route holds promising prospects but requires synergy among airlines, airport authorities, and regional governments in infrastructure development and market promotion.
Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Kota Manado, Kec. Malalayang, Kel. Bahu) Tompodung, Angela L.; Kumaat, Meike M.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66681

Abstract

Perkembangan perkotaan di Kota Manado meningkatkan kebutuhan mobilitas harian, khususnya di Kelurahan Bahu (Kecamatan Malalayang) yang memadukan permukiman, pendidikan, dan perdagangan. Penelitian ini memetakan karakteristik sosial-ekonomi warga, pola pemilihan moda, serta menguji pengaruhnya terhadap pilihan moda transportasi. Survei kuesioner pada 100 responden mengamati tiga alternatif: kendaraan pribadi, angkutan umum, dan angkutan umum online. Data dianalisis dengan model Multinomial Logit (MNL) berbantuan SPSS, dengan kendaraan pribadi sebagai kategori referensi; enam variabel utama digunakan setelah penyederhanaan, mencakup jenis kelamin, usia, pendapatan bulanan, kepemilikan kendaraan, tujuan perjalanan, frekuensi perjalanan, dan biaya transportasi. Hasil menunjukkan angkutan umum paling dominan (39%), diikuti angkutan umum online (31%) dan kendaraan pribadi (30%). Uji kelayakan menegaskan model signifikan (Chi-square 131,944; p<0,001) dengan daya jelaskan tinggi (Nagelkerke R² 0,826). Jenis kelamin, usia, pendapatan, dan tujuan perjalanan berpengaruh terhadap pemilihan moda. Implikasinya, peningkatan kualitas dan aksesibilitas angkutan umum perlu diprioritaskan dengan mempertimbangkan perbedaan sosial-ekonomi masyarakat. Kata kunci: pemilihan moda transportas, karakteristik sosial ekonomi, Kota Manado
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Bajaj, Ojek Dan Ojek Online Sebagai Feeder Transportasi Umum Di Kota Manado Mokaliran, Melany V.; Rompis, Semuel Y. R.; Lefrandt, Lucia I. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66684

Abstract

Keterbatasan jangkauan angkutan umum utama pada jalan-jalan sempit di Kota Manado menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan moda transportasi pengumpan (feeder). Moda seperti bajaj modern, ojek konvensional, dan ojek online menjadi alternatif utama dalam melayani perjalanan jarak pendek menuju jaringan transportasi utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi feeder serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda tersebut di Kelurahan Kleak, Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kenyamanan, keamanan, biaya, dan kemudahan akses. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistik multinomial (Multinomial Logit) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online merupakan moda yang paling banyak dipilih dengan persentase sebesar 44%, diikuti oleh ojek konvensional sebesar 37% dan bajaj sebesar 19%. Faktor biaya menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi pemilihan moda, diikuti oleh kenyamanan dan keamanan, sedangkan kemudahan akses memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil. Model dinyatakan layak dengan nilai Nagelkerke R-square sebesar 0,605 dan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 72%. Hasil ini menunjukkan bahwa bajaj masih memiliki potensi sebagai moda feeder apabila didukung peningkatan pelayanan dan kebijakan integrasi transportasi. Kata kunci: pemilihan moda transportasi, feeder, multinomial logit
Menganalisis Akurasi Hasil Pengukuran Topografi Menggunakan Metode Bowditch Dan Metode Koordinat Polaris Pada Pemetaan Situasi Wantania, Jonathan; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67043

Abstract

Pengukuran topografi merupakan kegiatan penting dalam bidang survei dan pemetaan yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Tingkat ketelitian hasil pengukuran sangat mempengaruhi kualitas informasi spasial yang dihasilkan, khususnya dalam kegiatan pemetaan situasi. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran yang mampu memberikan hasil yang akurat dan efisien sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi hasil pengukuran topografi menggunakan metode Bowditch dan metode koordinat polaris, serta menilai efisiensi penerapan kedua metode tersebut dalam pemetaan situasi. Perbandingan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan metode pengukuran yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan alat ukur Total Station. Metode Bowditch diterapkan pada pengukuran poligon tertutup dengan koreksi kesalahan sudut dan jarak secara proporsional, sedangkan metode koordinat polaris digunakan untuk menentukan posisi titik detail berdasarkan pengukuran sudut dan jarak dari titik referensi. Data hasil pengukuran diolah menggunakan AutoCAD Civil3D dan dianalisis tingkat akurasinya menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) berdasarkan standar ketelitian peta Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 15 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan koordinat dan elevasi yang memenuhi standar ketelitian pemetaan situasi. Metode Bowditch memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat pada pengukuran poligon tertutup, sedangkan metode koordinat polaris lebih efisien dalam pengambilan data titik detail dengan waktu pelaksanaan yang lebih singkat. Kata kunci: pengukuran topografi, metode Bowditch, metode koordinat Polaris
Pengaruh Kepadatan Titik Kontrol Terhadap Akurasi Peta Topografi Menggunakan GNSS Geodetik Lasaru, Natalino T. J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67234

Abstract

Pemetaan topografi merupakan dasar penting dalam bidang teknik sipil, geodesi, dan perencanaan wilayah, khususnya untuk perancangan infrastruktur dan analisis lahan. Akurasi peta topografi sangat menentukan keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, karena kesalahan pemetaan dapat berdampak pada ketidaktepatan desain, peningkatan biaya, serta risiko kegagalan struktur. Salah satu faktor yang memengaruhi akurasi peta topografi adalah kepadatan titik kontrol yang digunakan dalam proses pemetaan. Secara teoritis, titik kontrol berfungsi sebagai acuan geometris dalam pembentukan peta topografi. Kepadatan dan distribusi titik kontrol berpengaruh terhadap kualitas interpolasi elevasi dan pembentukan kontur. Evaluasi ketelitian peta dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap titik referensi (checkpoint) menggunakan parameter statistik seperti Root Mean Square Error (RMSE), mengacu pada standar ketelitian peta yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei GNSS Geodetik dengan pendekatan Real Time Kinematic (RTK) pada lahan Agriculture & Landscape di Wusa, Kota Manado. Tiga skenario kepadatan titik kontrol diterapkan, yaitu 1 titik per 1 hektar, 1 titik per 2,5 hektar, dan 1 titik per 5 hektar. Data pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta topografi pada setiap skenario, kemudian dilakukan uji akurasi menggunakan perhitungan RMSE planimetris dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan titik kontrol yang lebih tinggi menghasilkan nilai RMSE yang lebih kecil dan kualitas peta topografi yang lebih baik. Skenario dengan kepadatan 1 titik per 1 hektar memberikan tingkat akurasi tertinggi dan memenuhi standar ketelitian peta skala besar sesuai ketentuan BIG. Penelitian ini merekomendasikan pemilihan kepadatan titik kontrol yang sesuai dengan kebutuhan skala peta untuk memperoleh hasil pemetaan yang akurat dan efisien. Kata kunci: peta topografi, kepadatan titik kontrol, GNSS Geodetik